Arsip untuk Februari, 2012

server simrs dan dns

halo lagi.

kemarin saya dapat kesempatan lagi buat belajar ngoprek server sebuah rumah sakit di mataram untuk menjalankan aplikasi manajemen berbasis web (simrs). sebenarnya sih kira2 bulan lalu sudah selesai. tapi berhubung mesin server yang dulu terlalu jadul dan penggantinya hanya sebuah PC biasa, baru-baru ini dibelikan server baru 15 jutaan.

sama seperti sebelumnya, saya hanya memasangkan paket LAMPP di centos. barangkali jadinya posting ini hanya merepost tutorial lain, maka saya menuliskan beberapa kendala yang saya temukan.

mungkin karena dvd instalasi centos 5.5-nya tidak begitu bagus, paket python tidak terinstall dan memang tidak bisa diinstall ketika saya mencoba langsung ke berkas paketnya di keping DVD, menyebabkan manajer paket yum tidak bisa digunakan. solusinya adalah mencari paket rpm yang versinya persis sama dan memasangnya.

masalah keda, dns server tidak langsung jalan padahal konfigurasi sudah benar. log menampilkan pesan error yang memberitahukan bahwa berkas konfigurasinya tidak ditemukan meskipun path-nya sudah benar dan kita yakin berkas2 itu memang sudah ada di sana. ini hanya masalah chroot atau linking dalam batas pengertian saya. berkas2 itu seharusnya berada di folder chroot (/var/named/chroot/…) dan mesti di-hardlink ke folder semula yaitu berkas konfigurasi (named.conf) di /etc/ dan berkas konfigurasi resolver di /var/named/.

sayangnya waktu itu konfigurasi bind belum benar betul menyebabkan domain mesti diakses dengan awalan www. juga apache belum ditunning optimal untuk diakses oleh banyak klien.tidak sempat dikerjakan karena keterbbatasan waktu.

sebulan bersama colemak : antara colemak dan qwerty

hari-hari belakangan ini saya merasa jari2 saya benar2 baik. di colemak maupun qwerty, sama cepatnya. hanya butuh sedikit waktu untuk beradaptasi, hanya perlu menahan pusing sebentar saja sebelum jari2 meluncur cepat di atas tombol2.
dan tentu saja, masih lebih cepat di qwerty ketimbang colemak. mungkin perlu 2-3 bulan lagi agar bisa menggunakan colemak pada kecepatan penuh out of the box. 🙂

perang tikus

halo.

jadi, minggu kemarin PC saya rusak karena dipipisin tikus. percaya atau tidak, memang itu yang terjadi.  kehilangan akses ke mac selama seminggu lebih benar2 menyesakkan dada.

awalnya, saya sering kehilangan sisa-sisa camilan di kamar. saya tidak keberatan sampai saya membayangkan bagaimana kalau tadinya seekor tikus duduk di atas piring2 yang baru saya cuci atau tidur-tiduran di atas papan ketik saya. ini menimbulkan perasaan tidak enak.

jadi saya membeli perangkap tikus seharga 20ribu dan memasang kerupuk ikan sebagai umpan. malam pertama saya mendapat seekor tikus besar terperangkap dalam kurungan perangkap. sampai saya bingung mau saya apakan tikus ini, sampai2 saya telat ngantor gara2 kelamaan jongkok di depan tikus.

belum selesai saya memikirkan semuanya, tikus besar itu mendorong pintu perangkap secara tiba-tiba. saya terkejut. tikus itu, kemudian saya kenali sebagai tikus warog, setelah diberitahu orang.

saya tidak putus asa. tikus memang pintar, tetapi seharusnya saya lebih pintar. saya memasang umpan lagi (sebutir bakso) dan meninggalkan kamar dalam keadaan kosong sehari-semalam. yang kemudian, saya mendapatkan seekor tikus setiap harinya sampai hari keempat.

jujur, ini pertama kalinya saya membunuh mamalia. entah saya menyesal atau tidak, saya tidak tahu. saya memasak air sampai mendidih kemudian menyiram tikus2 itu dengan air panas. cara ini lebih efektif ketimbang racun (yang mungkin menjadi berbahaya di tempat pembuangan) atau digorok langsung (darah bermuncratan mesti dihindari). kejam memang kelihatannya, yah, itulah yang saya lakukan.

hari kelima dan seterusnya, saya tidak mendapat seekor tikus pun. bahkan, 2 kali saya menemukan perangkap itu dalam keadaan tertutup namun umpannya habis. apakah tikus2 itu memang sudah tahu cara melepaskan diri? saya memasang umpan lagi dan meletakkan sebutir bakso lagi di tengah lantai kamar.  besoknya, sebutir bakso lenyap sementara perangkap tak tersentuh.

saya mengambil kesimpulan bahwa tikus2 itu sudah beradaptasi dan mempelajari perangkap. membaca life of pi – yann martel (oh, saya berharap semua itu benar2 kisah nyata, terutama mengenai pulau ganggang), saya semakin yakin bahwa tikus2 memang pintar.

karena perangkap tikus sudah tidak berguna, saya berencana menggunakan karbit. tetapi tidak jadi setelah mendengar bahwa aroma karbit sangat/terlalu kuat untuk diletakkan di dekat kamar. menutup semua lubang akses ke kamar juga bukan solusi yang tepat, karena kamar mandinya 2 pintu dan ventilasi juga penting.

perang ini belum berakhir.
bonus –>

Dilema Colemak

adalah ketika saya sudah mulai lancar menggunakan komputer sendiri dengan keyboard colemak, tetapi ketika balik ke qwerty di komputer orang lain, saya mendapatkan banyak sekali typo dan kecepatan mengetik yang memalukan.

entah ini hanya masalah waktu atau benar-benar tidak bisa dikendalikan. 😦


This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 342,240 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji