Rubiks Finger Syndrom

woof, blog…

awal kisahnya, temen saya minjem rubik storebrought saya tersayang, si kotak bengkok (namanya memang demikian karena cubiesnya pada bengkok sering saya banting kalo solved, purak-purak pakek stacktimer gitu -_-). saat rubik mahal ini balik ke tangan saya, putarannya jadi keras sekali dan saya kira rusak. saya hampir marah. teman saya bilang si kotak bengkok dikasi WD40 dan dia heran kok malah jadi macet, bukannya tambah smooth putarannya. WD40 man! jogang kamu…

jadi saya bengong saja terima si rubik. saya coba mainin, jari-jari saya jadi sakit karena putarannya yang sangat berat.😦

terus saya bongkar laci dan nemuin 2 rubik lama yang lain. 2 rubik whitebase ini, meski putarannya sangat ringan dan cocok untuk speed, stikernya udah pada lepas dan satu dijadiin void. buat stiker sendiri? capek. pesan stiker baru? walah, saya lagi nabung buat beli gagang kaca mata baru. jadi si kotak bengkok tetep saya jadiin primary cube. meski kalau kopdar anak-anak rubik mataram, saya sering minjem cube mereka buat ngerace. ah, malu.

alhasil, jari-jari saya sakit. lihat, kawan.

jari saya kurus dan keriput, ndak kayak gini

jari saya kurus dan keriput, ndak kayak gini

akhir-akhir ini, sering sekali saya paksakan ngerubik meski jari sakit, untuk mengejar target sub 30 (sekarang masih 45). yah, ada ego juga sih buat kompetisi dengan kawan-kawan cuber lain. dan akibatnya fatal sekali. saya hampir ndak bisa pegang sendok kalau makan. kalo ngetik juga jadi payah. speedtype saya turun jadi dari 60 ke 45WPM, ndak kayak mas chilwin yang sampai 100 kata per menit (woof!). dan yang pasti, saya ndak bakalan bisa maen kelereng (woof, udah 4 taon ndak maen kelereng).

kadang saya berusaha menahan diri. saya mendapati semangat ngerubik saya ndak sebanding dengan keadaan jari saya.

jadi?

jadi, saya harus mengistirahatkan jari-jari saya. ngerubiknya OH dulu pakai tangan kiri.😦

dan putaran si kotak bengkok masih berat.😡

si kotak bengkok

si kotak bengkok

5 Responses to “Rubiks Finger Syndrom”


  1. 1 fraxis 29 Januari 2010 pukul 2:05 AM

    loh, bisa ya…? kog wd40 gg mempan ko?

  2. 2 piko 3 Februari 2010 pukul 6:24 AM

    wd40 bersifat korosif,mengikis plastik.

  3. 3 smartfren 12 November 2010 pukul 4:04 PM

    mau nanya mas…
    saya lagi nyari rubik yg bagus. terus saya ke toko mainan dan menemukan rubik yg harganya lebih malah dari yg sering saya pakai berlatih. harganya 129 ribu. mereknya kubiks kalau tidak salah. kemasannya juga lebih bagus dibanding rubik yg harga dibawah 30ribuan. tapi sebelum beli saya coba dulu. dan ternyata berat sekali gerakannya. dan tidak rata untuk semua sisi.

    Pertanyaan saya:

    – Apakah begitu kalau rubik mahal? saya tidak jadi beli karena takut itu bukan barang asli.

  4. 4 piko 12 November 2010 pukul 11:17 PM

    rubiks original memang berat awalnya pak. perlu diputar sesering mungkin 2-3 minggu agar putarannya maksimal dan smooth.

    tanda original, di salah satu centernya ada cetakan logo. coba raba stikernya.

  5. 5 isykamal 21 Januari 2011 pukul 2:36 PM

    akhirnya..aku bisa maen rubic miror….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 317,317 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji

%d blogger menyukai ini: