Indonesia [belum] Merdeka

by : padfoot

(ini tulisan waktu 17 agustus, diposting ulang, hijrah dari blogspot ke wordpress)

Enam puluh tiga tahun merdeka
Tetapi rasanya tidak begitu
Masih terjajah oleh diri sendiri
Hanya darah pahlawan yang membedakannya

Kita masih belum bebas
Meski anak-anak sekolahan berteriak
‘Itulah hari kemerdekaan kita!’
Darah masih mengucur
Kemiskinan tumbuh subur bak jamur musim penghujan
Kebodohan belum beranjak pergi
Timbangan-timbangan ‘adil’ sudah rusak berat
Korupsi menjangkiti setiap instansi
Bahkan pada mahasiswa, si pembela rakyat
Dan tentu saja, akhlak masing-masing awal segalanya

Enam puluh tiga tahun merdeka
Tetapi rasanya tidak begitu
Masih terjajah oleh diri sendiri
Hanya darah pahlawan yang membedakan

HAM didengungkan
Namun diremas pada saat yang sama
Kita bertikai antara sesama
Perang saudara
Rusuh
Dimana bhineka tunggal ika tak berlaku
Akhirnya kita sadar
Kita takkan pernah bisa bersatu
Apapun itu
Entah perbedaan ideologi, fitnah, kepentingan segolongan
Takkan bisa ditahan
Kecuali dengan hati diri kita sendiri

Enam puluh tiga tahun merdeka
Tetapi rasanya tidak begitu
Masih terjajah oleh diri sendiri
Hanya darah pahlawan yang membedakan

Kesejahteraan didambakan
Menjadi tujuan yang semu
Kata ‘miskin’ seperti kamar mandi
Yang setiap pagi harus dimasuki
Dan pendidikan pun harus dikorbankan

Mutu sekolah sudah luntur
Ibarat menimba air dari sumur yang dalam
Susah payah
Namun kita guyurkan lagi di depan kaki kita
Hampir-hampir tiada manfaat
Itulah sekolah
Kita sudah lihat
Anak-anak pemulung
Remuk hati tak mencicipi bangku sekolah
Tiap hari disisipi iri
Sementara yang mampu
Berusaha untuk berbolos ria
Menikmati hidup menunggu masa depan
Kontras, paradoks
Sekolah hanya kamuflase untuk gengsi

Enam puluh tiga tahun merdeka
Tetapi rasanya tidak begitu
Masih terjajah oleh diri sendiri
Hanya darah pahlawan yang membedakan

Wakil-wakil rakyat berdiri di garda depan
Pembohong paling laris
Kita ingat janji mereka, atau bahkan janji ‘kita’
Pendidikan gratis
Kesehatan gratis
Kesejahteraan
Pembangunan
Entah apa lagi
Demokrasi dielu-elukan saat pemilu
Namun tak tersentuh saat kursi-kursi diduduki
Kotak pemilu bukan tempat suara rakyat
Gedung DPRlah keranjang semua itu
Namun dijaga saptam dan tembok-tembok besi berduri
Media massa tak terlalu mempan
Didemo, tak ada yang peduli
Siapa yang akan didengar?

Wakil-wakil rakyat berdiri di garda depan
Barisan pemanipulasi kwitansi
Mengikuti jejak eksekutif
Mereka makan dari uang rakyat
Dari kelas ‘warga negara yang baik’ si pembayar pajak
Gaji bejibun
Tetapi itu belum cukup
Yang tak seharusnya tersentuh, diembat
Pikiran mereka, ‘hanya sekian persen, tak banyak beda’
Tetapi mereka, atau bahkan kita
Sebenarnya sadar, akan banyak bedanya
Tak ada yang bisa menahan korupsi
Kecuali bersama, kita mulai dari diri sendiri

Enam puluh tiga tahun merdeka
Tetapi rasanya tidak begitu
Masih terjajah oleh diri sendiri
Hanya darah pahlawan yang membedakan

Negara kita kaya, luas, indah
Tapi kita tak merasakannya
Seperti orang-orang belitong
Mereka miskin nan tertinggal
Padahal pulau-pulau mereka kaya akan timah
Kita biarkan tangan-tangan asing menjamahnya
Minyak-minyak kita disedot
Emas-emas kita diambilnya
Dan mental generasi kita digerogoti ideologi asing

Generasi muda adalah harapan
‘malu aku jadi orang indonesia’ telah menjadi motto mereka
Padahal itu hanya judul buku
Dan budaya tak dikenal mulai dikecap
Perlahan tapi pasti
Bangsa kita mulai kehilangan jati diri
Kotak-kotak TV perusak moral
Namun dipelototi jutaan dari kita
Globalisasi mengalir deras
Semua berjalan dengan lancar

Enam puluh tiga tahun merdeka
Tetapi rasanya tidak begitu
Masih terjajah oleh diri sendiri
Hanya darah pahlawan yang membedakan

Bahkan ketika seorang berteriak
‘hormat, gerak!’
Semua tertawa
Kita hormati merah putih dan para pahlawan
Namun hanya sekedar hormat
Dan akan lupa di hari kemudian
Nasionalisme hanya menjangkiti segelintir orang
Orang-orang yang memang pengabdi sejati untuk negara
Warga negara yang baik
Pasukan pengibar bendera tentu saja
Dan orang-orang suku pedalaman yang tak tahu apa-apa
Mereka tahu mereka orang indonesia
Dan sekarang merdeka
Mereka bangga

Enam puluh tiga tahun merdeka
Tetapi rasanya tidak begitu
Masih terjajah oleh diri sendiri
Hanya darah pahlawan yang membedakan

Dan tangan Tuhan pun bertindak
Tsunami, gempa, entah apa lagi
Berita-berita di TV lebih banyak masalah ketimbang kabar gembira
Namun hanya menyadarkan sebagian orang
Masih seumur jagung namun penuh luka sayat
Masih bau kencur namun sudah mulai nakal
Itulah negara kita
Seperti anak yang beranjak remaja
Mulai menyentuh hal-hal di luar akal
Kita pasti akan melewatinya
Meski hanya ada sedikit kemampuan

Enam puluh tiga tahun merdeka
Tetapi rasanya tidak begitu
Masih terjajah oleh diri sendiri
Hanya darah pahlawan yang membedakan

Tetapi apapun yang terjadi
Kita harus yakin bahwa semua bisa berubah
Kita harus ingat pada ayat-ayat Tuhan
Kita takkan berubah sampai kita sendiri mau berubah
Kita mulai dari diri sendiri
Perbaiki akhlak, menolong sesama, toleransi, dan semangat
Sadarlah, kita tidak lagi budak yang bisa disuruh-suruh bangsa lain
Kita adalah bangsa Indonesia yang diserang bangsa lain
Melalui pikiran mereka, globalisasi dan budaya asing yang buruk
Kita akan bertahan
Kita bisa membuat bangga para pahlawan yang telah tiada
Berteriaklah senyaring mungkin, ‘merdeka!’
Berteriaklah lagi, ‘merdeka!’
Lagi, ‘MERDEKA!’
Katakanlah dengan tegas, ‘bangga aku jadi orang Indonesia!’
Indonesia sudah merdeka meski belum sepenuhnya
Mari kita penuhi kemerdekaan itu
Dengan segenap kemampuan kita
Doa-doa kita
Usaha dan kebersamaan
Hingga Tanah Air makmur sejahtera
Hingga Bumi Pertiwi menangis bahagia
Hingga Indonesia jaya

0 Responses to “Indonesia [belum] Merdeka”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 316,997 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji

%d blogger menyukai ini: