Makanya pake LINUX!

Pertama kali saya mengenal Linux adalah saat saya masih kelas 2 SMP. Waktu itu saya baru belajar chatting pakai YM. Di sebuah chatting room saya nyeletuk ‘komputku virusan trus…’, seseorang membalas dengan huruf besar-besar ditambah smile icon ‘MAKANYA PAKE LINUX!’. Saya mengira Linux itu sebuah antivirus dan langsung googling untuk download Linux. Ternyata antivirus Linux itu file nya besar sekali, rata-rata seukuran 1 CD dan punya banyak nama. Pastilah antivirus hebat, pikir saya dan saya tidak tertarik lagi karena harddisk saya waktu itu hanya 6GB dan space tersisa tinggal 300MB.

Itu sekilas masa perkenalan dengan Linux. Dua tahun kemudian, saat saya baru masuk SMA, saya baru tahu kalau Linux itu sebuah sistem operasi seperti halnya Windows, bukan sebuah antivirus. Distribusi Linux yang pertama kali saya kenal dan coba adalah PC Linux OS versi livecd yang diedarkan melalui majalah PCMedia, mungkin ini faktor yang membuat saya lebih cenderung menyukai Debian dan turunannya dari pada yang lain.

Setapak demi setapak

Apa pendapat saya waktu itu tentang Linux? Linux itu jelek, lambat (sebenarnya karena livecd), susah, katrok. Tapi di sisi lain saya bergumam, ‘wah…hmm…wow…’. Saya kagum, pertama kali melihat operasi sistem selain Windows. Saat itu saya juga baru tahu, ternyata sebagian besar Windows yang dipakai di sekeliling saya, entah itu komputer teman, komputer sekolah, komputer warnet, ternyata adalah bajakan layaknya kaset film bajakan yang banyak beredar. Saya mulai nggak sreg sama Windows saya tapi kemudian baikan lagi setelah tahu bahwa harga Windows yang asli berkisar hampir 1 jutaan. Ketika mengetahui bahwa Linux itu free, saya lebih tertarik lagi (saat saya belum tahu arti opensource). Distro Linux kedua yang saya miliki adalah Damnsmalllinux livecd turunan Knoppix, hanya berukuran 50MB dan berjalan lumayan cepat di komputer saya. Saya mendownload dari kambing.edu.

Apa pendapat saya waktu itu tentang Linux? Linux itu bagus. Di sisi yang sama saya bergumam, ‘keren…hah?!…oh…’. Damnsmalllinux berjalan lebih kencang dari pada WindowsMe saya waktu itu. Meski DSL serba minim, tapi adalah luar biasa memaksa sebuah operasi sistem mengecil 50MB. Saya menghabiskan banyak waktu bersama DSL berusaha beradaptasi, saya mencoba membandingkan antara Windows saya dengan dua Linux saya waktu itu. Ternyata Windows masih lebih baik dan kehidupan berkomputer saya tetap fokus pada Windows sampai saya belajar menginstall Windows. Waktu itu komputer saya diserang virus dan mengharuskan OS-nya diinstall ulang. Kelemahan Windows yang saya dapat di sini, adalah Windows tidak lengkap. Windows XP terinstall tanpa driver dan program-program yang saya butuhkan. Ini mengharuskan saya begadang sampai larut malam mengurusi komputer saya, install ini itu. Pikiran saya kembali ke Linux. Saya ingin menginstall Linux tapi tidak ingin meninggalkan Windows saya. Di beberapa artikel yang saya baca, hal ini mungkin dilakukan. Tapi saya tidak mungkin menginstall PCLOS karena CD-nya sudah babak di sana-sini karena terlalu sering dibooting. Saya juga tidak menginginkan DSL karena DSL terlalu minimalis, tidak menampakkan keunggulan Linux yang sesungguhnya. Akhirnya setelah berkelana di dunia maya, saya malah menemukan Linux yang lain di dunia nyata. Knoppix 3.6 versi livecd, ayah dari DSL, saya dapat dari distributor CD ilmukomputer.com, di Perpustakaan Daerah NTB.

Apa pendapat saya waktu itu tentang Linux? Linux itu jelek. Di sisi yang sama saya bergumam, ‘sialan…’. Ternyata proses instalasi Knoppix membawa bencana dan itu memang kesalahan saya. Saya tidak mengerti apa itu swap dan saya membuat semua partisi harddisk saya terformat untuk Linux. Ini kedua kalinya saya kehilangan data secara total setelah sebelumnya harddisk saya yang lama jatuh terbanting sehingga badsector terlalu banyak dan parah. Saya menjadi benci pada Linux namun juga rasa penasaran terus tumbuh. Setelah recovery data (hanya 4 % yang terangkat sempurna), saya berhasil menginstall dualboot, 2GB untuk WindowsXP dan 2.5GB untuk Knoppix beserta swapnya. Saat itu saya mengalami krisis spasi harddisk. Sebagian data saya yang sudah bertambah saya hijrahkan ke CD. Beberapa bulan kemudian saya dibelikan harddisk 20GB lalu menginstall kembali kedua OS tersebut. Saya berusaha mengimbangi proporsi penggunaan antara Windows dan Linux Kemudian saya mendapat banyak Distro Linux lagi dari tempat yang sama sebelumnya juga dari anggota KPLI di daerah saya.

Apa pendapat saya waktu itu tentang Linux? Saya tidak tahu, tapi komunitas Linux tidak bisa dianggap enteng. Saya dibelikan lagi harddisk baru 80GB plus mainboard, memory, dan prosesor baru. Saya girang sekali dan tak sabar menginstall dualOS antara XP dan openSUSE. Ini masa paling menyenangkan dalam hidup saya sebagai pengguna Linux. Waktu itu saya sudah punya 21 distro dan saya menghabiskan banyak sekali waktu (sampai saya mengabaikan sekolah saya) bersama mereka. Saya banyak belajar tentang perintah-perintah shell sampai hafal luar kepala (sekarang bahkan lebih suka pakai mode text dari pada GUI). Saya mencoba remastering, buat server sendiri, programming dan lainnya. Hati saya mulai cenderung ke Linux dan berusaha untuk lebih banyak menggunakan Linux dari pada Windows dalam kehidupan sehari-hari. Suatu ketika saya mengetahui bahwa ketua KPLI daerah saya menjual DVD Repository Ubuntu. Tidak terlalu mahal tetapi cukup menyita uang saku saya kalau membelinya. Berhubung PC saya tidak terhubung langsung ke internet untuk install paket, saya membelinya dengan senang hati dan saya dapat satu distro sebagai bonus, Slackware yang baru. Dengan repository, saya tidak perlu repot-repot kompilasi paket. Komunitas Linux banyak membantu kalau saya punya masalah.

Akhirnya…

Apa pendapat saya sekarang tentang Linux? Linux is the best. Hati saya sudah mantap. Ubuntu adalah pilihan saya. Dengan hadirnya DVD repository di tangan saya, tidak ada lagi alasan bagi Windows untuk bercokol di PC saya. Sebuah distribusi Linux bersama repositori yang terkoneksi, sudah lebih dari cukup untuk mengalahkan Windows Vista sekalipun. Saya memformat partisi Windows untuk dijadikan partisi data dan berencana memindahkan semua DVD repositori ke partisi tersebut kemudian membuat server repositori lokal di PC saya sendiri. Saya mulai mempromosikan Linux ke semua orang, terutama di sekolah. Saya menyebarkan secara gratis, cukup ganti CD-nya ditambah sedikit biaya burning. Hanya sedikit yang merespon baik tapi saya yakin Linux akan populer. Saya selalu optimis tentang Linux.

Saya berani bilang Linux adalah operasi sistem terbaik di dunia, terutama bila dibandingkan dengan Windows. Mengapa?

Free dan Opensource
Kedua istilah di atas saling berkaitan erat. Free artinya gratis. Linux menganut copyleft dibawah GPL. Siapapun bisa menggunakan, mencopy, dan menyebarkan Linux tanpa takut terkena masalah hukum. Opensource artinya sumber terbuka. Source code dari Linux bisa didapatkan secara gratis dan kita diperbolehkan mengedit sesuai kebutuhan kemudian mengkompilasi menjadi operasi sistem khas kita. Semua di bawah GPL.

Dukungan Komunitas
Meski mungkin anda bingung mencari bantuan di dunia nyata, di Internet komunitas Linux begitu melimpah. Anda akan menemukan banyak orang yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan Linux dan siapapun akan sangat terbantu oleh mereka. Tidak masalah bila punya masalah dengan Linux. Linux dikembangkan ribuan orang di seluruh dunia, bersama-sama.

Dokumentasi Lengkap
Bantuan untuk masalah Linux sering disebut howto. Internet adalah gudangnya.

Aman
Di antara Windows, Linux, dan Machintosh, Linux punya lubang keamanan paling sedikit. Linux bisa dibilang bebas dari virus karena permission khas Unix. Linux lebih banyak dipakai sebagai server karena aman.

Stabil
Kebanyakan pengguna Linux hanya mengalami crash setahun sekali, beda dengan Windows yang setiap minggu ada saja hang.

Cepat
Di segala segi, Linux berjalan lebih cepat dari pada windows di mesin yang sama.

Kompatibel
Linux kompatibel untuk banyak hardware. Perkembangan kernel Linux semakin mendukung hardware terbaru. Saat Windows 7 diklaim bisa dipakai dengan ratusan core prosesor, Linux sudah bisa ribuan core.

Aplikasi yang lengkap
Hampir semua program untuk Linux gratis dan berlisensi GPL. Repositori adalah gudangnya. Sedang Windows tersedia terpisah dengan aplikasi-aplikasi yang kita butuhkan

Mungkin bagi sebagian orang, Linux itu banyak kekurangannya. Semisal susah dan membingungkan. Ini hanyalah masalah waktu dan adaptasi. Siapapun akan bingung bila ia tiba-tiba ada di Hawaii sementara selama ini tinggal di Indonesia. Sebenarnya tidak ada alasan lagi bagi kita untuk memakai Windows bajakan kalau memang ada solusinya. Kecuali anda bisa beli Windows Original, itu bagus karena menghargai karya intelektual pihak Microsoft tapi Linux lebih baik dari Windows bajakan maupun original.

Sekarang, jika ada yang mengeluh mengenai Windows miliknya, saya akan menjawab sambil tersenyum, ‘MAKANYA PAKE LINUX!’

4 Responses to “Makanya pake LINUX!”


  1. 1 kangtatang 24 Desember 2008 pukul 9:07 AM

    Setuju🙂
    Makanya Pake Linux !
    Karena Linux itu indah, murah dan Halal.
    Salam Kenal.

  2. 2 alhakim 25 Desember 2008 pukul 1:07 PM

    kalau saya masih dual boot satu windows satu linux. Lha software buat kerja belum ada di linux🙄

  3. 4 piko 28 Desember 2008 pukul 3:48 PM

    @Alhakim
    weks, selalu ada penggantinya.
    butuh photoshop? GIMP
    CorelDraw? Inkscape
    Pagemaker? Scribus
    Ms. Office? Oo
    Kalau ingin program untuk windows, anda bisa pake wine. Saya dah coba install counterstrike n macromedia flash di ubuntu pake wine, lancar-lancar aja.
    btw, ty dah koment.

    salam kenal juga semua


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 317,317 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji

%d blogger menyukai ini: