Archive for the 'pikiran' Category

lupa mati

tuan kira tuan sendirian
tuan lupa kami-kami, mereka, tuan lupa semua
tuan juga lupa tuhan
padahal daging kami sama dengan tuan, dicipta sama
satu dari kami mati, tuan yasinan
esok tuan kembali lupa
atau barangkali pura-pura lupa kemana kami pamit
satu lagi dari kami mati, tuan berkabung duka
esok tuan kembali terbahak-bahak
menantang hari esok
dan karena hari ini giliran tuan, kami rasa tak apa bila kami segera lupa akan tuan
yang kami ingat hanyalah filosofi tuan, yang mati biarlah mati
dan harta benda tuan yang kami rebutan
biarlah adil kan tuan, biarlah demikian
kecuali yang terjebak di senja hari, hidup terlalu sebentar untuk ingat ajal.
mereka tidak tahu. mereka tidak tahu.

In Memoriam : MekBuk

Halo.

Kemarin saya diundang resepsi pernikahan sepupu saya. Belum selesai saya berpikir tentang peledakan populasi di keluarga besar saya akibat perkawinan-perkawinan yang mendadak, saya melihat sebuah iBook G4 dipajang di samping sound system acara resepsi tersebut.

Hahah, saya langsung terhenyak dan mengingat dengan cepat kenangan saya akan MacBook saya 3 tahun lalu. Well, saya bukan benar-benar Apple fanboy, saya tidak punya iMac besar, atau iPad atau kaos bergambar buah apel tergigit, tetapi saya sejujurnya saya mengagumi produk buatan mereka hampir dari segala segi.

Prosesor 1.3Ghz, RAM 512MB, IDE HDD 40GB, Mac OS X 10.4.x. Meskipun demikian jadul, saya tidak keberatan menukar netbook saya yang RAMnya sudah diupgrade dengan kotak putih yang manis itu. Dan saya pun yakin pemiliknya tidak akan berkenan.

Jadi, ini dia foto yang saya ambil.

Berikut foto kenangan saya bersama si Mekbuk, macbook white generasi 2.1. Diposting di sini sebagai penghormatan untuk mesin yang pernah menemani saya belajar banyak hal pada masa-masa SMA.

Yang kuning itu stiker, bahan yang sama yang dipakai untuk stiker simbol lalu lintas di jalanan. Stiker itu mengandung logam untuk pemantul cahayanya dan saya sangat tidak menyarankan untuk ditempel di lid laptop karena menyebabkan sinyal wifi berkurang drastis dan sering putus nyambung.

Mekbuk lepas dari tangan saya karena dirampok.

Nulis apa ya?

Ketika saya kembali ke depan layar komputer, saya lupa semua yang ingin saya tulis. Saya hanya membuka terminal dan melakukan hal-hal bodoh. Banyak proyek menulis yang tidak selesai-selesai. 😦

Saya berharap punya mesin pencatat otomatis (misal minisd card bisa diselipin di belakang kepala dan ada perangkat keren di dalam kepala saya) yang mencatat semua yang saya pikirkan. Kemarin sempat pegang e63 (sebelum tukar ponsel dengan kakak saya) dan cukup membantu saya mencatat semua yang ingin saya ingat. Masalahnya, ponsel itu sendiri mudah sekali menghilang dari pandangan dan ingatan saya.

Saya jadi menginginkan ponsel Android dengan Dropbox terkonfigurasi.

 

Dilema Colemak

adalah ketika saya sudah mulai lancar menggunakan komputer sendiri dengan keyboard colemak, tetapi ketika balik ke qwerty di komputer orang lain, saya mendapatkan banyak sekali typo dan kecepatan mengetik yang memalukan.

entah ini hanya masalah waktu atau benar-benar tidak bisa dikendalikan. 😦

Pemuda dan Mimpi

barangkali nyenyak memang
namun terulang lagi seperti yang sudah-sudah
disebutnya terlalu
kami ini pemuda-pemuda yang tersiksa oleh impian sendiri
sesuatu yang tak habis namun tak semu
tangan-tangan kami kotor
otak kami tak cukup kenyal
diseruduk hasrat hingga muncrat
kami menjura kami merangkak
kami gagal, kadang-kadang sambil memeluk waktu
dan menangis untuk diri kami sendiri, berharap mati muda

o kawan barangkali kamu bakal tertawa lagi
macam melihat kami mengejar ekor sendiri
silakan
masalahnya, kami sudah terlanjur bertaruh untuk semua ini

MENOLAK LUPA!

klik untuk perbesar.

gerakan ini dicetuskan oleh antitankproject di jogja. gambar diambil di jalan udayana, Mataram. tidak seperti poster2 menolaklupa yang disebar di tempat lain dengan cara difotocopy kertas kemudian tempel, wajah Alm Munir ini dipilox langsung dengan teknik cutting mal, sehingga permanen sampai pihak PU kota Mataram mengecat kembali.

barangkali poster2 ini tidak akan membantu mengangkat kembali kasus munir yang belum tuntas, tapi ia menjadi pengingat untuk kita bahwa keadilan di negara ini masih bobrok.

seminggu dengan blender jilid 2

sebenarnya sih sekarang sudah sebulan dengan blender. tapi ini dibuat pada di minggu pertama, dan minggu selanjutnya saya nganggurin blender karena kesibukan (sok ae).

lanjutan kemarin, sedikit permainan lighting.

ternyata blender itu mudah. yang sulit adalah bagaimana menyelesaikan apa yang kita mulai. saya harap ada orang yang mahir blender di sekitar saya sehingga kami bisa membentuk tim. membuat animasi dengan tim saya rasa lebih mudah. cukup satu orang memikirkan model dan yang lain sebagai animator (penggerak model). saya pikir menjadi animator jauh lebih sulit.

mengenai seruling project, saya rasa saya belum cukup mahir/kompeten untuk bergabung. tapi saya dukung, semoga proyeknya tuntas.

tapi sendiri itu mungkin, animasi si nini adalah sebuah proyek pribadi. saya salut dengan mas johantri.


This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 342,240 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji