ujung yang tak rata

kemarilah, dengar.

buatlah aku mengerti, kawan, mengapa aku berdiri di ujung yang tak rata dan rentan patah ini? siapa yang membawaku kesini? mengapa?

hanya kau yang tahu, dood. namun kenyataannya, aku tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, atau…

setiap pagi, atau mungkin siang, bahkan malam, aku terbangun dan selalu bertanya-tanya. mengapa aku masih hidup? mengapa aku bangun lagi? dan jika aku diharuskan mengulang hari-hari panjang, mengapa aku tidak boleh merubahnya sedikit saja? sedikit saja, kawan. hanya sedikit. sedikit.

tidak boleh.

karena takdir?

benar, karena takdir.

tapi hati kecilku menjerit.

aku berdiri di sekeliling orang lain, yang kukenal maupun tidak. dan aku mengulurkan tanganku ke segala arah dan berputar-putar seperti baling-baling, kemana saja angin bertiup, namun tak melebihi batas-batas yang kutetapkan sendiri. ini memang definisiku, kekuasaan tak tergugatku, tidaklah keluar dari lingkaran sempit. tali-tali kusutku menjalar tak jauh, kerukut namun kuat. tetapi siapa yang akan mengulurkan tangan untukku? kau?

baling-baling berputar sangat cepat dan tanganmu akan terluka. jadi, tak seorang pun akan mengubah yang sedikit itu.

atau ketika aku jatuh, kawan. alfred bertanya, mengapa kita terjatuh? tapi batman tak menjawab. sang penanya sendiri yang menjawab, agar kita bisa belajar untuk bangkit. tapi aku tidak pernah lulus di bagian ini, tidak sekali pun.

tik. tik. tik. setiap kulirik jarum detik yang kaku dan konsisten, helaan nafasku selalu bertambah berat. topengku hampir luntur. kau mau melihatnya? lihatlah lemari kacaku karena aku mengoleksi cukup banyak dosa. tidak bersih tapi rapi.

jadi mengapa aku masih di sini? tidak melangkah untuk menggeser lemari itu?
aku sudah berusaha keras menjadi orang baik dan normal. kuharap itu cukup.

tik.
tik.
tik.

menunggu?

tik.

huh!
faktanya, aku adalah orang yang senang menunggu, atau orang yang memaksakan diri untuk senang menunggu, atau…

aku bernafas di depan cermin, dan menggambar diriku di uapnya. jika aku tidak suka, aku tidak perlu menghapus gambar itu, karena ia akan hilang dengan sendirinya. itulah masa depanku.

hei, mengapa orang lain melakukannya sementara aku tidak? mengapa orang lain memilikinya sementara aku tidak? mengapa orang lain begitu sementara aku begini? mana bagianku? mengapa di mataku semuanya selalu terlihat tidak adil? apa?kau mau menyuruhku menoleh ke belakang dan mengamati “orang yang tak lebih beruntung” dariku?

jika aku terbang, selalu ada yang merusak sayapku. bahkan ketika hati berbunga-bunga, selalu ada yang memotong tangkai-tangkainya. untung saja akarnya masih ada. hahaha.

dan mengapa tanganku kesakitan? seseorang menarikku dan seorang lagi menarikku di sisi yang lain.
mengapa aku terlihat kesepian (aku tidak merasa sepi)? kedua orang itu sudah beranjak pergi, meninggalkan bekas di lenganku dan membuat lingkaran khusus yang sangat-sangat sempit untukku. jadi buatlah aku mengerti, kawan, mengapa? haruskah aku dikutuk hanya karena melangkahi garis lingkaran itu?

ya, kamu akan dikutuk.

tetaplah di sana.

jangan bergerak.

oke.

baiklah, ini yang terakhir. setiap malam aku menengadah, dan bertanya-tanya seolah umurku 5 tahun. semua ini mengagumkan, sungguh! mengapa ada itu di sana? mengapa ada bintang di langit? atau bulan? atau awan? atau apa saja. atau, mengapa ada kau di sampingku? bukan. pertanyaannya bukan itu.

mengapa aku ada?

orang-orang selalu bertanya pada Tuhan, tapi aku tidak berani.

aku melooping lagi, maaf. buatlah aku mengerti, kawan, mengapa aku berdiri di ujung yang tak rata dan rentan patah ini?
siapa yang membawaku kesini?

bukan di sini, ujung penantianku bukan di sini. aku memang masih belum bisa berdiri tegak, tapi aku akan melangkah, atau bahkan merangkak, atau…

aku harus berhenti bertanya-tanya, waktuku sempit.

2 Responses to “ujung yang tak rata”


  1. 1 frxs 31 Januari 2010 pukul 4:28 AM

    u lost the “signal”, dude…
    kau sepertinya terlalu terpaku pada waktu… sedangkan kau tahu waktu tidak menunggu siapa-siapa
    bahkan dia tidak menunggu diriku…

    kuberitahu satu hal sederhana…
    waktu akan menunjukan kebenaran

    mengapa kau ditempat yang rapuh? jangan tanya aku, dia, atau waktu… waktu hanya membimbing

    yang jelas… kau harus menekan crtl+U untuk melihat “kode” dibalik semua ini

  2. 2 piko 31 Januari 2010 pukul 4:34 AM

    waktu sama sekali tidak membimbing, setidaknya belum.😦


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 317,391 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji

%d blogger menyukai ini: