UN : Hari Pertama

mungkin bagi kebanyakan orang, UN adalah hal yang penting dalam hidup mereka. saya juga merasakannya ketika ujian akhir waktu SMP. tapi sekarang, kenapa pikiran itu hilang? sejak pembinaan imtaq terakhir, saya tidak bisa belajar sama sekali. seperti yang dibilang teman saya, makin mencoba tekun, makin tak karuan.

jadi, yang saya lakukan adalah tidur, kemudian bangun, pusing. saya bermain2 sedikit dengan komputer agar segar. kemudian mencoba belajar, lapar. jadi saya makan banyak biar tidak lapar. eh, malah jadi ngantuk kekenyangan. akhirnya tidur lagi. sama sekali tidak bisa belajar. saya heran, mengapa di saat genting ini muncul rasa malas yang amat sangat.

alhasil, ketika hari senin subuh, saya sadar bahwa saya sama sekali tidak belajar. rasa menyesalnya meluap2. untuk bahasa Indonesia, saya yakin bakal mudah. tapi untuk sosiologi, ah… apa mau dikata… di sosiologi terlalu banyak bermain istilah, salah satu yang kurang saya suka.

yang menjengkelkan pagi itu, celana abu-abu saya hilang tanpa jejak. saya mencari kesana kemari. mengobok2 lemari, mencari di jemuran, membongkar paksa laci meja, menguras bak mandi (eh…). tetap saja tidak ketemu. pencarian yang menyita waktu. ketika saya lihat jam, ternyata sudah pukul setengah delapan. saya berteriak keras sekali sampai-sampai ayam tetangga balas berkokok ‘eh, elu telat, bos. gue masih gelap udah bekokok’. tapi boong.

akhirnya sya memutuskan menggunakan seragam khas sekolah yang warna hijau muda dan hijau tua. setelah mandi bebek kurang dari satu menit (mungkin), saya berlari ke sekolah. tiba-tiba ada yang memanggil saya dari belakang. tiga orang guru dan satu petugas TU–dengan tampang kesal–menghampiri saya. ternyata, mereka menjemput saya karena pihak sekolah kawatir saya putus sekolah terus kawin (ya ampun… separah itu).

saya jelaskan kalau celana abu-abu saya yang lusuh itu sedang ngumpet, mereka maklum. akhirnya saya di bonceng ke sekolah, ngebut sekali. di sekolah, dengan tampang tak berdosa, saya ngeloyor masuk.

ada aturan baru, di UN kali ini. yaitu siswa tidak diperbolehkan keluar ruangan meskipun telah menyelesaikan soal, harus menunggu waktu habis. siapa pun yang pernah ujian atau ulangan harian satu ruangan dengan saya, mereka sudah tahu kalau saya selalu paling cepat selesai dan keluar ruangan, juara satu. paling banter urutan ketiga. karena menurut saya bahasa Indonesia itu gampang (ya Allah, maafkanlah hambamu yang sombong ini), saya menyelesaikan dengan cepat.

hasilnya, lebih dari satu jam saya mati kebosanan, bingung mau ngapain. periksa jawaban? sudah. mau tidur? tidak boleh. ngelirik2? apa lagi… mau bengong? ini dia, tapi nggak tahan. bantuin temen? well, bukannya sombong atau bagaimana, saya sudah memutuskan untuk tidak membantu dan tidak dibantu (kecuali waktu listening basa english).

soal membantu, saya takut memberi jawaban yang salah. meski orang lain menganggap saya mampu, saya tetap tidak bisa. kalau dibantu, kadang saya tidak bisa mempercayai siapapun. siapa yang menjamin jawabannya benar? jadi, ya kerja sendiri2.

pengawasnya? jangan harap ada kerja sama. pengawasnya dari sekolah lain, wajah mereka ramah-ramah tapi sejatinya mereka adalah laba-laba tak berperasaan. mata mereka ada delapan, setiap sudut diawasi. meski saya tidak berniat main curang, tapi mata mereka benar-benar mengganggu.

tingkat paranoidnya sudah parah. waktu ujian sosiologi saya sadar, kalau saya belum sarapan karena waktu dialih alokasikan untuk ekspedisi celana abu-abu. jadi perut saya bunyi terus. benar-benar nelangsa. belum lagi waktu ‘bengong’ yang tersedia, terasa lebih panjang.

yah….. akhirnya semua berjalan lancar, meski sedikit tersandung ketika sosiologi. besok selasa adalah bahasa inggris. saya memutuskan untuk main serong di bagian listening. saya sudah teken kontrak dengan beberapa siswa di samping depan saya. saya pikir mereka bisa dipercaya dan kemampuannya tidak begitu meragukan. ah…. sudahlah.

0 Responses to “UN : Hari Pertama”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 317,317 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji

%d blogger menyukai ini: