Archive for the 'uncategorized' Category

Dua Tangis dan Ribuan Tawa – Dahlan Iskan

Ini bukan review. Terlalu bagus buku ini, terlalu cemerlang Pak Dis.

Syukurlah Lombok Post merupakan bagian dari JPNN (Jawa Pos National Network) jadi saya bisa membaca tulisan-tulisan dari Pak Dahlan Iskan sejak masih jadi CEO Jawa Pos sejak saya masih SMA. Tapi tidak setiap hari. Saya tidak berlanggan koran dan tidak setiap hari saya memungut koran di kantor atau pergi ke perpustakaan provinsi.

Dan karena selama ini saya selalu beli buku fiksi apa pun itu, maka belanja-belanja kali ini saya memilih Dua Tangis dan Ribuan Tawa – Dahlan Iskan. Saya pernah baca sebagian catatan Ganti Hati di koran, tapi belum baca satu pun CEO Note sejak Pak Dis menjabat sebagai CEO PLN. Sekarang tulisan Pak Dis sudah masuk musim manufacturing hope (sebagai Menteri BUMN). Bagaimana isinya?

Luar biasa. Tidak salah SBY menunjuk Pak Dis sebagai Menteri BUMN. Tidak salah banyak orang menginginkan Pak Dis jadi presiden (meski pun beliau sendiri pernah menolak). Tidak salah saya memilih buku ini, malah menyesal tertinggal sekian banyak, menyesal tidak membaca/membeli dari dulu. Tidak salah orang-orang berpendapat negara ini butuh lebih banyak orang seperti Pak Dis. Jika saja setiap Menteri seperti Pak Dis, Indonesia bakal maju seperti Jepang. Tidak salah andai-andai ini diungkapkan! Saya tidak berlebihan, lho.

Tulisan Dahlan Iskan bahkan bisa dibaca gratis (selain di koran) di http://dahlaniskan.wordpress.com (terima kasih pramudyaputrautama untuk blog Pak Dis yang keren). Cukup lengkap dari dulu. Tapi saya lebih memilih membeli bukunya, begitu juga Ganti Hati nantinya, hitung-hitung sebagai koleksi.

Selamat membaca. ūüôā

hbd to me

E63 comes back!

Yep, minggu kemarin saya liburan bersama teman-teman kantor, termasuk The Second Boss. Kami pergi ke Gili Trawangan, berenang, snorkling, makan-makan (4 tusuk ikan bakar super gede).

Gobloknya, pas snorkling saya lupa keluarin HP dari kantong. Sebuah Nokia E63 saya ajak snorkling 10 menit. Setelah sampai darat dan mau ngeplurk, baru nyadar HP ada di kantong.

Setelah ngalor ngidul sama teman-teman, sampailah pada kesimpulan bahwa air garam bisa sangat merusak karena bersifat korosif. Akhirnya HPnya saya rendam ke dalam gelas aqua untuk menetralkan kandungan garamnya.

Setelah di rumah saya bongkar dan rendam lagi dalam segentong air bersih sekitar 2-3 jam. Kemudian dikeringkan dengan hairdryer selama 1 jam dengan suhu hangat.

Yay, akhirnya E63 bekerja kembali tanpa kurang suatu apa. Hanya sedikit sisa-sisa air di LCD (bisa diakali dengan antilembab).

UPDATE : tepat seminggu kemudian saat gowes ke Malimbu bareng Angga dan Sigit, LCD E63 konslet total tanpa bisa diselamatkan lagi. jadideh keluarin uang 175k buat beli LCD baru.

Kesalahan saya adalah, tidak mengeringkan LCD secara total. saya masih membiarkan sisa airnya dan menggunakan secara terus menerus sampai seminggu. seharusnya saya diamkan beberapa hari dalam kotak antilembab atau di karung beras, agar airnya terserap keluar.

error JW_SIG_CFU & JW_SIG_PRG di Joomla 2.x

ganti permission di folder cache secara rekursif menjadi 777.

2 – Donny Dhirgantoro

Setelah berbulan-bulan vakum baca, akhirnya saya bisa menumbuhkan kembali minat baca saya. Saya akui itu memang penyia-nyiaan waktu, kesalahan besar. Bagaimana kalau saya tidak berhasil membaca 1000 buku layak baca sebelum saya mati? Rugi kan. Nah, apa yang saya tulis kali hanya pendapat pribadi yang pastinya selalu ada perbedaan pandangan dengan orang lain.

Awalnya saya memilih membeli 5cm, karya Donny Dhirgantoro. Saya sudah membacanya setengah (pinjam) dan saya pikir lumayan bagus. Tapi sayangnya di kota Mataram tidak ada Gramedia. Hanya ada Karisma (terbesar namun tidak lengkap), Airlangga (lengkap dan murah), dan satu lagi toko buku kecil–yang saya lupa namanya–yang hanya menjual buku2 populer (masuk kategori tidak lengkap juga). 5cm tidak ada di toko buku manapun.

Untuk penulis yang sama, saya menemukan ‘2’. Orang2 tidak tahu menahu ketika ditanyakan apakah itu bagus, karena buku itu baru dirilis. Resensi di internet juga tidak terlalu banyak. Tapi buku itu saya beli dan malam itu juga saya dikecewakan. Dari awal plot, penulis sudah memberi kita misteri tentang apa yang terjadi dengan tokoh utama, Gusni. Tapi kita diminta menunggu lebih lama dengan menyimak cerita selanjutnya. Gayanya agak mirip Lupus, lebih banyak percakapan sepele dan tidak cocok dengan genre yang saya suka, bacaan berat. Lagi pula kekuatan Lupus memang terletak pada lelucon dalam percakapan-percakapan. Di ‘2’, menanti plot dengan percakan sepele cukup mengganggu.

Membaca ‘2’ setelah membaca 5m seperti membaca buku-buku Habiburrahman¬†El-Shirazy¬†setelah Ayat-ayat cinta. Yang kedua tidak selalu sekeren yang pertama.

Ngomong-ngomong saya suka ke toko buku. Jika beruntung melihat buku yang segelnya terbuka, saya akan membacanya sepintas-sepintas dan seringkali menggumam, ‘Ya ampun, saya bisa menulis sesuatu yang lebih baik dari ini. Jika buku seburuk ini bisa diterbintkan, mengapa saya tidak?’. Meskipun terdengar agak sombong dan egois, mood menulis saya sering membaik.

Ketika sampai di rumah, saya menulis beberapa paragraf kemudian macet lagi secara mendadak dan untuk waktu yang lama. Menulis ternyata bukan hanya masalah tata bahasa dan gaya, tetapi ide dan plot juga sangat penting. Dan juga, menggabungkan (kadangkala perlu pemisahan) apa yang ingin benar-benar kita tulis dengan apa yang kira-kira yang ingin dibaca pembaca benar-benar sangat sulit.

unduh direktori secara rekursif dengan wget.

ditulis sebagai catatan pengingat. caranya? simpel. contoh :

wget -r --no-parent http://ck.kolivas.org/patches/3.0/3.3/

This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net

RSS latest post @ blog.pdft.net

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 348,304 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji