Arsip untuk Desember, 2008

Perintah Dasar di Shell Linux

Untuk generasi sekarang (kebanyakan), menggunakan Windows tidak harus bisa menggunakan DOS (Disk Operating System, bukan Denial of Service), yang hampir ditinggalkan. Kesan orang tentang : ‘Wah, kuno’, ‘Susah’, ‘Apaan tuh?’. Kita memang tidak perlu mempelajari DOS kecuali bagi advanced user. Ilmu itu kan bebas.
Bagaimana dengan Linux. Linux ada DOS-nya nggak? Ada dong, lingkungan prompt di Linux namanya shell. Dan satu hal yang perlu diingat, kebanyakan kasus, menggunakan Linux adalah mutlak menguasai perintah-perintah shell. Kalau Linux anda diinstall di PC (bukan server) maka anda sendirilah root atau administratornya. Mutlak bagi administrator Linux untuk mengenal perintah dasar Shell. Karena kalau systemnya bermasalah, administrator (anda sendiri) harus bertanggung jawab membereskan. Di sini letak keasyikannya, kita akan meninggalkan GUI (general user interface) untuk sementara waktu. Diasumsikan anda sudah menginstal Linux distro apa saja yang sekiranya terinstall paket-paket yang standar. Saya pake Blankon 4 Meuligo sebagai contoh, sebuah distro Linux yang dikembangkan anak negeri (bangga dong!).
Shell dalam Linux ada banyak jenisnya tapi yang paling populer dan sering dijadikan default shell dalam banyak distro adalah Bash (bourne again shell). Jadi, di tutorial ini kita pake Bash. Tinggalkan sepenuhnya mode X anda. Caranya restart lalu edit (kalo pake GRUB) option GRUB, tambahin single, maka kita masuk ke root, masukan password bila diminta. Atau su root, masukin password, kemudian berikan perintah init 1 atau telinit 1. Yah…jadi seperti DOS deh. Atau kalau males meninggalkan GUI, pake konsole atau terminal (cari aja yang iconnya gambar monitor tok).

Cara memberikan perintah dalam Shell

$ command <option> [argumen] <enter>

Lanjutkan membaca ‘Perintah Dasar di Shell Linux’

Iklan

BlankOn 4 Meuligoe : Linux Untuk dan Oleh Anak Negeri

Pertama kali mendengar ‘pengembangan blankon’ di wikipedia, saya agak heran. Saya pikir itu blangkon beneran, blangkon kok pake dikembang-kembangin. Ternyata BlankOn itu sebuah distro Linux yang dikembangkan oleh orang Indonesia, yaitu YPLI, dan pemerintah. Saya kira BlankOn tidak terlalu bagus, karena buatan anak negeri jadi kurang maju. Tapi seiring pemahaman saya mengenai Linux, ternyata bagusnya sebuah distro itu bukanlah dari penyusun distro itu sendiri, tapi dari paket-paket yang diinstall ke dalamnya. Saya bisa mengubah sebuah distro yang tidak terlalu besar macam BlankOn menjadi lebih baik dan lebih menyenangkan dari pada distro besar paling user friendly seperti Mandriva hanya dengan DVD Repository atau koneksi Internet ke server repository.

Mengapa dinamakan BlankOn?

BlankOn adalah tutup kepala khas beberapa suku / budaya di Indonesia, antara lain suku Jawa, Sunda, Madura, Bali, dan lainnya. Dari asal kata ini BlankOn diharapkan menjadi pelindung (tutup kepala) dari ketergantungan terhadap piranti lunak sumber tertutup.

Blankon juga berarti Blank (bilangan biner 0) dan On (bilangan biner 1) atau topi digital  (modern) dengan tampilan klasik (kuno). Arti kata lain BlankOn adalah perubahan  dari Blank (kosong) menjadi On (menyala atau berisi).

Kami memilih nama BlankOn untuk distribusi ini dengan harapan agar pengguna BlankOn berubah dari belum sadar (kosong) menjadi sadar (berisi) bahwa ada Linux yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan di bidang TI, martabat, dan kemandirian bangsa Indonesia. BlankOn diharapkan dapat menjadi penggerak atau peningkat motivasi masyarakat Indonesia untuk menggunakan dan mengembangkan Linux dan FOSS lainnya.

Lanjutkan membaca ‘BlankOn 4 Meuligoe : Linux Untuk dan Oleh Anak Negeri’

Makanya pake LINUX!

Pertama kali saya mengenal Linux adalah saat saya masih kelas 2 SMP. Waktu itu saya baru belajar chatting pakai YM. Di sebuah chatting room saya nyeletuk ‘komputku virusan trus…’, seseorang membalas dengan huruf besar-besar ditambah smile icon ‘MAKANYA PAKE LINUX!’. Saya mengira Linux itu sebuah antivirus dan langsung googling untuk download Linux. Ternyata antivirus Linux itu file nya besar sekali, rata-rata seukuran 1 CD dan punya banyak nama. Pastilah antivirus hebat, pikir saya dan saya tidak tertarik lagi karena harddisk saya waktu itu hanya 6GB dan space tersisa tinggal 300MB.

Itu sekilas masa perkenalan dengan Linux. Dua tahun kemudian, saat saya baru masuk SMA, saya baru tahu kalau Linux itu sebuah sistem operasi seperti halnya Windows, bukan sebuah antivirus. Distribusi Linux yang pertama kali saya kenal dan coba adalah PC Linux OS versi livecd yang diedarkan melalui majalah PCMedia, mungkin ini faktor yang membuat saya lebih cenderung menyukai Debian dan turunannya dari pada yang lain.

Setapak demi setapak

Apa pendapat saya waktu itu tentang Linux? Linux itu jelek, lambat (sebenarnya karena livecd), susah, katrok. Tapi di sisi lain saya bergumam, ‘wah…hmm…wow…’. Saya kagum, pertama kali melihat operasi sistem selain Windows. Saat itu saya juga baru tahu, ternyata sebagian besar Windows yang dipakai di sekeliling saya, entah itu komputer teman, komputer sekolah, komputer warnet, ternyata adalah bajakan layaknya kaset film bajakan yang banyak beredar. Saya mulai nggak sreg sama Windows saya tapi kemudian baikan lagi setelah tahu bahwa harga Windows yang asli berkisar hampir 1 jutaan. Ketika mengetahui bahwa Linux itu free, saya lebih tertarik lagi (saat saya belum tahu arti opensource). Distro Linux kedua yang saya miliki adalah Damnsmalllinux livecd turunan Knoppix, hanya berukuran 50MB dan berjalan lumayan cepat di komputer saya. Saya mendownload dari kambing.edu. Lanjutkan membaca ‘Makanya pake LINUX!’

posted by k300i

lgi coba-coba posting pke hp 200ribuan …

Situs Penghujat Islam Di Mana-mana : What can we do? (2)

Hmmm, ini perihal situs kampret kemaren (mengenal-islam.t35.com). Saya sudah coba sign up ke t35.com untuk lihat terms of use, apakah kita bisa memprotes…

Ternyata tidak. Inilah isi agreement sebelum saat sign up :

AGREEMENT FOR WEB HOSTING SERVICES

By pressing “I Accept” you are signifying that you have read and agreed to our Terms Of Service, located at http://www.t35.com/free-web-hosting-tos.php.

Membership is available to anyone over the age of 13 who registers and accurately provides all the required information, provides a legitimate electronic mail address and obtains a unique T35 Hosting member name and password. T35.com does not discriminate on the basis of age, gender, race, ethnicity, nationality, religion, or sexual orientation. Children under the age of 13 can only register with the express consent of a parent or guardian.

SUMMARY OF T35 HOSTING TERMS OF SERVICE

T35 Hosting is NOT a place to put:

* Phishing sites that steal user passwords. The follow people have been caught stealing passwords and have been reported to federal authorities and police agencies within their country.
* Pornographic content or direct links to pornographic websites
* Pirate software(warez)/mp3 or links to it.
* Large/numerous files primarily for storage purposes and not made viewable to the public through html pages. There is a 1mb file size limit.

T35 will not tolerate any illegal activities on our servers. This includes, but is not limited to: pornography, phishing, adult content, warez sites, warez files, spam, and pirated software / music. Any such activities will be prosecuted to the greatest extent of the law.

If you do not agree to the above, please press “I Decline”. Any member caught violating our TOS in the manners described above will be prosecuted to the greatest extent of the law. We work together with local and federal authorities in dozens of countries to prosecute any and all TOS violators.

Di sana hanya disebut tidak phising situs, pornografi, pembajakan software atau musik, dan menaruh file yang besar. Tidak ada tentang isi situs yang memprovokasi atau menyentuh SARA atau sejenisnya.

Saya tidak bisa bertindak lebih jauh tapi saya benci membiarkan situs ini bisa dibuka siapa pun, kapan pun, dimana pun sementara isinya sangat menyesatkan…

Oh…(SIGH)

Review : Laskar Pelangi The Movie

Ini pertama kalinya saya menonton film yang baru keluar dengan cara yang legal. Biasanya saya nonton dari dvd bajakan yang pinjam di teman. Tapi film ‘Laskar Pelangi’ ini saya tonton di semacam ‘bioskop. Sebenarnya bukan bioskop, cuma auditorium Universitas Mataram yang disulap di sana sini. Lembaga yang mengadakan acara adalah pihak Pertamina, lagi promosiin oli fastronnya yang lengket, sekaligus sebagai sponsor. Berapa beli tiketnya? Oh, saya dapat gratis. Tiketnya diberi oleh Wakasek kesiswaan di sekolah saya, frxs juga dapat. Kata bu wakasek, tiket ini hadiah dari dirinya pribadi untuk kami karena berhasil di olimpiade teknik di Bali. Senang bukan main memang. Lanjutkan membaca ‘Review : Laskar Pelangi The Movie’

Situs Penghujat Islam Di Mana-mana : What can we do? (1)

Saya baru tahu kalau ada perang agama yang SANGAT sengit di Internet karena selama ini hanya membuka forum-forum seputar komputer.

Ini situs yang sudah membuat saya mengurut dada. Saya memberi alamat ini bukan untuk mempromosikannya atau berafiliasi, melainkan agar saudara muslim lainnya tahu tentang hal ini dan menyelidikinya, bahkan menumpasnya kalau bisa.

http://www.mengenal-islam.t35.com

Saya tidak menyediakan link langsung karena saya merasa sangat terhina bila harus berhubungan dengan situs ini. Saya tidak mau membuat mereka untung bahkan hanya dengan sebuah backlink untuk mereka. Lanjutkan membaca ‘Situs Penghujat Islam Di Mana-mana : What can we do? (1)’


This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net

RSS latest post @ blog.pdft.net

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 360,168 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji