Arsip untuk Januari, 2011

senjang

di antara kita
bukan persahabatan yang mengikat
tetapi kebisuan tak berujung
seperti paku-paku di dinding

Iklan

terminated status 4

oke, solusinya adalah menjalankan fsck. hasil mencari sana sini, jawabannya sederhana, fsck, itu saja. nah, kalau masalahnya tetap tidak terselesaikan?

ternyata ada hal lain. bios-nya tereset dan otomatis pengaturan waktunya kembali ke jaman jadul, jadi sistem operasi kebingungan karena mengenali tanggal terakhir penulisan ke partisi, adalah tanggal di masa depan.

yak, atur waktu di bios dan kembali jalankan fsck. done! 😀

listrik dan minyak

jadi begini, tadi listrik mati seharian, hampir 8 jam, pakai genset terus, 2 kali pula beli bensin. nah.

setiap mati lampu, saya selalu kepikiran hal-hal buruk, bagaimana nanti kalau listrik adalah barang langka. ndak bisa ngomput, ndak bisa ngeces ponsel atau laptop, ndak bisa masak nasi (pakai rice cooker ^^ ), ndak bisa ini itu. memang, ada sumber energi lain seperti tenaga angin, air, etc, tapi di lombok sini ndak ada sumber tenaga alam, listriknya pakai diesel coi. minyak bumi habis = no listrik. 😀

mudahan minyak bumi cepet habis biar semua orang ramai-ramai pakai sepeda. amin. *serius

 

Tutorial Scribus

yoi, ini tulisan lama di wartalinux, sayang sudah tidak aktif. direpost disini untuk arsip. saya bahkan lupa bagaimana lanjutin tutorial ini.

Hmm, dengan apa versi pdf wartalinux dibuat? Infonya sudah nongol di rubrik paket. Adalah Scribus, sebuah aplikasi publising opensource yang cukup lengkap. Bukan OpenOffice? Dengan fitur export pdf-nya, OpenOffice memungkinkan kita membuat file pdf dari dokumen kita tapi sayangnya banyak kekurangan dan bug yang menyertainya. Maka kembali ke Scribus yang telah menjadi pilihan tepat. Selain mendukung PDF, Scribus bisa mengimport file gambar (tentu saja), SVG, Postscript, dan banyak fitur lainnya.
Scribus menekankan bahwa dirinya bukanlah sebuah ‘word processor’, tidak mengelompokkan diri dengan aplikasi officesuite lainnya. Tapi Scribus adalah sebuah ‘page layout’ program. Jika mencari perbandingan di Windows, mungkin Adobe Pagemaker adalah jawabannya. Apa yang bisa dibuat dengan Scribus, bisa apa saja tergantung kreatifitas dan imajinasi pengguna. Bisa kover CD, kartu ucapan, brosur, newsletter, koran, sampai poster. Pendek kata hasil Scribus adalah untuk diprinting (meski tidak semua, seperti pdf wartalinux), bukan untuk ditampilkan di website. Jadi, kita harus memperhatikan resolusi dan juga ketajaman DPI. Dalam pembuatan dokumen publising semacam ini, anda perlu memperhatikan hal-hal berikut.
– Penting untuk membuat sketsa layout atau paling tidak anda mempunyai gambaran untuk itu. Ini akan membantu bagaimana mengatur semua konten (tulisan, gambar, dan lainnya) dengan baik.
– Kumpulkan file gambar (dengan resolusi sebaiknya minimal 200 DPI) dan file yang mungkin diimport lainnya dalam satu folder. Dan jangan ubah letak file atau mengubah namanya sementara file dokumen scribus ini (berektensi sla) akan dibuka atau diubah kedepannya. Hal ini dikarenakan Scribus hanya membuat link ke file gambar, tidak seperti CorelDraw yang memasukkan semuanya dalam filenya sehingga ukurannya lebih besar.
– Tulis lebih dahulu teks-teks yang akan dimasukkan di editor lain dan kumpulkan dalam satu folder. Cek kesalahan-kesalahan yang terlihat. Akhirnya kita hanya perlu copy paste ke dalam area kerja scribus.
Kita mulai saja langsung. Diasumsikan anda telah menginstal Scribus dan aplikasi tersebut dapat berjalan dengan baik di sistem anda.
Misalnya anda akan membuat pdf yang agak serupa dengan wartalinux. Saat pertama menjalankan Scribus, akan muncul jendela dialog untuk konfigurasi dokumen publishing baru (atau bisa juga membuka dokumen yang sudah ada).

gambar1

Atur ukuran, margin, dan lainnya seperlunya. Klik ok dan tibalah di area kerja Scribus. Beberapa orang mungkin akan frustasi melihat interface ini; sangat-sangat asing. Adaptasi memang tidak mudah, tapi juga tidak sulit.

gambar2-besar

Pertama mungkin kita perlu menyusun sketsa dengan garis panduan. Tarik dengan drag n drop garis ruler yang ada di atas dan kiri ke area kerja. Untuk menghapusnya, drag kembali ke garis ruler. Bila butuh opsi properties untuk sebuah objek, tekan F2 dan jendela kecil akan muncul membantu anda.
Sekarang kita bisa menggambar dasarnya, misal seperti blok warna yang berbeda pada sampul setiap edisi wartalinux. Ada tiga pilihan untuk melakukannya. Menggambar dengan vektor di scribus (yang mungkin agak membingungkan), mengimport file vektor (SVG dan EPS), dan mengimport file gambar bitmap. Pilihan akhir terlalu tolol karena ukuran file pada akhirnya (misal diekspor ke PDF) akan membengkak tak karuan. Saya lebih memilih untuk membuat gambar vektornya dengan inkscape atau editor vektor lain, baru diimpor di scribus.

Sebelum bereksperimen, ada baiknya berkenalan lebih lanjut dengan alat-alat. Berikut kegunaan Toolbar di Scribus.

toolbar

Select Item > menggunakan kursor normal

Insert Text Frame > membuat frame untuk teks
Kini kita coba menulis teks judul. Klik ikon Insert Text Frame pada toolbar dan drag di area kerja sebesar area yang akan membatasi teks tersebut. Ketik sesuatu. Bila ingin mengubah ukuran dan lainnya, silakan berkomunikasi dengan kotak dialog Properties. Jendela ini lebih dari cukup untuk mengatur banyak hal.
Kita coba menulis sebuah paragraf. Lakukan hal yang sama seperti membuat frame judul tersebut. Ketikan sesuatu atau copy dari teks yang sudah disiapkan. Kita bisa mengatur rata teks, warna, ukuran, dan lainnya di kotak properties. Kolom juga bisa dibuat dengan mengatur ukuran dan posisi frame teks.

Insert Image Frame > membuat frame untuk file gambar
Sekarang masukan sebuah file gambar bitmap. Klik ikon Insert Image Frame dan drag ke area kerja sebesar area yang akan membatasi gambar tersebut. Bila gambar kebesaran atau tidak pas, anda bisa mengeditnya dengan GIMP. Klik kanan dan pilih edit images. Perubahan yang dilakukan akan berdampak pada file yang diimport.

Insert Table > membuat tabel
Setelah mengklik ikonnya, drag di area kerja. Sebelum tabel itu dibentuk, akan ditanyakan berapa jumlah kolom dan baris. Isikan form dan klik ok. Ukuran dan jarak bisa diatur dengan mengklik garis-garisnya.

gambar4

Insert Shape > membuat bentuk2 yang telah disediakan Scribus
Klik tanda segitiga di samping ikon untuk memilih bentuk lain.

gambar5

Insert Polygon > membuat bentuk teratur yang jumlah sisinya bisa kita tentukan.
gambar6

Insert Line > membuat garis
.
Insert Bezier Curve > membuat garis yang bisa diatur bentuknya (curve)
. Akan muncul kotak jendela Node yang membantu mengatur kurva yang ingin dibentuk.

gambar7

Insert Freehand Line > menggambar garis dengan bebas.

Rotation > memutar posisi objek
Klik objek lalu klik ikon. Klik dan tahan pada objek untuk memutarnya.

gambar8

Zoom in or Out > kaca pembesar

Linx Text Frame > membuat sebuah tulisan berlanjut di text frame lain.
Bila pernah baca koran atau semacamnya, pasti mengerti bahwa beberapa kolom yang satu tulisan, saling menyambung dan ukuran mereka selalu rapi. Kita bisa saja membuat beberapa teks frame terpisah menjadi kolom yang juga memisahkan tulisannya, tentunya itu agak merepotkan dan panjang tulisan sulit diatur. Fitur Link Text Frame mengizinkan kita untuk membuat sebuah teks dalam frame yang terlalu kecil untuknya, akan bersambung ke frame lain yang telah ditentukan. Spasi antar baris bisa diatur pada Kotak Properties > Text, lalu ubah angka pada Line Spacing.

gambar9

Unlink Text Frame > mengembalikan tindakan dari Link Text Frame

Measurement > menampilkan jarak dari kursor yang kita drag di area kerja.

Copy Item Properties > menyamakan aturan sebuah objek ke objek lain.

Eye Dropper > menyamakan warna dari objek lain.
Klik objek yang bersangkutan, lalu klik ikon dan klik warna di area kerja (objek lain) yang ingin ditiru.

Sampai di sini dulu pembahasan kita. Pada edisi selanjutnya, akan dibahas tentang jendela Properties yang serbaguna, memanipulasi halaman, membuat link (sebagai file PDF) baik ke halaman lain, maupun ke alamat internet, dan tip trick lainnya.

defragment fat di linux

sejauh saya googling sana sini sampai kesandung, saya belum temukan tool untuk defragment partisi fat di linux. yeah, ada partition logic tapi saya kira itu livecd. di filesystem varian unix tidak ada istilah defragment karena konsepnya berbeda dengan ntfs/fat, dan itu saya kurang ngerti.

nah, belajar dari pengalaman sebelumnya, ada cara untuk defragment di fat. mungkin ini bukan defragment tapi konsepnya sama, yaitu mengisi kekosongan dan merapikan file2.

karena yang saya perlukan untuk didefrag adalah sebuah MMC yang hanya berukuran 512MB, ini mudah. caranya adalah, kita mennyalin semua isi partisi tersebut ke folder di partisi lain, lalu memformat partisi fat dengan gparted, kemudian menyalin kembali isi partisi MMC ke tempat semula.

mudah dan simpel, tapi tidak efisien untuk partisi yang berukuran besar. 🙂

buntu

ya ampun saya duduk di depan layar hampir 20 menit tapi hanya kalimat ini yang saya tulis. 😦

*lanjutin makan

chris nolan : doodlebug

film pendek begini sudah bikin agak mikir.

*nungguin film pak nolan yang baru.


This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net

RSS latest post @ blog.pdft.net

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 353,854 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji