pindah blog

Sekarang saya dapat dikunjungi di blog.pdft.net

Downgrade Slackware Current

Konsekuensi menggunakan Slackware Current adalah paket bleeding edge dan belum tentu stabil. Seperti yang terjadi hari ini, setelah menjalankan slackpkg upgrade-all, (kalau tidak salah ingat beberapa paket berkaitan dengan X) keyboard dan mouse tidak berfungsi sama sekali. Saya tentunya punya waktu cari solusinya, tapi kalau butuh solusi cepat karena komputer mau dipakai buat kerja?

Balik ke topik. Slackware bisa didowngrade bila kita punya repository lokal lengkap sebelumnya. Saya selalu pakai skrip dari Eric ketimbang langsung pakai slackpkg (yah, hari ini lupa, langsung slackpkg) dengan tujuan repositori tersebut bisa saya gunakan untuk PC di rumah yang notabene tidak punya akses internet. Beruntunglah karena siklus ini. Tinggal arahkan mirror slackpkg ke repository lokal. Slackpkg akan memberitahu bahwa repositori yang akan digunakan sekarang lebih lawas dari pada yang sebelumnya, tekan Y karena kita memang menggunakan repository yang lebih lawas.

Memang tidak ada perintah slackpkg downgrade-all, tapi slackpkg upgrade-all tetap akan men-downgrade paket yang versinya berbeda. Dan slackware current pun balik ke masa lalu.🙂

Dua Tangis dan Ribuan Tawa – Dahlan Iskan

Ini bukan review. Terlalu bagus buku ini, terlalu cemerlang Pak Dis.

Syukurlah Lombok Post merupakan bagian dari JPNN (Jawa Pos National Network) jadi saya bisa membaca tulisan-tulisan dari Pak Dahlan Iskan sejak masih jadi CEO Jawa Pos sejak saya masih SMA. Tapi tidak setiap hari. Saya tidak berlanggan koran dan tidak setiap hari saya memungut koran di kantor atau pergi ke perpustakaan provinsi.

Dan karena selama ini saya selalu beli buku fiksi apa pun itu, maka belanja-belanja kali ini saya memilih Dua Tangis dan Ribuan Tawa – Dahlan Iskan. Saya pernah baca sebagian catatan Ganti Hati di koran, tapi belum baca satu pun CEO Note sejak Pak Dis menjabat sebagai CEO PLN. Sekarang tulisan Pak Dis sudah masuk musim manufacturing hope (sebagai Menteri BUMN). Bagaimana isinya?

Luar biasa. Tidak salah SBY menunjuk Pak Dis sebagai Menteri BUMN. Tidak salah banyak orang menginginkan Pak Dis jadi presiden (meski pun beliau sendiri pernah menolak). Tidak salah saya memilih buku ini, malah menyesal tertinggal sekian banyak, menyesal tidak membaca/membeli dari dulu. Tidak salah orang-orang berpendapat negara ini butuh lebih banyak orang seperti Pak Dis. Jika saja setiap Menteri seperti Pak Dis, Indonesia bakal maju seperti Jepang. Tidak salah andai-andai ini diungkapkan! Saya tidak berlebihan, lho.

Tulisan Dahlan Iskan bahkan bisa dibaca gratis (selain di koran) di http://dahlaniskan.wordpress.com (terima kasih pramudyaputrautama untuk blog Pak Dis yang keren). Cukup lengkap dari dulu. Tapi saya lebih memilih membeli bukunya, begitu juga Ganti Hati nantinya, hitung-hitung sebagai koleksi.

Selamat membaca.🙂

hbd to me

lupa mati

tuan kira tuan sendirian
tuan lupa kami-kami, mereka, tuan lupa semua
tuan juga lupa tuhan
padahal daging kami sama dengan tuan, dicipta sama
satu dari kami mati, tuan yasinan
esok tuan kembali lupa
atau barangkali pura-pura lupa kemana kami pamit
satu lagi dari kami mati, tuan berkabung duka
esok tuan kembali terbahak-bahak
menantang hari esok
dan karena hari ini giliran tuan, kami rasa tak apa bila kami segera lupa akan tuan
yang kami ingat hanyalah filosofi tuan, yang mati biarlah mati
dan harta benda tuan yang kami rebutan
biarlah adil kan tuan, biarlah demikian
kecuali yang terjebak di senja hari, hidup terlalu sebentar untuk ingat ajal.
mereka tidak tahu. mereka tidak tahu.

E63 comes back!

Yep, minggu kemarin saya liburan bersama teman-teman kantor, termasuk The Second Boss. Kami pergi ke Gili Trawangan, berenang, snorkling, makan-makan (4 tusuk ikan bakar super gede).

Gobloknya, pas snorkling saya lupa keluarin HP dari kantong. Sebuah Nokia E63 saya ajak snorkling 10 menit. Setelah sampai darat dan mau ngeplurk, baru nyadar HP ada di kantong.

Setelah ngalor ngidul sama teman-teman, sampailah pada kesimpulan bahwa air garam bisa sangat merusak karena bersifat korosif. Akhirnya HPnya saya rendam ke dalam gelas aqua untuk menetralkan kandungan garamnya.

Setelah di rumah saya bongkar dan rendam lagi dalam segentong air bersih sekitar 2-3 jam. Kemudian dikeringkan dengan hairdryer selama 1 jam dengan suhu hangat.

Yay, akhirnya E63 bekerja kembali tanpa kurang suatu apa. Hanya sedikit sisa-sisa air di LCD (bisa diakali dengan antilembab).

UPDATE : tepat seminggu kemudian saat gowes ke Malimbu bareng Angga dan Sigit, LCD E63 konslet total tanpa bisa diselamatkan lagi. jadideh keluarin uang 175k buat beli LCD baru.

Kesalahan saya adalah, tidak mengeringkan LCD secara total. saya masih membiarkan sisa airnya dan menggunakan secara terus menerus sampai seminggu. seharusnya saya diamkan beberapa hari dalam kotak antilembab atau di karung beras, agar airnya terserap keluar.

error alsactl

/usr/sbin/alsactl: set_control:1328: failed to obtain info for control #1 (No such file or directory)
/usr/sbin/alsactl: set_control:1328: failed to obtain info for control #2 (No such file or directory)
/usr/sbin/alsactl: set_control:1328: failed to obtain info for control #25 (No such file or directory)
/usr/sbin/alsactl: set_control:1328: failed to obtain info for control #26 (No such file or directory)

selalu muncul beberapa baris sebelum login. solusi di wiki Archlinux bekerja untuk Slackware

alsactl -f /var/lib/alsa/asound.state store

This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 307,679 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji