Arsip untuk Mei, 2011

bagaimana seorang pengusaha memandang instansi pemerintah?

alkisah saya pergi ke sebuah toko yang memegang tender untuk pengadaan ATK di kantor saya. saya membutuhkan beberapa CD kosong jadi atasan saya menyuruh saya mengambil 1 paket CD kosong berisi 100 keping CD. dengan senang hati.

di toko, saya langsung membuka segel dan mendapati bahwa CD-CD itu banyak yang berjamur, saya periksa satu per satu semuanya. ternyata lebih dari setengahnya sudah berjamur. saya langsung bilang ke pemilik toko, bisakah saya menukar paket CD ini dengan yang lebih baik, karena setengahnya sudah rusak, tidak mungkin bisa diburning lagi.

pemilik toko itu menolak dengan alasan segelnya saya yang buka dan mengalihkan perhatiannya ke pelanggan lain. wtf! saya memeriksa lagi untuk menghitung berapa jumlah CD yang kira-kira bisa diburning kemudian bertanya lagi ke orang lain di toko itu.

responnya sama, bahkan kami sempat berdebat. saya kira hanya karena saya bilang pengambilan CD ini ditanggung instansi A. dia bilang, uang negara itu banyak, tak seberapa dibanding 1 paket CD kosong.

saya benar-benar marah.

mereka pikir, pemerintah itu gudang uang yang isinya tinggal dikeruk. yah, memang iya begitu.

Iklan

rinjani summit attack

yah, secara blogger itu biasanya tukang pamer, sekarang giliran saya. ini pertama kalinya saya mendaki gunung, tanpa persiapan dan latihan.

selengkapnya tentang gunung rinjani bisa dibaca di sini :  http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Rinjani

beruntunglah saya diajak seorang kawan, sebuah acara rinjani trekking dari perusahaan pemasok tembakau utama untuk sampoerna, sadhana arifnusa tbk. ee tunggu dulu, bukan berarti saya mendukung rokok. adalah sigit, nama teman saya itu dan saya benar-benar berterima kasih padanya. karena ini gratis, jadi barang2 yang saya bawa tidak banyak, tapi penting yaitu :

  • tas cariel
  • sleeping bag
  • sikat gigi
  • celana dalam 3 biji
  • baju lengan panjang 4, celana panjang 3, dan kaos kaki 3 pasang (ini dipakai sekaligus saat melawan dinginnya angin puncak)
  • celana pendek (buat mandi di tempat air panas)
  • senter
  • jas hujan
  • cokelat dan camilan lain
  • obat pribadi (minyak kayu putih, pil sakit kepala dan flu, antangin, etc)
  • sepatu (usahakan yang bergigi, kesalahan saya ada di sini, gara2 sepatu licin, sering jatuh terpeleset)
  • sendal

tapi saya tidak menyangka totalnya adalah 15 kilogram. mungkin karena ditambah seperangkat DSLR+lensa+tripod. hari pertama, setelah shalat jumat langsung menuju sembalun. kami kumpul2 dulu buat absen dan persiapan. setelah itu diantar 3 kendaraan ke tempat pelepasan : truk, mobil 4wd, dan mobil pick up carry. sialnya saya dapet mobil pick up dengan roda kecil itu. tapi saya kagum sama si supir, meski jalannya sangat berantakan dan benar-benar berselera offroad, mobil pick up itu galak sekali. kami dilepas di dataran yang sedikit lebih tinggi dari permukiman sembalun. banyak bunga di sana.

jam 5, kami mulai jalan kaki. jalanan tidak begitu menanjak dan lebih banyak rumput ilalang tinggi sedang. kami sampai di pos 1 saat gelap sudah menguasai langit. pos 1 adalah sebuah tempat dengan sedikit tanah lapang dan sebuah atap dari seng dan kayu yang sudah ambruk, berikut sebuah tong sampah dari beton dan sumber air di dekat situ. beberapa pendaki memilih membangun tenda dan bermalam di situ. kami berhenti untuk makan malam (nasi bungkus) kemudia jalan lagi. rencananya, jam 12 malam sudah sampai di pos 3.

entah karena saya semangat atau bagaimana, saya meninggalkan teman saya dan sampai di pos 3 jam 9 malam. tetapi tetap saja saya harus menunggu mereka agar bisa berteduh di tenda.

malam itu istirahat.

esok pagi, kami jalan lagi dan sigit bilang mulai dari pos 3 lah pendakian sesungguhnya karena di sana ada bukit penyesalan. entah kenapa disebut begitu.

ternyata bukit-bukit itu memang menjengkelkan. menanjak cukup curam sampai plawangan, salah satu barisan puncak bibir kaldera rinjani. tapi saya masih semangat dan sampai di plawangan jam 3 sore. banyak sekali tenda didirikan di plawangan sembalun. terutama bule.

sore itu istirahat karena jam 2 malam harus sudah bangun untuk muncak. kami harus daftarkan nama kami dan saya rasa itu lucu, karena pada akhirnya, banyak yang menyerah dan turun balik ke plawangan.

sigit bilang, dinginnya luar biasa, jadi saya mengenakan 4 lapis baju lengan panjang plus jaket, 3 lapis celana panjang, 3 lapis kaos kaki, dan 1 jaket yang saya kalungkan di kepala saya. saya membawa kamera, cokelat, senter, dan tongkat yang terikat bendera sadhana. sigit bawa air, termasuk milik saya.

tebalnya pakaian saya ternyata bisa melawan dingin, tetapi tidak dengan telapak tangan dan wajah saya. kulit saya berwarna merah, mengeras dan pecah-pecah karena dingin. saya masih cukup semangat dan meninggalkan sigit. tapi akhirnya agak menyesal karena botol air saya ada padanya. tanpa senter, mustahil bisa muncak saat malam, karena kalau nebeng cahaya ke orang lain, ujung2nya akan terpencar. beberapa orang menghampiri saya dari arah berlawanan dan bilang bahwa mereka tidak kuat. saya sempat jadi down. jalan menuju puncak berbeda dengan jalan dari sembalun ke plawangan. jalannya berbatu campur pasir. selangkah kita menginjak kaki, setengahnya turun lagi. itu benar-benar membuat putus asa. tapi saya jalan terus dan tiba di puncak tepat jam 5.30 subuh. cahaya matahari mulai muncul, kabut menghilang, dan pemandangan gunung rinjani lengkap dengan danau dan gunung kecilnya terhampar di depan mata saya. bahkan saking terkagum-kagumnya, saya lupa shalat subuh, doh.

setelah bersenang-senang di puncak, kami turun. sayangnya karena kelamaan di puncak, ditinggal rombongan ke danau. jadi saya terpisah dan jalan berdua dengan seseorang yang kakinya terkilir. lambat sekali jalannya dan kami sampai di danau jam 4 sore. oiya, jalan menuju danau itu lebih curam dan berbatu-batu. seringkali saya harus merangkak. kalau boleh dibilang, di antara semua rute, yang tersulit adalah turun ke danau, bukan muncak, atau naik dari danau ke plawangan. di sanalah kaki saya mulai terasa sakit. saat sampai di danau, sudah banyak yang membangun tenda dan sibuk mancing. ikannya besar-besar dan sangat mudah didapat.

oiya, salah satu kendala kebanyakan pendaki gunung adalah buang air besar. kebelet itu benar-benar mengganggu kesenangan kita. jadi saya BAB di pinggir sungai aliran dari danau segara anak. nyaman benar dan saya ndak nyangka saya BAB selama hampir 2 jam.  sebelum balik ke perkemahan, saya sempat nyemplung di permandian air panas. nikmat benar. dilihat dari rencana sebelumnya, seharusnya menginap di danau selama 2 malam. tetapi karena waktu mepet dan hari rabu harus sudah ngantor, kami balik keesokan harinya.  dari danau ke plawangan kemudian ke sembalun bisa ditembuh dalam sehari, dari jam 7 pagi sampai jam 4 sore. di sembalun istirahat semalam dan besoknya balik ke mataram. esoknya lagi harus sudah ngantor dengan kaki agak pincang.

tapi rasa sakit dari rinjani tidak lama, 2-3 hari kaki saya sudah sehat. 🙂

porter

adalah sekelompok orang yang saya kagumi. badan mereka rata-rata kecil, tetapi kaki mereka kuat luar biasa. porter adalah orang yang dibayar untuk membantu kita, membawa kelebihan barang2 kita (yang mana sering kali lebih berat dari satu paket cariel penuh yang masing2 kita bawa, seperti tenda, alat masak, air, etc). porter juga bertugas membawakan kita air siap minum dari sumber air, mendirikan tenda, dan memasakkan kita makanan. sungguh pendaki benar-benar dimanjakan oleh porter.

kaki mereka kuat dan kebanyakan mereka berketurunan. beberapa membawa anak2 mereka untuk melatih kakinya. hanya dengan sendak jepit, mereka bisa berlari di bukit2. porter juga bisa menjadi penunjuk jalan.

saya jadi membayangkan bagaimana kira2 kalau saya mendaki rinjani tanpa porter, semua diurus sendiri. suatu saat saya akan mencoba.

konfigurasi slackware

awal bulan kemarin saya memasang slackware. orang bilang masang slackware itu susah. ndak juga. yang susah itu kalau mau pasang paket dan berjibaku dengan dependensi, dan itu merupakan tantangan.

awalnya saya pikir juga begitu, pasang slackware ribet, mungkin mirip2 arch. ternyata tidak. kalau teliti baca, pastilah sukses. dan pada saat pasang tidak ada progress barnya, jadi kita tidak bisa kira2 kapan instalasinya selesai. tapi cepat kok. 15 menit kelar.

jadi, apa yang saya lakukan setelah slackware terpasang?

1. konfigurasi layar.

saya membuat konfigurasi xorg.conf dengan xorgsetup, dijalankan di CLI mode dan tidak ada server X yang jalan. (init3)

2. runlevel ke login grafis

ubah runlevel agar langsung masuk ke login grafis begitu booting. edit file /etc/inittab

pada baris d:3:initdefault:, ganti angka 3 ke 4.

3. user dan host

adduser, dan ganti nama darkstar. ganti di /etc/hosts

4. network

gunakan netconfig pada root mode.

5. konfigurasi samba.

ubah permission untuk eksekusi di /etc/rc.d/rc.samba

edit konfigurasi /etc/samba/smb.conf. saya menggunakan konfigurasi di bawah ini untuk membatasi akses ke sharing file dengan menggunakan user password dari smbpasswd. niatnya sih, supaya bisa nyimpen2 file (terutama film) sewaktu2 di server, mumpung hddnya kosong 200gb. gunakan smbpasswd untuk membuat password user yang bersangkutan.
[global]
workgroup = SLACKWARE_FILESERVER
server string = %h server (Samba, Slackware)
log file = /var/log/samba/%m.log
log level = 2
max log size = 0
security = user
encrypt passwords = yes
smb passwd file = /etc/samba/smbpasswd
dns proxy = no
client lanman auth = yes
lanman auth = yes

[pikofiles]
path = /home/piko/share
public = yes
guest ok = yes
browsable = yes
writable = yes
printable = no
create mask = 0777
force user = piko
create mode = 0664
directory mode = 0775

yah, selesai sudah. sampai di sini slackbox saya sudah siap pakai, tinggal dioprek sesuka hati. 🙂

oya saya lebih suka pakai xfce jadi tetek bengek kde tidak dibahas di sini.

PNS dan DNS Nawala

saya tidak bilang semua PNS tidak suka dengan DNS nawala. judul posting ini hanya gambaran secara umum yang saya temui di lingkungan kerja saya.

jadi beginilah saya, kerja mengurusi komputer-komputer milik negara. menyenangkan memang, tapi selalu ada yang bikin muak.

sudah dianggarkan, bahwa tahun ini akan didatangkan lisensi kaspersky untuk 50 client dan 10 server jangka waktu 2 tahun. bayangkan saja, saya tidak menyebutkan jumlah rupiah di sini, yang jelas itu teramat mahal hanya untuk menjaga agar komputer windows mereka aman. tetapi setidaknya itu buat pekerjaan saya lebih mudah dan terkontrol.

tapi tetap saja kaspersky tidak bisa disebut sempurna, beberapa komputer bermasalah karena penggunanya mengklik url tidak jelas di browser internet dan berakibat cukup fatal (setiap file berekstensi exe tidak bisa dijalankan, kecuali explorer.exe sendiri).

karena masalah ini, saya berniat memasang DNS nawala di router, sehingga mengamankan komputer dari alamat internet yang tidak sehat. saya belum menyebut kata porno di sini, itu nanti dulu. awalnya saya hanya memasang DNSnya secara independen di beberapa komputer.

efeknya luar biasa. esoknya,  sebagian besar PNS di kantor marah-marah karena mereka tidak bisa membuka konten pornografi. mereka bilang :
“kita ndak bisa kerja kalau ndak ada itu”, “wah, ngantuk kita kalau ndak bisa buka itu”, “sok!”

bagaimana mungkin mereka bermasturbasi saat jam kerja sementara mereka berpura-pura mengetik kertas-kertas sampah? lagi pula komputer-komputer dan bandwith adalah milik negara, dari uang rakyat, bukan milik mereka pribadi.  saya kaget sekaligus kecewa, terutama karena mereka terang-terangan menyalahkan saya dan men-cap saya sok alim.

ini bukan masalah alim atau tidak pak, ini tentang bagaimana melindungi komputer anda agar anda tidak mengeluh setiap beberapa menit sekali hanya masalah-masalah dari internet. dan ini tugas saya.

beberapa dari mereka yang tahu sedikit tentang jaringan, mengganti kembali DNSnya ke DNS router. sebenarnya ini cerita lama, tetapi hari ini, dengan penuh kejengkelan sekaligus senang karena sudah mendapat restu dari pimpinan langsung, saya kembali memasang DNS nawala di router, sehingga semua komputer otomatis ikut ke DNS nawala. kalau mereka protes, saya siap bilang supaya mereka protes langsung ke atasan mereka.

cukup aman sampai mereka tahu sendiri bagaimana mengganti sendiri DNS speedy atau google.

kalau diamati baik-baik, pekerjaan rata-rata PNS memang membosankan. saya sudah menghitung baik-baik rata-rata kesibukan mereka. dari jam 8 sampai jam 4, mereka rata-rata hanya sibuk kurang lebih 3 jam. selebihnya adalah kebebasan dan uang negara habis untuk membayar rasa lelah yang tidak seberapa.

baladawajanbolik

memperbaiki iso yang corrupt (md5sum mismatch)

setelah berkali2 download iso dvd slackware64 13.37, md5-nya tidak pernah sama. itu bikin saya patah hati, karena sudah dicoba 4 kali : wget, axel, prozgui, dan freedownloadmanager (windows), tetap saja isonya korup.

ternyata iso corrupt itu bisa diperbaiki dengan client torrent apa saja, asalkan iso tersebut punya torrent-nya juga di internet, berikut seedernya masih ada. caranya, timpa file iso tersebut dengan unduhan torrent, secara otomatis, progressnya meluncur cepat lompat2 dan si torrent client akan memperbaiki bagian-bagian yang korup.

kalau sudah coba cek lagi berkas iso dengan md5sum.

dan tada! akhirnya kemarin sudah nginstol slekwernya, lancar jaya.

ah, toreng memang mantap!


This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net

RSS latest post @ blog.pdft.net

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 354,157 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji