pencuri

ok, kawan. tidak biasa saya banyak cerita. tapi yang satu ini agak bersejarah bagi rumah saya. saya kira saya bisa bersenang-senang sedikit dengan cerita ini.

salah satu mimpi saya yang jadi kenyataan, nangkap basah pencuri.

rumah saya yang dulu ini, adalah rumah bersejarah, dibangun keluarga saya dari nol. dan rumah saya sangat terkenal di lingkungannya. pertama, dulunya, ini yang pertama kali bertingkat 2 di daerah ini. kedua, rumah ini langganan pencuri dari tahun ke tahun. hebat bukan? kami sekeluarga sudah mencatat baik-baik, rumah ini kemalingan puluhan kali. hitungan saya, 8 buah sepeda, 2 buah kotak tipi, belasan alat-alat percetakan, 6 buah telepon genggam, dan banyak lagi.

nah, kemarin malam, 7 april 2010, dini hari pukul 02.46, rumah saya kemasukan pencuri lagi, dan istimewanya untuk edisi kali ini, saya menangkap malingnya dengan tangan kosong.  <<< baca nih!

saya pingin cerita sama orang, tapi saya tidak pandai ngomong ini itu, ya sudah, saya tulis di blog saja. jadi ini dia kisahnya, teman.

malam itu, saya merencanakan bermalam di rumah itu. setelah 2-3 jam guyonan sama kakak saya, akhirnya dia tidur juga, karena besok harus kerja pagi-pagi sekali. jadilah saya sendiri berusaha keras untuk tidur, sementara di samping, kakak saya sudah meluk guling.

tapi tidur di malam hari itu sangat-sangat sulit.

nonton tipi? bleh, tidak ada film bagus malam ini. HBO cuma memutar-mutar film yang sama semingguan. ngoprek? lagi ndak semangat. main rubik? tangan lagi sakit. baca buku? oh, ini bagus, ada beberapa bab Eldest yang belum saya baca. jadi saya baca buku itu sampai sekitar jam 2.30, saya tengok si samy (swiss army). yah, cerita buku 2 tamat, tapi Brisingr sudah saya baca (bahkan sebelum pegang Eldest). tapi saya belum ngantuk.

habis itu saya main rubik, sambil bayangin virkill custom tu kayak gimana (karena belum nyampe barangnya, dan ternyata 100 % mirip ZL cube!). masih ngerubik, membiasakan 2 permutasi G yang terakhir. di depan saya ada meja panjang, meja utama yang isinya komputer, buku-buku, lemari kecil (lemarinya memang kecil, bisa ditaruh di atas meja), banyak twisty puzzle, sampah-sampah kamar, sendok, piring, gelas, bungkus makanan, dan blabla lain.

nah, yang paling penting di kisah ini, telepon genggam saya ada di atas meja itu, sekitar 50 senti dari saya, dan saya masih main rubik.

tiba-tiba ada tangan terulur pelan mengambil telepon genggam saya. lalu saya menoleh. seseorang sedang berjinjit keluar kamar.

“eh” saya bilang. siapa itu?

“Mas?”, agak keras. karena saya kira itu kakak saya (saya biasa panggil mas). tapi saat itu juga saya melihat kakak saya masih peluk guling di atas kasur dan orang itu rambutnya disemir pirang. tidak ada di keluarga kami yang rambutnya warna pirang. saya masih bengong 2-3 detik sampai orang itu keluar dari kamar. barulah saya tinjot berat. (tinjot, baca : kaget, entah bahasa mana).

saya langsung lari sambil  masih genggam rubik. di ruang tamu, saya lihat orang itu sudah siap-siap naik tangga. saya langsung loncatin sofa kayu besar dan menerjangnya. saya dapat lehernya. terus saya lempar rubik saya dan menggunakan tangan satu lagi buat tarik tangannya. dan kami berantem hebat sampai saya kena bogem, dan saya juga balas bogem tentunya, aseli nih orang. dan orang ini memanggil-manggil sebuah nama (saya kurang dengar) ke arah atas. kesimpulan saya, malingnya lebih dari satu. saya pingin yang satu ini tewas terus ngejer yang satu lagi di atas, tapi susah euy.

pendek kata, saya yang menang, berkat conditioning 3 kali seminggu.

pelajaran pertama : parkour sangat berguna.

baru setelah berhasil ngunci, saya teriak-teriak “MALIIIING!” berkali2 sampai serak.

pelajaran kedua : kebanyakan kesempatan, orang tidur itu susah dibangunin.

setelah beberapa lama (lamanya bikin jengkel), kakak saya bangun, lalu ibu saya, lalu om ian (ayah tiri), dan terakhir, adik saya yang paling kecil ikutan muncul juga sambil bengong-bengong ndak pakai celana <<< heran, yang kecil ini bangun juga. semua terheran-heran di ruang tamu dan ikutan gabung pegang maling.

setelah pencuri itu diambil alih, saya menghela nafas, ngos-ngosan. barulah saya sadari banyak sekali kekacauan yang saya dan pencuri itu buat. satu sofa kayu, yang berat dan besar, terbalik dan letaknya sudah bergeser jauh (mungkin saya kong di sana, ah ndak ingat). dua dari 6 piala wedding decoration, tata rias, dan lomba-lomba lain milik ibu saya, hancur berkeping-keping. salah satu piala dari logam, logamnya bengkok. lemari kaca miring hampir jatuh, tersandar di tembok. dan banyak darah tercecer di lantai.

setelah diselidiki, darah itu berasal dari kaki saya dan tangan pencuri. kaki saya terkena pecahan piala dan sobek satu senti. sedang kan tangan pencuri itu berdarah karena kena beling kaca yang dipasang di tembok di lantai 2. nantinya, ibu saya, yang orangnya phobia kontaminasi, mengepel lantai itu dengan cairan aneh warna putih yang baunya keras sekali sebanyak lima kali dan menyuruh saya mencuci tangan bersih-bersih.

telepon genggam saya? saya memungutnya di anak tangga ke 5 (rupanya dilempar). telepon genggam ini lecet berat, untungnya tidak rusak. eh, ada sms… =))  “ko, knci wrnet lge 1 mana?” astagah…
MySpace

nah, sekarang saya berhadapan sama malingnya. ayah tiri saya memitingnya. jadi, bisa saja saya mengangkat tangan dan memukulnya sampai giginya lepas. sampai saya puas, karena amarah saya. sudah 2 telepon genggam saya hilang di rumah ini, di kamar yang sama (yang terakhirnya malingnya gagal dikejar). saya harap ini pelaku yang sama jadi saya punya alasan untuk mencabut satu gigi saja.

tapi saya tidak melakukannya.😦
MySpace

lampu ruang tamu kurang beres, jadi maling itu dibawa keluar. barulah saya bisa lihat wajahnya. wajah yang luar biasa pucat, rambut pirang semir, badan yang bau sekali, setinggi kakak saya tapi badannya berisi (kalo kakak saya kayak kerupuk), baju item, celana jean, dan tangan yang berdarah.

lalu warga kanan kiri berhamburan keluar, sebagian besar tidak memakai baju dan ada yang bawa pentungan. wow… mengerikan sekali.

tapi setelah dilihat siapa pelakunya, mereka berubah sikap, dan menyarankan ibu saya agar memaafkan orang itu, tidak membawanya ke pihak berwajib. pendeknya, damai.

saya hampir marah, ini tidak adil. saya kena bogem keras, kaki saya berlumuran darah tapi orang ini bebas? bleh!
MySpace

toh orang itu dibebaskan juga, dibiarkan berlari pulang entah kemana, ke arah timur. kakak dan ibu saya bilang, orang itu adalah anak bungsu dari orang yang pertama kali mengajari saya dan kakak saya membaca Qur’an, setelah tamat iqro. itu sudah lama sekali saat kami masih kecil sekali, dan saya tidak ingat. aneh sekali, anak guru ngaji kok mencuri.😦

dan yang saya herankan, orang itu sangat nekat sekali mencuri sedangkan saya masih terjaga dan jarak saya dengan telepon genggam itu dekat sekali. pencuri ini meremehkan saya.

saya kira sesorang akan berterima kasih karena saya menangkap pencuri, ternyata tidak.

pagi-pagi sekali, 2 orang ibu2 yang sudah agak tua bertandang ke rumah. ternyata salah satu dari mereka adalah ibu dari pencuri itu. mereka meminta maaf atas perbuatan si pencuri.

setelah mereka pulang. saya langsung diomel ibu saya.😦

ibu saya bilang, seharusnya saya tidak mengejar dan menangkap pencuri itu. lalu apa? bagaimana dengan telepon genggam saya?

ibu saya bilang, tindakan saya menangkap sendirian itu sangat berbahaya, bahwa saya tidak bisa menebak apakah pencuri itu bersenjata atau tidak. dia memberi gambaran bagaimana kalau perut saya tertusuk pisau dapur sepanjang 30 senti dan saya tewas seperti pahlawan kesiangan.

pelajaran ketiga : ok kamu memang hebat. tapi jangan terlalu berharap.
MySpace

nah, bagaimana maling itu bisa masuk sedangkan tembok di lantai dua sudah dipertinggi 3.5 meter dan diberi pecahan kaca? saya pernah memanjat tembok ini (waktu itu ingin masuk ke dalam rumah, tapi semua anggota keluarga sedang keluar, berhubung saya sangat perlu masuk dan saya punya sedikit skill abal-abal parkouran, saya manjat). hasilnya, 4 jari tangan kanan dan lengan bawah kiri, terkoyak dagingnya, banyak darah. saya jatuh hormat di bagian ini sama si pencuri. bagaimana sih dia manjat tembok ini tanpa satu pun jarinya terpotong? ketika ditanyai bagaimana dia masuk, pencuri itu terus-terusan tutup mulut dan melawan mau kabur. ya sudahlah. mudahan saja si pencuri tobat.

rencananya, kami (saya dan kakak) mau buat alarm sensor gerak yang basisnya ke cahaya. rangkaiannya tidak begitu sulit, toh kami berdua punya skill elektronika. yang saya pikirkan, bagaimana jika kucing yang melewati sensor itu? kami bakalan jadi repot bangun panik, tapi yang lewat ternyata cuma meong.

nah, begitulah. saya bersyukur mengalami hal ini. meskipun saya mendapat luka sobek, ditonjok maling, dan diomel ibu saya, tapi saya mengalaminya! saya nangkep maling, gan! nangkep maling!
MySpace

9 Responses to “pencuri”


  1. 1 fraxis 10 April 2010 pukul 5:14 AM

    keren! hebat! selamat buat maser piko! (jatuh hormat sehormat2nya)!

  2. 2 frozen_goat 10 April 2010 pukul 6:50 AM

    wah,kamu perlu berguru sama tuh orang,ko…gimana cara dia naik tuh tembok tanpa berdarah2….lain kali jangan dikasi pecahan kaca…kasi aja mortir atau oli bekas…ato di alirin listrik juga boleh…duri beracun juga lebih mantap…

  3. 3 ordinareez 10 April 2010 pukul 8:03 AM

    hahaha asik dah keren
    eh jangan-jangan malingnya anak parkour juga lagi?

  4. 4 jendelakatatiti 10 April 2010 pukul 1:36 PM

    Hebat, bisa menangkap pencuri, paling tidak rasa penasaran terhadap maling terpenuhi, walau sangat mengejutkan anak dari guru ngaji, duh kasihan banget ayah dan ibunya. Itu hobi parkournya bermanfaat ya? Itu rubiknya juga lumayan bisa buat melempar si pencuri. Salut deh buat Piko! jendelakatatiti.wordpress.com

  5. 5 Jiwa Membumi 20 April 2010 pukul 7:08 PM

    anak nuh yang nabi saya ingkar sama Tuhan, padahal itu anak nabi, apalagi ini cuma anak kiai.

    Wah keren, maunya difoto itu muka pencuri terus masukin kaskus.

  6. 6 olanuxer 12 Mei 2010 pukul 11:27 PM

    mwakakakakak, seru…seru……ini baru kisah nyata yang asyikkkk

  7. 7 andika 21 Mei 2010 pukul 6:36 AM

    good…3x ini baru namanya pahlawan parkour

  8. 8 isatriyadi 11 November 2010 pukul 11:38 AM

    hahaha……sakti km Ko… aksi km tuh spontan…namunberesiko juga sih… tapi untungnya si pencuri terlalu menganggap remeh Piko si pendekar…haha

  9. 9 Yosi 25 Oktober 2015 pukul 10:30 PM

    Aku ada di mana waktu itu ya mas?😮


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 317,317 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji

%d blogger menyukai ini: