perang tikus

halo.

jadi, minggu kemarin PC saya rusak karena dipipisin tikus. percaya atau tidak, memang itu yang terjadi.  kehilangan akses ke mac selama seminggu lebih benar2 menyesakkan dada.

awalnya, saya sering kehilangan sisa-sisa camilan di kamar. saya tidak keberatan sampai saya membayangkan bagaimana kalau tadinya seekor tikus duduk di atas piring2 yang baru saya cuci atau tidur-tiduran di atas papan ketik saya. ini menimbulkan perasaan tidak enak.

jadi saya membeli perangkap tikus seharga 20ribu dan memasang kerupuk ikan sebagai umpan. malam pertama saya mendapat seekor tikus besar terperangkap dalam kurungan perangkap. sampai saya bingung mau saya apakan tikus ini, sampai2 saya telat ngantor gara2 kelamaan jongkok di depan tikus.

belum selesai saya memikirkan semuanya, tikus besar itu mendorong pintu perangkap secara tiba-tiba. saya terkejut. tikus itu, kemudian saya kenali sebagai tikus warog, setelah diberitahu orang.

saya tidak putus asa. tikus memang pintar, tetapi seharusnya saya lebih pintar. saya memasang umpan lagi (sebutir bakso) dan meninggalkan kamar dalam keadaan kosong sehari-semalam. yang kemudian, saya mendapatkan seekor tikus setiap harinya sampai hari keempat.

jujur, ini pertama kalinya saya membunuh mamalia. entah saya menyesal atau tidak, saya tidak tahu. saya memasak air sampai mendidih kemudian menyiram tikus2 itu dengan air panas. cara ini lebih efektif ketimbang racun (yang mungkin menjadi berbahaya di tempat pembuangan) atau digorok langsung (darah bermuncratan mesti dihindari). kejam memang kelihatannya, yah, itulah yang saya lakukan.

hari kelima dan seterusnya, saya tidak mendapat seekor tikus pun. bahkan, 2 kali saya menemukan perangkap itu dalam keadaan tertutup namun umpannya habis. apakah tikus2 itu memang sudah tahu cara melepaskan diri? saya memasang umpan lagi dan meletakkan sebutir bakso lagi di tengah lantai kamar.  besoknya, sebutir bakso lenyap sementara perangkap tak tersentuh.

saya mengambil kesimpulan bahwa tikus2 itu sudah beradaptasi dan mempelajari perangkap. membaca life of pi – yann martel (oh, saya berharap semua itu benar2 kisah nyata, terutama mengenai pulau ganggang), saya semakin yakin bahwa tikus2 memang pintar.

karena perangkap tikus sudah tidak berguna, saya berencana menggunakan karbit. tetapi tidak jadi setelah mendengar bahwa aroma karbit sangat/terlalu kuat untuk diletakkan di dekat kamar. menutup semua lubang akses ke kamar juga bukan solusi yang tepat, karena kamar mandinya 2 pintu dan ventilasi juga penting.

perang ini belum berakhir.
bonus –>

1 Response to “perang tikus”


  1. 1 fraxis 29 Februari 2012 pukul 7:03 AM

    air panas? watch out, we got the badass ovet here!
    hahahha, pertama dan satu2nya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 317,557 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji

%d blogger menyukai ini: