Posts Tagged 'copas'

chris nolan : doodlebug

film pendek begini sudah bikin agak mikir.

*nungguin film pak nolan yang baru.

Iklan

wikileaks

copas+repos. keren sih.

dari sini : http://xkcd.com/834/

Mahalnya Sebuah Persepsi (updated)

gw memang blogger pemalas, kopas terus kerjaannya.

dan setelah dikomen, ternyata tulisan ini boongan, kisahnya ndak gini bro.  sori udah posting yang ndak bener. beginilah akibatnya jadi blogger pemalas, kopas mulu. hehehehe…..
yang aseli kisahnya ini > http://en.wikipedia.org/wiki/Stanford_University#History

jadi, tulisan ini hanya sebuah kisah yang bisa dijadikan pembelajaran, untuk dipahami pelajaran yang bisa dipetik, bukan dipercaya kisahnya. 🙂

ah, gw jga ndak tau bener ato ndak. hehehe.

Seorang Wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng Suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University

Sesampainya di sana sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge..

“Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut.. “Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat. “Kami akan menunggu,” jawab sang Wanita. Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi.

Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya. “Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi,” katanya pada sang Pimpinan Harvard.

Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut. Sang wanita berkata padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini, bolehkah?” tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap. Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah.

Dia tampak terkejut. “Nyonya,” katanya dengan kasar,”Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan.” “Oh, bukan,” Sang wanita menjelaskan dengan cepat, “Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.” Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung? Kalian perlu memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.” Untuk beberapa saat…..sang wanita terdiam.Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang.

Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, “Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?” Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan……

Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard… Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu Universitas favorit kelas atas di AS.

Pesan Moral : Kebanyakan diantara kita, seperti Pimpinan Harvard itu, acap silau oleh Baju sehingga Lalai untuk mau Mendengar apalagi Melayani. Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya kadang sangat tak ternilai.

Jadi, hati-hatilah dengan PERSEPSI, karena baju-baju seringkali menipu.

mengakses Samba dengan CLI

kisah berawal ketika saya menginstal ubuntu karmic di mesin vmware yang berjalan di atas komputer server billing warnet dengan os windos. jaringan guest-host sudah berjalan baik. sharing file dan akses internet juga lancar. nah, gnome tu cukup  berat juga di mesin vmware, meski ram-nya sudah tak kasih 512. jadi, saya memilih mengganti ke xfce yang agak ringan. sayangnya, file manager defaultnya (thunar) tidak bisa mengakses samba. pada nautilus ada akses ke network, sedangkan di thunar tidak ada. bodoh sekali rasanya menjalankan nautilus di xfce. saya butuh yang ringan! dan rasanya malas install thunar-plugin.

ok,  saya punya terminal. jadi, yang saya pikir adalah saya perlu mengakses shared folder windows (host) melalui command line. saya googling dan temukan banyak petunjuk. berikut ini adalah salah satunya dari forum ubuntu.

sebelumnya, pastikan samba dan mount.cifs sudah terinstall. jalankan mount.cifs untuk memastikan.

pada windows, share sebuah folder dan beri nama. dalam kasus saya, saya men-share Shared Documents dan memberinya nama Server-Doc. IP windos komputer saya ini adalah 192.168.131.1.

di linux, buat sebuah folder sebagai mount point. misal, saya buat di bawah direktori home saya : /home/piko/Server-Doc/. IP linux di mesin vmware ini adalah 192.168.131.131.

format perintahnya adalah

sudo mount.cifs //target/folder-share …/mountpoint

jadi, saya mengetiknya begini.

sudo mount.cifs //192.168.131.1/Server-Doc  /home/piko/Server-Doc

sekarang coba lihat isinya.

cd /home/piko/Server-Doc/  | ls

nah, kelihatan dia… 🙂

klik untuk perbesar

Pro Parkour Anti Kompetisi

Copas lagi! hahahaha… hidup copaster! (duh malu-maluin). Credit to anggarda, (atau dia jugak copas?) -_-b

Sebagai prolog untuk memulai tulisan saya.Adalah beberapa catatan yang berbau euphoria semangat traceur menentang kompetisi yang saya kutip dari www.parkourindonesia.web.id

Anti Kompetisi dalam Parkour

Para member dari komunitas Parkour berdiri tegas melawan ide kompetisi parkour yang terorganisir.

Alasan kami:

  • Kami tidak percaya akan adanya kelas elit.
    Kami tidak percaya akan adanya seleksi special di antara para traceur.
  • Kami tidak percaya bahwa parkour membutuhkan hirarki atau perbedaan level-level kemampuan setiap traceur.
  • Kami percaya bahwa untuk menjadi “yang terbaik atau terkenal” itu tidak ada artinya di Parkour, karena kemenangan atau kekalahan itu tidak berarti apa-apa di dalam filosofi parkour.
  • Kami tidak menerima elemen-elemen pendorong seperti demikian di dalam filosofi parkour.

Lanjutkan membaca ‘Pro Parkour Anti Kompetisi’


This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net

RSS latest post @ blog.pdft.net

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 354,157 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji