Linux Yang Mana?

Bagi anda yang baru berkenalan dengan Linux, pasti awalnya bingung dan menyadari bahwa Linux itu tidak hanya satu, tapi terpecah-pecah menjadi sedemikian banyak. Anda akan mendengar nama-nama asing seperti Debian, Slackware, Redhat, OpenSUSE, Ubuntu, Fedora, Mandriva, dan masih banyak lagi yang lain. Kebanyakan distribusi linux mempunyai dasar yang sama dari satu turunannya, misalnya Ubuntu dan PCLinuxOS. Kedua distribusi ini sama-sama turunan Debian dan sama-sama menggunakan paket .deb sebagai manajemen paket yang paling didukung. Jadi, saya hanya akan membahas beberapa distribusi besar berikut beberapa turunannya masing-masing.

Ada ratusan distribusi Linux di dunia ini dan anda tidak perlu mengetes satu-satu mana yang bagus. Dari distrowatch, ada lebih 800 distribusi Linux dan selalu bertambah setiap bulan. Mungkin anda tidak senang Linux yang mulai anda sukai ternyata terpecah-pecah seperti pecahan kaca. Saya awalnya juga tidak begitu senang. Tapi disinilah letak keunggulan linux, bahwa linux bisa dikembangkan oleh siapa saja. Distribusi disini maksudnya Linux dikembangkan untuk kebutuhan tertentu dan untuk pasar tertentu. Pada dasarnya semua distribusi adalah sama, karena berasal dari satu kernel yang sama yang dikembangkan Linus Torvalds. Yang membedakan hanyalah manajemen paket dan sedikit modifikasi di sana-sini dan pengklaiman bahwa distribusi ini dikembangkan oleh ini. Seiring pemahaman saya mengenai Linux, ternyata tidak ada bedanya kita memakai distribusi kuno macam Slackware atau Mandriva yang userfriendly. Saya bahkan bisa membuat sebuah distribusi dari Indonesia, BlankOn, yang tidak begitu besar, menjadi lebih baik, lebih keren, dan lebih userfriendly dari pada distribusi yang berbasis pada korporasi seperti Mandriva hanya dengan paket-paket dari repository. Pemilihan distribusi adalah hal yang mengasyikkan, seperti kita memilih kacang segala rasa ala Harry Potter. Apakah suka kacang rasa lendir kodok atau muntah. Ini hanyalah masalah selera. Nah, saya akan membahas distribusi-distribusi tersebut untuk membantu anda memilih mana yang terbaik bagi anda.

Slackware

Saya memilih Slackware yang pertama karena distribusi ini adalah distibusi linux yang tertua di dunia dan saya menganggapnya sebenar-benarnya linux. Bagi yang merasa dirinya pengguna linux sejati, slackware adalah pilihan tepat. Slackware menggunakan kernel asli dari pengembangan oleh Linus dan kawan-kawan, tidak seperti distribusi lain yang kernelnya dimodifikasi sedemikian rupa. Kuno dan ketinggalan jaman, itulah kesan yang dihadirkan slackware sebagai yang tertua. Tetapi tidak selamanya terlihat begitu. Anda bisa menginstal paket-paket tgz (manajemen paket slackware) untuk tampilan desktop agar terlihat lebih modern. Slackware menggunakan KDE sebagai desktop environmentnya. Slackware punya banyak turunan antar lain Slax, Vector Linux, Puppy, dan lainnya.

Debian

Debian adalah distribusi linux yang mengutamakan kestabilan. Saat ini anda tidak akan menemukan versi 8 atau 9 dari Debian. Karena sampai sekarang yang dirilis baru debian 4. sedangkan turunan debian sudah berkali-kali dirilis. Bahkan, selang waktu setiap rilis hampit 4 tahun. Sebuah konsekuensi untuk kata-kata stabil. Dalam distribusi debian, dikenal 3 pilihan, yaitu stable, testing, dan unstable. Stable dalam artian ini adalah aplikasi-aplikasi yang anda dapatkan sangat-sangat stabil dan dijamin tidak akan mengalami bug dan crash. Tapi aplikasi-aplikasi yang dimaksud di sini adalah aplikasi-aplikasi yang benar-benar kuno dan sudah melewati berbagai tahap pengujian kestabilan. Anda tidak akan puas kecuali anda memang mengutamakan kestabilan sistem. Testing berisi aplikasi-aplikasi yang sudah melewati pengujian awal dan sedang diuji lagi untuk dimasukkan ke paket stable. Biasanya adalah aplikasi-aplikasi yang tidak begitu baru. Anda ingin yang baru. Paket unstable berisi paket-paket yang paling baru di antara semua distro. Begitu sebuah paket dirilis oleh pengembang paketnya, maintainer paket debian langsung memasukkannya ke dalam paket unstable dan sudah bisa dipakai oleh penggunanya. Tapi pihak debian tidak menjamin mengenai gangguan kestabilan dari kelompok paket ini. Namun jangan artikan unstable sebagai tidak stabil. Dalam hal ini unstable berarti belum diuji secara serius oleh mantainer Deb. Menurut saya, Debian sangat cocok untuk server di samping Redhat. Turunan Debian antara lain Ubuntu, PC Linux OS, Knoppix, dan masih banyak lagi.

Redhat

Dulu redhat adalah distribusi linux paling populer di Indonesia. Awalnya Redhat adalah sebuah distribusi yang dikhususkan untuk jaringan dan server, jadi pemaketan untuk aplikasi-aplikasi desktop kurang diperhatkan. Kini sudah banyak pemaket pihak ketiga memasukkan paket desktop sehingga Redhat cocok untuk desktop. Kini redhat sudah dikomersialkan dalam paket Red Hat Enterprise Linux (RHEL) untuk server perusahaan-perusahaan besar. Bagi yang ingin mencoba Redhat, jangan takut karena Redhat punya anak yang bernama Fedora. Redhat yang dulunya gratis diserahkan perusahaan kepada komunitas untuk dikembangkan sendiri. Meski tidak didukung secara teknis, pihak Redhat menyumbangkan beberapa teknisi untuk pengembangan Fedora dan menganggap Fedora sebagai uji coba sebelum rilis-rilis RHEL. Turunan Redhat antara lain Fedora, Centos, Mandriva, Blankon 1, IGOS Nusantara (keduanya dari Indonesia), dan masih banyak yang lain.

OpenSUSE

OpenSUSE adalah distribusi Linux yang dikembangkan oleh Novell, sebuah perusahaan IT yang termasuk besar dan terkenal. OpenSUSE dikembangkan di Jerman dan menjadi standar di Eropa, disamping Mandriva. Distribusi yang menggunakan lambang bunglon ini menggunakan manajemen paket rpm (redhat package manager) dan spm (suse package manager). OpenSUSE dalam instalasi defaultnya tersedia dalam banyak bahasa. Yang unggul dari SUSE adalah Yast, sebuah manajemen sistem yang userfriendly. OpenSUSE ada yang gratis ada pula yang komersial.

Ubuntu

Ini adalah distribusi favorit saya karena saya begitu suka dengan filosofinya, yaitu kata asal oo-boon-too, yang berarti untuk semua. Linux for Human Being (Linux untuk kemanusiaan). Filosofi ini berasal dari adat di Afrika. Linux harus tersedia secara bebas untuk semua manusia. Ubuntu berada di bawah Canonical Ltd, sebuah perusahaan yang mendukung software opensource. Ubuntu berdedikasi untuk selalu gratis dan bebas apapun yang terjadi. Bahkan dalam instalasi defaultnya, kita tidak bisa memutar mp3 karena lib untuk memutar mp3 bukan software opensource. Ini bukan masalah karena kita bisa menginstall libnya melalui repository. Ubuntu menggunakan GNOME sebagai default desktop environmentnya karena dulunya engine KDE, yaitu Qt, bukan software open source (sekarang Qt sudah dilepas sebagai opensource). Xubuntu adalah ubuntu dengan desktop environment Xfce. Kubuntu dengan KDE. Dan Edubuntu dengan gnome plus paket-paket untuk pendidikan. Ada lagi Linux Mint, Mythbuntu, Blubuntu, Ubuntu Studio, Ubuntu Muslim, BlankOn, dan lainnya yang merupakan turunan Ubuntu. Ubuntu dan Kubuntu bisa dipesan gratis melalui shipit.ubuntu.com dan shipit.kubuntu.org.

Mandriva

Dulunya bernama Mandrake. Setelah bergabung dengan Conectiva Linux, berubah nama menjadi Mandriva. Mandriva adalah disribusi linux yang mengutamakan kemudahan, berusaha menjadi yang terbaik bagi para imigran dari Operasi Sistem Windows. Meskipun turunan Redhat, Mandriva menggunakan KDE sebagai default desktopnya. Mandrivalah yang punya inovasi untuk tampilan-tampilan keren di linux. Ketika distribusi lain masih booting dengan teks-teks yang mengerikan (untuk pengguna awam), Mandriva sudah mulai dengan booting mode grafis yang memukau. Inovasi ini diikuti semua distribusi besar.

Knoppix

Adalah sebuah distribusi yang mempelopori distro linux live CD. Maksudnya disrtribusi ini bisa dijalankan dari CD tanpa perlu menginstallnya ke harddisk. Dr. Klaus Knopper, pembuat knoppix, tidak menduga distribusi buatannya akan populer. Knoppix benar-benar berguna untuk recovery sistem atau sebagai demo (pengenalan) Linux ke pengguna dari sistem operasi selain varian Unix/Linux. Meski live CD, Knoppix dapat diinstall ke harddisk dan menjelma sebagai Debian Unstable. Knoppix punya beberapa turunan, misalnya Damn Small Linux (DSL). Sesuai namanya, DSL berukuran sangat kecil, yaitu 50 MB. Bisa anda percaya? Sebuah OS yang cukup Komplit untuk sekadar ngetik-ngetik, denger mp3, dan lainnya dikompress menjadi sekecil itu. Konsekuensinya adalah paket-paketnya adalah barang kuno dan mengabaikan keindahan grafis. Desktop di DSL adalah fluxbox.

BlankOn

Merupakan sebuah distribusi turunan Ubuntu yang dikembangkan Yayasan Penggerak Linux Indonesia dan KPLI. Yang membuat berbeda Ubuntu dan BlankOn adalah, BlankOn dikembangkan dengan memasukkan paket-paket yang sesuai untuk masyarakat Indonesia, yaitu paket-paket yang ringan (karena ekonomi masyarakat Indonesia lemah, jadi sebagian besar komputer-komputernya tidak terlalu bagus). BlankOn menyediakan semua lib multimedia sehingga langsung bisa memutar file-file multimedia. BlankOn benar-benar punya cita rasa Indonesia dan dibanggakan komunitas Linux Indonesia.

Slax dan Backtrack

Merupakan turunan Slackware dan dirilis hanya sebagai livecd. Cara menginstall ke harddisk agak berbeda dibanding distro lain, yaitu tinggal copy paste dan menginstall bootsectornya. Slax juga bisa diinstall ke flashdisk. Apa-apa yang anda ubah di sistem slax akan tersimpan di /slax/changes/ termasuk semua aplikasi-aplikasi tambahan dari kita sendiri. Paket resmi dalam slax disebut module dan berformat .lzm. Misal anda ingin GIMP ada di slax secara default, tinggal download modulenya kemudian menaruhnya di folder /slax/modules/. Backtrack merupakan versi security dan penetrasi dari Slax. Para security professional benar-benar menyukai Backtrack untuk menyelesaikan masalah mereka. Dalam banyak turorial hacking wireless, backtrack dijadikan pilihan.

Berkeley Sistem Distribustion (BSD)

BSD sebenarnya bukan linux, namun merupakan turunan dari Unix. Meskipun demikian, beberapa distribusi BSD menganut kebebasan perangkat lunak, jadi saya memasukkannya di sini.

OpenBSD dan FreeBSD adalah versi gratis. Mungkin kesannya adalah BSD benar-benar sistem operasi yang benar-benar kuno. Bagi yang ingin benar-benar menjadi ahli Unix, BSD sangat disarankan. Tidak jauh berbeda, hanya saja dalam menginstall paket, kita harus mengompilasinya sendiri dari sebuah source code.

11 Responses to “Linux Yang Mana?”


  1. 1 Fakhrul Arifin 16 Maret 2009 pukul 8:16 AM

    wah blognya keren

    dengan ini saya bisa belajar dengan baik……

    oh ya kak jangan lupa kunjungi blog saya

    http://fakhrul92.wordpress.com

  2. 2 Vavai 16 Maret 2009 pukul 3:11 PM

    Thanks buat artikelnya boss.

    Sekedar tambahan untuk openSUSE :

    http://vavai.com/v2/2008/12/pertanyaan-umum-seputar-opensuse/

  3. 3 Vavai 16 Maret 2009 pukul 3:11 PM

    Oh ya, saya link artikelnya di tuxdaily.com

  4. 4 jamel virgiawan 18 Maret 2009 pukul 3:53 AM

    alo kk

    blog na keren bgt

    ajarin donk buat blog kerenn

    n dont forget to visit my blog

    http://jamelblog.wordpress.com/

  5. 5 fraxis 19 Maret 2009 pukul 9:07 AM

    wahwah… begitu ya? jadi sedikit reveal deh tentang linux…

  6. 6 pojokfrxs 19 Maret 2009 pukul 9:21 AM

    numpang lewat boss… artikelnya bagus… sekalian mau ngebacklink…ya?

    http://pojokfrxs.blogspot.com

  7. 7 piko 21 Maret 2009 pukul 1:40 AM

    nah, pilih yang mana, bro?

  8. 8 DIDIK TE HARIANTO 21 Maret 2009 pukul 9:01 AM

    brawo LINUX… btw PC linux os kok di anak tirikan🙂 … kita tau pc linux os lagi boming bro..
    salam dari kota blitar

  9. 9 frxs 21 Maret 2009 pukul 9:13 AM

    kayax ubuntu ato SUSE boss… tapi saya jugak mau coba slack… kpan2 instalin boss…

    eh, ni blog saya yang baru

  10. 10 yayan 25 Desember 2009 pukul 12:40 PM

    Saya juga pake slackware mas
    Ni lagi nginstall fedora di virtual box, kalo cocok ada kemungkinan pindah haluan

  11. 11 piko 25 Desember 2009 pukul 3:12 PM

    whoa… slacker eh? saya merasa terhormat blog jelek ini dikunjungi slacker sejati.🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 317,557 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji

%d blogger menyukai ini: