Posts Tagged 'distro'

koleksi distro

sampai januari ini, koleksi saya ndak bertambah banyak.

  • opensuse 10.2 (4 cd)
  • opensuse 10.3 (dvd)
  • opensuse 11 KDE
  • PC-BSD (ndak tau versi berapa)
  • FreeBSd
  • Archlinux
  • RHEL AS 4 (ngapain punya ini? salah beli waktu jalan-jalan di bali)
  • fedora 8
  • fedora 9
  • fedora 12
  • debian lenny (woof! bangga banget punya ini. hahahaha)
  • knoppix 3.6 (ini distribusi linux kedua yang saya sentuh)
  • knoppix 5.x
  • PCLinuxOS dari Majalah PC Media (ini distribusi linux kedua yang saya sentuh)
  • IGOS Nusantara 3 RC2
  • Ubuntu 7.04, 7.10, 8.04, 8.10, 9.04, 9.10.
  • Kubuntu 8.10, 9.04, 9.10.
  • Xubuntu 8.10
  • Ubuntu Me
  • Zenwalk 5.2
  • Backtrack final 3
  • Slax
  • Slackware 12.1
  • Blankon Lontara, Meuligo, Nanggar
  • Vixta
  • Linux mint 4.0
  • Linux mint 6 KDE
  • Vector Linux 5 SOHO
  • Moolux
  • Puppy Linux seamongkey
  • Damnsmalllinux 3.3 dan 4.4
  • symphony linux
  • centOS 5.2
  • Mandriva 2008, 2009, 2010
  • Sam linux
  • PCLinuxOS 2007
  • elive
  • PCOS
  • Tinycore 1.2

Repository

  • Ubuntu Hardy Heron (3 dvd, ada yang ilang T_T)
  • Ubuntu Intrepid Ibex (6 dvd)
  • Ubuntu Jaunty Jackalope (6 dvd)
  • Ubuntu Karmic Koala (7 dvd)

semuanya hampir seratus keping. woof, sampai ada yang sembunyi di kolong tempat tidur.

Iklan

Alasan Mengapa Kita Musti Hijrah dari Windows ke Linux

Kok Linux doang yang ditulis?

Wekwekwek….Saya cuma ingin menyadarkan lebih banyak orang mengenai DOSA kita di sektor IT (dunia komputer maksudnya, mengutip istilah riyogarta). Kalau anda sekuler (mudahan tidak), mungkin anda pikir, ‘dosa di sektor IT’ itu tidak valid. Mungkin berlebihan saya menyebutnya dosa. Namun, MENGINGAT sebagian besar masyarakat kita (Indonesia) menggunakan Windows bajakan atau tidak asli, saya rasa saya boleh menyebutnya dosa. Bukankah berdosa kalau kita membajak seperti itu? Membajak karya hak cipta adalah pelanggaran hukum dan anda bisa ditahan bertahun-tahun karenanya. Di sekitar lingkungan saya, tidak pernah saya temukan komputer yang terinstall Windows asli KECUALI perusahaan-perusahaan (seperti warnet kelas atas dan perusahaan IT, banyak lagi) dan komputer-komputer desktop dan laptotp yang built-up (biasanya otomatis sudah terinstall Windows asli). Komputer desktop dan laptop itu, sudah saya pastikan, bila rusak softwarenya entah terserang virus atau kenapa, pasti yang diinstall adalah Windows BAJAKAN alias tidak asli. Komputer-komputer rakitan, saya jamin juga, pasti terinstall Windows bajakan.

Lanjutkan membaca ‘Alasan Mengapa Kita Musti Hijrah dari Windows ke Linux’

BlankOn 4 Meuligoe : Linux Untuk dan Oleh Anak Negeri

Pertama kali mendengar ‘pengembangan blankon’ di wikipedia, saya agak heran. Saya pikir itu blangkon beneran, blangkon kok pake dikembang-kembangin. Ternyata BlankOn itu sebuah distro Linux yang dikembangkan oleh orang Indonesia, yaitu YPLI, dan pemerintah. Saya kira BlankOn tidak terlalu bagus, karena buatan anak negeri jadi kurang maju. Tapi seiring pemahaman saya mengenai Linux, ternyata bagusnya sebuah distro itu bukanlah dari penyusun distro itu sendiri, tapi dari paket-paket yang diinstall ke dalamnya. Saya bisa mengubah sebuah distro yang tidak terlalu besar macam BlankOn menjadi lebih baik dan lebih menyenangkan dari pada distro besar paling user friendly seperti Mandriva hanya dengan DVD Repository atau koneksi Internet ke server repository.

Mengapa dinamakan BlankOn?

BlankOn adalah tutup kepala khas beberapa suku / budaya di Indonesia, antara lain suku Jawa, Sunda, Madura, Bali, dan lainnya. Dari asal kata ini BlankOn diharapkan menjadi pelindung (tutup kepala) dari ketergantungan terhadap piranti lunak sumber tertutup.

Blankon juga berarti Blank (bilangan biner 0) dan On (bilangan biner 1) atau topi digital  (modern) dengan tampilan klasik (kuno). Arti kata lain BlankOn adalah perubahan  dari Blank (kosong) menjadi On (menyala atau berisi).

Kami memilih nama BlankOn untuk distribusi ini dengan harapan agar pengguna BlankOn berubah dari belum sadar (kosong) menjadi sadar (berisi) bahwa ada Linux yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan di bidang TI, martabat, dan kemandirian bangsa Indonesia. BlankOn diharapkan dapat menjadi penggerak atau peningkat motivasi masyarakat Indonesia untuk menggunakan dan mengembangkan Linux dan FOSS lainnya.

Lanjutkan membaca ‘BlankOn 4 Meuligoe : Linux Untuk dan Oleh Anak Negeri’

Makanya pake LINUX!

Pertama kali saya mengenal Linux adalah saat saya masih kelas 2 SMP. Waktu itu saya baru belajar chatting pakai YM. Di sebuah chatting room saya nyeletuk ‘komputku virusan trus…’, seseorang membalas dengan huruf besar-besar ditambah smile icon ‘MAKANYA PAKE LINUX!’. Saya mengira Linux itu sebuah antivirus dan langsung googling untuk download Linux. Ternyata antivirus Linux itu file nya besar sekali, rata-rata seukuran 1 CD dan punya banyak nama. Pastilah antivirus hebat, pikir saya dan saya tidak tertarik lagi karena harddisk saya waktu itu hanya 6GB dan space tersisa tinggal 300MB.

Itu sekilas masa perkenalan dengan Linux. Dua tahun kemudian, saat saya baru masuk SMA, saya baru tahu kalau Linux itu sebuah sistem operasi seperti halnya Windows, bukan sebuah antivirus. Distribusi Linux yang pertama kali saya kenal dan coba adalah PC Linux OS versi livecd yang diedarkan melalui majalah PCMedia, mungkin ini faktor yang membuat saya lebih cenderung menyukai Debian dan turunannya dari pada yang lain.

Setapak demi setapak

Apa pendapat saya waktu itu tentang Linux? Linux itu jelek, lambat (sebenarnya karena livecd), susah, katrok. Tapi di sisi lain saya bergumam, ‘wah…hmm…wow…’. Saya kagum, pertama kali melihat operasi sistem selain Windows. Saat itu saya juga baru tahu, ternyata sebagian besar Windows yang dipakai di sekeliling saya, entah itu komputer teman, komputer sekolah, komputer warnet, ternyata adalah bajakan layaknya kaset film bajakan yang banyak beredar. Saya mulai nggak sreg sama Windows saya tapi kemudian baikan lagi setelah tahu bahwa harga Windows yang asli berkisar hampir 1 jutaan. Ketika mengetahui bahwa Linux itu free, saya lebih tertarik lagi (saat saya belum tahu arti opensource). Distro Linux kedua yang saya miliki adalah Damnsmalllinux livecd turunan Knoppix, hanya berukuran 50MB dan berjalan lumayan cepat di komputer saya. Saya mendownload dari kambing.edu. Lanjutkan membaca ‘Makanya pake LINUX!’

KNOPPIX Remastering

akhirnya berhasil juga setelah berbulan-bulan berjuang. linux knoppix [knoppix 3.6] hasil remaster ini saya beri nama knopicko karena yang remaster namanya piko. bukannya sombong, tapi beginilah akhirnya. karena saya merasa pengalaman remaster ini begitu berharga [membuat saya lebih dekat lima senti ke hati si tux] saya ingin berbagi. tutorial ini sudah ada di situs resmi knoppix tapi pake bahasa inggris. anggap ini terjemahan kasarnya. n maap buat yang udah expert kalo tulisan ini gak terlalu berguna, ini ditujukan utk pemula seperti saya. selamat berjuang.

yang diperlukan :
#cd live knoppix 3.6. [memang sih agak ketinggalan jaman tapi knoppix versi ini jalannya kenceng banget di mesin tua, nggak seperti versi lanjutannya yang agak berat.] tutorial ini berlaku untuk versi 3 sampe 5.

#kompie [pasti dong] dengan spek yang nggak terlalu lamban. mungkin minimal pIII600 dgn ram128 tapi partisi swapnya harus gede. saya sarankan hardisknya pake yang gak penting, maksudnya kalo ada hardisk kecil yang 4-6 G yang ga terpakai, karena jika memakai hardisk yang kamu pakai sehari-hari, resiko partisi data kehapus. tapi kalo udah sering utak-atik partisi, langsung aja. resize partisi hd kamu hingga tersisa dua partisi kosong:
a. [sebut partisi x] minimal 3 Gb utk kopi hasil remastering, format dengan ext2 atau ext3
b. [sebut partisi y] minimal swap tergantung ram yang keseluruhannya 1024 mb. misal kalo ramnya 128 jadi partisi swapnya harus 896 mb. lebih banyak lebih baik. format dengan swap.

kalo tidak punya ram 1GB (swap+RAM fisik) maka perlu swapfile bs=1M count=750 ; mkswap swapfile ; swapon swapfile

cd /mnt/hda1/knx ; dd if=/dev/zero of=swapfile

#semangat linux yang harus dijamin kobarannya nggak padam berhari-hari [karena ada banyak sekali perintah yang tidak dikenal, error, dll n harus tanya sana – sini. ini benar-benar melelahkan].

#camilan, karena dijamin bosen nunggu mkfs iso nya jalan [lama banget kalo kompie kamu terbilang lamban.

langkah-langkah
#booting knoppix live cd, atur bios supaya ngeboot cdrom lebih dulu. kalo bios diprotek n ga tau passwd, cari jumper clear cmos. klo gak ketemu, cabut pasang batere di mobo. klo gak bisa, buang tuh kompie…[beckamu]
#pastikan masuk mode x window dan dapat GUI-nya, kalo vga kamu nggak bagus, pilih resolusi yang kecil.

boot….boot…boot….

#setelah masuk desktop, buka konsole.

mount -rw/dev/hda1 /mnt/hda1 [hda1 adalah partisi x]

buat direktori root untuk bekerja :

mkdir /mnt/hda1/knx

buat 2 direktori, satu untuk cd master yang baru dan satu untuk sourcenya. buat direktori KNOPPIX dalam dua direktori tersebut:

mkdir -p /mnt/hda1/knx/master/KNOPPIX
mkdir -p /mnt/hda1/knx/source/KNOPPIX

kopi file-file KNOPPIX yang ada di cd ke direktori source kamu
pastikan berada di direkroti cd knoppix

cp -rp /KNOPPIX/* /mnt/hda1/knx/source/KNOPPIX

kopi file html untuk halaman startup. kamu bisa edit file html ini.

cp /cdrom/index.html /mnt/hda1/knx/master/

kopi semua file kecuali file bernama KNOPPIX dengan ukuran sebesar kira-kira 700MB:

cp /KNOPPIX/* /mnt/hda1/master/KNOPPIX/
cd /mnt/hda1/master/KNOPPIX/
rm KNOPPIX
y

lakukan chroot ke KNOPPIX yang telah dikopi. [chroot adalah berganti root ke system lain yang ada]:
chroot /mnt/hda1/knx/source/KNOPPIX

kalo ada error /dev/null permission denied, coba Ini terjadi jika kamu menyimpan konfigurasi data Knoppix kamu ke dalam partisi yang sama yang sedang kamu pake, juga kalo kamu booting knoppix dengan option knoppix home=scan.

Cek status mount kalo kamu menemui masalah: mount /dev/hdaX on /mnt/hdaX type ext3 (rw,nosuid,nodev) (ganti X dengan nomor partisi) “nodev” berarti kamu tidak punya akses di filesystem yang di-mount dan kamu tidak dapat mengakses /dev/null. output dari beberapa script diarahkan ke /dev/null… Untuk masalah ini kamu mount partisi target sebelum melakukan chroot seperti di bawah ini:

^d # control d akan keluar dari chroot
mount /dev/hda1 /mnt/hda1

seharusnya kamu melihat ini.

mount /dev/hda1 on /mnt/hda1 type ext3 (rw)

Jika peringatan timbul dari /dev/null maka sebelum chroot maka lakukan perintah :

mount –bind /dev /mnt/hda1/knx/source/KNOPPIX/dev

kamu musti umount /mnt/hda1/knx/source/KNOPPIX/dev sebelum membuat image CD atau direktori /dev kamu di dalam CD akan berantakan!

lanjutkan dan lakukan chroot.

Sekarang chroot sudah chroot. “/” sebenarnya adalah “/mnt/hda1/knx/source/KNOPPIX”
Untuk menggunakan internet kamu harus mount proc mount -t proc /proc proc
Sekarang edit /etc/resolv.conf dan tambahkan nameserver kamu atau “exit” chroot dan kopi resolve.conf ke dalam folder chroot: cp /etc/dhcpc/resolv.conf to /mnt/hda1/knx/source/KNOPPIX/etc/dhcpc/resolv.conf
Juga ubah smb.conf ke dalam MS group ika ingin support dari smbd (MSHOME adalah selalu milik XP Home edition., dan WORKGROUP adalah milik Windows 9x.
cek koneksi internet yang sudah di-chroot: ping google.com
Lakukan update di package list kamu dengan apt-get update
Sekarang kamu bisa mengubah/menggantinya.
Peringatan: apt-get upgrade BUKAN IDE BAGUS. Ini,kemungkinan besar, akan me-render KNOPPIX remastermu jadi tidak mau di-boot, atau rusak dalam beberapa hal. Metode yang jauh lebih aman adalah hanya dengan melakukan paket upgrade yang diperlukan saja.
Sebelum kamu dapat menambah paket, kamu mungkin akan perlu untuk memindahkan/menghapus beberapa paket. Untuk mendapatkan daftar paket yang sudah di-install, ketik:
* dpkg-query -l

Jika kamu ingin mengurutkan daftar paket menurut besarnya paket (dengan cara ini kamu dapat membuang paket yang besar-besar), ketik:
* dpkg-query -W –showformat=’${Installed-Size} ${Package}\n’ | sort -n

Untuk menghapus sebuah paket (dan semua paket yang ber-ketergantungan dengannya), ketik:
* apt-get remove

Untuk mengecek paket orphaned, ketik:
* deborphan

Ingin punya tambahan space dengan menghapus semua paket-paket orphans (tega bener!), ketik (Peringatan, kamu tidak akan mendapat peringatan prompt yes/no untuk menghapus paket-paket ini. Begitu kamu menekan Enter setelah command ini, paket-paket akan hilang selamanya):
* deborphan | xargs apt-get -y remove

Jika kamu tidak yakin dengan command sebelumnya dan ingin melihat apa yang akan terjadi tanpa membuat perubahan, tambahkan saja option -s ke command apt-get seperti berikut ini (kamu dapat lakukan ini dengan semua command apt-get, dan adalah kebiasaan yang baik untuk menggunakan option ini sebelum sebelum melakukan operasi besar seperti ini):
* deborphan | xargs apt-get -s -y remove

Sekarang hal yang bagus. Jika kamu ingin menambah sebuah paket, ketik:
* apt-get install

Apa??? tidak tahu paket-paket apa yang mau di-install? ketik ini. Saat daftar tampil, kamu dapat peruse (lebih dari 13k baris!) atau mencari dengan menggunakan /:
* apt-cache search .* | sort | less

Jika kamu sudah selesai menghapus dan menambah paket, cara yang bagus untuk membersihkannya adalah dengan mengetik:
* COLUMNS=200 dpkg -l |grep ^rc |awk ‘{print $2} ‘ | xargs dpkg -P

Juga, karena sistem paket Debian tetap mempertahankan paket yang ter-download dalam cache, kamu bisa menjalankan ini untuk membersihkan file-file tersebut:
* apt-get clean

user setting ada di /etc/skel
tips: jangan menaruh file-file di dalam /root, file-file ini hanya akan tersedia (saat runtime) dalam /KNOPPIX/root
Lakukan Unmount /proc – sangat penting! umount /proc
Tekan CTRL D untuk meninggalkan chroot.
[edit] Catatan :
Ketika mengetes program berbasis X, kamu akan harus melakukan export DISPLAY=localhost:0.0

Ketika kamu ingin melakukan autorun untuk beberapa program, kamu dapat membuat sebuah script dan meletakkannya ke dalam direktori /etc/rc5.d/ (Ini hanya akan me-load item-item sebelum X di-load)

Hal-hal menarik dalam /etc/init.d/knoppix-autoconfig :

File background X adalah /cdrom/KNOPPIX/background.gif (di knoppix 3.4: background.jpg)
juga di floppyconfig, ada cdromconfig yang akan menjalankan cdrom/KNOPPIX/knoppix.sh
Hal-hal menarik dalam /etc/init.d/xsession :

ini JUGA akan mengeset background sebagai /usr/local/lib/knoppix.gif
Sekarang, kita akan membuat file ISO :

Kita sudah selesai mengkustomisasi dan siap untuk membakar CD!
pertama lakukan pembersihan : remove .bash_history files, tmp files etc
rm -rf /mnt/hda1/knx/source/KNOPPIX/.rr_moved
Sekarang kita akan membuat file KNOPPIX besar yang sebenarnya adalah sebuah sistem file cloop ISO 9660 yang terkompress : mkisofs -R -U -V “KNOPPIX.net filesystem” -publisher “KNOPPIX http://www.knoppix.net” -hide-rr-moved -cache-inodes -no-bak -pad /mnt/hda1/knx/source/KNOPPIX | nice -5 /usr/bin/create_compressed_fs – 65536 > /mnt/hda1/knx/master/KNOPPIX/KNOPPIX
Kata-kata “www.knoppix.net” and “Knoppix.net filesystem” dapat diubah sesuai dengan yang kamu inginkan. kamu akan mendapat error bahwa itu tidak sesuai dengan ISO stkamurds, kamu tidak usah menghiraukannya.

Di Knoppix 3.4, create_compressed_fs script sudah di-update jadi pastikan untuk memakainya untuk mendapatkan hasil terbaik. Ini punya opsi baru yaitu -b (best), yang membolehkan kompresi terbaik dengan menggunakan skema kompresi yang berbeda dan mencoba untuk mengoptimalkannya, tapi hati-hati, sebab opsi ini berjalan lambat (10x lebih lambat).

jika semuanya berjalan dengan baik, sekarang kita akan membuat image CD-ROM final :
cd /mnt/hda1/knx/master
rm -f KNOPPIX/md5sums; find -type f -not -name md5sums -not -name boot.cat -not -name isolinux.bin -exec md5sum ‘{}’ \; >> KNOPPIX/md5sums (ini akan meng-update kode dari file md5 yang sudah termasuk dalam ISO, digunakan untuk cek integritas dari file)
untuk Knoppix <= 3.3: mkisofs -pad -l -r -J -v -V “KNOPPIX” -b KNOPPIX/boot.img -c KNOPPIX/boot.cat -hide-rr-moved -o /mnt/hda1/knx/knoppix.iso /mnt/hda1/knx/master (ISO disimpan di /mnt/hda1/knx/knoppix.iso)
untuk Knoppix >= 3.4 atau distribusi isolinux yang lain lakukan:
mkisofs -pad -l -r -J -v -V “KNOPPIX” -no-emul-boot -boot-load-size 4 -boot-info-table -b boot/isolinux/isolinux.bin -c boot/isolinux/boot.cat -hide-rr-moved -o /mnt/hda1/knx/knoppix.iso /mnt/hda1/knx/master (the ISO is stored in /mnt/hda1/knx/knoppix.iso)

Selesai!
[edit] Tips
Jika kamu sedang mencari paket-paket besar yang sudah di-install, commandnya adalah

dpkg-awk “Status: .* installed$” — Package Installed-Size | \
awk ‘{print $2}’ | egrep -v ‘^$’ | xargs -n2 echo | \
perl -pe ‘s/(\S )\s(\S )/$2 $1/’ | sort -rg
akan memperlihatkan daftar paket-paket menurut besarnya dalam urutan mengecil. Paling tidak sepuluh kali lebih cepat adalah command

dpkg-query -W –showformat=’${Installed-Size} ${Package}\n’ | sort -n
dan kamu tidak perlu dpkg-awk atau awk atau perl.

Jika kamu punya masalah dengan command di atas, coba gunakan KPackage, expand semua cabang files dan urutkan dengan ukuran kolom untuk menemukan paket-paket yang besar.

Cek program “deborphan”, program ini akan menampilkan daftar paket-paket orphan yang bisa kamu hapus, paket-paket ini sebelumnya digunakan oleh paket-paket yang sekarang dihapus.

Saya [penulis asli howto ini] sudah pernah mendapatkan hasil kerja remastering yang bagus dari cd sebagai root bekerja dari fluxbox. Cukup bilang “knoppix 2” di boot prompt dan ini akan mem-boot kamu ke root prompt dimana kamu kemudian dapat bilang “startx /usr/bin/fluxbox”. Saya suka memakai shell xterm unicode.

Saat bekerja sebagai chroot, dalam melakukan remastering, saya suka memakai “apt-get remove –purge pkg-name” untuk menghapus/memindahkan paket-paket sebab sebelum semuanya berjalan, ini akan berhenti dan menampilkan detil apa-apa yang di-fix untuk dihapus dan membolehkan kamu untuk bilang “yes atau no”.

Jika kamu tidak menggunakan instruksi “apt-get” di atas dan ada banyak paket yang harus di bersihkan, ini cara yang paling mudah untuk melakukannya: “COLUMNS=200 dpkg -l |grep ^rc |awk ‘{print $2} ‘ >topurge”. Ini akan membuat sebuah daftar dari semua paket yang di-remove menjadi purge dan kamu cukup bilang “dpkg -P `cat topurge `” dan selesai. “COLUMNS=200 dpkg -l |grep ^rc |awk ‘{print $2} ‘ | xargs dpkg -P” adalah versi satu baris dari perintah ini. Juga gunakan “deborphan >orphaned” kemudian “dpkg -P `cat orphaned `”. “deborphan | xargs dpkg -P ” adalah versi satu baris untuk perintah itu.

Selesai semuanya. Ini adalah versi update dari howto saya sebelumnya. Ini tidak dimaksudkan untuk pemula linux, kamu akan perlu tahu cara-cara di sekitar linux untuk merealisasikannya. Saya akan meng-update-nya sebagaimana koreksi/pengembangan/dll akan datang.

Terima kasih untuk aay, charan, Tech2k, and #knoppix untuk beberapa koreksi dan tips dan ide. Jangan sungkan untuk meng-edit atau menambah howto ini. catatan mengenai swap:
kamu tidak perlu 1G swap karena ada dua tool baru untuk meng-create sistem file yang terkompresi. Ini adalah beberapa kandidat untuk membuat compressedfs:

Valentijn’s rewrite [1]
Quozl’s port of compressloop for Knoppix 3.4 [2]
Quozl’s distributed compressloop (memakai lebih dari satu processor untuk mempercepat) [3] atau [4]
Justin’s patch [5] (link-nya putus) Saya juga menulis distributed cloop compressor(atau untuk smp) Ada di dalam direktori yang sama.
[edit] Tip, tes cd-image tanpa merekam cd
Jika kamu punya partisi berlebih dengan paling tidak 700MB free space diformat dengan ext2, ext3 or Vfat, kamu dapat menggunakannya untuk tes dengan cara booting dari floppy disk. Sebuah floppy boot akan mencari partisi dengan /KNOPPIX/ dalam root, dan image yang terkompres /KNOPPIX/KNOPPIX. Dengan tidak menyebut sub-directory /mnt/hda1/knx/master/KNOPPIX/ sebagai tersebut di atas, partisi ini kemudian dipanggil sebagai /mnt/hda2/KNOPPIX/ . Root index.html kemudian akan berada di lokasi /mnt/hda2/index.html dan image terkompres akan berada di /mnt/hda2/KNOPPIX/KNOPPIX . Sekarang kamu dapat melakukan boot dari floppy dan menggunakan /mnt/hda2 sebagai image kamu. Untuk informasi lebih jauh lihat Hd BasedHowTo.

Jika kamu tidak punya partisi ekstra atau kamu tidak ingin melakukan banyak hal untuk itu, kamu dapat menggunakan Qemu ( lihat [6] ) dengan ISO image seperti ini: qemu -m 128 -cdrom /temp/knoppix-custom.iso -boot d -user-net kamu bahkan tidak harus membuat hard disk image sebelumnya, hanya install Qemu dan cobalah!

[edit] Booting Knoppix images dengan GRUB
Pertama kopi /boot dari Knoppix cd ke partisi boot kamu (atau bahkan partisi dos kamu). Saya namakan punya saya boot.knoppix
Kopi direktori /KNOPPIX ke direktori root kamu* di hard disk manapun. kamu dapat meletakkannya di tempat selain partisi boot. (ext2/3, reiserfs, vfat di-support)

Letakkan yang berikut ini kedalam /boot/grub/menu.lst kamu:
title KNOPPIX
root (hd0,0)
kernel /boot.knoppix/vmlinuz 2 fromhd=/dev/hda4 lang=us
initrd /boot.knoppix/miniroot.gz
perhatikan fromhd parameter: ini adalah lokasi dari direktori /KNOPPIX

REBOOT DAN SELAMAT BERSENANG-SENANG

Jika howto ini sangat membingungkan, atau kamu ingin opini kedua, cek howto remastering yang bagus dari charan : http://gnubox.dyndns.org:8080/~sunil/knoppix.php . Howto yang lain di http://www.stirnimann.com/mystuff/doc/knoppix.txt


This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net

RSS latest post @ blog.pdft.net

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 354,157 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji