dasar-dasar fotografi

akhirnya terlampiaskan sudah kesenangan masa kecil, fotografi. setelah seminggu memegang DSLR beneran (selama ini saya megangnya di dalam mimpi, ternyata cara makenya beda toh. =,=), saya baru paham dasarnya. ternyata, motret pakai DSLR itu SULIT! buset dah!

tapi kalau kita punya semangat belajar, pasti jadi menyenangkan. kalau anda baru masuk ke dunia fotografi, silaken lanjut baca. tapi kalau sudah megang kamera dari dulu kala, sebaiknya abaikan saja coretan ini. posting ini saya tulis berdasarkan pemahaman saya setelah berguru sana sini, jadi kalau ada yang salah, monggo koreksi.

yak, jadi…

ada 3 hal yang nonjok saya begitu saya terjun di fotografi sesungguhnya. 3 hal ini sama pentingnya dalam menghasilkan foto yang baik dan semua point penting ini berlaku untuk hampir semua SLR analog maupun digital.

  • aperture/bukaan/diafragma
  • shutter speed
  • ISO

tapi kita lari dulu ke eksposure, yang mana adalah hasil komposisi dari tiga itu.

eksposur

aperture, shutterspeed, ISO : rules of three. tiga faktor itu sangat penting untuk menghasilkan eksposur yang pas!

eksposur berasal dari kata to ekspose yang berarti memaparkan. lebih spesifiknya, suatu proses dan ukuran bagaimana suatu sensor cahaya atau film terpapar cahaya pantulan suatu objek yang sedang difoto. pendek kata, cahaya itu penting! under exposure = terlalu gelap, gan. normal exposure = nice!. over exposure = uh, terlalu terang.

yak, mari kita simak faktor-faktor yang membentuk eksposur!

aperture/bukaan/diafragma

adalah bukaan atau diafragma, yang mengatur jumlah cahaya yang masuk. kalau bukaannya besar (biasanya f/number kecil, misal f5.6) maka depth of field (DOF, sebentar lagi dibahas) menjadi sempit dan jumlah cahaya yang masuk lebih banyak. aperture sangat berpengaruh terhadap eksposur.

kalau bukaannya kecil (biasanya f/number besar, misal f/22), rentang DOF-nya panjang dan jumlah cahaya yang masuk lebih sedikit.

nah, jumlah cahaya yang masuk ini sangat penting. harus pas bener supaya fotonya ndak terlalu terang atau terlalu gelap.

apa itu depth of field (DOF)? maksudnya adalah rentang fokus yang diambi oleh lensa. lihat ilustrasi.

dengan bukaan yang besar, rentang fokus akan sempit, baik di depan objek fokus maupun di belakangnya akan menjadi blur, cocok untuk close up. sebaliknya dengan bukaan kecil, rentang fokus panjang, semakin kecil semakin fokus ke semua objek, cocok untuk landscape.

contoh foto bukaan lebar.

pada foto diatas dengan aperture f/5.6 (untuk zoom maksimal, hanya bisa selebar ini di lensa kit 18-55 saya), mulut terlihat fokus (DOF hanya disekitar situ), namun background yang sebenarnya deretan outlet di gili trawangan menjadi blur, saking blurnya cahaya-cahayanya menjadi bokeh (bokeh adalah istilah untuk bulatan-bulatan halo). kita bisa mengatur blurnya.

contoh foto bukaan kecil.

pada foto diatas dengan aperture f/18, fokusnya agak merata. background tidak begitu blur.

shutter speed

shutter speed, adalah kecepatan sensor dibuka untuk menangkap cahaya.  pendeknya begini, jika shutter speednya 1/10 detik, maka kamera akan menangkap gambar dalam waktu 1/10 detik. angkanya relatif, dari 1/1000 detik sampai 30 detik ( di D5000 saya rentangnya segini). dan ini juga berpengaruh terhadap eksposur. jika shutternya sangat cepat, maka cahaya yang ditangkap sedikit, jadi foto lebih gelap. sebaliknya jika shutter lama, maka cahaya yang ditangkap semakin banyak dan foto semakin terang. shutterspeed sangat berpengaruh terhadap eksposur.

shutter yang cepat cocok untuk membekukan momen bergerak, misalnya tetesan air, sport, dan lainnya. foto lompat bareng di atas menggunakan shutterspeed 1/60 detik.

shutter speed yang lambat cocok untuk memotret objek yang lighting (pencahayaan) kurang atau merekam jejak cahaya. shutter lambat bisa digunakan untuk objek diam dengan tujuan mendapatkan cahaya lebih banyak, syaratnya harus ada tripod (alat penyangga kamera) agar tidak shake (goyang). kalo kita pegang biasa, kamera pasti goyang meski sedikit dan itu saja sudah menghasil kan foto yang buruk, blur keseluruhan.

contoh shutter lambat, 1/2 detik. antara polisinya gerak-gerak dan genggaman saya gemetar, si polisi jadi blur. di antara rentang 1/2 detik itu, cahaya yang lewat (lampu kendaraan) akan terekam. :

bulb, adalah pengaturan shutterspeed sesuai keinginan kita. sensor akan merekam selama kita menekan shutter dan akan menutup begitu kita melepas shutter. ini bisa buat gambar-gambar pakek cahaya. contoh :

ISO

skala standarisasi internasional untuk kepekaan/sensitif sensor terhadap cahaya. silakan baca http://en.wikipedia.org/wiki/ISO_speed. pada jaman analog, sebutannya adalah ASA. ISO banyak angkanya, biasa mulai dari 200, 400, -, 800, bahkan sampai 3200 dan lebih tinggi lagi. biasanya terseting default 200, cocok untuk outdoor siang hari. semakin tinggi angka ISO, semakin tinggi pula kepekaan sensor terhadap cahaya. ISO juga sangat berpengaruh terhadap eksposur.

di malam hari yang gelap, kita bisa menaikkan ISO untuk mendapatkan kepekaan yang lebih tinggi. konsekuensi dari menaikkan ISO adalah timbulnya noise di aera warna gelap di foto kita. pada kamera kelas entry level, ISO 800 sudah timbul sedikit noise, seperti d3000. namun kamera sekarang sudah ada noise reduction dan sensor sudah semakin baik. saya pakai ISO 1600 di tempat remang masih oke-oke saja.🙂

sulit yah, harus mengatur 3 hal sekaligus untuk menghasil kan foto yang baik? makin sering motret, insting kita tentang 3 hal tadi bakal makin tajem. hanya dengan melihat dengan mata kita, kita bisa memperkirakan semuanya. apalagi, di kamera digital sekarang, ada index exposure-nya, sang kamera dengan cerdas mendeteksi hasil eksposure dari komposisi yang kita atur, apakah terlalu terang atau gelap. dan, CLICK!

di luar ini, masih banyak yang harus saya pelajari.

sedikit review, nikon D5000

canon atau nikon? dari awal ndak ragu-ragu langsung milih nikon. saya tidak bermaksud memancing brand war.

  1. warna nikon lebih tajam.
  2. di lingkungan saya lebih banyak yang pakai nikon dari pada canon.

kenapa D5000?

  1. karena ken rockwell bilang ini rekomendet habis.
  2. ngiler sama LCD-nya yang bisa diputer-puter, jadi bisa ngambi angle yang sulit.
  3. pegangan mantap.
  4. HD video 720px, meski audio monokrom, yang penting bisa jadi alat buat film pendek nantinya.
  5. sensor sekelas D300. ISO tinggi, noise minimum.
  6. fasilitas retouch. seperti punya GIMP di dalam DSLR. >.<
  7. lensa kit VR booo’! mengurangi efek shake.

sayangnya?

  1. lensa kitnya ndak kuat buat candid jauh maupun makro ekstrem. melet lensa 55-200mm VR-nya nikon tapi mahal. D5000 tidak punya motor autofokus di body, jadi kalau mau lensa bisa autofokus, harus beli lensa yang ada motor autofokus di lensanya dan yang kayak gitu tu mahal, minimal 2 jutaan. sabar! saatnya berkreativitas dalam keterbatasan!
  2. cuma satu itu. saya ndak nyesal milih D5000!

sampai di sini dulu. nanti saya tulis tips dan trik.🙂

10 Responses to “dasar-dasar fotografi”


  1. 3 sengsuke 1 Oktober 2010 pukul 7:25 AM

    berapa harga kamera nikon D5000 itu mas ??

  2. 5 mimix 11 Desember 2010 pukul 1:46 AM

    mantap gan…thx infonya sangat bermutu…

  3. 6 Black_Claw 28 Desember 2010 pukul 2:03 AM

    Euh? Warna nikon lebih tajam? Benarkah?

    *ngikik*

  4. 8 Dimas Anwar Tok 11 Juni 2011 pukul 3:40 PM

    Kalo Fuji film finepix HS 10 itu masuk kategori apa ya bang ?> soalnya saya coba kok agak ribet juga…

  5. 9 Iskandar 18 Juli 2011 pukul 2:36 PM

    permisi tanya
    newbie nih
    untuk mengatur shutter speed dan diafragma di D5000 bagaimana caranya ya pak

    tks
    Is

  6. 10 zainal arifin 29 Mei 2012 pukul 5:15 PM

    penjelasanx masih kurang mas,,tambah lagi donk tp masih seputar dasar dasar fotografer yah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 316,997 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji

%d blogger menyukai ini: