Rubik’s Cube Status = Solved

untuk panduan menyelesaikan rubik, silakan merujuk ke sini. english only, sorry. tapi cukup mudah dimengerti kok.

masa bodoh dengan makna sebenarnya dari obsesi. akhir-akhir ini saya terfokus pada satu hal, yakni rubik. apa itu rubik? bagi yang belum tau, ini adalah mainan kotak-kotak setiap sisi terdiri dari sembilan kotak dan semuanya sisi bisa diputar bebas. cara memainkannnya adalah mengacaknya, lalu mengembalikan ke keadaan semula, yakni semua sisi warnanya sama/teratur. keliatannya gampang ya? tapi sebenarnya TIDAK SEMUDAH YANG ANDA BAYANGKAN bila anda baru mengenalnya. mainan kubus ini adalah mainan terlaris sepanjang masa kedua setelah boneka teddy bear. di dunia ini, banyak sekali orang yang memilikinya, namun sedikit yang bisa menyelesaikan. dibuat oleh erno rubik pada tahun 90-an dan akhirnya dijual luas ke seluruh dunia.

done

rubik 3x3x3. yang kiri udah solved, yang kanan masih acak.

sebelumnya saya menempatkan mesin cetak koran sebagai benda paling menakjubkan di dunia ini. tapi kemudian anggapan itu bergeser ketika saya melihat sebuah kubus rubik 3x3x3 milik seorang teman di sekolah saya. mekanisme dalam kubus rubik sungguh brilian. saya membeli kubus seperti itu 3 bulan kemudian. harganya tujuh ribuan dan saya menghabiskan 2 minggu untuk belajar (dan masih belum berhasil). setelah itu kubus rubik murahan itu rusak (dan terbongkar hingga saya tahu cara kerjanya), dan hilang (mungkin dicuri). saya membeli lagi, kali ini lebih mahal, seharga lima puluh ribuan. lalu saya merasa bodoh, untuk apa saya membelinya namun pada akhirnya saya tidak bisa menyelesaikannya? saya harus bisa. setelah tiga minggu kerja keras membiasakan diri dengan mainan ini, juga menghafal algoritma yang tidak pendek, saya berhasil menyelesaikannya. menyusul kakak saya yang nyengir kuda karena juga berhasil menyelesaikannya. hal lain yang saya temukan pada mainan ini adalah betapa mudah sekali untuk menjadi orang yang sombong dan sok tahu. saya melihatnya pada diri saya dan orang lain.

saya : (bermain rubik sambil menunggu antrean di kantor pajak. tidak ada maksud mencari perhatian, tapi menunggu di sini sungguh menjengkelkan, jadi saya memainkannya dari pada bengong melulu)
orang kantoran di sebelah saya : (melirik2) heh…
saya : (menoleh)
orang kantoran : gitu aja ndak bisa…
saya : (senyum jengkel) sulit memang… (“saya hanya butuh dua menit lagi buat nyelesein ini, biar dia tau!”)
orang kantoran : sebelum kamu lahir, mainan kayak gini sudah ada. saya punya dulu, dari kayuk.
saya : (mengangguk2 supaya tidak dikira mengabaikan)
orang kantoran : meh, saya selesein… (mengulurkan tangan)
saya : lagi dikit kok… (“tinggal satu layer!”)
orang kantoran : (mengambil dengan lembut, lalu mulai mengutak atik sambil senyum)
(sepuluh menit berlalu dan wajah si orang kantoran berubah jadi kesal)
saya : (nyengir penuh kemenangan)
orang kantoran : nih… (mengembalikan kubus lalu berjalan menuju kasir pelayanan)

saya mendapati kubus itu jauh lebih kacau dari sebelum saya memberikan pada orang itu. di sisi lain saya ingin orang itu tidak pergi dan menyaksikan bahwa saya bisa menyelesaikannya. agak sulit untuk tidak bersikap sombong, semua orang juga begitu. pada akhirnya saya lebih sering lagi menerima ucapan, “ah, gampang… maeh…” dan tak seorang pun menyelesaikannya.

minggu berikutnya saya tertarik dengan apa yang disebut speedcubing, yakni menyelesaikan kubus rubik dalam waktu yang sesingkat2nya. di situs resmi, rata-rata rekor adalah di bawah dua puluh detik. saya tidak percaya dan membuktikannya di yutub. betapa cepat jari-jari speedsolver bergerak. saya mulai belajar finger tick dan melubrikasi kubus saya supaya cepat dan mudah diputar. saya memainkannya setiap hari dan dengan bantuan komputer, (tombol spasi di keyboard sebagai stackmat) saya mencatat waktu-waktunya. dari tiga menit, dua menit, akhirnya saya berhasil selesaikan dalam waktu 84 detik.

kemudian perhatian saya beralih ke blindfold. yakni menyelesaikan kubus rubik tanpa melihat, hanya mengandalkan ingatan mengenai posisi-posisi warna.. saya pikir itu juga tidak mungkin. tapi video2 di yutub membuktikan bahwa banyak orang yang bisa blinfold, termasuk beberapa orang dari indonesia. saya mencoba dan sampai sekarang hanya bisa menyelesaikan satu layer (satu sisi teratur), setelah itu ingatan tentang warna lain hilang begitu saja.

setelah bosan, saya dapati ada yang lebih menyeramkan dari kubus rubik 3x3x3, yakni 4x4x4 dengan nama kode revenge. wow…. saya ragu bisa mengerti rubik revenge dalam waktu sebulan. lalu ada 5x5x5, 6x6x6, dan 7x7x7, juga 2x2x2. yang 4x4x4 saja harganya 175 ribu. cukup menguras kantong. kadang saya kesal sendiri dengan kubus yang sekarang saya miliki, kadang kadang pop (kotaknya terlepas keluar saat diputar dengan kecepatan tinggi) dan juga macet. tapi yang kubus 3x3x3 yang original harganya hampir 130 ribu. wah, lebih baik saya beli satu seri lengkap LOTR. belinya ditunda dulu. tapi kata banyak orang, rubik original tidak mudah pop, apalagi rusak, dan sering dipakai di lomba-lomba speedcubing.

jadi, dimana saya mendapatkan rubik? anda bisa mendapatkannya di toko mainan. mungkin yang dijual di sana harganya sekitar lima ribu sampai dua puluh. itu harga untuk kategori cepet rusak dalam satu-dua minggu. harga lima puluh ribuan untuk yang seperti milik saya, warnanya putih, plastik dan pegas yang lebih baik. dan di atas seratus ribu untuk rubik-rubik kelas atas, original, eastheen, V-cube, dan DIY (kebanyakan speedcuber pakai kelas ini). bila menginginkan yang original, bisa merujuk ke lapak rubik si virkill, salah satu cubesolver yang cukup berpengalaman dari indonesia. harga yang ditawarkan cukup murah, lebih murah dari harga aslinya.

yah, siapa saja bisa menyelesaikannya bila mau sedikit berusaha. dan prosesnya itu sungguh mengasyikkan. kita bisa bila kita pikir kita bisa, jadi, pikirkan saja bahwa kita memang bisa.

10 Responses to “Rubik’s Cube Status = Solved”


  1. 1 Iway 27 September 2009 pukul 11:57 PM

    wah ada pecinta rubik juga neh, kayanya lagi butuh pertolongan supaya bisa sub 30? atau tertarik ingin mendalami blindfolded?
    semua itu gampang asal ada kemauan..
    bagi yg tinggal di kota mana aja bisa ngumpul bareng komunitas rubik kok, kita udah buat wadahnya juga untuk yg tingkat nasional namanya National Speedcubing Association (NSA) dimana pada Agustus lalu sukses ngadain kompetisi rubik bertaraf internasional pertama kali di Jakarta, dengan salah satu hasilnya yg mengagumkan yaitu membuat Rekor Dunia no. 2 main rubik multi blindfolded 11 rubik dengan mata tertutup.
    bagi yg mau gabung forumnya juga bisa tanya2 segala hal tentang puzzle ini di http://www.rubikku.ning.com
    mari kembangkan komunitas rubik lokal..
    see you at the floor or via the web, cheers!!!

  2. 2 piko 13 Oktober 2009 pukul 6:23 PM

    hmm….baru saja berhasil blindfold 3x3x3. tapi sub 30 tidak pernah berhasil.:(

  3. 3 virkill 30 Oktober 2009 pukul 4:17 PM

    Hahaha… cerita lucu di kantor pajak tuh…

    Good article bro…

    Makasih udah ngelink ke virkillstore.🙂

  4. 4 piko 30 Oktober 2009 pukul 11:34 PM

    yoi, sama-sama, mas virkilL!

  5. 5 MbahMeong 4 November 2009 pukul 2:52 AM

    Koreksi dikit rubik kubus udah ada sejak awal 80-an bukan 90-an, gw dulu juga sering maen waktu sd . Dapatnya dari Om saya yg pulang dr Amrik sayang maenannya udah ilang entah ke mana. Kemarin waktu Googling nggak sengaja ketemu ama situsnya Bung Virkil mengenai rubik eh….jadi kengen lagi ama maenan masa kecil dulu he…he…he….. Mungkin waktu gw maen Bung Virkil ama Bung Piko belon pada lahir kale……
    Dulu belon ada tutorial kayak skrg wong komputer ama internetan aja belon ada….lagian yg maen baru sedikit. Gw aja waktu pertama kali maen butuh waktu ampe 1 jam baru bisa…Rekor tercepat waktu itu cuman sekitar 2 menitan kalo nggak salah . Waktu ada wabah game&watch serta nintendo gw udah kagak pernah maen kubus lagi ampe sekarang. Eh … nggak taunya sekarang malahan udah berkembang pesat pake teori solving macem2 pula . Moga2 aja perkembangan rubik makin pesat di tanah air shg membuat bangsa Indonesia tambah pinter (khan kunci permainannya ada pada logika). kalo gw dulu itu maennya cuman utk fun2 doang biar kagak stress he…he…he….))

  6. 6 piko 6 November 2009 pukul 11:39 PM

    iya, salah. yang bener taon 1974, dikomersilkan taon 1980. (sori bro, nilai ilmu sejarahku selalu anjlok)

  7. 7 deny 22 Maret 2010 pukul 2:13 PM

    welehweleh,,,,konyol kkisahmu ko,,,tp gk jauh beda ma kisah sy wktu ngantri di bank…..hehehee

  8. 8 firman 18 Juli 2010 pukul 10:05 AM

    rubik njelimet yang 3x3x3 tapi bentuk kubiknya beda2 itu namanya apa y?

    /

  9. 10 Linda 19 Desember 2010 pukul 10:57 AM

    Waaah ane jual rubik juga loh🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 317,557 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji

%d blogger menyukai ini: