Arsip untuk Januari, 2010

ujung yang tak rata

kemarilah, dengar.

buatlah aku mengerti, kawan, mengapa aku berdiri di ujung yang tak rata dan rentan patah ini? siapa yang membawaku kesini? mengapa?

hanya kau yang tahu, dood. namun kenyataannya, aku tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, atau…

setiap pagi, atau mungkin siang, bahkan malam, aku terbangun dan selalu bertanya-tanya. mengapa aku masih hidup? mengapa aku bangun lagi? dan jika aku diharuskan mengulang hari-hari panjang, mengapa aku tidak boleh merubahnya sedikit saja? sedikit saja, kawan. hanya sedikit. sedikit.

tidak boleh.

karena takdir?

benar, karena takdir.

tapi hati kecilku menjerit.

aku berdiri di sekeliling orang lain, yang kukenal maupun tidak. dan aku mengulurkan tanganku ke segala arah dan berputar-putar seperti baling-baling, kemana saja angin bertiup, namun tak melebihi batas-batas yang kutetapkan sendiri. ini memang definisiku, kekuasaan tak tergugatku, tidaklah keluar dari lingkaran sempit. tali-tali kusutku menjalar tak jauh, kerukut namun kuat. tetapi siapa yang akan mengulurkan tangan untukku? kau?

baling-baling berputar sangat cepat dan tanganmu akan terluka. jadi, tak seorang pun akan mengubah yang sedikit itu.

atau ketika aku jatuh, kawan. alfred bertanya, mengapa kita terjatuh? tapi batman tak menjawab. sang penanya sendiri yang menjawab, agar kita bisa belajar untuk bangkit. tapi aku tidak pernah lulus di bagian ini, tidak sekali pun.

tik. tik. tik. setiap kulirik jarum detik yang kaku dan konsisten, helaan nafasku selalu bertambah berat. topengku hampir luntur. kau mau melihatnya? lihatlah lemari kacaku karena aku mengoleksi cukup banyak dosa. tidak bersih tapi rapi.

jadi mengapa aku masih di sini? tidak melangkah untuk menggeser lemari itu?
aku sudah berusaha keras menjadi orang baik dan normal. kuharap itu cukup.

tik.
tik.
tik.

menunggu?

tik.

huh!
faktanya, aku adalah orang yang senang menunggu, atau orang yang memaksakan diri untuk senang menunggu, atau…

aku bernafas di depan cermin, dan menggambar diriku di uapnya. jika aku tidak suka, aku tidak perlu menghapus gambar itu, karena ia akan hilang dengan sendirinya. itulah masa depanku.

hei, mengapa orang lain melakukannya sementara aku tidak? mengapa orang lain memilikinya sementara aku tidak? mengapa orang lain begitu sementara aku begini? mana bagianku? mengapa di mataku semuanya selalu terlihat tidak adil? apa?kau mau menyuruhku menoleh ke belakang dan mengamati “orang yang tak lebih beruntung” dariku?

jika aku terbang, selalu ada yang merusak sayapku. bahkan ketika hati berbunga-bunga, selalu ada yang memotong tangkai-tangkainya. untung saja akarnya masih ada. hahaha.

dan mengapa tanganku kesakitan? seseorang menarikku dan seorang lagi menarikku di sisi yang lain.
mengapa aku terlihat kesepian (aku tidak merasa sepi)? kedua orang itu sudah beranjak pergi, meninggalkan bekas di lenganku dan membuat lingkaran khusus yang sangat-sangat sempit untukku. jadi buatlah aku mengerti, kawan, mengapa? haruskah aku dikutuk hanya karena melangkahi garis lingkaran itu?

ya, kamu akan dikutuk.

tetaplah di sana.

jangan bergerak.

oke.

baiklah, ini yang terakhir. setiap malam aku menengadah, dan bertanya-tanya seolah umurku 5 tahun. semua ini mengagumkan, sungguh! mengapa ada itu di sana? mengapa ada bintang di langit? atau bulan? atau awan? atau apa saja. atau, mengapa ada kau di sampingku? bukan. pertanyaannya bukan itu.

mengapa aku ada?

orang-orang selalu bertanya pada Tuhan, tapi aku tidak berani.

aku melooping lagi, maaf. buatlah aku mengerti, kawan, mengapa aku berdiri di ujung yang tak rata dan rentan patah ini?
siapa yang membawaku kesini?

bukan di sini, ujung penantianku bukan di sini. aku memang masih belum bisa berdiri tegak, tapi aku akan melangkah, atau bahkan merangkak, atau…

aku harus berhenti bertanya-tanya, waktuku sempit.

Iklan

non-lucky solve 00.43.88 :(



ini bonus, file lama. stopmotion loh, capek buatnya. 🙂

koleksi distro

sampai januari ini, koleksi saya ndak bertambah banyak.

  • opensuse 10.2 (4 cd)
  • opensuse 10.3 (dvd)
  • opensuse 11 KDE
  • PC-BSD (ndak tau versi berapa)
  • FreeBSd
  • Archlinux
  • RHEL AS 4 (ngapain punya ini? salah beli waktu jalan-jalan di bali)
  • fedora 8
  • fedora 9
  • fedora 12
  • debian lenny (woof! bangga banget punya ini. hahahaha)
  • knoppix 3.6 (ini distribusi linux kedua yang saya sentuh)
  • knoppix 5.x
  • PCLinuxOS dari Majalah PC Media (ini distribusi linux kedua yang saya sentuh)
  • IGOS Nusantara 3 RC2
  • Ubuntu 7.04, 7.10, 8.04, 8.10, 9.04, 9.10.
  • Kubuntu 8.10, 9.04, 9.10.
  • Xubuntu 8.10
  • Ubuntu Me
  • Zenwalk 5.2
  • Backtrack final 3
  • Slax
  • Slackware 12.1
  • Blankon Lontara, Meuligo, Nanggar
  • Vixta
  • Linux mint 4.0
  • Linux mint 6 KDE
  • Vector Linux 5 SOHO
  • Moolux
  • Puppy Linux seamongkey
  • Damnsmalllinux 3.3 dan 4.4
  • symphony linux
  • centOS 5.2
  • Mandriva 2008, 2009, 2010
  • Sam linux
  • PCLinuxOS 2007
  • elive
  • PCOS
  • Tinycore 1.2

Repository

  • Ubuntu Hardy Heron (3 dvd, ada yang ilang T_T)
  • Ubuntu Intrepid Ibex (6 dvd)
  • Ubuntu Jaunty Jackalope (6 dvd)
  • Ubuntu Karmic Koala (7 dvd)

semuanya hampir seratus keping. woof, sampai ada yang sembunyi di kolong tempat tidur.

Rubiks Finger Syndrom

woof, blog…

awal kisahnya, temen saya minjem rubik storebrought saya tersayang, si kotak bengkok (namanya memang demikian karena cubiesnya pada bengkok sering saya banting kalo solved, purak-purak pakek stacktimer gitu -_-). saat rubik mahal ini balik ke tangan saya, putarannya jadi keras sekali dan saya kira rusak. saya hampir marah. teman saya bilang si kotak bengkok dikasi WD40 dan dia heran kok malah jadi macet, bukannya tambah smooth putarannya. WD40 man! jogang kamu…

jadi saya bengong saja terima si rubik. saya coba mainin, jari-jari saya jadi sakit karena putarannya yang sangat berat. 😦

terus saya bongkar laci dan nemuin 2 rubik lama yang lain. 2 rubik whitebase ini, meski putarannya sangat ringan dan cocok untuk speed, stikernya udah pada lepas dan satu dijadiin void. buat stiker sendiri? capek. pesan stiker baru? walah, saya lagi nabung buat beli gagang kaca mata baru. jadi si kotak bengkok tetep saya jadiin primary cube. meski kalau kopdar anak-anak rubik mataram, saya sering minjem cube mereka buat ngerace. ah, malu.

alhasil, jari-jari saya sakit. lihat, kawan.

jari saya kurus dan keriput, ndak kayak gini

jari saya kurus dan keriput, ndak kayak gini

akhir-akhir ini, sering sekali saya paksakan ngerubik meski jari sakit, untuk mengejar target sub 30 (sekarang masih 45). yah, ada ego juga sih buat kompetisi dengan kawan-kawan cuber lain. dan akibatnya fatal sekali. saya hampir ndak bisa pegang sendok kalau makan. kalo ngetik juga jadi payah. speedtype saya turun jadi dari 60 ke 45WPM, ndak kayak mas chilwin yang sampai 100 kata per menit (woof!). dan yang pasti, saya ndak bakalan bisa maen kelereng (woof, udah 4 taon ndak maen kelereng).

kadang saya berusaha menahan diri. saya mendapati semangat ngerubik saya ndak sebanding dengan keadaan jari saya.

jadi?

jadi, saya harus mengistirahatkan jari-jari saya. ngerubiknya OH dulu pakai tangan kiri. 😦

dan putaran si kotak bengkok masih berat. 😡

si kotak bengkok

si kotak bengkok

roy suryo [censored]!

gw sebagai blogger mengutuk si roy suryo. si ahli “telematika” banyak tingkah dan sok tahu.

http://www.detikinet.com/read/2010/01/25/111139/1285328/398/roy-suryo-serang-ruby-alamsyah-lewat-sms

Clue MatiBeku.com Stage 1

yah, mungkin sudah telat sekali, karena matibeku sudah lama sekali dibuat. tapi masih banyak pemain mayatbeku yang baru. 🙂

awalnya saya main notpron, tapi langsung nyerah. terus main matigosong, langsung gosong. dan tempo hari, si anggarda kasi tahu soal matibeku.com. woof, saya cobain dan akhirnya  ketagihan. teka-tekinya menyenangkan bagi saya.

Stage 1 sangat-sangat mudah dan menyenangkan. Tapi ujian naik kelasnya agak sedikit berbeda. Stage 2 lumayan dan lebih menyenangkan. Stage 3? Nah, disinilah saya stuck, mabok, matibeku total pada level 32. Untuk saat ini, clue stage 1 dulu. saya akan memberikan petunjuk yang mengarah pada cara mendapatkan jawaban, bukan jawaban itu sendiri. ntar takut dimarah pak wangsa. hehehe. kalo belum pernah buka matibeku, coba dulu deh. ini sekilasnya.

MatiBeku.com adalah sebuah situs Online Game bertipe Riddle. Di sini, Anda akan ditantang untuk melatih kecerdasan dan kreativitas Anda!

MatiBeku.com terdiri dari berbagai macam level, setiap level memiliki soal tersendiri. Tak jarang, satu level bisa terdiri dari beberapa lapis. Pada umumnya, setiap level memiliki cara jawab yang sama, yaitu dengan mengganti URLnya. Misalkan Anda sekarang berada di http://www.matibeku.com/gameon/astaga.html, dan Anda percaya jawabannya adalah iseng, maka Anda mengganti kata astaga dengan iseng, menjadi http://www.matibeku.com/gameon/iseng.html. Jika jawaban terdiri dari 2 kata, misalnya mati membeku, maka Anda cukup mengganti nama file menjadi matimembeku (penulisan digabung, tanpa spasi).

Tidak setiap level memberikan jawaban yang langsung, kadang-kadang Anda akan diajak berputar-putar dan melewati lapis-lapis tertentu. Google (atau situs search engine lainnya) ataupun Wikipedia (ataupun situs ensiklopedia lainnya) dapat membantu Anda dalam menyelesaikan sebagian besar level.

Untuk mengerjakan soal-soal di riddle ini, kemungkinan Anda membutuhkan program IZArc (untuk membuka file rar atau zip), Paint atau GIMP (atau program pengolah gambar lainnya), Notepad (atau program pengolah teks lainnya), OpenOffice.org (atau program word processor atau spreadsheet lainnya), Web Browser (pastikan dapat membuka source dari file html), dan lain-lain.

Jika Anda merasa kesulitan, Anda dapat mengunjungi forum resmi MatiBeku.com. Jangan malu-malu atau berpikir, “Saya tidak butuh bantuan!” Mungkin saja, pada suatu saat, mungkin Anda akan butuh bantuan 🙂

Selain itu, jika Anda menemukan bug/error/link yang tidak berjalan di MatiBeku.com, atau jika mungkin, ada kepentingan lainnya, seperti pemasangan iklan dan lain-lain, Anda dapat mengontak kami lewat halaman kontak.

Akhir kata, kami ucapkan selamat bermain, hope you enjoy your stay here!

Nah, kelihatannya menyenangkan yah? langsung deh klik tu,  http://matibeku.com/gameon/mulai.html.

STAGE 1

Level 0 = pikirkan kata yang seharusnya ada di ******.

Level -1 =  liat dari atas ke bawah. lihat paling atas di layar monitor anda.

Level -2 = lihat lagi dari atas ke bawah. sedikit tambahan nonjok > mengapa level ini semakin tinggi malah semakin minus? karena kita memang akan dibuat membeku pada akhirnya.

Level -3 =  klik kanan, view source (untuk firefox). baca baik-baik, ada sesuatu.

Level -4 =  balik ke matibeku.com, halaman utamanya. baca-baca, coba.

Level -5 = sekarang jadi dua kata, baca lagi halaman utamanya.

Level -6 = pakai kalkulator untuk konversi. anda bisa mencoba di sebuah file html. <body bgcolor=#kode di sini>. warna apakah itu?

Level -7 = siapakah nama sebenarnya dari file gambar itu? lihat daleman (lihat source)

Level -8 = lihat dari atas ke bawah. apakah yang hilang?

Level -9 = lihat daleman, cari di om dan tante. setelah dapatkan nama belakangnya, ganti marganya dengan ekstensi lain. ekstensi ini bisa dibuka di semua browser, di semua sistem operasi apa pun. sangat universal.

Level -10 = tanya om. belajar googling.

Level -11 = kembali ke jalan yang benar, anda pasti mengerti. googling saja.

Level -12 = teriakan itu ada di olahraga apa? googling saja.

Level -13 = ini benar-benar berbeda. saya sendiri stuck 2 jam di sini. matikan yang hidup. hidup = on. periksa layar monitor anda, jika ada yang hidup, buat dia mati.

Naek kelas! horeee…

Nah, sampai di sini dulu. jika saya lolos stage 3, nanti tulis clue stage 2. selamat berjuang, mayatbeku! 🙂

Lelaki Hujan

Di atas tembok, di sudut jalan ini, dia duduk seperti biasa.

“Ini lain,” katanya, “Berbeda…”.

Lelaki itu tidak lagi mengeluh setelah hujan mengguyurnya lebih deras lagi.

“Dimana perbedaannya?” kata hujan.

“Sikapku”, lelaki itu menengadah puas, mengusap wajahnya, lalu membiarkannya diterpa deras hujan. Agak sakit, geli, tapi ia senang.

Tetapi hujan tidak senang, ia hembuskan angin-angin dari utara dan lelaki itu menggigil sampai ke kakinya.

“Oh… Hentikan,” pinta lelaki itu. tangannya bersedekap dan rahangnya mengeras. Bajunya hanya kulit semu di tubuhnya, basah dan tidak berguna.

“Kamu menjengkelkan akhir-akhir ini. Maukah kau dengar kisahku, kawan?” kata hujan.

Di antara getaran gigilnya, lelaki itu mengangguk cepat.

“Aku juga punya. Aku cinta pohon-pohon, semua yang berdaun dan hijau, yang tumbuh dan berakar. Satu atau banyak, besar atau kecil, aku mencintai mereka semua.”

dan hujan terdiam, ia gerimis, seperti samar.

“Hanya itu?” tanya si lelaki kecewa. Lelaki itu berpikir, bahwa kisah itu tak sebanding dengan kisahnya, tak sehebat kisahnya. Ia menunggu, dan saat tubuhnya hampir mengering karena angin, awan kelabu sudah merangkak ke tenggara dan bintang-bintang muncul satu persatu. tidak ada bulan malam ini.

Esoknya, ia duduk lagi di atas tembok berlumut itu.

Hujan menyapanya dengan tetesan besar satu dua, lalu lebat dengan cepat.

“Terima kasih,” gumam lelaki itu, membungkuk agar punggungnya basah terlebih dahulu.

“Dan,” kata hujan, “Pohon-pohon itu tumbuh dengan baik, sebagian besar, sesuai harapanku. Mereka tahu itu aku. Mereka tahu siapa aku, sang hujan yang baik, pembasah tanah-tanah kering, penyubur akar-akar keras, penghijau daun-daun yang berdebu. Mereka tahu. Tapi mereka tidak pernah memberikan apa pun padaku, setidaknya balas jasa atau sekadar kata-kata. Tidak ada, kawan. Aku tak mengerti bahasa mereka. Tapi aku tetap senang dan cinta. Aku tidak bisa memiliki mereka, tapi dengan sendirinya mereka memilikiku tanpa mereka sadari. Aku hanya memberi, tak meminta. Aku cinta tidak untuk dicinta.”

Lelaki itu jelas tersinggung. Ia turun dari tembok, mengacak-ngacak rambutnya, menciptakan hujan kecilnya sendiri, dan melangkah ke ujung jalan.

“Aku tidak akan meminta maaf,” kata hujan.  Langit kelabu berkilat-kilat, hujan  mengeluarkan guruh yang khas, keras dan padat, memanggil kembali si lelaki.

Lelaki itu mempercepat langkahnya namun hujan mengikutinya.

“Kamu tidak bisa seperti ini terus,” tegur hujan, ia gerimis lagi karena bosan.

Lelaki itu jelas marah, karena ia berhenti dan menengadah ke atas, genggamannya erat.

“Aku masih bisa bertahan,” ia bersikeras.

“Tidak,” desah hujan, dan ia menurunkan jutaan tetesannya yang paling deras, tiba-tiba, tidak biasa, dan ganas. Lelaki itu takut dan menurunkan dagunya, pucat.

Esoknya, tidak ada sosok yang duduk di atas tembok itu. Lelaki tempo hari ada di bawah atap tempat tinggalnya, meringkuk dalam selimutnya, berkutat dengan flu, dan menyusun kata-kata untuk surat terakhir yang harus ia tulis, seperti saran hujan.

Sementara di luar sana, hujan bermain-main dengan kekasihnya, daun-daun hijau muda.


This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net

RSS latest post @ blog.pdft.net

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 354,157 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji