Arsip untuk April, 2012

lupa mati

tuan kira tuan sendirian
tuan lupa kami-kami, mereka, tuan lupa semua
tuan juga lupa tuhan
padahal daging kami sama dengan tuan, dicipta sama
satu dari kami mati, tuan yasinan
esok tuan kembali lupa
atau barangkali pura-pura lupa kemana kami pamit
satu lagi dari kami mati, tuan berkabung duka
esok tuan kembali terbahak-bahak
menantang hari esok
dan karena hari ini giliran tuan, kami rasa tak apa bila kami segera lupa akan tuan
yang kami ingat hanyalah filosofi tuan, yang mati biarlah mati
dan harta benda tuan yang kami rebutan
biarlah adil kan tuan, biarlah demikian
kecuali yang terjebak di senja hari, hidup terlalu sebentar untuk ingat ajal.
mereka tidak tahu. mereka tidak tahu.

Iklan

E63 comes back!

Yep, minggu kemarin saya liburan bersama teman-teman kantor, termasuk The Second Boss. Kami pergi ke Gili Trawangan, berenang, snorkling, makan-makan (4 tusuk ikan bakar super gede).

Gobloknya, pas snorkling saya lupa keluarin HP dari kantong. Sebuah Nokia E63 saya ajak snorkling 10 menit. Setelah sampai darat dan mau ngeplurk, baru nyadar HP ada di kantong.

Setelah ngalor ngidul sama teman-teman, sampailah pada kesimpulan bahwa air garam bisa sangat merusak karena bersifat korosif. Akhirnya HPnya saya rendam ke dalam gelas aqua untuk menetralkan kandungan garamnya.

Setelah di rumah saya bongkar dan rendam lagi dalam segentong air bersih sekitar 2-3 jam. Kemudian dikeringkan dengan hairdryer selama 1 jam dengan suhu hangat.

Yay, akhirnya E63 bekerja kembali tanpa kurang suatu apa. Hanya sedikit sisa-sisa air di LCD (bisa diakali dengan antilembab).

UPDATE : tepat seminggu kemudian saat gowes ke Malimbu bareng Angga dan Sigit, LCD E63 konslet total tanpa bisa diselamatkan lagi. jadideh keluarin uang 175k buat beli LCD baru.

Kesalahan saya adalah, tidak mengeringkan LCD secara total. saya masih membiarkan sisa airnya dan menggunakan secara terus menerus sampai seminggu. seharusnya saya diamkan beberapa hari dalam kotak antilembab atau di karung beras, agar airnya terserap keluar.

error alsactl

/usr/sbin/alsactl: set_control:1328: failed to obtain info for control #1 (No such file or directory)
/usr/sbin/alsactl: set_control:1328: failed to obtain info for control #2 (No such file or directory)
/usr/sbin/alsactl: set_control:1328: failed to obtain info for control #25 (No such file or directory)
/usr/sbin/alsactl: set_control:1328: failed to obtain info for control #26 (No such file or directory)

selalu muncul beberapa baris sebelum login. solusi di wiki Archlinux bekerja untuk Slackware

alsactl -f /var/lib/alsa/asound.state store

EXT3-fs: sdaX couldn’t mount because of unsupported optional features (240)

Pesan galat ini muncul di awal booting, tetapi bisa diabaikan dan masih bisa masuk sistem. Tapi tidak enak juga melihat pesan galat seperti itu setiap booting. Saya temukan solusinya di sini : http://www.linuxquestions.org/questions/slackware-14/couldnt-mount-because-of-unsupported-optional-features-240-a-843675/.

Hal ini terjadi karena kernel mendahulukan ext2 dan ext3 sebelum ext4. Tambahkan rootfstype=ext4 di baris append di /etc/lilo.conf

append="quiet vt.default_utf8=0 rootfstype=ext4"

Kemudian tulis konfigurasi lilo ke MBR.

sudo lilo

Trip to Tiu Pupus – Tiu Kelep

Yah, saya pernah kesana bareng Blek, Mbak Yeni, aduhmaafkamanyasiapaya, dan Cepul. Waktu itu musim hujan, waktu yang salah untuk mengunjungi air terjun gede. Lupakan.

Mas Teguh datang ngegembel dari Dompu. Kaipang sempat kopdar meski hambar karena yang datang sedikit. Setelah membuat keputusan mendadak untuk ikut jalan-jalan ke kawasan utara Lombok, saya tidak menyesal esoknya.

Kami ke Tiu Pupus dulu sebelum ke Tiu Kelep, air terjunnya lumayan, lebih pendek dari Tiu Kelep, tapi lebih bagus dari Sendang Gile. Di sana sepi, hanya ada beberapa wisatawan lokal.

Kawasan Tiu Kelep banyak berubah, pohon-pohon tumbang, menyulitkan perjalanan ke air terjunnya. Ngomong-ngomong ada bule yang hampir celaka karena mencoba bermain-main dengan selokan air yang deras dan kami menyelamatkannya, Teguh jadi pahlawan. Kalau tidak, mungkin sudah terjebak di dalam terowongan air yang saya tidak tahu dimana ujung keluarnya.

Pendeknya, kami banyak makan-makan.

Pas pulang, saya sempat ditinggal begitu lama. Dikiranya saya sudah naik di belakang. Saya ketakutan karena terlantar di jalanan antah berantah antara Pemenang dan Senggigi yang tidak ada rumah penduduknya. Saya jalan kaki beberapa menit sambil memohon kepada siapa saja yang lewat agar mau mengangkut saya, sebelum akhirnya temannya si Teguh ini muncul sambil ketawa-ketiwi. Dia ngomong sendiri berkilo-kilometer tanpa menyadari saya tidak ada di belakangnya.

 

error JW_SIG_CFU & JW_SIG_PRG di Joomla 2.x

ganti permission di folder cache secara rekursif menjadi 777.


This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net

RSS latest post @ blog.pdft.net

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 354,157 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji