Arsip untuk Maret, 2010

panggil saya …

iseng-iseng nulis.

sebenarnya yang satu ini masuk kategori tidak boleh diceritakan. tapi, saya tulis sajalah. tak apalah, masa bodohlah. extrovert dikit.

KO : ini adalah panggilan yang paling sering saya terima. yah, ko saja. simpel kan?

KOKO : ini adalah nama masa kecil saya, hanya segelintir orang yang masih memanggil saya dengan nama panggilan ini. orang dengan nama koko ndak langka-langka amat sih. 😦

PIKO : ini adalah nama sekarang. pertama kali dipanggil begini sama orang yang baru saya kenal waktu ujian nasional esempe (duduk seruangan). saya lupa orangnya.  ini baru nama panggilan langka. =))

HERPIKO : kalo ini, hanya guru-guru di sekolah saja yang memanggil saya begini. sepertinya mereka merasa kurang sopan menyebut nama saya setengah2. halah…

PIK : pik! pik! pik! wew… saya bukan pisuke-nya nobita!

KEDUL : ini dari kakak saya. dulunya sih, dia manggil dodol, tapi lama kelamaan berubah jadi kedul. memalukan memang. saya tidak suka dipanggil begini. tapi karena tiap hari diginiin, saya noleh juga kalo denger suara ini. huh! 😦

TOLE : panggilan dari kakek saya. ah, tole…

MASTER : buset… beberapa orang kadang salah paham.

PADFOOT : cuma nick di inet. awet sejak kelas 1 esempe. saya masih punya 11 nick lain yang masih aktif. =))

KOTAK : gara-gara suka twist puzzle, saya dipanggil kotak -_____-

KOPIKO : panggilan dari si kaki lumut, untung saya ndak pernah dimakan layaknya permen.

KUKURUYUK : oke, panggilan olok-olok saya masukin juga. keluarga dekat saya dulu sering ngolok begini T_T. populer banget.

MAS : dikit banget yang manggil mas, adik-adik yang pada nakal.

KAK : dari adik kelas.

PAK : saya pernah nelpon ke 147 telkomspeedy mau ngeluh-ngeluh, eh tiba-tiba, “ada yang bisa saya bantu pak piko?”.

apa lagi ya? perasaan waktu mau nulis, banyak sekali. sekarang lupa 😛

masih mending sih, dari pada adik saya, namanya yosi, tapi kalo ada orang teriak “Sinjo!”, noleh jugak dia. =))

Iklan

The Missing Piece

?

?

Square Root of Three

I fear that I will always be
A lonely number like root three

A three is all that’s good and right,
Why must my three keep out of sight
Beneath the vicious square root sign,
I wish instead I were a nine

For nine could thwart this evil trick,
with just some quick arithmetic

I know I’ll never see the sun, as 1.7321
Such is my reality, a sad irrationality

When hark, just what is this I see,
Another square root of a three

Has quietly co-waltzing by,
Together now we multiply
To form a number we prefer,
Rejoicing as an integer

We break free from our mortal bonds
With the wave of magic wands

Our square root signs become unglued
And friendship for me has been renewed

Dave Feinberg

Daftar Repositori Debian Lenny di Indonesia

netinst

netinst

karena terlalu lama keracunan ubuntu, saya coba tengok bokapnya ubuntu, si debian. langsung install via netinst (netinst kurang dari 200mb, abis males donglot n bakar dvd). silakan tengok.

http://www.debian.org/distrib/netinst

untuk sementara lagi asik sama kakeknya blankon ini.  nah, ini dia daftar repositori debian di indonesia.

Universitas Indonesia (Kambing)

deb http://kambing.ui.edu/debian lenny main non-free contrib
deb http://kambing.ui.edu/debian-volatile lenny/volatile main contrib
deb http://kambing.ui.edu/debian-security lenny/updates main non-free contrib
deb http://kambing.ui.edu/debian stable-proposed-updates main non-free contrib

PENS ITS – Surabaya

deb http://kebo.vlsm.org/debian lenny main non-free contrib
deb http://kebo.vlsm.org/debian-volatile lenny/volatile main contrib
deb http://kebo.vlsm.org/debian-security lenny/updates main non-free contrib
deb http://kebo.vlsm.org/debian stable-proposed-updates main non-free contrib

Institut Teknologi Sepuluh Nopember – Surabaya

deb http://mirror.its.ac.id/debian lenny main non-free contrib
deb http://mirror.its.ac.id/debian-volatile lenny/volatile main contrib
deb http://mirror.its.ac.id/debian-security lenny/updates main non-free contrib
deb http://mirror.its.ac.id/debian stable-proposed-updates main non-free contrib

Universitas Jember

deb http://mirror.unej.ac.id/debian lenny main non-free contrib
deb http://mirror.unej.ac.id/debian-volatile lenny/volatile main contrib
deb http://mirror.unej.ac.id/debian-security lenny/updates main non-free contrib
deb http://mirror.unej.ac.id/debian stable-proposed-updates main non-free contrib

UGM

deb http://repo.ugm.ac.id/debian lenny main non-free contrib
deb http://repo.ugm.ac.id/debian-volatile lenny/volatile main contrib
deb http://repo.ugm.ac.id/debian-security lenny/updates main non-free contrib
deb http://repo.ugm.ac.id/debian stable-proposed-updates main non-free contrib

Indika

deb http://debian.indika.net.id/debian lenny main non-free contrib
deb http://debian.indika.net.id/debian-volatile lenny/volatile main contrib
deb http://debian.indika.net.id/debian-security lenny/updates main non-free contrib
deb http://debian.indika.net.id/debian stable-proposed-updates main non-free contrib

KLAS

deb http://buaya.klas.or.id/debian lenny main non-free contrib
deb http://buaya.klas.or.id/debian-volatile lenny/volatile main contrib
deb http://buaya.klas.or.id/debian-security lenny/updates main non-free contrib
deb http://buaya.klas.or.id/debian stable-proposed-updates main non-free contrib

Oregon State University

deb ftp://ftp.us.debian.org/debian lenny main non-free contrib
deb ftp://ftp.us.debian.org/debian-volatile lenny/volatile main contrib
deb ftp://ftp.us.debian.org/debian-security lenny/updates main non-free contrib
deb ftp://ftp.us.debian.org/debian stable-proposed-updates main non-free contrib

NOTE :

For debian 6.0 (squeeze) repository, you can change word “lenny” into “squeeze”, but remember, squeeze repository still in development and not stable

Why Linux is Better | Mengapa Linux Lebih Baik

disadur dari http://www.whylinuxisbetter.net/index_id.php?lang=id

Lupakan tentang virus.

Bila komputermu mati dengan sendirinya tanpa bertanya padamu, jika sebuah jendela dengan teks yang tidak jelas dan segala jenis iklan muncul tanpa kehendakmu, jika email terkirim ke seluruh kontak yang kamu punyai tanpa sepengetahuanmu, maka kemungkinan besar komputermu sedang terinfeksi virus. Alasan utamanya adalah karena sistem Windows berjalan di komputermu.

Linux hampir tidak memiliki virus. Dan itu bukan berarti “Yah, sebenarnya sih tidak terlalu sering”, tetapi berarti “Jika kamu pernah mendengar tentang virus Linux betulan, beritahu saya”. Tentu saja, bukan tidak mungkin Linux terserang virus. Hanya saja, Linux membuatnya sangat sulit terjadi, karena beberapa alasan berikut:

  • Sebagian besar orang menggunakan Microsoft Windows, dan pembajak ingin melakukan sebanyak mungkin kerusakan (atau mendapatkan kendali) selama itu memungkinan: oleh karena itu, mereka menjadikan Windows sebagai target. Tetapi bukan hanya itu saja alasannya; Web Server Apache (Web Server merupakan program yang mengirimkan halaman web ke browser yang memintanya), yang merupakan perangkat lunak open source, juga memiliki pangsa pasar yang besar (melawan server Microsoft IIS), tetapi ia hanya mengalami sedikit sekali serangan dibandingkan dengan Microsoft IIS.
  • Linux menerapkan manajemen otorisasi yang pintar. Pada Windows, kamu (dan program apapun yang kamu install) biasanya memiliki kuasa untuk berbuat apapun terhadap sistem. Jika kamu merasa ingin menghukum komputermu karena baru saja menghilangkan sebuah dokumen penting, kamu bisa pergi ke dalam folder system dan menghapus apapun yang kamu mau: Windows takkan memberikan komplain. Tentu saja, saat komputermu di-reboot setelahnya, masalah baru akan terlihat. Tetapi bayangkanlah bahwa jika kamu memiliki hak untuk menghapus file-file yang berhubungan langsung dengan sistem komputer, maka program lain pun memiliki hak yang sama untuk menyalahgunakannya. Pada sistem Linux, hal ini tidak diijinkan untuk terjadi. Setiap kali kamu meminta hak akses untuk berbuat sesuatu yang berkaitan dengan sistem, kamu membutuhkan password sebagai administrator (dan jika kamu bukan administrator, maka kamu tidak bisa melakukannya). Program virus tidak bisa berkeliaran begitu saja dan menghapus atau memodifikasi sistem sesuai keinginan mereka; karena virus tersebut tidak punya hak otorisasi untuk berbuat seperti itu.
  • Lebih banyak mata yang mengawasi, berarti lebih sedikit celah keamanan yang ada. Linux adalah perangkat lunak open source, yang artinya siapapun programmer di dunia ini bisa melihat kode programnya (“resep rahasia” dari setiap program komputer), dan memberikan bantuan mereka, atau cukup memberitahu para pengembang software : “Hei, bagaimana jika bla bla, bukankah itu adalah celah keamanan?”.

Lanjutkan membaca ‘Why Linux is Better | Mengapa Linux Lebih Baik’

’cause you will hate yourself in the end

versi piano, seneng denger yang ini. =))

video akeboshi yg asli.

Rhyme of the Troll

Troll sat alone on his seat of stone,
And munched and mumbled a bare old bone;
For many a year he had gnawed it near,
For meat was hard to come by.
Done by! Gum by!

In a cave in the hills he dwelt alone,
And meat was hard to come by.
Up came Tom with his big boots on.
Said he to Troll: ‘Pray, what is yon?
For it looks like the shin o’ my nuncle Tim,
As should be a-lyin’ in graveyard.
Caveyard! Paveyard!

This many a year has Tim been gone,
And I thought he were lyin’ in graveyard.’
‘My lad,’ said Troll, ‘this bone I stole.
But what be bones that lie in a hole?
Thy nuncle was dead as a lump o’ lead,
Afore I found his shinbone.
Tinbone! Thinbone!

He can spare a share for a poor old troll,
For he don’t need his shinbone.’
Said Tom: ‘I don’t see why the likes o’ thee
Without axin’ leave should go makin’ free
With the shank or the shin o’ my father’s kin;
So hand the old bone over!
Rover! Trover!

Though dead he be, it belongs to he;
So hand the old bone over!’
‘For a couple o’ pins,’ says Troll, and grins,
‘I’ll eat thee too, and gnaw thy shins.
A bit o’ fresh meat will go down sweet!
I’ll try my teeth on thee now.
Hee now! See now!

I’m tired o’ gnawing old bones and skins;
I’ve a mind to dine on thee now.’
But just as he thought his dinner was caught,
He found his hands had hold of naught.
Before he could mind, Tom slipped behind
And gave him the boot to larn him.
Warn him! Darn him!

A bump o’ the boot on the seat, Tom thought,
Would be the way to larn him.
But harder than stone is the flesh and bone
Of a troll that sits in the hills alone.
As well set your boot to the mountain’s root,
For the seat of a troll don’t feel it.
Peel it! Heal it!

Old Troll laughed, when he heard Tom groan,
And he knew his toes could feel it.
Tom’s leg is game, since home he came,
And his bootless foot is lasting lame;
But Troll don’t care, and he’s still there
With the bone he boned from its owner.
Doner! Boner!

Troll’s old seat is still the same,
And the bone he boned from its owner!

terjemahan :

Troll duduk sendirian di kursi batu,
Menggigit dan mengunyah tulang kaku
Bertahun-tahun sudah menggigit tanpa lelah,
Karena daging susah didapat.
Babat! Rapat!
Troll tinggal sendirian di gua bukit batu,
Dan daging susah didapat.
Datang Tom bersepatu bot besar.
Katanya kepada Troll: “Maaf, apa yang kaukunyah itu?
Kok seperti tulang kering pamanku Tim,
Yang mestinya berbaring di kuburan.
Pelataran! Halaman!
Sudah lama pamanku mati,
Dan kukira dia di dalam kuburan.”
“Anakku, ” kata Troll, “tulang ini aku curi.
Tapi tulang dalam lubang tentu tak berarti.
Pamanmu sudah kaku seperti bongkah batu,
Sebelum aku menemukan tulangnya.
Tulangnya! Belulangnya!
Dia bisa kasih satu pada troll tua malang ini,
Karena dia tidak butuh tulang keringnya.”
Kata Tom, “Aku tidak paham, kenapa yang semacam kau ini
Mengambil seenaknya, tanpa permisi
Tulang kering sanak ayahku
Tulang tua itu, kembalikan!
Pakan! Lakan!
Tulang itu miliknya, meski dia sudah mati
Jadi tulang itu kembalikan!”
“Supaya lebih kenyang,” kata Troll sambil tertawa,
“kumakan kau sekalian, berikut tulang keringmu juga.
Sedikit daging sebag bisa membuatku bugar!
Kucoba gigiku padamu sekarang.
Ha sekarang! Lihat sekarang!
Aku jemu mengunyah tulang dan kulit lama
Aku ingin makan kau sekarang.”
Mangsa sudah tertangkap, begitu dikiranya,
Ternyata hanya angin dalam, genggamannya.
Sebelum ia sadar, Tom sudah menghindar
Dengan sepatu bot menendangnya.
Tendang dia! Kemplang dia!
Pikir Tom, tendangkan sepatu bot di pantatnya,
Biar dia tahu rasa.
Tapi… aduh, kerasnya daging dan tulang troll itu,
Lebih keras daripada bukit batu.
Ditendang berkali-kali, tidak berarti sama sekali,
Pantat troll tidak merasa apa-apa.
K’rasa apa! B’rasa apa!
Mendengar Tom mengerang, Troll tua merasa sangat lucu
Kar’na ia tahu, kaki Toni sakit luar biasa.
Kaki Tom kalah, dia pun pulanglah,
Dan kakinya tanpa bot lumpuh sudah
Tapi Troll tak peduli, dan masih duduk sendiri,
Dengan tulang yang dicuri dari pemiliknya.
Biliknya! Ciliknya!
Pantat Troll masih sama,
Dan tulang yang dicuri dari pemiliknya!

source


This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net

RSS latest post @ blog.pdft.net

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 353,854 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji