Untuk generasi sekarang (kebanyakan), menggunakan Windows tidak harus bisa menggunakan DOS (Disk Operating System, bukan Denial of Service), yang hampir ditinggalkan. Kesan orang tentang : ‘Wah, kuno’, ‘Susah’, ‘Apaan tuh?’. Kita memang tidak perlu mempelajari DOS kecuali bagi advanced user. Ilmu itu kan bebas.
Bagaimana dengan Linux. Linux ada DOS-nya nggak? Ada dong, lingkungan prompt di Linux namanya shell. Dan satu hal yang perlu diingat, kebanyakan kasus, menggunakan Linux adalah mutlak menguasai perintah-perintah shell. Kalau Linux anda diinstall di PC (bukan server) maka anda sendirilah root atau administratornya. Mutlak bagi administrator Linux untuk mengenal perintah dasar Shell. Karena kalau systemnya bermasalah, administrator (anda sendiri) harus bertanggung jawab membereskan. Di sini letak keasyikannya, kita akan meninggalkan GUI (general user interface) untuk sementara waktu. Diasumsikan anda sudah menginstal Linux distro apa saja yang sekiranya terinstall paket-paket yang standar. Saya pake Blankon 4 Meuligo sebagai contoh, sebuah distro Linux yang dikembangkan anak negeri (bangga dong!).
Shell dalam Linux ada banyak jenisnya tapi yang paling populer dan sering dijadikan default shell dalam banyak distro adalah Bash (bourne again shell). Jadi, di tutorial ini kita pake Bash. Tinggalkan sepenuhnya mode X anda. Caranya restart lalu edit (kalo pake GRUB) option GRUB, tambahin single, maka kita masuk ke root, masukan password bila diminta. Atau su root, masukin password, kemudian berikan perintah init 1 atau telinit 1. Yah…jadi seperti DOS deh. Atau kalau males meninggalkan GUI, pake konsole atau terminal (cari aja yang iconnya gambar monitor tok).
Cara memberikan perintah dalam Shell
$ command <option> [argumen] <enter>
$ maksudnya menunjukan status user. Kalo anda dalam posisi root, tandanya #.
command diganti dengan nama perintah. Option ya option, biasanya diawali awalan -. Argumen diisi parameter yang akan diproses. Apa bila nama parameter ada spasinya tambahkan kutip satu (‘) di awal dan akhir parameter.
<enter> maksudnya tekan enter. Jalan deh tu perintah.
System
who : mencari tahu siapa saja yang login
anda@localhost:/home/anda$who
root tty0
anda tty1
whoami : mencari tahu dengan account siapa anda login
anda@localhost:/home/anda$whoami
anda
hostname : melihat nama hostname
anda@localhost:/home/anda$hostname
localhost
passwd : mengganti password
anda@localhost:/home/anda$passwd
(current) password :
enter new UNIX password :
retype new UNIX pasword :
password succesfully canged
anda@localhost:/home/anda$
Anda tidak akan melihat karakter yang anda ketik, ini salah satu ciri keamanan linux. Jadi hati-hati salah ketik.
su : mengganti user
Misal anda login sebagai anda, ingin menggunakan root.
anda@localhost:/home/anda$su root
atau
anda@localhost:/home/anda$su
Masukkan password bila diminta. Ini bukti bahwa linux adalah komputer multiuser.
sudo : melakukan perintah atas kuasa root.
anda@localhost:/home/anda$sudo rm /root/file_punya_root.txt
Masukkan password root ketika diminta, tekan enter dan perintah akan dieksekusi.
top : melihat proses
anda@localhost:/home/anda$top
Lihat aja hasilnya sendiri.
kill : membunuh proses
anda@localhost:/home/anda$kill nomorPID
Dapatkan nomor PID dari perintah top.
date : informasi waktu
anda@localhost:/home/anda$date
Thu Dec 25 17:16:47 CIT 2008
! : history perintah shell
anda@localhost:/home/anda$!
ls
cd
who
ketik !5 jika ingin mengeksekusi perintah kelima sebelumnya dari sekarang.
alias : membuat alias
Kita bisa mengindonesiakan perintah shell. Lihat contoh.
anda@localhost:/home/anda$alias hapus=’rm’
anda@localhost:/home/anda$hapus puisiku.txt
Berikan alias saja untuk melihat daftar alias yang sudah ada. Gunakan unalias untuk menghilangkan alias
Pengelolaan Direktori dan File
pwd : melihat di direktori mana kita berada. Kalau kita ada di /home/anda/ maka hasilnya
$pwd
/home/anda
tapi biasanya tertulis di depan tanda $, misal
anda@localhost:/home/anda$
cd : mengganti direktori
misal kita mau pindah ke direktori /etc
anda@localhost:/home/anda$cd /etc
anda@localhost:/etc$
atau kalau direktori yang ingin dituju ada dalam direktori dimana kita berada,langsung saja tulis nama direktorinya, tanpa menulis path yang lengkap. Misal nama direktorinya
anda@localhost:/home/anda$cd pictures
anda@localhost:/home/anda/pictures$
Kalau kita ingin kembali ke direktori home kita sedang kita berada di direktori lain dan kita malas menulis path /home/anda, maka berikan perintah
anda@localhost:/media/sda3$cd ~
cd ~ artinya pindah ke direktori home kita sendiri. ~ ada dibawah tanda escape [esc].
mkdir : membuat direktori
anda@localhost:/home/anda$ls
documents/ pictures/ musics/
anda@localhost:/home/anda$mkdir coba
anda@localhost:/home/anda$lsdocuments/ pictures/ musics/ /coba
yah, muncul tuh direktori buatan kita.
rmdir : menghapus direktori
direktorinya harus kosong, kalau tidak tambahkan option -f (force) atau –ignore-fail-on-non-empty
anda@localhost:/home/anda$rmdir pictures
ls : melihat direktori dimana kita berada
anda@localhost:/home/anda$ls
document/ pictures/ musics/
peterpan.ogg doraemon.png
nama yang berakhiran / berarti sebuah direktori. Di beberapa distro direktori biasanya ditulis tebal atau berwarna biru.
Option perintah ls :
-a berarti all, menampilkan semua file dan direktori, termasuk file dan direktori hidden (file dan direktori hidden biasanya diawali titik, misal .rahasia. Secara default tidak terlihat di shell. Ada banyak file hidden di bawah direktori home kita, coba saja telusuri)
-l berarti long, menampilkan isi direktori secara lengkap termasuk permission (hak akses), tanggal pembuatan, pemilik, dan lainnya
-s berarti size, menampilkan isi ditambah informasi ukurannya dalam kilobyte.
-R berarti recursive, menampilkan seluruh isi direktori berikut sub direktorinya.
-d berarti direktori. Menampilkan direktori saja.
cat : melihat isi file
cat di sini bukan berarti kucing, tapi concatenate. File yang dimaksud di sini hanyalah file txt karena pada zaman purba, file txt merupakan format dokumen paling populer.
Misal anda punya sebuah puisi yang ditulis dalam puisiku.txt dan diletakkan di bawah direktori /home/anda. Kita coba lihat isinya.
anda@localhost:/home/anda$cat puisiku.txt
akulah binatang jalang
dari kumpulan yang terbuang
wah…lupa…
Kalau ingin kembali ke shell, tekan ctrl+d.
Perintah cat juga bisa digunakan untuk melihat dua file sekaligus dengan menggabungkannya. Misal anda punya file bernama passwordroot.txt
anda@localhost:/home/anda$cat puisiku.txt passwordroot.txt
atau menggabungkannya
anda@localhost:/home/anda$cat puisiku.txt passwordroot.txt > gabungan.txt
more : melihat isi file
less : melihat isi file
Keduanya sama saja hanya more lebih interaktif karena bisa menggeser halaman ke atas sementara less tidak. Coba sendiri.
touch : membuat file kosong
format file disini adalah txt. Tak mesti memberi ekstensi .txt karena system akan mengenalnya dengan otomatis
anda@localhost:/home/anda$touch namafile
Bisa juga mendefinisikan tanggal pembuatan file, tambahkan option -t 200805231102 sebelum nama file. Formatnya yyyymmddhhmm (year-month-day-hour-minute).
cp : menyalin file
cp berarti copy. Caranya :
anda@localhost:/home/anda$cp fileasli filesalinan
mv :mengganti nama file atau direktori
anda@localhost:/home/anda$mv puisiku.txt puisi_jelek.txt
mv :memindahkan file atau direktori
anda@localhost:/home/anda$mv puisiku.txt /home/anda/document/puisiku.txt
rm : menghapus file
anda@localhost:/home/anda$rm puisiku.txt
remove puisiku.txt? <tekan y>
anda@localhost:/home/anda$
find : mencari file
anda@localhost:/home/anda$find /home/anda/ -name puisiku.txt
/home/anda/ maksudnya area pencarian dilakukan di bawah direktori tersebut
-name maksudnya dicari berdasarkan nama puisiku.txt.
Cukup deh sampai di sini. Sebenarnya perintahnya banyak sekali tapi cuma segini aja yang saya inget. Kalau ingin mengetahui lebih lanjut tentang sebuah perintah, ketik ‘namaperintah –help’. Kalau ada yang salah, mohon komplain. Semoga berguna.
Filed under: linux-opensource









Tambah pager
Misalnya ada text yang panjang, agak mirip dengan more.
cat namafile.txt | pager
Kalo pake ls, gimana cara mengurutkan nama file berdasarkan nama folder, lalu baru nama file??
Trus.. gimana cara mengetahui besar ukuran file dalam folder? Kalau di DOS, perintah dir ada informasi total filesize dalam suatu folder.
sayang, nggak di smua distro ada
ls –help
man ls
mau tanya mas?klu perintah menyalin isi file a.txt ke file b.txt gmn mas?
jadi di file b.txt udah ada isi textnya mau saya replace isinya dengan file a.txt
caranya gmn mas apa bisa pakai perinta cp (copy)
misal nama file pertama unix.txt, sedang file kedua linux.txt. jika maksud anda menambah isi file linux.txt dengan isi dari file unix.txt, maka caranya.
fungsi > disini adalah fungsi redirection, yakni mengalihkan hasil suatu perintah ke tempat lain. contoh redirection lain : who > user_yang_sedang_login.txt. isi dari perintah who tidak akan ditampilkan, tetapi dialihkan ke file baru bernama user_yang_sedang_login.txt.
maksud dari perintah di atas: cat berguna untuk menampilkan isi file. karena ada fungsi redirection, hasil perintah cat tidak akan ditampilkan di layar, akan tetapi diredirect atau dialihkan ke sebuah file bernama filegabungan. karakter | berarti menggabungkan dua perintah dalam satu baris di shell unix/linux. dengan perintah mv, filegabungan.txt menggantikan file linux.txt. Anda akan menemukan ada satu baris kosong di antara kedua isi file di file gabungan tersebut.
btw, ty dah mampir n salam kenal.
Makasih bang!!!