Archive for the 'how to' Category

error alsactl

/usr/sbin/alsactl: set_control:1328: failed to obtain info for control #1 (No such file or directory)
/usr/sbin/alsactl: set_control:1328: failed to obtain info for control #2 (No such file or directory)
/usr/sbin/alsactl: set_control:1328: failed to obtain info for control #25 (No such file or directory)
/usr/sbin/alsactl: set_control:1328: failed to obtain info for control #26 (No such file or directory)

selalu muncul beberapa baris sebelum login. solusi di wiki Archlinux bekerja untuk Slackware

alsactl -f /var/lib/alsa/asound.state store
Iklan

Squid Proxy + Mikrotik

I have installed a cache proxy to centos server and works with good TCP_HIT. i’m using centos 5.x. proxy took the data that we request from browsing activities and save it as cache. the second request will take from this cache, that means the connection uses full bandwith on the local network. we got two thing, reduce bandwith consumtion from the ISP and increase the speed. squid has other feature such as redirect, blocking, etc.

on this case, the proxy’s IP set to 192.168.168.12, the same level to client computers.

install squid package from repository.

yum -y install

edit /etc/squid/squid.conf

change/add some.

#change the proxy port to 3128 and set as transparent. The transparent parameter means, this proxy can be used over the IP with port redirect.
 http_port 3128 transparent
 #add the hostname
 visible_hostname proxyserver
 #the TCP_HIT quantities depends on the refresh pattern parameter.
 refresh_pattern ^ftp:        1440    20%    10080
 refresh_pattern ^gopher:        1440    0%    1440
 refresh_pattern ^http:        720    90%    432000
 refresh_pattern -i (/cgi-bin/|\?) 0    0%    0
 refresh_pattern (Release|Package(.gz)*)$    0    20%    2880
 refresh_pattern -i \.(gif|png|jpg|jpeg|ico)$ 10080 90% 43200 override-expire ignore-no-cache ignore-private
 refresh_pattern -i \.(iso|avi|wav|mp3|mp4|mpeg|mpg|swf|flv|x-flv)$ 43200 90% 432000 override-expire ignore-no-cache ignore-private
 refresh_pattern -i \.(deb|rpm|exe|ram|bin|pdf|ppt|doc|tiff)$ 10080 90% 43200 override-expire ignore-no-cache ignore-private
 refresh_pattern -i \.(zip|gz|arj|lha|lzh|tar|tgz|cab|rar)$ 10080 95% 43200 override-expire ignore-no-cache ignore-private
 refresh_pattern -i \.(html|htm|css|js|php|asp|aspx|cgi) 1440 40% 40320
 refresh_pattern .        0    20%    4320

save the file. then, create a swap directory

/usr/sbin/squid -z #swap

Check squid configuration. If there is an output, something wrong with squid.config, otherwise, all’s ok.

/usr/sbin/squid -k parse

start squid service

/etc/rc.d/init.d/squid start

use chkconfig to set squid to load on boot.

/sbin/chkconfig squid on

now, configure browser’s proxy to IP port 3128. open some static webpages and check log file.

tail /var/log/squid/access.log

if success, the webpage will loaded and squid will generate TCP_MISS to the logfile. we need to check again. give attention to logfile. clear the browser cache or use other computer to load the same pages. if TCP_HIT appears on the log, then your squid server is working fine. TCP_MISS means the data is not exist on cache and proxy server will load it from the internet. You will get TCP_HIT when data is exists and client load it from cache. the more you get TCP_IP, the more browsing speed increased for lots of data.

this is not yet complete. we need to enable the proxy server on router and setup it to redirect to 192.168.168.12:3128 using parent-proxy parameter.

set enabled=yes src-address=0.0.0.0 port=3328 parent-proxy=192.168.168.12 parent-proxy-port=3128

then, add a nat rule to force all request to router’s proxy (port 3328). strike the command bellow.

chain=dstnat action=redirect to-ports=3328 protocol=tcp src-address=!192.168.168.12 dst-port=80

voila. 🙂

NB : ini tulisan pertama dengan bahasa inggris. saya harap banyak yang salah dan seseorang memberitahu sehingga saya bisa belajar dari itu.

Lingkungan Praktik Jaringan Mikrotik dengan 2 Komputer

perangkat virtualisasi seperti virtualbox atau vmware sangat membantu dalam banyak hal. mari kita bermain-main sedikit.

jadi kondisinya begini.
– saya tidak punya routerboard
– saya hanya punya 2 komputer yang tidak kuat menjalankan vmware/virtualbox banyak2. sebuah PC-mac gadungan dan netbook berisi archlinux. asumsinya, setiap komputer hanya kuat menjalankan 1 OS virtual.

topologi yang ingin saya terapkan hanya routing sederhana dari 2 lingkungan berbeda, yang berarti membutuhkan minimal 3 komputer. 1 sebagai router, 1 sebagai komputer kelompok IP x, 1 lagi sebagai komputer kelompok IP y. sebenarnya, jika dipaksakan, komputer saya masih bisa dipasang 3 OS virtual dan jalan simultan. tapi sangat berat memang, lagi pula mempraktikkan sambil bermain bayang2 (karena perangkat mikrotik tidak benar-benar ada) lumayan bikin pusing. tentu saja tidak sulit mengubah PC biasa menjadi router, tapi yang saya maksud di sini, mikrotiknya virtual, tetapi port-port UTP-nya nyata, bisa kita sentuh dan OS host berikut data tidak terganggu.

mengapa tidak menginstall mikrotik secara native?
– karena ini komputer pribadi untuk keperluan sehari-hari, sebuah netbook dengan 1 port UTP dan 3 port USB.
– jika install native, hanya ada 1 port UTP, sementara USB2UTP tidak dikenal di mikrotik

dalam kasus ini, saya ingin punya sebuah ‘routerboard’ dengan 4 port, itu setara RB750 dengan performa yang lebih baik, menggunakan routerOS 5.xx trial 24 jam. sebenarnya, untuk belajar, versi routerOS ini tidak terlalu merepotkan dengan limit waktunya. bisa diakali dengan backup konfigurasi. sesering mungkin backup sistem dan unduh berkasnya. jika lewat batas waktu hanya perlu 3 langkah kecil. install ulang > konfigurasi IP salah satu interface > upload dan restore berkas backup. dan semua kembali seperti sebelumnya.

yang dibutuhkan untuk routerboard rakitan ini selain komputer adalah 2 atau 3 buah USB2UTP, jumlah tergantung kebutuhan.

pastikan semua USB2UTP bekerja dan semua interface di-up, tetapi tutup semua koneksi. saya menggunakan arch linux, dan networkmanager bawaan gnome tidak bekerja normal dengan mode bridge di virtualbox. matikan daemon networkmanager dan gunakan netcfg. buat 4 berkas di /etc/network.d/, salah satunya misal bernama bridge0 yang isinya :

INTERFACE="br0"
 CONNECTION="bridge"
 DESCRIPTION="Virtualbox Bridge"
 PRE_UP="ip link set dev eth0 promisc on"
 BRIDGE_INTERFACES="eth0"
 IP="no"

untuk berkas selanjutnya, ikuti penomoran, berkas bridge1 untuk eth1, bridge2 untuk eth2. kemudian aktifkan semuanya.

sudo netcfg bridge0

dan seterusnya. ini bertujuan menjembatani interface virtual langsung ke perangkat kerasnya.

buka virtualbox dan pilih mode bridge untuk jaringannya. Adapter network 1 dengan bridge0 dan seterusnya. setelah routerOS terpasang, kita akan mendapati semua interface mikrotik siap.

/interface print

yep, mikrotik siap digunakan dan anda bisa memperlakukan setiap port sebagai ‘routerboard’ sudah ada, bagaimana dengan lingkungan jaringan untuk routing? anda butuh 1 komputer lagi dengan 2 port UTP plus kabel2 UTP yang pendek dan menerapkan konsep yang sama. komputer host sebagai komputer kelompok IP x menggunakan eth0, sedangkan komputer guest (bridge ke eth1) sebagai komputer kelompok IP y. host dan guest tidak berhubungan langsung, melainkan melalu port mikrotik. tinggal diatur routingnya.

yup, hanya dengan 2 komputer, kita punya mikrotik setengah nyata dan lingkungan jaringan kecil untuk praktek. 🙂

sinkron waktu di mikrotik dengan NTP

awalnya dari blokir fb dan socmed lain di kantor, tapi setiap mati lampu, jamnya ter-reset dan jadwal blokir fb jadi kacau. rekan kantor pada senyum kembang-kembang buka facebook. gobloknya saya ndak googling dulu, langsung bongkar mikrotiknya buat liat2 siapa tahu ada baterai jamnya (semacam baterai bios di PC), ternyata tidak. UPS juga tidak bisa bertahan lebih lama dari yang diharapkan.

solusinya, pengaturan waktu di mikrotik bisa diatur agar sinkron dengan server NTP. dalam hal ini, saya menggunakan server NTP dari LIPI : ntp.kim.lipi.go.id

berikut definisi NTP dari situs LIPI :

Secara umum, Network Time Protocol (NTP) adalah protocol untuk meng-sinkron-kan sistem waktu (clock) pada komputer terhadap sumber yang akurat, melalui jaringan intranet atau internet. Terdapat beberapa situs NTP “Stratum 1” (situs NTP dengan sumber waktu dari atomic clock) and “Stratum 2” (situs NTP dengan sumber waktu dari situs NTP lain, dengan sedikit penurunan tingkat akurasi) yang dapat digunakan oleh publik.

Dalam aplikasinya, sebaiknya jaringan mempunyai satu (atau lebih) NTP server lokal (Stratum 2 atau 3) untuk semua work-station, yang di-sinkron-kan terhadap NTP server di luar jaringan. Konfigurasi ini lebih menjamin korelasi antar sistem-sistem yang terkait dalam jaringan yang bersangkutan.

di mikrotik, pergi ke system > NTP client. akan muncul jendela pengaturan NTP client. pilih mode unicast dan isikan primary NTP server dengan ntp.kim.lipi.go.id yang nantinya akan berubah secara otomatis menjadi alamat IP. klik OK.

waktu dan jam di mikrotik akan mengikuti waktu yang diberikan oleh NTP server tersebut, jangan lupa pilih timzone yang benar. sekarang, meski mikrotik mati hidup karena listrik, waktu tetap akan sinkron otomatis begitu koneksi internet tersambung.

BIOS hilang?

begitu notebook dinyalakan, tidak muncul apa pun. di PC desktop, hal seperti ini biasanya disebabkan oleh RAM. tetapi RAMnya baik-baik saja ketika dicoba di notebook lain. konektor VGA pun tidak masalah.

ketika dibawa ke toko/service kesana kemari, mereka semua menolak. notebook itu gag bakalan bisa diapa-apakan kalau ndak ada bios, begitu pendapat mereka, rusak pabriklah, atau apalah.

hal seperti ini sudah 3 kali saya alami, pada toshiba, acer, dan dell. tetapi sebenarnya bukan biosnya hilang, tetapi entah bagaimana, bios tidak muncul karena suatu hal, mungkin data korup yang tersimpan di memori sementara (yang disupport oleh baterai bios). tetapi perlu diingat bahwa settingan default bios sudah ada di flash memory yang gag bakalan berubah bagaimana pun juga. jadi jalan keluarnya adalah reset bios, dan itu berhasil.

tentu saja harus bongkar habis notebook, karena memang gag ada tombol/jumper bios. tinggal lepas pasang baterai jam di dalamnya dan voila! 🙂

update : kejadian aneh pernah saya alami dengan dell mini. resolusi layar menjadi 1366×768 (baik di sistem operasi maupun di bios), padahal layarnya hanya 10.1 inchi (1024×600). setelah reset bios (lepas pasang baterai), semua balik normal lagi.

file transfer over ssh

namanya scp dan biasanya sudah dipaketkan di sebagian besar distribusi.

mentrasfer berkas dari komputer remot ke komputer lokal

scp user@hostname:/path/ /path/

user adalah user ssh di komputer remote, hostname adalah hostname atau ip yang digunakan komputer remote. path pertama dalah path di komputer remote. path kedua adalah path di komputer lokal, bisa juga didefinisikan dengan titik (path dimana kita sedang bekerja di komputer lokal, yang sama dengan pwd) atau ~/ (folder home kita)

scp -r user@hostname:/path/ /path/

penambahan parameter -r agar bisa menyalin folder. jika tidak, scp akan menampilkan pesan kesalahan untuk transaksi folder.

scp file.txt user@hostname:/path/

mengunggah berkas file.txt ke komputer remote.

scp user@hostname:/path/ user@hostname2:/path

transfer file di antara dua komputer remote.

akun chat.facebook di iChat

bisakah? bisa.

pilih jabber account. isikan usernya dengan user@chat.facebook.com. string user di sini adalah string user halaman profil kita, misal http://facebook.com/herpikodwiaguno. isikan password. klik server option dan isi servernya dengan chat.facebook.com dan port 5222.

sayangnya ichat ndak mendukung YM. 😦


This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net

RSS latest post @ blog.pdft.net

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 354,157 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji