Blindfold…. Sumpah, saya ndak ngintip dan saya bukan calon the master

BlankOn 5 “Nanggar” Dirilis!

Jakarta 16 Juni 2009 – Pada hari ini Pengembang BlankOn resmi meluncurkan BlankOn versi 5.0 dengan kode rilis Nanggar, budaya yang diangkat pada versi ini adalah budaya dari Batak, nama “Nanggar” diambil dari bahasa batak yang mempunyai arti “Palu”.

Beberapa fitur khas baru yang dibawa oleh Nanggar di antaranya adalah Desktop Berkonteks yang dikembangkan oleh Tim Pengembang BlankOn, yang mampu mengganti tema serta gambar latar desktop sesuai jam komputer atau kondisi cuaca yang sedang berlaku saat itu.

Fitur khas lain pada BlankOn Nanggar adalah edisi terkini proyek Aksara Nusantara yang memersembahkan kemampuan menulis dan menayangkan teks dalam aksara Batak Toba. Untuk mengikuti proyek Aksara Nusantara silakan ikuti tautan http://code.google.com/p/aksara-nusantara/

BlankOn Nanggar menyertakan buku panduan penggunaan lengkap yang bisa didapatkan melalui tautan berikut ini http://blankonlinux.or.id/download/buku-panduan.pdf. Buku ini juga dapat Anda nikmati langsung pada sistem yang telah diinstal pada folder Contoh.

Fitur BlankOn Nanggar:

  • Desktop Berkonteks + GNOME 2.26
  • Program Perkantoran: OpenOffice 3.0.1, GNUCash
  • GIMP 2.6.6
  • Inkscape 0.46
  • Peramban Web Firefox 3.0
  • Kernel 2.6.28

Fitur BlankOn Nanggar Minimalis:

  • Desktop LXDE 0.3.2.1
  • Program Perkantoran: AbiWord 2.6.6, GNUmeric 1.8.4, GNUCash 2.2.6
  • GIMP 2.6.6
  • Inkscape 0.46
  • Peramban Web Epiphany 2.26
  • Kernel 2.6.28

Tentang BlankOn

BlankOn Linux adalah distribusi Linux yang dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) dan Komunitas Ubuntu Indonesia yang cocok untuk kebutuhan pengguna komputer pada umumnya. Dengan filosofi kemudahan dan kehandalan yang ditawarkan Ubuntu Linux sebagai distribusi aslinya, BlankOn Linux dikembangkan secara terbuka dan bersama-sama untuk menghasilkan distro Linux khas Indonesia.

Tautan

Unduh BlankOn 5.0 Nanggar di :

Selain itu Anda juga dapat mengunduhnya pada cermin-cermin BlankOn yang di antaranya adalah:

Timbal Balik dan Bantuan

Proyek BlankOn selalu membuka kesempatan bagi semua orang untuk berperan aktif dalam pengembangan BlankOn Linux. Bila Anda menemukan masalah dan cacat pada BlankOn Nanggar, mohon partisipasinya dengan melaporkannya melalui:

http://dev.blankonlinux.or.id/newticket

Dan jika Anda memiliki pertanyaan atau memerlukan informasi lebih lanjut mengenai BlankOn, Anda dapat menggunakan beberapa tautan berikut ini :

Bantu kami membuat BlankOn menjadi lebih bagus lagi.

Edisi BlankOn selanjutnya adalah BlankOn 6.0 yang rencananya akan diluncurkan pada bulan November 2009 yang akan mengangkat tema dari Sumatra Barat dengan kode rilis Ombilin.

(diambil dari Catatan Rilis BlankOn 5.0)

Otak-atik Artwork BlankOn

saya baru mengerti sekarang dan merasakan betul apa itu arti free dalam filosofi GNU/Linux. benar-benar menyenangkan. saya melakukan sendiri : memodifikasi karya orang lain yang berlisensi GPL. meski hanya sedikit coding dan sebagian besar mengolah gambar, saya senang bisa memodifikasi dan mendistribusikan kembali dengan ‘legal’. ini hanya intro.

meski saya pakai blankon, orang lain akan menyangka saya sedang pakai ubuntu. ya, saya sedang mencoba membohongi diri sendiri. mulai dari ikon sampai usplash, saya menggunakan artwork ubuntu asli. why? apakah rasa ke-indonesia-an saya kurang?

tidak, meski kelihatan begitu. saya sebenarnya kagum dengan artwork blankon meuligo, terutama tema gulali-hitam di versi minimalis dan juga gambar usplash. hanya saja, saya kurang suka warna-warna yang mencolok. saya lebih suka hal-hal yang tidak menarik perhatian, yang menurut orang lain bodoh tetapi begitu berarti buat saya.

tapi akhirnya, saya mencoba untuk merasa bangga menggunakan blankon. nah, saya mencoba mengutak-atik alias memodifikasi artwork blankon agar sesuai dengan selera saya. saya menyediakan link donlotnya, siapa tahu selera anda cocok dengan saya. berikut skrinsut-nya.

usplash-blankon-abu

yang di atas ini adalah usplash versi versi abu… donglot di sini untuk layar rasio 4:3 dan satu lagi di sini untuk wide screen.

usplash ini diambil dari gambar usplash meuligo. saya mendonlot source-nya dalam bentuk svg di dev.blankonlinux.or.id lalu mengeditnya. saya suka tekstur kanvasnya yang dibuat dengan gimp. saya menghilangkan codename meuligo agar terlihat universal, jadi tidak perlu ganti-ganti lagi kalau naik versi ke nanggar.

usplash-peta-wide

yang di atas ini usplash versi peta, saya lebih suka pake ini. lebih indonesia… donglot di sini. untuk sementara hanya bisa buat layar widescreen, kalo layar biasa, letak petanya masih mencong ke kiri (masih beta :(   )

usplash? ya, yang jadi progres bar adalah peta indonesia. ngerti kan? tapi sayang saya kesulitan buat latar belakangnya lebih bercorak… tapi saya pikir ini lebih bagus dari yang pertama…

cara pasang yang repot : dengan hak root anda harus mengkopi file blankon-abu.so ke /usr/lib/usplash/. lalu membuat link-nya ke /etc/alternative/usplash-artwork.so. kemudian membuat link lagi dari file link barusan ke /usr/lib/usplash/usplash-artwork.so. kemudian coba reboot.

cara pasang yang mudah : install startup manager. jalankan ’sudo apt-get install startup-manager’ (tanpa tanda petik) untuk menginstall jika belum diinstall. lalu buka System > Administration > Startup-Manager. Masukkan password bila diminta. Klik tab Appearance, pilih manage usplash theme. tambah file blankon-abu.so. klik close, kemudian pilih blankon-abu.so sebagai usplash default. klik close untuk menerapkan. kemudian coba reboot.

blankon-login

yang di atas ini GDM theme buat login. donglot di sini untuk layar standar, dan di sini untuk layar wide.

GDM Theme, diambil dari gdmtheme blueswirl yang disediakan di repository ubuntu. saya hanya mengganti latar belakang aslinya dengan gambar usplash tadi, tulisan GNOME Desktop menjadi Linux Book (maksudnya gantiin macbook saya, hehehe), logo gnome menjadi logo blankon hitam. saya rasa itu sudah cukup keren. jadi, usplash yang pertama dan gdm sama dong? ya, mengikuti opensuse (opensuse mencoba membuat proses dari booting sampai loading desktop manager hingga desktopnya sebagai satu progress bar, tapi selalu diganggu ketika X dijalankan, yaitu muncul screen hitam sebentar).

cara pasang, ekstrak filenya di suatu tempat. anda akan mendapatkan folder gdm-blankon-abu. buka terminal dan jalankan ’sudo nautilus’ (tanpa tanda petik). masukkan password bila diminta. lalu kopi folder tadi ke /usr/share/gdm/themes/. ubah permission folder beserta isinya sampai subfoldernya agar bisa dibaca semua user. buka System > Administration > Login Window, gdm-blankon-abu akan muncul di sana. pilih dan coba logout untuk melihat.

Wallpaper di ambil dari gambar latar gdm. gak banyak diedit, supaya serasi saja :D . donglot abu-standar.png untuk layar standar dan abu-widescreen.png untuk widescreen.

desktop-theme-abu

ini temanya, aslinya dari gulali-hitam, donglot di sini.

Gulali-hitam modifikasi, hehehe…. Sebenarnya saya berencana mengedit tema ubuntu-studio yang lumayan keren, tapi saya juga menginginkan motif batik di gulali-hitam. Saya mengubah warna batiknya menjadi abu, juga motif batik yang biasa muncul di toolbar.

cara pasang, klik kanan di desktop dan pilih Change Desktop Background. pilih tab Theme. Lalu buka nautilus dengan window unmaximize (jendela tidak memenuhi layar). lalu drag filenya ke kotak putih di tab theme. klik ok atau close bila diminta konfirmasi. klik Customize, cari dan pilih tema blankon-abu di Controls dan Window Border. Catatan : tema ini akan tersimpan di /home/namauser/.themes/ bukan di /usr/share/themes/.

kemungkinan sekali temanya tidak akan berjalan baik pada aplikasi-aplikasi dengan hak root seperti synaptic dan lainnya. untuk mengatasinya, jalankan ’sudo nautilus’, kopi folder temanya ke /usr/share/themes/ dan ubah permissionnya agar bisa dibaca semua user. jadi aplikasi-aplikasi dengan hak root akan menerapkan tema ini, demikian juga user yang lain.

Gambar-Layar

ikon-nya donglot di sini.

Ikon menggunakan ikon rae yang keren. terutama saya suka ikon foldernya. saya berusaha mengubah semua yang hijau menjadi abu-abu. menu-menu utama di menu Applications yang berbentuk kotak-kotak hijau dengan sudut bundar saya ganti dengan ikon standar gnome.

cara pasangnya sama seperti memasang tema. anda perlu men-drag-nya ke tab theme, lalu cari di Customize lalu di tab Icons. kalau anda ingin ikon ini berlaku universal, kopi ke /usr/share/icons/ dan ubah permissionnya agar bisa dibaca semua user.

apalagi ya? saya rasa saya perlu menyemprot si macbook dengan pilox abu-abu agar serasi. :)

maaf saja kalau saya tidak menyediakan paketnya dalam bentuk deb karena saya masih dalam tahap belajar.

New 7 Wonders : Ayo Dukung Indonesia!

Ayo dukung Indonesia dalam pemilihan 7 Keajaiban Alam se-Dunia yang diadakan The New 7 Wonders Foundation. Dari seluruh dunia, akan dipilih 7 keajaiban alam dan ditetapkan secara resmi secara Internasional. Pemilihan dilakukan melalui polling di Internet. Kandidat dari Indonesia adalah :

Taman Nasional Komodo

Gunung Krakatau

Danau Toba

Jangan sampai kasus Borobudur dalam pemilihan 7 Keajaiban Dunia tahun sebelumnya terulang kembali hanya karena orang Indonesia yang gaptek internet. Mari melek internet dan berikan polling anda di :

The New 7 Wonders

Polling dibuka tanggal 31 Desember 2008. Ayo, memilihlah untuk bumi pertiwi!

Indonesia [belum] Merdeka

by : padfoot

(ini tulisan waktu 17 agustus, diposting ulang, hijrah dari blogspot ke wordpress)

Enam puluh tiga tahun merdeka
Tetapi rasanya tidak begitu
Masih terjajah oleh diri sendiri
Hanya darah pahlawan yang membedakannya

Kita masih belum bebas
Meski anak-anak sekolahan berteriak
‘Itulah hari kemerdekaan kita!’
Darah masih mengucur
Kemiskinan tumbuh subur bak jamur musim penghujan
Kebodohan belum beranjak pergi
Timbangan-timbangan ‘adil’ sudah rusak berat
Korupsi menjangkiti setiap instansi
Bahkan pada mahasiswa, si pembela rakyat
Dan tentu saja, akhlak masing-masing awal segalanya

Enam puluh tiga tahun merdeka
Tetapi rasanya tidak begitu
Masih terjajah oleh diri sendiri
Hanya darah pahlawan yang membedakan

HAM didengungkan
Namun diremas pada saat yang sama
Kita bertikai antara sesama
Perang saudara
Rusuh
Dimana bhineka tunggal ika tak berlaku
Akhirnya kita sadar
Kita takkan pernah bisa bersatu
Apapun itu
Entah perbedaan ideologi, fitnah, kepentingan segolongan
Takkan bisa ditahan
Kecuali dengan hati diri kita sendiri

Enam puluh tiga tahun merdeka
Tetapi rasanya tidak begitu
Masih terjajah oleh diri sendiri
Hanya darah pahlawan yang membedakan

Kesejahteraan didambakan
Menjadi tujuan yang semu
Kata ‘miskin’ seperti kamar mandi
Yang setiap pagi harus dimasuki
Dan pendidikan pun harus dikorbankan

Mutu sekolah sudah luntur
Ibarat menimba air dari sumur yang dalam
Susah payah
Namun kita guyurkan lagi di depan kaki kita
Hampir-hampir tiada manfaat
Itulah sekolah
Kita sudah lihat
Anak-anak pemulung
Remuk hati tak mencicipi bangku sekolah
Tiap hari disisipi iri
Sementara yang mampu
Berusaha untuk berbolos ria
Menikmati hidup menunggu masa depan
Kontras, paradoks
Sekolah hanya kamuflase untuk gengsi

Enam puluh tiga tahun merdeka
Tetapi rasanya tidak begitu
Masih terjajah oleh diri sendiri
Hanya darah pahlawan yang membedakan

Wakil-wakil rakyat berdiri di garda depan
Pembohong paling laris
Kita ingat janji mereka, atau bahkan janji ‘kita’
Pendidikan gratis
Kesehatan gratis
Kesejahteraan
Pembangunan
Entah apa lagi
Demokrasi dielu-elukan saat pemilu
Namun tak tersentuh saat kursi-kursi diduduki
Kotak pemilu bukan tempat suara rakyat
Gedung DPRlah keranjang semua itu
Namun dijaga saptam dan tembok-tembok besi berduri
Media massa tak terlalu mempan
Didemo, tak ada yang peduli
Siapa yang akan didengar?

Wakil-wakil rakyat berdiri di garda depan
Barisan pemanipulasi kwitansi
Mengikuti jejak eksekutif
Mereka makan dari uang rakyat
Dari kelas ‘warga negara yang baik’ si pembayar pajak
Gaji bejibun
Tetapi itu belum cukup
Yang tak seharusnya tersentuh, diembat
Pikiran mereka, ‘hanya sekian persen, tak banyak beda’
Tetapi mereka, atau bahkan kita
Sebenarnya sadar, akan banyak bedanya
Tak ada yang bisa menahan korupsi
Kecuali bersama, kita mulai dari diri sendiri

Enam puluh tiga tahun merdeka
Tetapi rasanya tidak begitu
Masih terjajah oleh diri sendiri
Hanya darah pahlawan yang membedakan

Negara kita kaya, luas, indah
Tapi kita tak merasakannya
Seperti orang-orang belitong
Mereka miskin nan tertinggal
Padahal pulau-pulau mereka kaya akan timah
Kita biarkan tangan-tangan asing menjamahnya
Minyak-minyak kita disedot
Emas-emas kita diambilnya
Dan mental generasi kita digerogoti ideologi asing

Generasi muda adalah harapan
‘malu aku jadi orang indonesia’ telah menjadi motto mereka
Padahal itu hanya judul buku
Dan budaya tak dikenal mulai dikecap
Perlahan tapi pasti
Bangsa kita mulai kehilangan jati diri
Kotak-kotak TV perusak moral
Namun dipelototi jutaan dari kita
Globalisasi mengalir deras
Semua berjalan dengan lancar

Enam puluh tiga tahun merdeka
Tetapi rasanya tidak begitu
Masih terjajah oleh diri sendiri
Hanya darah pahlawan yang membedakan

Bahkan ketika seorang berteriak
‘hormat, gerak!’
Semua tertawa
Kita hormati merah putih dan para pahlawan
Namun hanya sekedar hormat
Dan akan lupa di hari kemudian
Nasionalisme hanya menjangkiti segelintir orang
Orang-orang yang memang pengabdi sejati untuk negara
Warga negara yang baik
Pasukan pengibar bendera tentu saja
Dan orang-orang suku pedalaman yang tak tahu apa-apa
Mereka tahu mereka orang indonesia
Dan sekarang merdeka
Mereka bangga

Enam puluh tiga tahun merdeka
Tetapi rasanya tidak begitu
Masih terjajah oleh diri sendiri
Hanya darah pahlawan yang membedakan

Dan tangan Tuhan pun bertindak
Tsunami, gempa, entah apa lagi
Berita-berita di TV lebih banyak masalah ketimbang kabar gembira
Namun hanya menyadarkan sebagian orang
Masih seumur jagung namun penuh luka sayat
Masih bau kencur namun sudah mulai nakal
Itulah negara kita
Seperti anak yang beranjak remaja
Mulai menyentuh hal-hal di luar akal
Kita pasti akan melewatinya
Meski hanya ada sedikit kemampuan

Enam puluh tiga tahun merdeka
Tetapi rasanya tidak begitu
Masih terjajah oleh diri sendiri
Hanya darah pahlawan yang membedakan

Tetapi apapun yang terjadi
Kita harus yakin bahwa semua bisa berubah
Kita harus ingat pada ayat-ayat Tuhan
Kita takkan berubah sampai kita sendiri mau berubah
Kita mulai dari diri sendiri
Perbaiki akhlak, menolong sesama, toleransi, dan semangat
Sadarlah, kita tidak lagi budak yang bisa disuruh-suruh bangsa lain
Kita adalah bangsa Indonesia yang diserang bangsa lain
Melalui pikiran mereka, globalisasi dan budaya asing yang buruk
Kita akan bertahan
Kita bisa membuat bangga para pahlawan yang telah tiada
Berteriaklah senyaring mungkin, ‘merdeka!’
Berteriaklah lagi, ‘merdeka!’
Lagi, ‘MERDEKA!’
Katakanlah dengan tegas, ‘bangga aku jadi orang Indonesia!’
Indonesia sudah merdeka meski belum sepenuhnya
Mari kita penuhi kemerdekaan itu
Dengan segenap kemampuan kita
Doa-doa kita
Usaha dan kebersamaan
Hingga Tanah Air makmur sejahtera
Hingga Bumi Pertiwi menangis bahagia
Hingga Indonesia jaya