Putus Nyambung

ngetik lagi nih…

saya lupa cerita sedikit tentang keseharian. yah, memang bukan kebiasaan saya untuk berbagi cerita, tapi kawan-kawan bilang saya harus menumpahkan gelas. jadi, inilah dia, toh blog jadi terupdate.

setelah 5 bulan jadi disener grapis di sebuah perusahaan percetakan, saya berhenti mendadak. tanya kenapa? tetangga kanan kiri ribut, ayam berkokok malam-malam, dan ban sepeda saya gembos. akhirnya Big Bos saya bertanya takzim, “Kau kenapa berhenti?”

“Capek,” saya bilang.

Aha! Jadi esoknya saya ndak masuk kerja. Tidur sampai puas di atas kasur. Ngoprek komput sampai ngantuk. Baca buku seharian (Isildur yang tertunda). Minum susu bergelas-gelas. Dan bila pagi datang, tidak perlu lagi saya menengok-nengok si swiss army sambil mengeluh, “aduh, telat”.

Beberapa orang bilang keputusan yang saya ambil ini bodoh sekali. Apakah gajinya kurang?  hoho, saya bisa berfoya-foya loh. Rekan kerja yang menyebalkan? Tidak, semua orang baik-baik. Pemerintahan tangan besi? Tidak juga. Saya hanya lelah. Kerja dari pagi sampai sore (pagi saya sering telat, sengaja atau tak sengaja). Dan ada aturan baru yang mulai berlaku, entah bagaimana munculnya. Saya baru boleh pulang jika pekerjaan telah selesai. Hmmm, rekor yang pernah dipecahkan, saya pulang jam dua malam. Dan saya bekerja 6 hari seminggu. Hanya ada hari minggu pelipur lara. Itu pun kadang terganggu job sampingan.

sekarang pengangguran dong? Ndak! saya masih kerja lepas, pesanan disen dan servis sana-sini. dan alhamdulillah masih lancar dan masih bisa ngenet berlarut-larut.

Setelah seminggu merasakan ketenangan yang luar biasa (hampir mendapatkan aufklarung), Bos saya nelepon.

“Eh, datanglah ke kantor. Blablabla”. Intinya, saya diminta menyelesaikan beberapa urusan tersisa dengan perusahaan tersebut. Memberi tahu dimana saya meletakkan file-file penting dan mengatasi beberapa masalah-masalah.

Jreng! ternyata bos saya belum mendapatkan pengganti posisi saya. alhasil, kantor kacau balau. order-order tertunda dan dioper sana sini. saya jadi tidak enak dan malu. Bos saya berdehem-dehem. Saat saya datang, kami saling diam dan saya menyelesaikan semuanya terburu-buru.

dan dugaan saya benar, mengenai bahwa bos saya berusaha menarik saya kembali. saya ditawari kenaikan gaji. tapi itu tak membuahkan hasil. akhirnya ditawari kontrak freelance, dipanggil saat dibutuhkan. tawaran terakhir terlihat menggiurkan, jiwa freelance saya bangkit. tapi toh saya cuma senyum-senyum tanpa arti.

Esoknya, saya ditelepon lagi, diminta datang ke kantor untuk bantu layout cetakan buku. aduh… dikiranya saya setuju. saya benar-benar lelah!

Dan ditelepon lagi, “Ko, dateng ke kantor”. Aduh! Saia ingin tidur selama satu abad!

Tapi saya datang.  Akhirnya… Yeah, piko is back!  T_T

Terus, salah seorang paman saya celoteh, “kok berenti kerja, susah tau dapat kerja. terus kamu kenapa ndak KULIAH? KULIAH makanya, biar bisa kerja kayak oom.”
aduh. aduh. aduh. sakti sekali kata yang satu ini.

yah, dan ini ada sedikit jepretan bodoh.

RAWR!!!

RAWR!!!

I AM RAWR! RAWR! GRRR!

tuh kan, bloon…

2 Responses to “Putus Nyambung”


  1. 1 fraxis 21 Desember 2009 pukul 12:48 PM

    yg seperti ini yg saya tunggu…cerita sehari!…ah, jadi pengen….

  2. 2 Willy 22 Desember 2009 pukul 4:38 AM

    Ack! My eyes!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 317,391 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji

%d blogger menyukai ini: