Arsip untuk Juni, 2009

Versi PDF Wartalinuk

Hohoho, udah ada versi pdf dari wartalinuk, doakan tetap maju…:D

Setelah mempertimbangkan beberapa hal, kami memutuskan untuk merilis versi PDF dari setiap edisi yang bersangkutan. Untuk sementara ini, baru Wartalinux edisi perdana yang sudah dibuatkan PDF-nya. Edisi-edisi selanjutnya segera menyusul dan akan diupayakan versi PDF dirilis bersamaan versi single html-nya.

Silakan unduh versi PDF Wartalinux #0

Kirimkan masukan saran dan kritik anda mengenai versi PDF ini ke wartalinux@gmail.com

Redaksi,

Iklan

Daftar Repositori Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope di Indonesia

Just Share!

sudo gedit /ect/apt/sources.list

tambahin daftar reponya, habis itu reload

sudo apt-get update

nyedot dah sepuas-puasnya… ๐Ÿ˜€

kambing.ui.edu (UI, Telkom, Indosat, OpenIXP, INHERENT)

1. deb http://kambing.ui.edu/ubuntu jaunty main restricted universe multiverse
2. deb http://kambing.ui.edu/ubuntu jaunty-updates main restricted universe multiverse
3. deb http://kambing.ui.edu/ubuntu jaunty-security main restricted universe multiverse
4. deb http://kambing.ui.edu/ubuntu jaunty-backports main restricted universe multiverse
5. deb http://kambing.ui.edu/ubuntu jaunty-proposed main restricted universe multiverse

ftp.itb.ac.id (ITB, INHERENT)

1. deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu jaunty main restricted universe multiverse
2. deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu jaunty-updates main restricted universe multiverse
3. deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu jaunty-security main restricted universe multiverse
4. deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu jaunty-backports main restricted universe multiverse
5. deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu jaunty-proposed main restricted universe multiverse

foss-id.web.id (Telkom) [Speedy dan Flash Recommended]

1. deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu jaunty main restricted universe multiverse
2. deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu jaunty-updates main restricted universe multiverse
3. deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu jaunty-security main restricted universe multiverse
4. deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu jaunty-backports main restricted universe multiverse
5. deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu jaunty-proposed main restricted universe multiverse

mirror.its.ac.id (ITS, INHERENT)

1. deb http://mirror.its.ac.id/ubuntu jaunty main multiverse restricted universe
2. deb http://mirror.its.ac.id/ubuntu jaunty-security main multiverse restricted universe
3. deb http://mirror.its.ac.id/ubuntu jaunty-backports main multiverse restricted universe
4. deb http://mirror.its.ac.id/ubuntu jaunty-updates main multiverse restricted universe

mirror.cbn.net.id (OpenIXP)

1. deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu jaunty main restricted universe multiverse
2. deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu jaunty-updates main restricted universe multiverse
3. deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu jaunty-security main restricted universe multiverse
4. deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu jaunty-backports main restricted universe multiverse
5. deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu jaunty-proposed main restricted universe multiverse

komo.vlsm.org

1. deb http://komo.vlsm.org/ubuntu jaunty main restricted universe multiverse
2. deb http://komo.vlsm.org/ubuntu jaunty-updates main restricted universe multiverse
3. deb http://komo.vlsm.org/ubuntu jaunty-security main restricted universe multiverse
4. deb http://komo.vlsm.org/ubuntu jaunty-backports main restricted universe multiverse
5. deb http://komo.vlsm.org/ubuntu jaunty-proposed main restricted universe multiverse

Racun Tikus on Delusion

hmm, setelah 4 hari mengalami kejang otot habis latihan parkour, saya kembali sehat. dalam kurun waktu 4 hari itu, saya jadi kakek2. jalan harus sepelan mungkin, kala mau duduk atau berdiri rasa sakit yang luar biasa menyerang paha dan punggung. apa lagi kalau mau noleh kanan kiri, kayak robot kurang oli saja. alhasil, saya gak bisa ikutan latihan parkour berikutnya. ๐Ÿ˜ฆ

ngomong-ngomong, saya sempet liat sebungkus racun tikus di atas kotak tipi. saya ambil dan teliti baik-baik. hei…hei…! saya sedang memegang salah satu alat pembunuh paling ampuh! bukan saja untuk membunuh tikus yang bau, tapi juga buat bunuh spesies yang sama kayak saya! entah kenapa, jiwa psikopat saya bangkit kembali. banyak sekali keterangan yang tertera di bungkus racun tikus itu. bahkan, peringatan yang sama tertulis sebanyak empat kali. intinya, racun tikus itu sama berbahayanya dengan kebocoran radiasi nuklir (hahahaha). racun tikus itu berbahaya jika tersentuh oleh tangan, terhirup, apa lagi sampai termakan. pokoknya, menyentuh bungkusnya saja sudah membuat jantung saya berdetak kenceng sekaligus bergairah. ๐Ÿ˜€

yang sempat terpikir oleh saya :

pertama > saya mencicipi racun tikus itu, esoknya saya sudah dishalati kerabat saya, dikubur di halaman rumah. (mudahan ini tidak terjadi)

kedua > saya menyobek bungkus warna metalik racun tikus itu. wah, ternyata isinya kotak-kotak warna biru muda, mirip buah dadu. saya memasang sarung tangan lalu mengambil satu. saya mengirisnya kecil-kecil, lalu menumbuknya menjadi serpihan-serpihan yang kecil sekali. kemudian membeli kokakola, eh bukan, bukan kokakola, tapi sprite sensasi plong edisi kalengan. saya buka, pus…. uap karbonasinya keluar. saya masukan sedikit serbuk itu ke dalam kaleng sprite.

lalu saya membuka sarung tangan kemudian sambil membawa kaleng sprite itu, saya menghampiri seorang anak kecil di seberang jalan.

saya : dek, mau minum gak? enak lho, ini seperit lho….
anak kecil : (berbinar-binar)
saya : mau?
anak kecil : mau, mau (mengambil kaleng sprite lalu menenggak)
saya : buahahahahaha
anak kecil : (terkapar seperti tikus, busa putih keluar dari mulut, hidung, dan telinga)

lalu saya mengeluarkan tisu, mengusap-usap kaleng agar sidik jari saya hilang.

di lain kesempatan, saya akan memasukkan serbuk-serbuk putih biru itu ke mangkok sup kakak saya. lima menit kemudian, dia sudah terkulai, mirip tikus. buahahahahahaha!

langkah terakhir : ngacir.

<peringatan : please don’t try it at home>

tapi saya tidak melakukannya. jiwa psikopat tergantikan dengan narsisme tingkat dua.

2009-06-21-174635

yah, saya hanya berfoto2 dengan isight si mekbuk. tapi jangan terkecoh dengan wajah idiot ala simple jack, terselubung di balik matanya, ada keinginan untuk membunuh tanpa pandang bulu. gyahahahaha.

pesan : hati-hati dengan racun tikus. peringatan yang tertera bukan main2. jangan mengulai kesalahan yang saya lakukan.

BlankOn 5 “Nanggar” Dirilis!

Jakarta 16 Juni 2009 – Pada hari ini Pengembang BlankOn resmi meluncurkan BlankOn versi 5.0 dengan kode rilis Nanggar, budaya yang diangkat pada versi ini adalah budaya dari Batak, nama โ€œNanggarโ€ diambil dari bahasa batak yang mempunyai arti โ€œPaluโ€.

Beberapa fitur khas baru yang dibawa oleh Nanggar di antaranya adalah Desktop Berkonteks yang dikembangkan oleh Tim Pengembang BlankOn, yang mampu mengganti tema serta gambar latar desktop sesuai jam komputer atau kondisi cuaca yang sedang berlaku saat itu.

Fitur khas lain pada BlankOn Nanggar adalah edisi terkini proyek Aksara Nusantara yang memersembahkan kemampuan menulis dan menayangkan teks dalam aksara Batak Toba. Untuk mengikuti proyek Aksara Nusantara silakan ikuti tautan http://code.google.com/p/aksara-nusantara/

BlankOn Nanggar menyertakan buku panduan penggunaan lengkap yang bisa didapatkan melalui tautan berikut ini http://blankonlinux.or.id/download/buku-panduan.pdf. Buku ini juga dapat Anda nikmati langsung pada sistem yang telah diinstal pada folder Contoh.

Fitur BlankOn Nanggar:

  • Desktop Berkonteks + GNOME 2.26
  • Program Perkantoran: OpenOffice 3.0.1, GNUCash
  • GIMP 2.6.6
  • Inkscape 0.46
  • Peramban Web Firefox 3.0
  • Kernel 2.6.28

Fitur BlankOn Nanggar Minimalis:

  • Desktop LXDE 0.3.2.1
  • Program Perkantoran: AbiWord 2.6.6, GNUmeric 1.8.4, GNUCash 2.2.6
  • GIMP 2.6.6
  • Inkscape 0.46
  • Peramban Web Epiphany 2.26
  • Kernel 2.6.28

Tentang BlankOn

BlankOn Linux adalah distribusi Linux yang dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) dan Komunitas Ubuntu Indonesia yang cocok untuk kebutuhan pengguna komputer pada umumnya. Dengan filosofi kemudahan dan kehandalan yang ditawarkan Ubuntu Linux sebagai distribusi aslinya, BlankOn Linux dikembangkan secara terbuka dan bersama-sama untuk menghasilkan distro Linux khas Indonesia.

Tautan

Unduh BlankOn 5.0 Nanggar di :

Selain itu Anda juga dapat mengunduhnya pada cermin-cermin BlankOn yang di antaranya adalah:

Timbal Balik dan Bantuan

Proyek BlankOn selalu membuka kesempatan bagi semua orang untuk berperan aktif dalam pengembangan BlankOn Linux. Bila Anda menemukan masalah dan cacat pada BlankOn Nanggar, mohon partisipasinya dengan melaporkannya melalui:

http://dev.blankonlinux.or.id/newticket

Dan jika Anda memiliki pertanyaan atau memerlukan informasi lebih lanjut mengenai BlankOn, Anda dapat menggunakan beberapa tautan berikut ini :

Bantu kami membuat BlankOn menjadi lebih bagus lagi.

Edisi BlankOn selanjutnya adalah BlankOn 6.0 yang rencananya akan diluncurkan pada bulan November 2009 yang akan mengangkat tema dari Sumatra Barat dengan kode rilis Ombilin.

(diambil dari Catatan Rilis BlankOn 5.0)

Hooreeee! Saya ndak Lulus UN!

hei…hei… tentu saja saya lulus. judul itu saya tulis sebagai penghormatan saya terhadap calon entri postingan saya yang terselip di bawah. di kota saya, kota mataram yang kecil dan penuh polusi, pengumuman diundur sebanyak tiga kali sehingga bikin jengkel para peserta UN. nah, karena saya yakin tidak lulus atau pendek kata, merencanakan diri untuk tidak lulus, maka pada malam sebelum pengumuman sesungguhnya, saya menulis sebuah tulisan untuk blog ini. saya menulis apa yang kira-kira akan terjadi. sebuah tulisan yang saya siapkan di belakang kenyataan bahwa saya tidak lulus. sebuah tulisan yang ditulis dengan sepenuh hati, mengungkapkan isi otak saya tentang UN dan tetek bengeknya. yang mau muntah silakan muntah…. ๐Ÿ˜€

begin of file

percaya atau tidak, saya benar-benar tidak lulus Ujian Nasional. nama saya yang keren dan tiada duanya tidak nongol di daftar peserta yang lulus. anehnya, ketika saya mendengar kabar ini, saya tidak merasakan apa2. datar dan lurus. datar. lurus. kosong. tanpa bermaksud untuk mengelak, sebagian hati saya memang merencanakan untuk tidak meluluskan diri. saya sudah menyebar imej ini tiga bulan sebelumnya. setiap saya bosan dan ketika teman-teman saya ngerumpi tentang UN yang mendebarkan, saya akan celoteh, “eh, kayaknya saya nggak lulus nih besok”, “bro, temenin saya ngulang setaon lagi yaw?”, “kayaknya saya yakin nggak lulus”, “nggak lulus bareng2 nyok”. alhasil, semua menjauhi saya. saya juga mengganggu mental mereka menghadapi UN. bahkan, image ‘piko tidak meluluskan diri’ semakin kuat ketika gosip menyebar cepat bahwa saya telat dateng ke sekolah pada hari pertama UN. sampai2 saya dipanggil guru saya, “heh, kamu beneran nih nggak mau lulus?”. saya cuma nyengir kuda. besoknya, teman-teman saya mengejek, “ko, kamu kan mau ngulang, ngapain ikut UN?”. saya jawab, “yah, dari pada bosen sendiri di rumah.”

kemauan untuk tidak lulus diperkuat oleh fakta bahwa saya masih punya cadangan satu taon di dunia akademik. waktu esempe, saya sempat ikut kelas akselerasi alias percepatan belajar. jadi masa belajar saya di esempe hanya dua taon. ketika saya mengungkapkan hal ini kepada orang lain, mereka bilang saya benar-benar bodoh, menyia-nyiakan kesempatan, membuang-buang waktu, dan pikiran tidak maju. gyahahahaa, terserah apa orang mau kata. saya punya misi-misi tersendiri di balik semua ini.

sama seperti yang dirasakan si frxs, teman saya yang lain lagi, saya merasakan masa-masa UN kali ini begitu datar, lurus, detak jantung normal, dan tidak ada pikiran macam-macam. pendek kata, UN tidak mengusik pikiran saya seperti kebanyakan anak-anak lain. why?

apakah saya pemalas? hahhaha, saya memang pemalas tapi bukan alasan untuk hal ini. dan jujur, saya diterjang banyak sekali masalah-masalah pelik (sebagai catatan, saya bukan orang yang terbuka sehingga saya tidak mau buang-buang waktu untuk menceritakan di sini) sehingga tak sempat memikirkan UN. mungkin ini bisa dijadikan alasan, tapi tidak cukup kuat bila dilihat dari sudut pandang orang yang tak mau tahu. atau saya terinfeksi oleh doktrin ivan illich? sebuah pemikiran yang menyatakan sekolah sama sekali tidak berguna. menurut pemikiran ivan, sekolah sama dengan menimba air dari sumur yang dalam, dengan susah payah pula, tetapi ketika kita mendapatkan seember air itu, malah kita guyurkan di tanah, bukan untuk mandi atau hal lainnya. pengalaman di kehidupan nyata dan aktivitas belajar secara otodidak lebih banyak mengajari banyak hal dari pada duduk di bangku sekolah dengan mendengar celoteh guru dan menjawab soal-soal yang monoton.

apakah saya mengikuti doktrin itu? saya setuju dengan pemikiran ini, tapi saya tidak menjadikannya sebagai alasan saya mengabaikan UN. seberapa pun bodohnya UN (dengan prosedurnya, contek-menyontek, bocoran soal, pengawas yang berbaik hati), UN tetap penting, setidaknya di negara kita sementara ini.

dan alasan teknis yang sama sekali tidak bisa dibantah yaitu pada hari terakhir UN di mata ujian ekonomi, saya mengisi lembar jawaban komputer dengan pensil 8B, sekali lagi 8B. orang bilang, “bagus tuh, kan 8B lebih bagus dari pada 2B”. dasar dodol, tentu saja beda dong, bahkan tidak ada label ‘for computer’. dan untuk masalah pensil 8B ini, saya memang sengaja. why? karena saya memang tidak yakin mengenai UN kali ini. dan karena waktu itu hari terakhir, mental saya sudah bobrok banget. jujur, saya setengah2, jurus kamekameha saya tidak bisa keluar seperti biasa.

yah, bagaimana-bagaimana saya akan membiarkan orang lain berpendapat sendiri-sendiri. mereka akan bilang, ‘dia kan bodoh, wajar nggak lulus’. hehehehe, it’s ok… mereka punya hak buat berpendapat.

dan buat teman-teman seangkatan lainnya yang tidak lulus, la tahzan. mungkin saya keterlaluan, karena yang lain mungkin akan pingsan dan diinfus tiga kantong, paling banter nangis sejadi-jadinya. hei, hei, hidup tak serumit yang dibayangkan orang-orang. lalui saja semuanya dengan enjoy.

dan rencana, saya akan mengulang di sekolah yang sama, balik lagi ke angkatan saya yang seharusnya. apakah saya malu? ya, tapi sedikit. kan saya punya alasan. muka tebal dong? ngawur…

end of file

saya tidak melanjutkan karena sudah jam 2 dini hari dan saya tahu besok saya ada sesi latihan jumpalitan (baca :parkour). elparkour (lombok parkour) yang dipelopori si frxs dan kawan2 sedang mencoba bangkit. meski anggotanya sedikit, esoknya kami tetap latihan dengan semangat. sementara anak-anak lain berseliweran keliling kota teriak-teriak dengan baju putih abu-abu yang dipilox warna-warni, kami sibuk lompat sana lompat sini, membuang tenaga kami sebanyak kami bisa.

ehem, mengenai lulus tidak lulus, berarti saya tidak menghargai pendidikan dong? hohohoho, itu jauh dari pembahasan. memang ada perasaan bersalah setelah saya menongton laskar pelangi berikut behind the scene-nya, juga interview dengan andrea hirata (duh, tua banget keliatannya si ikal).

masalahnya : seandainya saya dididik dengan cara dan visi misi sekolah yang hampir roboh itu, pastilah saya mencintai sekolah dan berjuang habis-habisan. tapi di sekolah saya (dan saya yakin begitu juga di banyak sekolah lain) saya tidak menemukan semangat itu. pendidikan di negara kita belum bermutu. hanya segelintir sekolah favorit dan itu pun biayanya masih jauh dari jangkauan masyarakat kelas menengah. yang saya temukan di sekolah saya : pembelajaran monoton dan guru-guru yang tidak sesuai dengan tugas mereka.

di sebuah sekolah, kita dicekcoki dengan semua mata pelajaran, pukul rata semuanya. padahal, di setiap diri masing-masing siswa ada bakat yang berbeda-beda, skill yang beda. misal saya suka sejarah, tetapi dipaksa menelan buku matematika. meski nilai sejarah mengkilap-kilap tapi matematika anjlok, kesimpulan wali kelas : you = goblok. benar-benar tidak menghargai kemampuan yang sebenarnya. sekali lagi pukul rata, semua mata pelajaran harus bagus…

ok, ada sedikit aib saya ceritakan di sini. pada hari ketiga, saya merasa bodoh sekali. pengawas dari sekolah lain mengizinkan kami saling contek, bahkan menyarankan demikian. seandainya saya adalah hollowman, saya akan melemparnya dengan sepatu saya plus kaus kaki yang baunya hangus. sombong dong? it’s ok. beberapa siswa memang tidak setuju dengan prinsip saya mengenai contek-mencontek : kalo nyontek, saya tidak yakin jawaban yang saya dapat itu benar, kalo dicontek, saya takut saya memberikan jawaban yang salah. mereka menganggap saya sok, aneh, jogang… gyahahaha, terserahlah. intinya, bagaimana pendidikan di negara kita mau maju kalau ujian saja seperti itu keadaannya. mental bangsa kita memang mental tempe, harus perlahan-lahan kita ubah.

hmmm, topik beralih ke aksi kejar-kejaran antara pelajar corat coret dengan polisi. kota saya jadi ramai hari itu. ada beberapa gerombolan konvoi corat-coret kesana kemari. suara kendaraan mereka meraung-raung. polisi juga sibuk ke sana kemari dengan mobil mereka yang kinclong. beberapa jalan di blokir. seru deh keliatannya. seandainya saya jadi si polisi, saya bawa senapan bius. tembaklah satu. kalo jatuh, ketangkep deh… kejam? hehehe, saya kan berjiwa psikopat… ujung-ujungnya para siswa itu ketangkep. di sekolah saya, mereka sudah dikumpulin, beberapa polisi berjaga-jaga. menurut gosip, yang ketangkep bakal digundulin. wah…wah…

cus waktu sesi latihan elparkour, seru juga. sebagai catatan, ini latihan pertama saya. sebeumnya saya hanya ikut nongton dan jadi kameramen. ternyata : parkour butuh tenaga ekstra. meski saya sudah pemanasan ala paskib, tetap saja saya cepat kelelahan. beberapa lompatan terlihat gampang, ketika mencoba malah jadi takut-takut, tapi ujung-ujungnya bisa juga. saya ingat si frxs gelantungan di pohon sebelum kami berangkat, terus dia lompat, eh kakinya mendarat di punggung saya (saya lagi jongkok). luar biasa menderita. waktu latihan, saya mencoba salto (tapi tangan tetap nyentuh tanah), saya pikir gampang kacang, tau-tau tulang ekor saya yang duluan mendarat. wadaauuuu…. geblek banget pasti keliatannya.

yah… hari itu memang agak berbeda.

TOR

aku

atau dia

tidak yang lain

seperti darah selalu merah

yang kedua tidak pernah ada

karena yang terakhir pasti selalu kembali

aku

atau dia

jarak masih mengambang

berhenti malam

satu

aku

atau dia

pun masih berharap

sudah hilang

angin

aku

atau dia

bukan siapa siapa

sakit rasa

patah

aku

atau dia

hanya mahluk tuhan

tersentuh maut

debu

tapi bumi manusia masih terus berputar

tanah-tanah berderak mengangkat daun

aku mesti berjuang habis

hingga mata melihat

atau dia

sirna

Ngomongin Tipi dan Musik?

Pertama saya mau nyerocos soal tipi (baca : TV). What’s wrong? Yang paling saya jengkelkan, tayangannya itu! Sumpah, saya merindukan bakabon, doraemon, pak senbe dan arale, ksatria baja hitam, p-man, dan kawan-kawan dari negeri matahari terbenam, eh terbit. Anda ingat kan saat2 itu? Setiap hari minggu pagi dari jam tojoh sampe dua belas, sepanjang taon, penuh dengan pilem-pilem kartun yang bikin males bersih2 rumah. Sekarang? Huek… Memang sih masih ada beberapa, seperti di globaltipi, tapi itu sedikit sekaleee.

Saya kesal karena generasi di bawah kita sekarang ini, yaitu adek2 kita yang masih kocet2 disodok matanya (hiperbola loh) sama sinetron cinta melulu (yang kebanyakan nggak mutu). Kan nggak pantas tuh? Masih mending anak2 suruh mengkhayal bagaimana kalo dia punya laci meja belajar yang ada doraemon dengan kantong ajaib, biar doi mikir2 kreatip apa benda ajaib yang kira2 muncul, dibanding mengkhayalin pacar monyet, belajar ngeres. Bah! Njrit! Dan buat stasiun tipi, balikin tu pilem2 kartun kita! *yihaa! lempar sendal*

Ajaibnya, kotak tipi ini dijadikan rujukan. Gimana sih bergaul yang baik? Liat tipi. Gimana sih pacaran yang baik (yaok?)? Nongton tipi. Gimana sih bertindak krimminal yang baek (gubrak)? Pelototin tuh tipi! Memang sih, tipi berperan juga dalam penyebaran informasi, dan membuat dunia lebih sempit, jadi kita bisa nengok sana sini dengan mudah. Itulah, yang orang-orang intelek sebut sebagai gombalisasi, salah ding, globalisasi. *menyentil sisi buruk globalisasi*

Coba bayangkan lima atau sepulu taon yang lalu, kalo ada sedikit saja tayangan yang aduhai gitu, eh udah digugat n dicekal. Sekarang? Buset.. Mah, jangan ditanya, iklan seronok gitu paling sering dimunculin sama stasiun tipinya, mungkin yang punya iklan bayar mahal. Tak dapat disangkal lagi, tipi adalah salah satu media perusak moral paling jitu, di samping sebagai media pendidik. Hei, wait… widot telebisien?

OK, saya pernah merasakan 7-8 bulan tanpa tipi. Habis, tipinya meledug gitu, ada api nyembrut dari belakang. Dari dulunya sih memang sering error. Nah, di masa-masa itu, saya memang agak ketinggalan informasi, dan awalnya tidak siap. Internet dan koran jadi pelarian saya. Waktu ada tipi lagi di kediaman saya, saya malah nggak ngeh. Saya menemukan bahwa internet (meski banyak pornonya) dan kertas tipis koran masih lebih baik dan banyak ilmunya dibanding tayangan tipi yang segitu-gitu doang.

Lihatlah Aceh. Dulu dikenal sebagai provinsi yang beda dengan yang lain, semua yang ada di sana islami. Tapi sekarang? Udah ada yang berubah. Dan kalo ada yang tanya pada saya (saya sebagai life observer, eh) saya akan bilang yang mempunyai peran terbesar dalam merubah Aceh adalah tipi. Ambil aja yang deket2 contohnya, bagi anda-anda yang tinggal jauh dari jakate (baca : jakarta), anda pasti menemukan beberapa temen/kerabat anda (atau malah anda sendiri?) bicara pake lo gua lo gua, apa lagi kalo nge-sms. siapa tuh yang ngajarin? ya tipi… saya gak bilang kalo ngomong lo gua lo gua itu jelek karena bahasa lo gua termasuk salah satu budaya indonesia, cuma nunjukin bahwa itu salah satu contoh penyebaran pengaruh dari kotak tipi. Yang lainnya bisa dipikirin sendiri. :P.

Pokoke tipi paling ngaruh. Why? Karena tipi murah meriah! *gelar dagangan, depele2, bli stu dapet dua!*. Betul kok. Liat aja ke permukiman kelas bawah, mana ada komputer (apa lagi dengan akses internet!) atau tumpukan koran (mereka tidak terlalu peduli dengan berita, wong cari makan saja susah). Paling tidak yang ada hanya tipi, tipi, dan tipi. bekas? paro belah dapet…

Ada orang dangdutan tuh, denger? Soal musik, saya kagum dan manyun perkembangannya yang super cepat. Balik lagi ke lima atau sepulu taon yang lalu.

Disklaimer : bukan berarti saya tidak suka musik. Saya seneng tuh denger unbelievable-nya craig david, lagunya bondan feat fedtublek, atau yang lebih melo, lagu titanik.

Anda pasti masih inget dan bisa ngebandingin. Apa bedanya? Sekarang dimana-mana ada musik. Di warung kopi ada musik, di sekolah ada musik, di kamar tamu ada musik, di kamar mandi? eh, kita sendiri yang nyanyi2…. *permisi, mau harakiri X( *

Yak, kayaknya bukan lagi musim musik, tapi selamanya musik terus. Semua begitu memuja musik. Sepertinya gadget kayak mp3player atau hp yang bisa muterin musik berperan besar dalam memasarkan musik. File2 mp3 bertebaran bak kacang goreng. Bebas donglot, hak cipta diinjek2. Kaset2 compo gak laku. Tayangan tipi lebih banyak nampilin musik. Kalo gak salah awalnya ada acara dahsat, inbok, dll, juga konser campur sari. Saya tidak tahu mana yang duluan muncul. Dan tiba-tiba acara-acara adu bakat tarik suara bermunculan, marak, mulai dari anak-anak sd sampai ibu2. Grup ben-grup ben baru mulai lahir, menambah daftar. Memang tidak ada salahnya. Tapi rasanya aneh sekali kalo semua orang beranggapan bahwa menyanyi adalah bakat yang paling istimewa dan mereka berlomba-lomba. Yui, ribuan orang ikut audisi macam ini. Sekali lagi, memang tidak salah, tapi bagi saya aneh. *megang erat2 buku UU yang mengandung kebebasan berpendapat*

Tapi musik punya kekuatan tersendiri. Sebuah lagu, kalo didenger secara kontinyu dan non-boring pada saat tertentu, untuk kedepannya kita akan mudah mengingat saat2 tertentu itu ketika lagu tersebut diputar. Bahkan bertaon2 setelahnya. Nggak percaya? Coba saja sendiri. Misalnya saya. Waktu masih kecil saya pernah liburan ke kampung di jogja. Lagu yang paling sering saya putar selama liburan itu adalah manusia bodoh. Dan bertaon2 kemudian saya mendengarnya lagi. Asli, saya langsung inget detail2 tempat di jogja (pada bagian ‘…yang biarkan semua… ini permainkanku berulang-ulang kali….coba bertahan sekuat hati–‘, langsung deh inget sama bau daun sirih yang tiap hari dikunyah jadi merah sama nenek saya)

Ada lagi, waktu komputer saya rusak gara2 cpunya jatuh dan plesdis saya ilang, selama dua bulan saya menggunakan penggantinya yaitu sebuah komputer tua, acer builtup pentium satu dengan hdd sebesar 120 mb dan ram 64. Asli jadul dah. Karena kondisi komputer gitu, saya install damnsmalllinux (distro supersmall, hanya 50mb!). Dan satu2nya file mp3 yang ada di hdd itu hanya ‘cinta ini membunuhku’ yang waktu itu baru kelar sama Demasip. Yak, selama dua bulan membosankan itu, saya hanya denger2 lagu itu doang dengan xmms yang legendaris lewat spiker cempreng. Nggak boring? Hohoho, jelas boring tapi ndak ada lagu lain karena plesdis saya tidak pernah ditemukan jadi saya tidak bisa tambah2 lagi. Dan sekarang, ketika saya sedang mengetik tulisan ini di mekbuk tua dengan blankon tercinta sebagai os-nya, saya memutar lagu ini. Saya langsung inget masa menderita saya dengan DSL, ngerjain tugas skul pake ted, wordprocessing super kuno, katro, dan jadul abis (tapi berguna). Saya langsung inget dimana saya terpaksa lebih sering ngetik2 di terminal buat kelola file dari pada filemanager gui-nya yang rada membingungkan. Langsung inget dimana saya terpaksa melototin acara booting mode teks khas knoppix setiap nyalain dan matiin komput. Dan yang paling kerasa, inget gimana cara make fluxbox yang bener. Tapi di sinilah masa saya belajar keras tentang linuk dengan hardware pas-pasan, belajar perintah2 cli dan konfig jaringan LAN (untung acernya ada colokan UTP). Tengs berat buat si acer jadul, kamu keren deh, masuk gudang sana… Tengs juga buat damnsmalllinux, teruslah mengecil!

Tak sadar, begitu cepatnya dunia berubah. Teknologi bermunculan. Bayi2 lahir melebihi kuota. Ekonomi anjlok. Konspirasi besar2an. Moral bergelindingan bak buah dari jatuh dari pohonnya. Krisis. Krisis. Sudah terlambat untuk jadi pahlawan.

begitulah…


This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net

RSS latest post @ blog.pdft.net

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 354,157 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji