tukang tilang

halo kawan.

hari ini, pagi-pagi saya sudah nongol di perempatan kompleks pemerintahan prov NTB dan Kota Mataram, mau hadiri acara Migrasi NTB Go Open Source (Akhirnya! diadakan oleh ristek, kerjasama dengan makara UI, ardelindo, dan POSS UI) sebagai asisten pendamping dari komunitas lokal (KPLI NTB). Tutornya mas Rizky, admin dari Kambing.ui.ac. Siapa sangka saya bisa ketemu sama admin server kambing? gudang terbesar dan tercepat repository linux di indonesia.🙂

di sana ada pos polisi, ketupang belum datang dan menunggulah saya di sana. lalu 3 polisi datang menempati dan mulai bertugas. saya asyik memperhatikan pohon super gede nan unik yang ada di perempatan itu (pohonnya adalah dua pohon berbeda yang sangat besar dan batangnya saling melilit, daramatis pokoke). tiba-tiba seorang pengendara motor dicegat karena ndak pakai helm. saya menahan diri untuk tidak mengeluarkan kamera.  saya hanya menonton sambil tersenyum dalam hati, sampai transaksi tilang selesai. si pengendara motor dipersilakan ngeloyor pergi sambil menyumpah-nyumpah. keras baget lho, sampai polisinya noleh.

saat itulah saya dilirik.

polisi : (dengan wajah tidak ramah dan suara cepat) mau kemana?

saya : ndak kemana2.

polisi : dari mana?

saya : dari sini, mataram.

polisi : tinggal dimana?

saya : (ndak jawab, pasang muka bego, pura2 budek, saya tidak suka ditanyai beruntun seperti itu)

polisi dan saya : (saling diem)

dua polisi yang lain : (ngelirik-ngelirik)

polisi : ngapain di sini? (lihat, kasar ya pertanyaannya?)

saya : nungguin teman.

polisi : jangan tunggu di sini, tunggu di sana, atau sebelah sana. (lebih kasar lagi)

saya : tapi saya janjian ketemunya di sini pak (boong ^_^, alasan saya bertahan di sini, saya masih pingin lihat pohon besar itu)

polisi : jangan di sini dek, kamu ke sana aja.

saya : kok gitu pak? (mulai pasang wajah berani, sok nantang gitu)

polisi : iya, nanti dilihat sama orang-orang nanti dikira kenapa-napa.

saya : (wtf alasan? saya diam sebentar sambil pasang wajah kesal)

sebenarnya saya mau perang mulut sama itu polisi, saya kan warga kota (meski belum punya katepe) jadi saya punya hak berdiri dimanapun di tempat publik selama itu masih wajar. dan berdiri di dekat pos polisi adalah wajar. polisi itu mengusir saya karena malu saya menyaksikan contohtidakbaikdariseorangpolisisialan. tapi pak ketupang tiba-tiba sms kalau beliau sudah ada di tempat dan saya beranjak pergi.

itunglah tanpa transaksi kotor tadi, hanya dari kata-katanya saja, si polisi sudah melunturkan makna polisi sebagai pengayom masyarakat. indonesia oh indonesia.😦

0 Responses to “tukang tilang”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 317,557 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji

%d blogger menyukai ini: