Archive for the 'linux-opensource' Category

Downgrade Slackware Current

Konsekuensi menggunakan Slackware Current adalah paket bleeding edge dan belum tentu stabil. Seperti yang terjadi hari ini, setelah menjalankan slackpkg upgrade-all, (kalau tidak salah ingat beberapa paket berkaitan dengan X) keyboard dan mouse tidak berfungsi sama sekali. Saya tentunya punya waktu cari solusinya, tapi kalau butuh solusi cepat karena komputer mau dipakai buat kerja?

Balik ke topik. Slackware bisa didowngrade bila kita punya repository lokal lengkap sebelumnya. Saya selalu pakai skrip dari Eric ketimbang langsung pakai slackpkg (yah, hari ini lupa, langsung slackpkg) dengan tujuan repositori tersebut bisa saya gunakan untuk PC di rumah yang notabene tidak punya akses internet. Beruntunglah karena siklus ini. Tinggal arahkan mirror slackpkg ke repository lokal. Slackpkg akan memberitahu bahwa repositori yang akan digunakan sekarang lebih lawas dari pada yang sebelumnya, tekan Y karena kita memang menggunakan repository yang lebih lawas.

Memang tidak ada perintah slackpkg downgrade-all, tapi slackpkg upgrade-all tetap akan men-downgrade paket yang versinya berbeda. Dan slackware current pun balik ke masa lalu. ๐Ÿ™‚

error alsactl

/usr/sbin/alsactl: set_control:1328: failed to obtain info for control #1 (No such file or directory)
/usr/sbin/alsactl: set_control:1328: failed to obtain info for control #2 (No such file or directory)
/usr/sbin/alsactl: set_control:1328: failed to obtain info for control #25 (No such file or directory)
/usr/sbin/alsactl: set_control:1328: failed to obtain info for control #26 (No such file or directory)

selalu muncul beberapa baris sebelum login. solusi di wiki Archlinux bekerja untuk Slackware

alsactl -f /var/lib/alsa/asound.state store

EXT3-fs: sdaX couldn’t mount because of unsupported optional features (240)

Pesan galat ini muncul di awal booting, tetapi bisa diabaikan dan masih bisa masuk sistem. Tapi tidak enak juga melihat pesan galat seperti itu setiap booting. Saya temukan solusinya di sini :ย http://www.linuxquestions.org/questions/slackware-14/couldnt-mount-because-of-unsupported-optional-features-240-a-843675/.

Hal ini terjadi karena kernel mendahulukan ext2 dan ext3 sebelum ext4. Tambahkan rootfstype=ext4 di baris append di /etc/lilo.conf

append="quiet vt.default_utf8=0 rootfstype=ext4"

Kemudian tulis konfigurasi lilo ke MBR.

sudo lilo

LXmed : Menu Editor untuk XFCE di Slackware 13.37

Saat masih pakai arch, saya menggunakan openbox dan nyaman dengan obmenuconfig. Bagaimana dengan XFCE di slackware (64 multilib)?ย Yep, LXmed adalah piranti lunak untuk menyunting menu pada LXDE, sebuah desktop manager yang lebih ringan dari pada XFCE, dan juga bekerja untuk XFCE. Silakan unduh paketnya di http://lxmed.sourceforge.net/

Ekstrak dan jalankan ./install.sh. mudah dan cepat, tetapi tidak berhenti sampai di sini. Kita membutuhkan gksu dan jre untuk bisa menjalankan lxmed. jre bisa diinstall dari dvd slackware, terletak di source/l/jre. Umm, yeah, normalnya pasang jre dulu. hehe. Sementara paket gksu (sesuaikan versi slackware dan arsitektur) bisa ditemukan di belantara internet dengan mudah, google always be our friend.

Bangun paket dengan slackbuild.

sudo ./jre.Slackbuild

paket akan terbentuk di /tmp/

sudo installpkg /tmp/jre-6u27-x86_64-1.txz

jalankan lxmed dari xfcemenu>settings>main menu editor. kita akan mendapati lxmed tidak bekerja karena pengembang lxmed menganaktirikan Slackware.

cari dimana binary lxmed.

which lxmed

kita akan tahu bahwa ternyata itu bukan berkas binary, melainkan shell script, dengan melihat dalemannya.

#!/bin/bash

# discovered distro; Debian by default
DISTRO='Debian'

# distro names
DEBIAN='Debian'
SUSE='SuSe'
REDHAT='RedHat'
MANDRAKE='Mandrake'

Slackware tidak ada, hahaha. dan di baris akhir :

if [ "${DISTRO}" = "${SUSE}" ];
then
 gnomesu --command "java -jar /opt/lxmed/LXMenuEditor.jar"
else
 gksu --message "Please enter password to run lxmed in fully operational mode:" 'java -jar /opt/lxmed/LXMenuEditor.jar'
fi

Nyatanya perintah gksu tersebut tidak jalan di Slackware. hapus saja semua barisnya dan masukkan satu baris berikut

java -jar /opt/lxmed/LXMenuEditor.jar

Simpan dan jalankan di terminal

sudo lxmed

Sebuah jendela aplikasi java akan muncul, itulah lxmed. Sampai di sini semua sudah bekerja dengan baik. Tinggal langkah terakhir, edit menu settings>main menu editor.ย ganti command ‘lxmed’ menjadi ‘gksu lxmed’. tanpa tanda petik.

Sekarang kita bisa mengakses lxmed dari menu xfce dan gksu bekerja untuk menanyakan password root. ๐Ÿ™‚

no pict = hoax ๐Ÿ˜›

how linux is built

dari Linux Foundation.

Slackpkg

Slackware tidak seburuk yang dibayangkan. Ada sisi mudahnya, salah satunya slackpkg, paket manajer semacam apt-get. Slackpkg ada di direktori slackware$arch/ap/. Pasang slackpkg.

#installpkg slackpkg*

Sunting berkas /etc/slackpkg/mirrors dan masukkan server repositori yang ingin digunakan. saya menggunakan repo UKDW yang dikelola Mas Willy. Berikan simbol comment (#) di semua baris dan tambahkan baris ini.

# Indonesia,
 http://repo.ukdw.ac.id/slackware/slackware64t/

Kemudian perbarui slackpkg anda. Hal ini mirip dengan ‘apt-get update’, untuk mendapatkan informasi paket terbaru. Sekarang tinggal pasang paket yang diinginkan.

#slackpkg install mozilla-firefox

atau memperbarui paket

#slackpkg upgrade mozilla-firefox

atau mencari nama paket bila anda bingung apa nama paket di repo slackpkg. Kadang-kadang nama paket berbeda di setiap disribusi.

#slackpkg search firefox
 Looking for firefox in package list. Please wait... DONE
 The list below shows all packages with name matching "firefox".
 [ installed ] - mozilla-firefox-11.0-x86_64-1_slack13.37
 You can search specific files using "slackpkg file-search file".

Kalau update semua paket seperti pacman -Syu, gunakan :

#slackpkg upgrade-all

Di Slackware, apakah saya akan kehilangan bahagia seperti saat setiap kali menjalankan pacman -Syu di Arch? Tidak. ๐Ÿ™‚

UPDATE :

Oya, setelah fresh install, slackpkg , installpkg, pkgtool, dan lainnya tidak bisa dijalankan oleh user biasa. Masalahnya karena PATH environmentnya belum dimasukkan. Coba lihat dengan user root

#which slackpkg

/usr/sbin/slackpkg

#echo $PATH

/usr/sbin:/usr/local/bin:/usr/bin:/bin:/usr/games:/usr/lib64/java/bin:/usr/lib64/kde4/libexec:/usr/lib64/qt/bin:/usr/share/texmf/bin:.

Sementara jika pakai user biasa,

$echo $PATH

/usr/local/bin:/usr/bin:/bin:/usr/games:/usr/lib64/java/bin:/usr/lib64/kde4/libexec:/usr/lib64/qt/bin:/usr/share/texmf/bin:.

Yoi, path /usr/sbin tidak ada. Masukkan /usr/bin dan lihat lagi PATH environment-nya/

$export PATH=/usr/sbin:$PATH
$export PATH=/sbin:$PATH
$echo $PATH
/usr/sbin:/usr/local/bin:/usr/bin:/bin:/usr/games:/usr/lib64/java/bin:/usr/lib64/kde4/libexec:/usr/lib64/qt/bin:/usr/share/texmf/bin:.

Termasuk juga perintah reboot, halt, ifconfig dan perintah-perintah lainnya yang berkaitan dengan sistem

Skema Papan Ketik Colemak Permanen di Slackware

Saya menemukan bahwa Colemak didukung di XFCE pada Slackware 13.37. Tetapi ketika pindah ke mode terminal/tty, saya mendapatkan QWERTY lagi.

Halaman di colemak.org menjelaskan caranya :

Silakan unduh berkas keymap colemak.
Ekstrak dan pindah ke direktori hasil ekstrak.
Ketik dan jalankan : setxkbmap us; xmodmap xmodmap/xmodmap.colemak && xset r 66
Atau cara kedua : letakkan berkas colemak.iso15.kmap di /usr/share/kbd/keymaps dan jalankan loadkeys /usr/share/kbd/keymaps/colemak.iso15.kmap

Tetapi itu tidak permanen, setiap login kembali mesti menjalankan lagi. Saya mempertimbangkan penerapan colemak yang lebih luas, yang bahkan login console pun pakai colemak. Saya dapatkan petunjuk ini di sini.

Pastikan berkas colemak.iso15.kmap sudah ada di /usr/share/kbd/keymaps. Kemudian edit berkas /etc/rc.d/rc.keymaps dengan hak root.


#!/bin/sh
# Load the keyboard map. More maps are in /usr/share/kbd/keymaps.
if [ -x /usr/bin/loadkeys ]; then
 /usr/bin/loadkeys colemak.iso15.kmap
fi

Ubah permission agar bisa dieksekusi.

#chmod a+x /etc/rc.d/rc.keymaps

Reboot dan dapatkan sistem full-colemak. Err, tapi ketika masih di bootloader, baik lilo maupun grub, apalagi BIOS, kita tetap pakai QWERTY.


This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net

RSS latest post @ blog.pdft.net

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 348,307 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji