belajar filsafat?

salahkah belajar filsafat? mengapa beredar mindset bahwa orang yang belajar filsafat tidak dekat dengan agama? yah, karena memang setelah dipikir-pikir, ada hal-hal yang bertabrakan dan membuat kita bingung. ada bagian dari pikiran kita yang memberontak. tetapi sebenarnya, kalau kita tetap berpegang pada Al-Qur’an, semua yang tidak logis bisa jadi logis.

setiap filosof punya gagasan2 tersendiri. kalau saya? nah, ini dia catatan masa lalu, waktu baru masuk esempe. ngawur sih tapi ya namanya juga pikiran manusia. ini masih dalam konteks Tuhan dan takdir  itu ada.

saya berpikir bahwa saya diciptakan dalam ruangan saya sendiri. maksudnya, dunia saya sendiri, dan orang lain bukanlah orang2 yang diciptakan seperti saya, tapi hanya sebagai pelengkap dalam sandiwara dunia saya.

mengapa saya berpikir begitu, karena kalau orang lain adalah manusia yang diciptakan dengan peran yang sama seperti saya, tindakan2 mereka terhadap saya rasanya aneh kalau dikaitkan dengan takdir. misalnya takdir saya begini, dan ada orang lain yang terlibat, ada orang lain dan yang lainnya lagi, rasanya terlalu berjaring dan rumit.

tapi kalau dunia itu dunia saya sendiri dan orang lain adalah boneka, rasanya aman2 saja takdir menjalankan sandiwaranya.

ah, sudahlah. ini indonesia kok kalah lawan malaysia. ndak nongton tapi kata orang, malaysia main curang.

4 Responses to “belajar filsafat?”


  1. 1 Blogbaruku07 27 Desember 2010 pukul 11:59 PM

    Jangan libatkan akal untuk berfikir tentang hal2 yang bersifat ghaib termasuk takdir karena akal manusia mempunyai batas tertentu.
    Salam kenal

  2. 2 paninalone 28 Desember 2010 pukul 9:08 PM

    hmmm,,,,, namanya mausia…. beda orang beda pemikiran….

  3. 3 amrinz 29 Desember 2010 pukul 6:44 AM

    Al-Ghazali yang ilmu agama dan logikanya mumpuni saja menganjurkan untuk menjauhi ilmu kalam alias filsafat ini.

    Selain buang2 waktu, ukuran kebenarannya juga hanyalah benak kita sendiri. Sukur kalau akal kita akal yang memiliki pengetahuan-Nya, gak akan tersesat.

  4. 4 fraxis 30 Desember 2010 pukul 10:32 PM

    belajar filsafat? awas otak jadi heng gara2 clockspeednya gk nyampe. yeah, kadang filsafat bisa jadi sarana masturbasi yang paling menyedihkan (maaf kasar)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 317,317 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji

%d blogger menyukai ini: