kisah warnet part 4

ternyata, saya geblek banget.

saya ingat, waktu saya pertama kali dikasi tanggung jawab jadi admin, koneksi inetnya kenceng banget. meski full, streaming youtube jarang macet. kabel ADSL dari speedy ada dua. lumayanlah. itulah masa-masa juragan benwit berjaya.

tapi kemudian, diputuskan untuk merombak ulang semua client. jadi, saya mengikuti aturan IP dan DNS dari server. selanjutnya, selama dua minggu terus menerus, koneksi internet mendadak down, super lelet, mengecewakan, sampai saya malu sama semua pelanggan karena banyak yang ngeluh.

a : mas, kok lelet nih?

b : ?

kira-kira anda mau jawab apa? mau bilang ‘lagi gangguan’? atau ‘bukan urusan gw!’?

ternyata, bukan jaringannya yang bermasalah, tapi saya.

karena kabel ADSL ada dua, berarti modemnya ada dua, dan memang begitu kenyataannya. tapi gateway yang saya pasang di semua klien sama, yang berarti semua klien menggunakan gateway yang sama, satu modem yang sama. alhasil, modem yang satu lagi tidak digunakan selama dua minggu itu. dua minggu gan!

dua minggu sebelas komputer berbagi pakai koneksi dari satu kabel ADSL speedy! gimana ndak lelet hayo?

itulah kegeblekan saya, gara-gara tidak berpikir jernih, asal kerja. setelah petugas speedy datang buat ngatur ulang DNS yang baru, dikasi tahu soal satu modem yang tak terpakai itu. lalu 5 klien dirombak untuk memakai gateway yang lain. semua kembali berjalan normal. sekarang, kedua modem terpakai seimbang, koneksi lancar, dan saya kembali naik tahta jadi juragan benwit, (ngelanjutin donglot kamen rider) =))

modem

modem

oya, si imam yang pernah saya ceritakan dulu datang lagi, katanya mau ambil plesdis gadaiannya. sori, pak, plesdis anda ilang dan saya ndak mau bertanggung jawab, karena anda tidak menepati janji (dua minggu kabur) dan sudah mengacaukan pembukuan keuangan. anda sudah kehilangan kepercayaan saya.🙂

geser ke kiri

geser ke kiri

lihat tu, saya sudah pasang tulisan, kalau mau buka pintu, geser ke kiri, bukan didorong, tapi sampai hari ini, masih saja banyak orang mencoba mendorong pintu geser ini, dan satu dua masih menabraknya.

2 Responses to “kisah warnet part 4”


  1. 1 fraxis 8 Februari 2010 pukul 9:17 PM

    keren…. ditunggu berita selanjutnya, hahaha

  2. 2 padfoot 8 Februari 2010 pukul 9:27 PM

    @fraxis
    kayaknya saya kelewat rajin ngapdet blog ya? liat arsip, januari 23 post. tobat.. tobat… (-____-)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 317,317 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji

%d blogger menyukai ini: