mengapa arch linux?

yah, sudah banyak mengapa-blabla lainnya, tapi kali ini saya menulis alasan mengapa saya memilih arch sebagai os utama. kalo ndak salah dari awal juni kemarin sejak pindah dari debian. itu makanya saya pasang logo arch di samping sedari kemarin-marin. (blush)

apa itu arch? basisnya apa? arch itu distribusi yang mengadaptasi prinsip keep-it-simple-stupid dan tidak berbasis distribusi manapun. ya, memang tidak berbasis distribusi manapun, tidak ada deb atau rpm. beda.

1. ringan dan cepat. ah, masak. linux kan memang ringan, mana lebih ringan dibanding puppy linux? tentu saja arch lebih ringan karena instalasi dasar arch (core) hanya berisi terminal dan utility utama. itu doang. menginstall arch jauh lebih merepotkan ketimbang install slackware, karena kita menerima OSnya dalam keadaan kosong. dari sinilah kita membangun, memasang paket-paket yang kita pikir kita butuhkan. jadi paket-paket/service yang sebenarnya tidak perlu tidak akan terpasang. bahkan setelah desktopnya terpasang (kasus saya gnome3) saya masih mendapati arch ini sangat kencang dan responsif, kalah-kalah si mac. initnya kita mendapat apa yang benar-benar kita butuhkan. dari sini pula kita bisa belajar mengkonfigurasi sistem awal ala arch.

2. bleeding edge. lawan dari ini adalah stabil. arch tidak stabil dong? mungkin benar, karena arch mengambil paket-paket terbaru yang katanya diklaim lebih berdarah dari pada debian sid unstable sekalipun atau mungkin slackware-current. benarkah apdetan terbaru arch sangat kacau? herannya tidak, bahkan saya menemukan bahwa debian 6 stable lebih bermasalah ketimbang arch yang sering diupdate. misal saya senang sekali mendapati kernel 3.0 masuk tidak terlalu lama setelah rilis upstreamnya. ndak perlu repot2 ngompail.

3. rolling-release. ini yang saya suka. sejak awal menggunakan linux, yang saya lakukan adalah : menginstall distribusi baru, menggunakannya selama beberapa waktu, dan ketika rilis barunya muncul saya jadi bingung di antara dua pilihan, install ulang (yang mana berarti kehilangan paket2 yang sudah saya install) atau update-upgrade (yang mana berarti saya mesti punya koneksi internet yang cukup memadai untuk mengunduh ratusan megabyte). tapi rolling-release? setiap ada paket baru, kita bisa mengupdatenya dan jadilah sistem kita rilis terbaru. bahkan ISO installer arch tidak diupdate sejak 2009 dan baru diganti setelah kernel 3.0 dan butuh beberapa penyesuaian. setiap harinya saya selalu mengecek update dengan pacman -Syu (pacman adalah manajer paket yang sangat powerful, kalau boleh saya bilang pacman lebih oke ketimbang apt-get). kadang ada update, kadang tidak. kadang hampir seratusan megabyte, kadang hanya beberapa kb. menyenangkan melihat sistem kita selalu terupdate dan berdarah2. (saya masih bingung dengan istilah bleeding edge : pinggirnya lagi datang bulan makanya darahnya netes << definisi blek)

rolling release juga dipakai oleh gentoo. tapi gentoo itu distribusi yang kejam amir. setiap paketnya adalah source yang mesti kompail2 terus.

4. dokumentasi. o lengkap. jangan ditanya. silakan mampir ke wiki arch.

kekurangan :

sistem rolling release membuat kebutuhan akan internet tidak bisa dihindari. setelah menginstall sistem intinya, mau tidak mau kita harus koneksi internet, itupun kalau perangkat kita sukses koneksi. kalau misal wifi atau LANnya tidak terdeteksi dan mesti dioprek, wah selamat berjuang. tapi mudah2an tidak mengingat kernel sekarang sudah mengenal banyak perangkat. di kasus saya, saya mesti kompail compat-wireless agar arch mengenali TP-LINK WN322G. setelah itu pun, tetap butuh koneksi internet karena sistem paket rolling release bukan repository yang bisa diunduh keseluruhan kemudian dijadikan DVD repo offline. mesti sering update atau akan ketinggalan dan ratusan megabyte paket update tertumpuk di depan kita.

komunitas arch tidak begitu banyak, tapi melihat diskusi di milis dan forum, saya kira cukup solid. sayangnya minat orang-orang di indonesia kurang begitu tinggi kalau tidak boleh dibilang mengecewakan. milisnya bahkan lebih sepi ketimbang milis kaipang. satu-satunya jalur diskusi yang cukup aktif saya lihat ada di group fb archlinux-id.

cukup itu dulu, belum kepikiran yang lain. kalau ada nanti saya tambahkan. silakan mencoba bila minat.🙂

7 Responses to “mengapa arch linux?”


  1. 1 amrinz 27 Agustus 2011 pukul 1:39 PM

    [ketika rilis barunya muncul saya jadi bingung di antara dua pilihan, install ulang (yang mana berarti kehilangan paket2 yang sudah saya install) atau update-upgrade (yang mana berarti saya mesti punya koneksi internet yang cukup memadai untuk mengunduh ratusan megabyte)]

    Loh kan ada pilihan ketiga bos …., tidak ngupgrade!!!!

    Dan saya (untuk sementara) mentok di Lucid……. sama XP ……

  2. 2 piko 27 Agustus 2011 pukul 2:40 PM

    tumben nongol ketupang akhir-akhir ini.

    ah, kalau tidak upgrade kan rasanya gimana gitu.😄

  3. 3 gadgetboi 15 September 2011 pukul 7:10 PM

    semakin banyak saja yang beralih ke Arch :mrgreen;

  4. 4 dwihimura 2 November 2011 pukul 12:28 PM

    saya sedang berupaya migrasi ke Arch nihh

  5. 5 Arief 2 November 2011 pukul 6:07 PM

    Saya imigran dari keturunan Raja Debian. Bukan ga suka debi (HD bagi2 kamar sm CrunchBang Linux) tapi pengen coba yg berdarah e eh ketagihan. Distrohop otomatis ngerem. Dulu sering banget download iso di distrowatch setiap ada yang ‘aneh’ saya unduh yang pada akhirnya cuman jadi koleksi saja (baca:ga di instal) hehe…saya puas jadi Archer sekarang. Tobat ga loncat sana sini lagi. ArchLinux tob markotob dah.

  6. 6 Ihsan Ariswanto 24 November 2011 pukul 9:10 PM

    di kaskus komunitas Arch rame kok Om..
    Saya dulu dari Ubuntu… pindah sana-sini, sekarang menetap di arch pske LXDE.

  7. 7 piko 24 November 2011 pukul 11:08 PM

    secara ane bukan kaskuser oom.😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 316,997 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji

%d blogger menyukai ini: