Musibah di Awal Perang : Harddisk Terbakar

Apesnya, untuk ketiga kalinya harddisk komputer saya rusak total (meski ada kemungkinan untuk diperbaiki entah bagaimana caranya). Rusaknya harddisk ini seolah memperingatkan diri saya untuk membatasi menyentuh komputer berhubung sebentar lagi saya akan berangkat perang (baca : ujian nasional). Sebelum kejadian, saya lagi asyik-asyiknya ngoprek linux, berusaha membuat puppylinux yang terinstall di flashdisk bisa dibooting di semua komputer tanpa hambatan. saya menggunakan komputer itu tanpa casing, langsung dirakit berantakan begitu saja, jadi rentan sekali kalau ada percikan air atau seekor cecak jatuh ke mainboard saya. setelah selesai, saya mencoba booting distro-distro lain dan memasang dvdrom. tiba-tiba komputer hanya menyala sebentar, terus mati lagi, itu sekitar setengah detik. hal itu saya ulangi hingga belasan kali, tiba-tiba ada bau gosong, saya jadi panik. saya lepas semua kabel-kabel yang terhubung. saya takut mainboard saya yang rusak jadi saya mengangkatnya lalu menciumi setiap incinya. tidak ada bau gosong, alhamdulillah. pikiran saya tertuju pada powersupply yang masih baru, saya lepas semua bautnya dan membukanya. saya sentuh trafonya yang bahkan tidak panas, kemudian saya cium lengket-lengket. tidak ada bau gosong. saya jadi lemes ketika saya menyentuh harddisk saya. saya berharap yang gosong itu adalah doublefan yang menyatu dengan harddisk. saya membuka bautnya terburu-buru, kemudian mencium doublefan tersebut. nihil.
saya tambah lemes dan mencium harddisk saya, bau yang seperti alat pengebor gigi menyengat hidung saya. ada cairan seperti lelehan di pcb harddisk tersebut. dunia serasa mau runtuh. pernahkah anda membayangkan (atau bahkan pernah mengalami) data-data milik anda yang sekian tahun dikumpulkan dan dirasa penting, tiba-tiba saja melayang tanpa bekas? rasanya mau kiamat. setelah masa berkabung selesai (sekitar 10 menit) saya mendiagnosa apa yang kira-kira membuat harddisk itu terbakar. power supply? saya mengetesnya dengan ragu di mainboard lain, tidak ada masalah. colokan kabel power? meski pin-pinnya sedikit longgar saya yakin semua terhubung dengan benar. doublefan di harddisk? mungkin ini. kabel power dari powersupply tersambung ke doublefan tersebut dan dilanjutkan ke harddisk. ternyata, ada satu kabel yang putus, berwarna merah. tapi saya tidak yakin hanya karena satu kabel tidak tersambung, sebuah harddisk bisa gosong. tetap saja saya menetapkan doublefan warna oranye tersebut sebagai tersangka utama.
saya mencari jasa recovery harddisk. ternyata jasa tersebut di bagi menjadi tiga. tingkat pertama, untuk data-data yang terhapus, tarif sekitar 400.000 rupiah. kedua, untuk partisi yang keformat dan sebagainya, tarif 750.000 rupiah. dan yang ketiga, tingkat kesulitan tertinggi, untuk harddisk yang terbanting terbakar dan sebagainya, tarifnya : silakan kontak. wah, saya tidak berani mengira-ngira, pasti sampai jutaan. lebih baik beli harddisk baru 80 Giga 500.000 ribu, tapi masalahnya data saya yang sudah melayang itu. dataku…oh dataku…
baiklah, saya memang harus menghentikan hobi saya ngoprek-ngoprek komputer. saya sangat menyayangi komputer saya, tapi saya tidak tahu mana yang lebih saya sayangi, mainboard saya atau harddisk atau monitor atau mouse atau operasi sistemnya. satu saja rusak, sepertinya semua kesayangan saya ikut rusak. akhirnya sekarang saya hanya menggunakan flashdisk kingston yang terinstall slax yang bisa dibooting. itulah komputer portabel saya sekarang. kecuali flashdisk, segala tetek bengek komputer saya karantina, untuk menjamin saya tidak ngoprek lagi menjelang perang.

3 Responses to “Musibah di Awal Perang : Harddisk Terbakar”


  1. 1 Ricky Immanuel 28 Mei 2009 pukul 2:21 AM

    sama sih gw juga masalhnya di hardisk tapi bukan terbakar gtu ampe bau gosong…!!! masalah komputer gw yaitu kalo si kabel sata dari power suplyy itu di colokin ke hardisk malah mati komputernya terus gw coba sama hardisk lain bisa otomatis bukan power suplly nya dunk….? tapi hardisknya kan..!!! bingung neh gw…….mungkin loe tau cara mengatasi masalahnya kasih tau ya Brow……..thanks..

  2. 2 piko 28 Mei 2009 pukul 7:36 PM

    yah…. hdd tu sekarang sudah bisa. ada dua chip yang dilepas. saya kasih ke temen saya yang suka ngoprek elektronik. dia ganti chipnya. karena sesama temen, dia cuma minta bayaran 50.000. chip yang gosong tu yang diganti. entah dari mana dia dapet chip-chip tu, mungkin kanibal dari hdd lain..

  3. 3 Bakso Diklat 30 Mei 2009 pukul 7:40 AM

    Betul saya juga pernah PCB/motherboard harddisk kebakar. Setelah berbulan2 saya diamin, coba saya jln ke Harco M2 dan tanya2 tukang service ternyata bisa dibetulin, sama komponen yg kebaka diganti begitu saja. Dan disaranin kalau pasang Harddisk SATA kalau bisa kabel Power & Data (SATA) ditaisolasi supaya tidak goyang2 yang menyebabkan konsleting. Sebenarnya yang PCB barunya juga ada tapi kebetulan lagi kosong. Menurut saya slot IDE masih lebih aman. cuma kecepatanya saja yang kurang…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 316,997 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji

%d blogger menyukai ini: