Menulis = Makan

Menulis itu seperti makan? Mungkin saja. Sayangnya, dalam analoginya kita selalu kenyang, jadi sepertinya menulis itu sulit dilakukan. Terserahlah, ada yang bilang sulit ada yang bilang mudah. Saya bilang menulis itu sulit kalau lagi kenyang, atau dengan kata lain nggak ada mood. Kalau kalau ada mood, mengalirlah dengan tergesa-gesa kata-kata amburadul di atas keyboard. Masalahnya adalah, bagaimana caranya agar kita selalu lapar atau selalu ada mood untuk menulis? Masalah kedua adalah pencarian ide. Saya sendiri merasakan sulitnya mencari ide yang menarik untuk saya tulis, konflik yang menarik atau alur cerita yang keren. Bahkan orang berbakat sebagai penulis pun adakalanya ia kesulitan dalam hal ini. Bagaimana caranya? Saya punya tip dan ini sudah berhasil untuk saya.

Tips pertama, menulislah. Tips kedua, tulis lagi. Tips ketiga, tulis tulis tulis! Oh… sebenarnya sih tip cuma satu tapi biar ada penekanan makanya ada tiga. Menulislah terus. Apapun yang ada di otak, tulis saja. Nggak ada mood? Ini sebenarnya pertanyaan bodoh. Siapapun bisa menulis saat ia ada mood atau tidak. Meski mungkin kalau nggak mood nulisnya nggak semangat dan kacau. Jadikanlah menulis sebagai bagian dari hidup / rutinitas, bukan sebagai hobi.

Tadi pagi kamu telat sekolah? Tulis tentang itu. Kamu dimarahi guru karena lupa PR? Tulis. Kamu dapat hadiah karena menang lomba? Tulis! Dari pengamatan saya (sebagai life observer) terhadap siapapun yang menulis, ternyata kita semakin pandai menulis karena membiasakan diri. Pepatah ‘tresno jalaran soko kulino’ yang artinya kira-kira ‘cinta terjadi karena kebiasaan’ ternyata berlaku juga dalam hal lainnya termasuk tulis-menulis. Membiasakan diri terhadap suatu hal memang sulit karena kita bisa bosan sendiri. Menulislah terus sampai kenyang, sampai perut jadi kembung, atau bila perlu sampai muntah-muntah (muntah = buku best seller).

Hmm…Bagaimana kalau kita tidak percaya diri / merasa tulisan kita jelek untuk dibaca? Ini pertanyaan bodoh kedua tapi agak sulit dijawab. Dalam beberapa sisi, penulis sama dengan seniman. Seniman yang murni adalah seniman yang berkarya untuk dirinya sendiri, bukan untuk materi atau hal lain. Jadilah seniman seperti itu. Menulislah untuk diri sendiri. Jangan peduli komentar orang lain tentang tulisan kita, kecuali komentar itu kamu rasa bisa memotivasi diri kamu. Apa yang kamu buat adalah cerminan dirimu sendiri, cobalah berbangga diri (jangan kelewatan loh). Kamu bisa belajar menulis dari karya orang lain seperti cerpen, mengubah beberapa hal semisal tokoh, alur cerita, latar, dan lainnya. Namun jangan sekali-kali melakukan plagiat untuk diakui sebagai karya diri sendiri. Plagiat dalam dunia tulis-menulis adalah tindakan pengecut.

Jadi, kalau mau dicap penulis, ya nulis aja… Nggak mesti karyamu diterbitkan menjadi buku.
Kayaknya saya sakit perut, nih…. Sudah dulu ah…

4 Responses to “Menulis = Makan”


  1. 1 fraxis 26 November 2008 pukul 8:41 AM

    saya sering banyak ide… tapi saya susah sekali idupin kompi utk nulis di keyboad, gimana tuh?

  2. 2 snivelus 7 Desember 2008 pukul 2:27 PM

    oh…buang tuh komput.
    kadang dipikir sendiri lebih berguna daripada ditulis, manfaatnya utk u sendiri.

  3. 3 Anggarda Bhayangkara 3 November 2009 pukul 9:23 AM

    saya sering banyak ide untuk membuat suatu karya tulis.. tapi waktu saya mencoba nyetarter sepeda motor butut saya..malah keluar asap hitam…gimana neh !?

  4. 4 piko 3 November 2009 pukul 2:39 PM

    oh… buang tuh sepeda motor butut…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 317,557 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji

%d blogger menyukai ini: