Alasan Mengapa Kita Musti Hijrah dari Windows ke Linux

Kok Linux doang yang ditulis?

Wekwekwek….Saya cuma ingin menyadarkan lebih banyak orang mengenai DOSA kita di sektor IT (dunia komputer maksudnya, mengutip istilah riyogarta). Kalau anda sekuler (mudahan tidak), mungkin anda pikir, ‘dosa di sektor IT’ itu tidak valid. Mungkin berlebihan saya menyebutnya dosa. Namun, MENGINGAT sebagian besar masyarakat kita (Indonesia) menggunakan Windows bajakan atau tidak asli, saya rasa saya boleh menyebutnya dosa. Bukankah berdosa kalau kita membajak seperti itu? Membajak karya hak cipta adalah pelanggaran hukum dan anda bisa ditahan bertahun-tahun karenanya. Di sekitar lingkungan saya, tidak pernah saya temukan komputer yang terinstall Windows asli KECUALI perusahaan-perusahaan (seperti warnet kelas atas dan perusahaan IT, banyak lagi) dan komputer-komputer desktop dan laptotp yang built-up (biasanya otomatis sudah terinstall Windows asli). Komputer desktop dan laptop itu, sudah saya pastikan, bila rusak softwarenya entah terserang virus atau kenapa, pasti yang diinstall adalah Windows BAJAKAN alias tidak asli. Komputer-komputer rakitan, saya jamin juga, pasti terinstall Windows bajakan.

Ternyata, kebanyakan SEBAGIAN BESAR pengguna komputer tidak tahu kalau software-software di komputernya adalah sebuah produk usaha dan bernilai jual (tidak bisa dijual sih) seperti halnya kaset-kaset lagu. Mereka juga tidak tahu bahwa mereka sebenarnya melanggar HUKUM dan tidak punya HAK menggunakan software-software tersebut. Mereka bisa ditindak PIDANA.

Tapi bila anda adalah pengguna Windows ASLI (oh, saya tulis besar-besar yah?), itu BAGUS. Anda pecinta Windows? BAGUS, kita sama-sama maniak komputer tapi saya pake LINUX. Apakah saya anti produk Microsoft? Ini pertanyaan bodoh. Sungguh, kalau saya mampu membeli Windows asli (sebagai kebutuhan sekunder), pasti saya akan membelinya. Saya juga sangat mencintai Windows, karena Windowslah (bajakan) yang pertama membimbing saya hingga saya menjadi seperti sekarang. Terima kasih untuk Pak Bill Gates untuk Windowsnya yang hebat. Terima kasih juga untuk Linus Torvalds untuk Linuxnya yang luar biasa. Bagi saya kedua Operasi Sistem adalah sama, sama-sama untuk komputer, sama-sama punya banyak kelebihan, sama-sama punya banyak kelemahan. Tapi saya akan membahas variabel-variabel yang lebih sempit. Perbedaan mendasar di antara keduanya yang mana kebanyakan dari kita tidak mau tahu tentang hal itu. Kita mengambil yang termudah. Meski punya banyak kelemahan, saya selalu kagum pada para pembuatnya dan berpikir mengapa bukan saya yang membuat hal seperti itu (weleh, saya mah telat lahir). Tapi saya BERSYUKUR saya sudah sadar mengenai hal ini. Semoga anda juga sadar setelah membaca tulisan tidak bermutu ini. Saya terlalu banyak basa-basi, jadi langsung saja.

FREE
Kue-kue yang tidak dijual.

Windows adalah sebuah produk komersial sedangkan Linux adalah gratis. Mengerti kau sampai di sini? (Ini kata Lintang loh, baca Laskar Pelangi). Linux terlindung di bawah lisensi GPL (General Public License).  Linux dikembangkan oleh Linus agar bisa dipakai sebagai OS yang bisa ia modifikasi sesukanya selayaknya sebuah program biasa. Linux yang berbentuk kernel ini kemudian disebarkan di Internet dan memperbolehkan orang lain mengembangkan. Akhirnya Linux menjadi gratis. Ditambah lagi hampir semua software yang berjalan di atas Linux, juga bernaung di bawah GPL. Apa itu GPL? GPL adalah lisensi yang memperbolehkan kita mencopy, menyebarluaskan, memodifikasi, kemudian menyebarluaskan, tanpa mengubah attribut pembuat. Lebih lanjut, jelajah internet untuk baca lisensinya yang lengkap.

Jadi, tidak seperti Windows yang dilisensi untuk dagang, Linux bebas kita copy. Tapi beberapa distro Linux dikomersialkan. Jangan takut, masih banyak yang lain. Saya berani bertaruh anda tidak akan tersentuh hukum bila mencopy Linux, bahkan bila sampai ribuan copy. Tidak akan ada bedanya. Apakah anda belum tertarik sampai di sini? Mengapa anda lebih suka pakai bajakan? Pasti menyakitkan ketika anda mendesain sebuah kaos kaki lalu mematenkan tapi kemudian melihat orang lain menggunakan desain anda seenak jidat tanpa membayar royalti. Desain anda inovatif, tapi patennya dilanggar orang lain. Sedih ya? Jangan membuat Pak Bill Gates bersedih.

Oke, kita analogikan OS itu adalah sebuah kue. Kue yang sama-sama enak, juga sama-sama ada kekurangannya. Kue A dijual dengan harga Rp. 500. Sedang anda membaca papan kecil di sebelah Kue B, Gratis. Bila anda membeli kue A, anda tidak boleh membagi secuil pun ke teman anda, sesuai perjanjian, maka anda akan terkesan pelit. Bila anda membeli (bukan, tapi mengambil) kue B, anda boleh membagi kue tersebut kepada teman anda. Bahkan, anda bisa memfotokopi kue tersebut menjadi banyak, kemudian membagikan kepada orang banyak. Anda akan dikenal dermawan. Nah, manakah yang akan anda pilih? Jangan munafik, kita selalu suka yang gratis-gratis.

Software-software di atas linux juga selalu gratis. Anda tidak akan menemukan cara instalasi khas Windows. Serial Number dan KeyGen. Kebanyakan orang tidak tahu bahwa kedua istilah ini adalah jalan menuju pembajakan. Setiap mereka menginstall aplikasi, mereka menulis SN dengan hati-hati, kemudian proses instalasi boleh dilanjutkan. Anda tidak akan menemukan hal seperti ini di Linux. Serial Number adalah kode yang diberikan kepada pembeli software untuk verifikasi bahwa pembeli tersebut memang punya hak untuk menginstall aplikasi tersebut di komputernya. SN di sekeliling kita ini adalah SN yang disebarluaskan dan SN yang algoritma kodenya sudah pernah dipecahkan, yakni dengan program kecil bernama keygen (key generator). Sekali lagi anda tidak akan menemukan hal seperti ini di Linux, karena semua aplikasi GPL di Linux adalah gratis. Penghalang instalasi hanyalah pertanyaan tentang apakah anda menyetujui lisensi GPL dan pertanyaan teknis software, itupun sangat jarang.

Gratis itu tidak selalu murahan dan tidak berkualitas. Baca dulu sampai selesai.

OPEN SOURCE
Resep-resep rahasia si Kue

Windows adalah software sumber tertutup sedangkan Linux adalah software sumber terbuka. Sumber? Maksud di sini adalah source code atau kode-kode asal program atau software. Bagi yang belum tahu, setiap program atau software komputer, dibuat di atas sebuah bahasa pemrograman, yaitu bahasa perantara antara bahasa manusia dan bahasa mesin komputer (biner), kemudian dikompilasi menjadi sebuah program yang bisa dieksekusi. Kalau anda melihat bahasa kode macam ini, pasti otak anda njelimet (kecuali anda programmer, salut). Nah, kode-kode inilah yang dimaksudkan terbuka. Microsoft menutup rapat-rapat source code mereka karena itu merupakan rahasia dagang, milik perusahaan. Tapi siapapun bisa mendapatkan source code Linux.

Memangnya kenapa dengan kode-kode itu?

Wadoooh…. Inilah kehebatan Linux. Karena kode-kodenya bisa diketahui siapa saja, maka siapa pun bisa memodifikasi dan yang lebih penting lagi, mengembangkan. Ada ribuan programmer yang berdedikasi untuk Linux dan itulah sebabnya Linux berkembang sangat pesat. Sekali lagi, di bawah lisensi GPL, Anda bisa memodifikasi dan mengembangkan Linux untuk kebutuhan anda, bisa juga kemudian menjualnya. Anda bisa meremaster (membuat ulang) sebuah distro Linux, memasukkan logo sekolah atau organisasi, dan mengubah hal-hal lain. Kemudian anda bilang., “Weks, ini loh, distro Linux sekolahku”. Bodoh ya? Tapi itu menyenangkan. Anda harus menyertakan informasi mengenai pembuat awalnya. Itu sebabnya Linux terpecah menjadi banyak distribusi, dikenal dengan Distro. Anda bebas memilih yang mana, tergantung kebutuhan.

Kita pake analogi lagi. Kue A ternyata banyak yang makan, karena ada orang yang membagikannya dengan diam-diam. Si pembuat kue A marah, tapi senang karena terkenal dan menjaga rapat-rapat rahasia resep kuenya. Sedangkan pembuat kue B, menempelkan selembar kertas di setiap tiang listrik di jalanan. Isi kertas itu adalah resep kue B yang seenak kue A. Nah, siapapun bisa membuat kue seperti kue B, mengurangkan garam, menambahkan gula. Kue B semakin enak, lebih dari kue A. Ada rasa coklat, vanila, buah, sampai bawang. Variasinya lengkap. Nah, kue manakah yang akan anda pilih?

AMAN
Ini Kue kesukaan Hacker! Virus? No.

Windows tidak aman sedang Linux itu aman. Aman dari apa? Di dunia internet (khususnya server), keamanan adalah nomor satu. Pemilik server selalu wanti-wanti akan serangan Hacker. Hacker adalah maniak komputer yang pintar. Kebanyakan orang memandang hacker itu buruk padahal tidak begitu, meski banyak hacker menerobos server orang lain. Nah, di sinilah linux mendominasi. Dari seluruh dunia, lebih dari 50% server menggunakan Linux. Karena apa? Aman. Saya tidak bilang server linux tidak bisa ditembus. Tapi setidaknya jauh lebih sulit ditembus dari pada server dengan Windows, tergantung Adminnya, si pengurus server. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa server Windows paling sering menjadi bulan-bulanan para hacker, sebagai pemanasan sebelum menerobos system server varian UNIX/Linux.

Apa hubungannya? Saya cuma pengguna komputer pentium 3 di kamar saya, bukan sebuah server. Nah, disinilah perbedaan yang menguntungkan kita jika menggunakan Linux.

Kita tahu bahwa virus komputer yang selama ini mengganggu kita adalah buatan para hacker. Nah, kita juga tahu bahwa Linux adalah Operating System kesukaan para hacker. Buat apa orang yang suka kue donat menaruh racun di donat yang ingin ia makan saat itu juga? Setidaknya itulah analisis saya mengapa hampir tidak ada virus untuk Linux. Alasan lain adalah karena struktur sistem Linux sangat berbeda dengan Windows. Virus Windows TIDAK MEMPAN untuk Linux. Dalam Linux dikenal aturan permission. Anda ingin menginstall Counter Strike di Linux. Sistem akan bertanya : Apakah anda punya hak?

Ini sebuah perlindungan. Dalam Linux, dikenal user super dan user biasa. User di sini maksudnya account pengguna. User super disebut juga root, adalah user yang berhak mengutak-atik sistem seenak udelnya dan dia bertanggung jawab atas kelangsungan hidup sistem. User biasa ya user biasa, hanya berhak menggunakan aplikasi yang sudah diinstall dan mengelola filenya sendiri. Definisi ini sangat kental di server dan jaringan. Di desktop agak lunak. Anda sendirilah root. Siapa user biasa? Anda sendiri. Jadi kalau ada virus yang mau masuk, ia akan di tanya ‘Apakah anda punya hak?’. Kalau anda mau virus itu aktif, anda harus menjalankannya sebagai root (ini mah bodoh namanya). Itulah sebabnya mengapa semua virus Windows tidak mempan di Linux. Lagi pula virus Windows dikompilasi untuk Windows, bukan Linux.

Anda masih belum tertarik sejauh ini? Baiklah.

STABIL DAN CEPAT
No more CTRL + ALT + DEL. So, no more bengong.

Windows sering hang sedangkan Linux sangat bandel. Tidak tertarik? Anda pasti tahu apa itu hang. Istilah saya adalah ‘bengong’. Hang adalah kondisi dimana hardware sedang tertatih-tatih agar software tetap berjalan. Aktifitas harus dikerjakan CPU melewati kapasitas dan RAM hampir penuh. Anda pasti kesal sekali bila hang terjadi. Tidak pernahkah anda menghitung beberapa kali komputer anda hang dalam sebulan? Dan berapa kali anda harus (dengan terpaksa) menekan tombol ‘restart’ atau ‘reboot’ karenanya? Saya sudah menghitung ketika saya masih memakai Windows tercinta, saya mengalami 24 kali dalam sebulan, 15 kali harus mereset paksa. Komputer saya mungkin lambat, karena bertitel Celeron. Tapi boleh dibilang cepat karena clock 3Ghz dan RAM 1.5 GB. Nah, kalau anda berapa kali? Itu tergantung speksifikasi komputer kita dan apa aplikasi yang kita jalankan. Tapi setidaknya sudah bisa ditarik kesimpulan bahwa Windows anda sering hang. Selama 7 bulan saya menggunakan Linux, saya mengalami kondisi ‘bengong’ hanya sekali, itupun hanya 9 detik.

Bagaimana di dunia server? Lagi-lagi, Linux mendominasi di sektor ini karena alasan stabil dan cepat. Server-server yang berbasis Windows, harus direstart atau dinyalakan ulang dalam beberapa hari sekali, biasanya seminggu. Pasti merepotkan harus menyalakan ulang sebuah sistem yang kompleks dan dituntut hidup 24 jam 7 hari seminggu 12 bulan setahun, sampai servernya tidak digunakan lagi. Bagaimana kalau Linux? Linux bisa bertahan hidup terus sampai berbulan-bulan, bahkan selamanya, kecuali ada bagian hardware yang rusak dan harus diganti. Windows hanya bisa untuk CPU beberapa core saja, sedangkan Linux sudah bisa untuk ribuan core. Hampir semua superkomputer (komputer yang biasanya untuk kalkulasi data raksasa, biasa berukuran seperempat lapangan sepak bola) menggunakan Unix untuk OS-nya. Unix adalah Ayah dari Linux, dan Linux mewarisi segala kelebihannya.

Kalau anda tidak percaya Linux itu cepat dan ringan, anda bisa coba efek-efek desktop ala Windows Vista di Linux. Baca di ‘Kelezatan kue yang tak tertandingi’.

Mengapa Linux lebih stabil? Karena Linux dibangun di atas bahasa C. Sebuah bahasa pemograman yang tua, handal, dan sangat populer serta cross-platform. Virus-virus hebat untuk Windows dibuat dalam bahasa C. Linux adalah operasi sistem yang dibuat untuk multitasking dan multiuser. Linux stabil karena banyak programmer dari seluruh dunia mengembangkan linux. Pengguna biasa melaporkan bug (kesalahan program) dan para programmer menambal bug tersebut dengan bersemangat. Sebuah kombinasi kerja sama yang luar biasa.

MUDAH DAN USER FRIENDLY
Kelezatan Kue yang tak tertandingi

Windows itu mudah dan User Friendly tapi Linux lebih mudah dan user friendly. Kaget? Kebanyakan orang beropini bahwa Linux itu susah, jauh dari dua istilah di atas. Tapi masa lalu sudah tertinggal jauh dan masa depan datang, impian para pengembang Linux menjadi kenyataan. Saya tidak menyarankan anda menginstall Linux yang masih telanjang, yakni hanya kernel, shell, dan sedikit aplikasi kuno. Anda pasti stress karena dipaksa kembali ke zaman DOS. Tapi bukan itu. Anda bisa temukan ada banyak Distribusi Linux di belantara Internet. Distribusi apapun bagus, yang penting anda punya paket-paket (istilah aplikasi dalam Linux) yang dibutuhkan. Dulu, Linux hanya dikhususkan untuk server, masih dalam mode teks yang sulit dan advanced. Kini Linux sudah merambah ke Desktop, untuk komputer yang sering kita pakai, termasuk laptop. Dan tuntutan bersaing, Linux menghadirkan mode grafis, biasa disebut GUI atau General User Interface. Aplikasi-aplikasi karya komunitas bermunculan, berunjuk gigi untuk bersaing dengan aplikasi sejenis untuk Windows. GNOME dan KDE adalah dua pilar zaman keemasan GUI sekarang di Linux. Dua desktop manager ini sama-sama inovatif. Anda akan menemukan sebuah ‘Windows’ yang lebih aneh, keren, dan hebat. Tidak ada bedanya dan hanya perlu sedikit adaptasi.

Beberapa orang yang tidak suka Linux bertanya : Bagaimana dengan install aplikasi?

Masa lalu sudah tertinggal jauh dan masa depan datang, impian para pengembang Linux menjadi kenyataan. Saya sudah pernah merasakan bagaimana rasanya menginstall aplikasi di Linux. Susah. Karena yang saya install itu versi OSE (open source Edition) dari masa lalu. Kita disediakan source code dan kita harus mengkompilasi sendiri sourcecode tersebut. Ketika saya berhasil, saya senang karena merasakan sesaat menjadi programmer, mengkompilasi sebuah program. Tapi tidak semua pengguna komputer mau bersusah payah seperti saya. Nah, di Linux sudah ada manajemen pemaketan yang baik dan canggih. Ada apt-get untuk paket deb di Distro Debian dan turunannya, dan ada rpm(redhat package manager) untuk Redhat dan turunannya. Masih banyak yang lain lagi. Syaratnya, kita harus mempunyai koneksi internet untuk repository atau memiliki CD/DVD repository. Repository adalah kumpulan paket yang sudah diatur sedemikian rupa dengan canggih. Bagi anda yang punya koneksi internet, semua pasti berjalan lancar. Tinggal ketik apt-get install namaaplikasi. Bagi yang merasa internet adalah sebuah kemewahan, bisa cari CD/DVD repository yang sudah banyak beredar. Meski aplikasi dalam kepingan itu tidak sebanyak di gudang internet, paling tidak sudah cukup untuk membuat Linux anda menjadi luar biasa.

Windows Vista jauh lebih baik!

Okeh, itu pendapat anda dan saya menghargainya. Tapi saya berani bertaruh saya pasti menang bila saya tanding keren-kerenan dengan anda, antara Linux saya dan Windows Vista anda tersayang.

Sebuah aplikasi bernama compiz-fusion sudah cukup untuk membuat Vista terlihat biasa-biasa saja. Tidak percaya? Lihat Screenshot di bawah ini.

Pernah tekan ALT+TAB di Windows? Di Linux, inilah yang direspon.
screenshot-61

3D Desktop. Virtual Desktop ini bisa membentuk sebuah kubus atau segitiga. Karena Virtual Desktop saya atur cuma 2, jadi efeknya hanya 2 sisi. Anda bisa membolak-balik sesuka hati.
efek2

Wow, anda mencoba memindahkan jendela? Inilah efeknya. Mouse sebenarnya terletak di ujung jendela, dekat ikon warna biru. Jendela terkesan ditarik seperti karet.
efek3Masih banyak lagi yang lain.
Sebagaimana diketahui banyak orang sekarang, Vista berjalan normal dengan RAM 1GB, 2GB bila anda ingin mencoba aero dan efek 3D-nya tanpa banyak hambatan. Saat saya mencoba compiz keren ini, RAM yang saya gunakan hanya 512 dan memory VGA saya setting hanya 128MB. Efek yang dihasilkan dirender dengan halus. Tidak percaya? Coba sendiri deh.

Begitulah, saya cuma ingin berdakwah di sektor IT ini, berusaha menyadarkan para pengguna Windows bajakan. Cobalah menyentuh Linux sedikit demi sedikit, anda tidak akan menyesal. Kalau ada yang salah dengan tulisan ini, atau mungkin anda tersinggung, email saya. Saya pasti siap membantu dengan segepok Distribusi Linux. He he he… Kalau ada fakta yang salah di sini, komplain. Soalnya, seperti biasa, saya nulis sambil tidur.

38 Responses to “Alasan Mengapa Kita Musti Hijrah dari Windows ke Linux”


  1. 1 Yg_paling_cakep 6 Januari 2009 pukul 2:02 AM

    Gimana dengan game? Driver moterboard, VGA, dll? Apa smua aplikasi windows ada d linux? Ato ada ga emulatornya.
    Tau aplikasi SPM kn? Untuk kerja bokap butuh bngt aplikasi SPM, bukan butuh, tp harus ada, sementara d kantor bnyk bngt virusnya, anti virus update terus ttp aja kebobolan, dah gitu windowsXP jg rada berat jln d laptopnya.
    Saya pernah coba ubuntu, tp ga bisa buat mp3, hrs download langsung, ga bisa cari sndiri d warnet. Coba distro læn, aplikasinya ga selengkap ubuntu. Coba yg læn lagi, yg trakhr sdikit lbh lengkap, hampir saya tertarik pindah ke linux, giliran format video yg ga lengkap, cari codecnya d warnet juga ga ketemu sampe sekarang.
    Akhirnya saya tetep pake windows dan game bajakan, sbenernya mau beli yg asli, tapi kenyataannya di dærah saya cari yg bajakan jauh lebih mudah daripada cari software atau game asli

  2. 2 piko 6 Januari 2009 pukul 7:43 AM

    wah…wah…jangan putus asa.
    anda hanya perlu sebuah koneksi ke repositori atau punya sebuah dvd
    reopsitori. mulai dari game-game hebat, codec multimedia, pengganti
    SPM, dan emulator-emulator canggih dan driver-driver terlengkap.
    setiap aplikasi windows selalu ada penggantinya di linux, atau minimal
    ada versi untuk linuxnya. tahu counter strike? saya menginstallnya di
    ubuntu dengan wine dan bisa dimainin dengan lancar. wine = wine is not
    emulator / windows emulator bisa ngejalanin file-file eksekusi
    berekstensi .exe milik Windows. Linux sudah berkembang jauh
    meninggalkan Windows 7 sekalipun. kebnayakan orang memang tidak tahu.

    kita hanya perlu kesadaran, sah atau tidaknya perangkat lunak yang
    kita pakai. itu yang sulit.

  3. 3 Yg_paling_cakep 6 Januari 2009 pukul 1:36 PM

    masalahnya aplikasi SPM tu buatan indonesia, kalo anda pegawai negri pasti tau aplikasi tsb. sudah saya coba cari aplikasi SPM versi linux, juga belum ketemu. kayaknya pembuatnya ga bikin versi linuxnya. aneh ya kita disuruh untuk tidak pake windows bajakan, tapi sekolah2 negri ato kantor2 pemerintah pake windows bajakan, mungkin windownya asli tapi aplikasinya, seperti antivirus, office, dll pake yang bajakan.

    nanti saya coba aplikasi SPM di linux pake wine. kalo emang bisa berjalan sempurna, ya hijrah ke linux. biar bokap ga bingung lagi kalo leptop nya kena virus lagi. coz sekolah2 negri ato kantor2 pemerintah tu gudangnya virus

  4. 4 Yg_paling_cakep 6 Januari 2009 pukul 2:34 PM

    wine carinya di mana? klo downloadnya harus langsung ga bisa di warnet percuma dong, cz d hutan ga bisa pasang internet d rmh, harus kluar dari hutan trus download software. brarti pake windows bajakan masih jauh lebih mudah cari aplikasinya??

  5. 5 kucing 7 Januari 2009 pukul 10:49 AM

    katanya linux sekarang sudah beda, kok masih susah banget buat PC offline untuk nambah aplikasi? ga bisa di instal manual, harus download langsung. klo mo instal susah banget, cuma di kasih codenya aja. klo kayak gini terus kyknya ga akan ada yang mau hijrah ke linux. bajakan tapi jauh lbh mudah di dapat, di gunakan, dipelajari, siapa yang ga tertarik??

  6. 6 fraxis 7 Januari 2009 pukul 12:54 PM

    nggak perduli… windows kan buatan orang kuffar… but i appreciate yours

  7. 7 piko 8 Januari 2009 pukul 7:41 AM

    bisa kok di warnet, cuma installnya harus mode teks / lewat konsol. pake distro apa dulu, ntar tak kasih tau caranya.

  8. 8 piko 8 Januari 2009 pukul 7:52 AM

    untuk kucing : cd / dvd repositori adalah jawabannya bagi yang kesulitan koneksi internet. cari ja di tempat orang jual cd-cd software, banyak kok….

  9. 9 hinata_ayu 9 Januari 2009 pukul 4:17 AM

    kalo menurtku, linux itu buat yang sudah ngerti banget bahasa program. kalo yang pake PC cm buat kerja, ga bisa program sama skali, pake windows aja. bajakan dulu, nanti kalo dah bisa beli asli pake yang asli, trus software nya pake yang free, kalo ada

  10. 10 kucing 9 Januari 2009 pukul 5:41 AM

    tiap distro beda cara instalnya to? wah tambah susah dong.
    aku mo pale ubuntu sm madriva. mo nambah codec sm aplikasi. dah nyari sampe cape deh cm di kasih code. aplikasi buat instalnya juga masih code. cd / dvd repositori, kok d tempat ku ga ada yang jual?? ada ya CD/DVD game bajakan

  11. 11 Hinata_ayu 10 Januari 2009 pukul 1:34 AM

    Kalo mnrt ku linux tu co2k buat yg udh ngerti bngt bhs program. Klo blum ngerti mengding pake windows aja, yg bajakan dulu buat blajar, klo dah bisa, ganti pake linux. Ato klo dah bisa beli yg asli, pake yg asli, software yg pake yg freeware

  12. 12 piko 12 Januari 2009 pukul 4:54 AM

    wah….wah… pokoke intinya : kesadaran kita untuk menggunakan perangkat lunak yang sah. sebenarnya alasan lain tidak valid.

    tuk kucing : tinggalnya di mana? di Indonesia biasanya ada KPLI (kelompok pengguna Linux Indonesia). kalo ana KPLI NTB. cari aja tu komunitasnya, cus minta kopi.

  13. 13 Chandra 6 Februari 2009 pukul 11:11 AM

    Setuju.!. Nice post mas, btw postingannya ini jg opensource kaya linux gak ni . . . ? He. .he ,he. . .
    Aku jg dah pindah ke Linux ni, bahkan gak puas 1, pengen instal 2 linux skaligus di dual boot. Kalo tentang sisem apt or rpm tu bagus bgt, kita bisa instal sembarang software hanya dari 1 menu. Bahkan dger2 ni sistem management software seperti ini mau ditiru micro$oft buat window$7 atau 8, krn alasan security.

  14. 14 engeldvh 6 Maret 2009 pukul 7:50 AM

    Wah, memang seharusnya mulai bergerak ke opensource ya bos..
    http://engeldvh.wordpress.com

  15. 15 Rida Ariandi 3 Juli 2009 pukul 7:58 AM

    Saya PNS Departemen Pertanian, saya berhasil ko menjalankan aplikasi SPM di linux zencafe saya dan normal. terus aplikasi SIMPEG (kepegawaian) Deptan juga jalan-jalan aja di linux pake wine, lagian nginstall nya juga ga susah. kalo ada usaha dan ada kemauan pasti ko bisa. Tapi komputerku yang dikantor juga masih bajakan, he he he rencana aku migrasi ke linux kalo udah ada waktu karena semua aplikasi yang dibuat dengan foxpro udah bisa jalan di linux.

  16. 16 piko 3 Juli 2009 pukul 11:34 AM

    tuh kan…. ujung2nya bisa.😀

  17. 17 george andy 18 Maret 2010 pukul 3:57 AM

    Saya suka semangat anda. Saya dukung 100%. Lebih karena saya ingin semuanya harus serba legal halal. Mau Linux kek, windows kek, asal asal legal halal.

  18. 18 wafi 17 Juli 2010 pukul 12:57 AM

    I am using puppy linux
    install cuma 5 minutes, cuma 110 mb !!!
    sudah bisa muter mp3. open doc nya msoffice dll
    untuk aplikasi tambahan filenya bentuk *.pet (download aja)
    pakai netbook intel atom sangat cepat, bisa di coba install di flash disk atau live cd untuk ngetes
    untuk potoshop diganti dengan gimpshop yang gratisan alias halal
    kalau mau pasti bisa, ok
    terimakasih

  19. 19 piko 17 Juli 2010 pukul 6:20 AM

    yoa, puppy! so fast!🙂
    terima kasih sudah berkunjung.😀

  20. 20 sodiq 29 Juli 2010 pukul 11:49 AM

    mas, saya pengin pake ubuntu. saya dah punya ubuntu lucid 10.04. saya ada masalah. waktu saya coba live cd setelah beberapa saat kok hang. kemudian saya coba instal. setelah instal saya jalankan hal yg sama terjadi. hanya jalan beberapa menit langsung hang. selalu begitu. kalau bisa mohon bantuannya. masalahnya apa dan bagaimana penyelesaiannya? komputer: dual core, ram 1 gb, hdd 80 gb. kalau bisa dijawab ke email. terima kasih.

  21. 21 piko 30 Juli 2010 pukul 8:32 AM

    bisa jadi livecdnya kurang beres/babak/korup. coba ganti dengan livecd yang baru (diburn dengan kecepatan kurang dari 24x).

    saat menginstall ke harddisk, cobalah untuk membuat partisi swap untuk menambah performa. saya dengar-dengar prosesor dual core tidak lebih baik dari celeron (mungkin karena itu juga sih).

    jika masih saja hang, cobalah ganti dengan distribusi turunan ubuntu yang lebih ringan, misal lubuntu atau xubuntu.

  22. 22 sodiq 30 Juli 2010 pukul 2:16 PM

    cd nya dari shipit jadi ga burn sendiri. swap dah dibuat 2x ram. sebelumnya dah tak coba instal ubuntu 9.04 dan kubuntu 9.10 ga ada masalah. windows 7 juga jalan baik. ada saran lain ga? soalnya pengin bgt pakai yg ubuntu 10.04 ini.

  23. 23 piko 31 Juli 2010 pukul 5:36 AM

    jika punya koneksi internet memadai, cobalah dari 9.10 upgrade versi ke 10.04.

  24. 24 sodiq 31 Juli 2010 pukul 12:33 PM

    itu masalahnya…tidak punya koneksi internet yang memadai…btw thanks sarannya…

  25. 25 piko 31 Juli 2010 pukul 5:42 PM

    sama-sama. jangan putus asa. ubuntu memang linux, tapi linux tidak mesti ubuntu.🙂

  26. 26 wildanican 29 September 2010 pukul 3:30 PM

    mas saya instal ubuntu 10.04 di windowsXP pake wubi.exe, trus windows saya kena virus, mau saya instal ulang, pertanyaannya: apakah ubuntu saya masih bisa dipakai walau tanpa windows? saya instal ubuntu di drive D: dan windows di C:

  27. 27 piko 30 September 2010 pukul 5:12 PM

    err, anda menginstal ubuntu di atas windows.😐
    menginstall ulang windows berarti menrewrite bootloader windows yang mana disana terisi menu booting ke ubuntu.
    sepertinya tidak bisa.

    lebih baik anda install dual boot murni di partisi terpisah. jadi rusaknya windows tidak berefek pada ubuntu.

  28. 28 wildanican 9 Oktober 2010 pukul 1:53 PM

    yah..😦
    saya ga tau caranya..
    trus klo di ubuntu 9.10 suka nge-hang gara2 efek visual knp ya?

  29. 29 piko 10 Oktober 2010 pukul 4:01 PM

    entah. speknya apa? coba googling cari tahu cara install langsung ke partisi, jangan pakai wubi.

  30. 30 @rzmd 28 November 2010 pukul 2:06 PM

    what a great post
    saya sudah 1bln dual boot pake linux .
    saya hanya mengalami kesulitan di terminal saja . karena terminal berbeda dgn cmd

  31. 31 wildanican 12 Desember 2010 pukul 11:01 AM

    laptop saya sudah diinstal ubuntu 10.10 dan windowsnya saya hapus, bajakan sih, kena virus terus lagi! haha, trus sudah saya download edubuntu sebagai media belajar adik saya yang masih kecil. dan ternyata dia suka dengan game dan aplikasinya.

  32. 32 alumni34hehe 4 Januari 2011 pukul 6:51 PM

    inisih sebenernya masalah selera sih ya /hi3/

    tapi jadi pengen install ubuntu lagi -____-”

    cd nya potong =))

  33. 33 irfanghandi 7 Januari 2011 pukul 6:16 PM

    numpang nanya, dulu saya sempat mengikuti berita tentang wacana penggunaan OS IGOS (Indonesia Goes Open Source) yang berbasis linux, tapi gara gara bill gates dateng dan neken kerjasama pengadaan OS windows original buat Instansi pemerintah, kemudian saya gak pernah denger lagi soal IGOS, apa kabar kah IGOS ?

  34. 34 piko 8 Januari 2011 pukul 12:10 PM

    IGOS baik-baik saja pak.🙂

  35. 35 yuni 28 Juli 2011 pukul 12:02 PM

    sep…lah
    kalo menurut aku…perbedaan LINUX & mswindows itu cuman dari “pandangan pertama” kita aja.

    kebanyakan kita udah mengenal mswindows lebih dulu terus pengen ngerasain XWINDOWS (LINUX)….al hasil..kita terbawa ama suasana microsoft (masalah instalasi,management file,dll)..jadinya kita menganggap semua kegiatan berkomputer itu harus seperti yg microsoft sajikan pada kita. Saat kita menemui hal lain (yg tdk spt mswindows), kita mulai membanding2kan.

    Sebenarnya perbedaan “Operating Systems” itu adalah dari lisensi dan perkembangan teknologi yg ditawarkan, baik itu MACINTOSH,LINUX ato mswindows (yg katanya sih udah ketinggalan jauh ama yg lain).

    Untuk bahan pertimbangan (udah pernah aku coba-user edition)

    HACKINTOSH (MAC-IDeneb 5.7 on AcerAOA110-8GB) :
    -lisensi komersial (MAC) / trial ()HACKINTOSH)
    -OS sangat stabil & aman
    -lingkungan desktop keren
    -aplikasi lumayan lengkap + wine & crossover (soalnya baru nyoba yg .trial/HACKINTOSH….hehee)

    LINUX (Ubuntu(10.4-mint-),Fredora(7-Linpus bawaan acer),Puppy,Backtrack) on AcerAOA110-8GB :
    -lisensi free dibawah naungan GPL(open souce)
    -OS lumayan stabil tergantung pemilihan desktop dan aman
    -lingkungan desktop seperti diatas
    -aplikasi kalo ngga salah saat ini udah lengkap kok

    mswindows :
    -lisensi komersial murni, ngga ada coba2(trial)
    -OS stabil tapi jadi bulan2an hacker…jadinya..terserah anda…..hiihiii..
    -lingkungan desktop tdk jauh beda dengan versi sebelumnya.
    -aplikasi sangat banyak, karena banyak vendor yg mensuport dng alasan komesial.

    kalo aku sekarang sih lebih cocok pake Puppy Lucid 5.20, soalnya kecil & enteng buangeeet.

    jadi gitu aja…dari aku.
    kalo ada yg kurang berkenan ato terlalu berlebihan…maapin ya, ngga usah dimasukin ati….peace.

  36. 36 jejen 14 Maret 2015 pukul 9:29 AM

    bagi muslim yg mencari NAFKAH menggunakan komputer,
    lebih baik menggunakan OS yg asli. bila tidak mampu membeli, gunkanlah linux. agar harta yang anda hasilkan menjadi HALAL dan BERKAH.

  37. 37 Sha-Sha 1 November 2016 pukul 10:44 AM

    Kalau Sha-Sha udah terlanjur “jatuh-hati” kepada distro-Linux “Ubuntu” , soalnya benar-benar lengkap, mudah , kebal-virus dan stabil bingiiiitttttt


  1. 1 Alasan Mengapa Kita Musti Hijrah dari Windows ke Linux « Refa dan Blog paling Gak Jelas Lacak balik pada 28 November 2010 pukul 1:43 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 316,690 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji

%d blogger menyukai ini: