Posts Tagged 'komputer'

axioo pico PJM 1110

yak, ini dia komputer jinjing kedua yang saya miliki, beli seken murah dan dadakan, tapi alhamdulillah ini benar-benar benda yang keren. dikatakan komputer jinjing kedua karena dulu saya pernah punya sebuah komputer jinjing warna putih dan ada gambar buah apel yang sudah digigit sebagian. tapi sudah hilang. 😥

mari sejenak mengheningkan cipta.

anu, banyak orang bilang axioo itu jelek. kabar yang saya dengar adalah, axioo cepat panas, spesifikasi rendahan, boardnya mudah kebakar (mengerikan sekali yang ini), kualitas ringkih, dan itu produk lokal asia. memang benar saya pernah menemukan notebook axioo yang panas sekali, laporan board rusak, kualitas ringkih juga iya karena saya sudah pegang sendiri, spesifikasi rendahan juga memang iya laptop axioo seri dulu kebanyakan vganya VIA atau SIS, dan ini memang produk lokal asia yang beredar di singapura dan indonesia.

tapi sejak saya baca-baca bahwa sebagian besar produsen notebook memproduksi komponen mereka di pabrik yang sama (kebanyakan taiwan) dan dengar kabar bahwa ada produk MSI wind yang juga axioo pico (mirip identik, yang beda cuma merek dan fasilitas bluetooth), saya mulai percaya bahwa sebenarnya semua notebook itu sama baik, cuma tergantung bagaimana menggunakannya, oo anu, kecuali apple mungkin. karena bagi saya semua hardware dari apple bisa bikin mata saya berkedip 5 kali perdetik. maksud saya, percuma kan ada mekbuk tapi hilang karena ceroboh. 😛

lagi pula saya tidak melihat axioo pico PJM 1110 ini sebagai barang dengan kualitas rendah. chargernya ada stabilizer, bodinya solid. saya suka yang bentuknya minimalis dan ndak macem-macem, terutama papan ketiknya yang mengingatkan saya pada si mekbuk.

baterai hanya 3-cell, syukurnya kualitasnya masih oke sehat tapi saya berniat upgrade ke 6-cell nanti. archlinux jalan cepat di sini, bahkan dengan KDE plasma. wifinya realtek dan stabil menggunakan adapter wifi tambahan, jadi saya bisa wardriving bersama si TPLINK WN322G yang notabene berchipset atheros.

di komputer jinjing mungil ini saya memasang archlinux, mac (snow leopard hazard iatkos s3v2 10.6.3), dan windows xp. alasan saya memasang windows adalah agar bisa nyambung dengan beberapa pekerjaan kantor, ini benar-benar tidak bisa dihindari.  untuk sementara macosx86 hazard 10.6.2 tidak bisa dipasang, tidak bisa dibooting dari installer. saya masih nunggu selesainya unduhan snowleopard yang retail. padahal saya sudah ancang2 pasang stiker buah apel untuk menutupi tulisan axioo di balik lid layar. :(. Mac OS X jalan lancar pakai iATKOS S3V2 10.6.3. awalnya touchpad, keyboard tidak bekerja, tetapi setelah menggunakan file boot chameleon dari netbook installer (ekstrak source-nya), semua dikenali dengan baik. btw, jangan menginstall langsung netbook installer, bakal KP. 3 hal yang tidak bekerja, akselerasi grafis, WIFI, dan ethernet, kextnya tidak/belum ada. alasan saya pasang mac? entah. saya bela-belain begadang dari bulan puasa kemarin buat pasang mac, tetapi setelah terpasang jarang saya gunakan. kalau dipikir2, saya hanya senang dan puas sistem operasi ini nangkring dan bisa jalan di komputer saya, meski ndak pernah make. keren banget liat nya kalo baru nyalain ada logo apel nyelip di antar logo tux dan jendela. yah, sewaktu-waktu bisa menyembuhkan kerinduan akan macbook (mrgreen).

saya sedang membiasakan pakai layout papan ketik dvorak, sayangnya papan ketik si pico ini rada susah dilepas pasang dan beresiko patah. konsep snap-click yang sebenarnya sama dengan kebanyakan keyboard notebook lain, hanya saja ini berukuran kecil sekali, gampang patah. jadi tetap qwerty.

btw soal dvorak, didesain untuk bahasa inggris. kalau saya mengetik bahasa indonesia, saya berpendapat dvorak mungkin tidak begitu berpengaruh. yang mereka katakan tentang ribuan kata dalam satu baris tombol, mungkin hanya ratusan kata dalam bahasa indonesia.

soal bodi, axioo pico ini benar-benar teka-teki yang menjengkelkan. tutup di bawah, kita bisa buka-buka ram dan mini-pci-express yang ditempati oleh chipset wireless. harddisk ada di dalamnya lagi. saya orangnya ndak terlalu peduli sama garansi (masih 6 bulan) jadi stiker garansi tak kleteki sampai bersih, langsung bongkar habis-habisan. hampir saya mematahkannya kalau tidak tahu ternyata ada kunci snap di pojok kiri yang ternyata harus digeser ke samping. tidak seperti nettop axioo pico keluaran awal yang memasang pendingin menyeluruh di bawah keyboard, yang ini tidak, metode konvensional, pakai kipas, pendingin dan ventilasi di satu tempat.

Iklan

Berkeley System Distribution (BSD)

Ada banyak sekali tulisan-tulisan yang membahas tentang BSD, baik tulisan mengenai sejarah, system administrasi, sampai penggunaan BSD kepada end-user sebagai desktop. Tulisan ini memperkenalkan BSD sebagai alternatif lain dari Linux untuk memenuhi kebutuhan akan UNIX-like operating system di Indonesia. Dalam tulisan ini pula, dibahas mengenai beberapa hal yang membedakan antara Linux dan BSD, namun tidak memutuskan mana yang paling baik, karena untuk menentukan mana operating system yang paling baik digunakan adalah Anda sendiri.

Sejarah

Hampir semua orang telah mendengar Linux saat ini. Namun apa itu BSD? BSD adalah singkatan dari Berkeley Software Distribution. BSD pertama kali dibangun dan dikembangkan oleh Computer System Research Group (CSRG) di University of California at Berkeley (UCB), BSD pertama kali keluar pada akhir 1977 sebagai paket tambahan dan patch dari AT&T UNIX version 6, yang mana waktu itu beroperasi pada mesin PDP-11 minicomputer.

BSD pada akhirnya banyak memberikan kontribusi berharga pada pengembangan UNIX secara umum. Ada banyak fitur yang pertama kali diperkenalkan oleh BSD dan beberapa diadopsi dari AT&T dan vendor-vendor lainnya.

BSD dibuat, dikembangkan, dan digunakan secara BEBAS sebagai perlawanan terhadap lisensi UNIX yang dimiliki oleh AT&T dan oleh karena itu BSD mempunyai lisensi tersendiri yang memungkinkan setiap orang bebas melakukan pengembangan, dan menggunakan source code BSD. Pada tahun 1993, 4.4BSD dirilis sebagai sebuah Operating System yang utuh. Untuk sejarah lengkap BSD di CSRG, mulai sejarah dari jaman kuda, motivasi orang-orang yang pertama kali mengerjakannya, sampai perseteruan lisensi dan hak cipta dengan AT&T, saya mereferensikan Anda untuk membaca tulisan yang dibuat oleh Kirk McKusick , “Twenty Years of Berkeley Unix“.

Saat ini, BSD tersedia secara bebas, dan memiliki fungsi utuh dari UNIX operating system.

Distribusi Varian BSD

Semenjak CSRG tidak lagi aktif, beberapa turunan 4.4BSD muncul, dan beberapa diantaranya menjadi produk komersial.
BSD/OS

Berkeley Software Design, Inc., didirikan oleh beberapa pendiri awal developer CSRG sebagai kelanjutan dari pengembangan BSD dalam sisi komersial. BSD/OS telah mendukung untuk banyak platform, seperti i386 dan sparc, yang biasanya dipasarkan dengan memasukkan beberapa applikasi Internet.

Pada tahun 2000, BSDI bergabung dengan Walnut Creek CDROM, sebuah perusahaan yang secara finansial mendukung juga OS FreeBSD . BSD/OS akan dilanjutkan sebagai sebuah produk yang terpisah, namun seperti yang diharapkan, BSD/OS dan FreeBSd source tree akan digabungkan.
DarwinOS

DarwinOS adalah bagian penting open-source operating system baru Apple, Mac OS X. Darwin mengimplementasikan kepribadian 4.4BSD dan userland pada sebuah mikrokernel Mach, dengan FreeBSD sebagai referensi utama. Walaupun ditujukan pada platforn pps Apple, namun system ini juga sedang dikembangkan untuk platform i386.

FreeBSD

FreeBSD mengoptimalkan penggunaan platform PC. FreeBSD menyediakan kemudahan installasi dan dukungan yang luas terhadap hardware PC. FreeBSD mendukung arsitektur i386 dan alpha, dan pengembangan FreeBSD pada beberapa platform juga telah dilakukan. FreeBSD juga digunakan pada server-server yang memiliki traffic dan kinerja yang cukup tinggi untuk service WWW dan FTP seperti http://www.yahoo.com dan http://ftp.cdrom.com.

NetBSD

NetBSD memfokuskan pengembangan pada penyediaan operating system untuk banyak platforms, dari sebuah palmtop sampai server alpha yang besar. NetBSD berjalan pada hampir semua mesin dimana orang menginginkan UNIX sebagai Operating Systemnya.

OpenBSD

OpenBSD memfokuskan pengembangan pada security dan cryptography. Proyek pengembangan ini terpisah dari proyek NetBSD pada tahun 1995 sebagai akibat perselisihpahaman antara Theo de Raadt dengan NetBSD core team lainnya. OpenBSD saat ini setidaknya telah mendukung lebih dari 10 platforms, dengan beberapa proses pengembangan lebih terstruktur. Tim OpenBSD juga telah menghasilkan sebuah applikasi OpenSSH , sebuah implementasi untuk memenuhi kebutuhan Secure Shell untuk pekerjaan secara remote.Lalu, seberapa besar perbedaan FreeBSD , NetBSD , dan OpenBSD ? Secara praktis, tidak banyak bedanya. Namun dari ketiganya justru berbeda jauh jika dibandingkan dengan distribusi Linux, yang mungkin bisa dipersempit dari sisi sudut pandang pengguna, dan sysadmin. Dan dari ketiga distribusi BSD tersebut terdapat sharing source code antar proyek dengan memfasilitasi lisensi yang sama.

Model Pengembangan

Sangat kontra dengan beberapa advokasi Linux, pengembangan BSD tidak mengikuti sebuah model katedral (piramid??). Secara hirarki terorganisir namun tidak tertutup. Terdapat tiga tingkatan dalam developer BSD, yaitu:

Contributor

Contributor adalah developer yang menulis code, patch, atau dokumentasi namun tidak memiliki hak untuk menulis atau membuat sebuah file dalam source tree. Jika pekerjaan yang mereka lakukan ingin dimasukkan, maka harus diperiksa terlebih dahulu oleh seorang commiter atau dengan persetujuan beberapa orang commiter.

Commiter

Commiter adalah developer yang memiliki hak menulis dan mengakses source tree, dalam lingkup CVS, memiliki hak commit. Secara tipikal, seorang commiter bekerja hanya pada bagian-bagian terpilih dari keseluruhan project.

Core Team

Core Team membimbing secara keseluruhan arah dan tujuan proyek, dan membuat keputusan akhir dalam kasus perselisihpahaman antar developer mengenai source code atau hal-hal lainnya. ( OpenBSD tidak mempunyai core team secara formal, namun Theo de Raadt betugas sebagai pemimpin proyek.)

Setiap orang dapat menjadi contributor, dengan mengirimkan patch, atau membenarkan kesalahan-tulis dalam sebuah halaman manual. Orang-orang yang mengkontribusikan banyak hal, atau berkompeten dalam sebuah area proyek akan dipromosikan menjadi commiter, hal ini ditujukan untuk menjagai commiter yang lain memeriksa terlalu banyak hal pada waktu yang sama.

Integrasi System

Kunci perbedaan antara BSD dan Linux yang dapat disimpulkan adalah integrasi, yang berarti sebuah proses dan hasil dari proses tersebut. Setiap distribusi BSD adalah sebuah proyek tunggal. Sedangkan distribusi Linux dengan kata lain adalah mengkombinasikan beberapa proyek, dan banyak diantaranya tidak spesifik pada proyek Linux itu sendiri. Ada sebuah proyek pembangunan kernel yang dipimpin oleh Linus Torvalds, ada proyek pembangunan dan pengembangan library C, namun ada juga proyek yang tidak berhubungan dengan Linux seperti GNU yang menyediakan berbagai variasi tool, dan lain-lain.

Di BSD, para developer adalah sang integrator. Katakanlah seseorang ingin mengubah output, ps -ax, maka dia harus bertanggungjawab untuk menjaga semua script yang bergantung pada format output ps(1) yang akan diadaptasi. Dalam dunia Linux, system integrator yang menggabungkan banyak proyek yang berbeda-beda menjadi sebuah distribusi biasanya bukan developer dari proyek tersebut. Sebagai hasil dari system integrasi BSD sangat kecil, halaman-halaman manual semakin lengkap, program-program beroperasi lebih baik, dan ada banyak perubahaan yang lebih baik pada system.

Seringkali disebutkan perbedaan-perbedaan antara BSD dan Linux adalah hasi dari penyatuan BSD sebagai proyek tunggal. Sebuah base dari system BSD dimasukkan kedalam sebuah CVS tree, sehingga semua perubahan dapat terkontrol secara langsung, dan dari sana, sebuah source tree dapat diambil dan dikompilasikan dengan satu kali proses kerja. Hal ini yang dikenal sebagai proses make world, dari sebuah proses tunggal yang membangun ulang semua system.

Aplikasi di BSD

Sebagai implementasi kelengkapan sebuah distribusi, terdapat sebuah aturan dalam memfasilitasi installasi sebuah software kedalam distribusi BSD. Banyak software yang secara tipikal berkaitan erat dengan system Linux, namun ternyata tidak spesifik dibuat khusus untuk Linux, dapat dibangun pada system UNIX apapun, termasuk BSD. BSD memiliki ports dan packages yang diperkenalkan pertama kali di FreeBSD , yang kemudian diadaptasi oleh NetBSD dan OpenBSD . ( NetBSD mencoba menghindari kerancuan istilah “port” karena dalam system NetBSD , porting adalah pekerjaan membuat atau memodifikasi system terhadap suatu arsitektur atau platform tertentu, NetBSD menyebutnya sebagai “packages” dan “pre-compiled packages”).

Sebuah package adalah software yang telah dicompile dan siap dijalankan, kira-kira sepadan dengan package yang digunakan oleh distribusi Linux (sebagai contoh RPM). Secara teknis, package tersebut dibundel manjadi sebuah kompresi tarball (.tgz), yang menyertakan file-file yang akan diinstall, ditambah dengan beberapa informasi penting lainnya berkenaan dengan software yang diinstall tersebut.
Package diinstall kedalam ${PREFIX} yang sudah terkonfigurasikan, dan secara default adalah /usr/local,/usr/ X11R6 , atau pada system NetBSD /usr/pkg. Installasi didaftarkan pada sebuah direktori database /var/db/package/nama_package. Pengaturan package dilakukan dengan berbagai tools pkg_*, seperti pkg_add (1), pkg_delete(1), dan pkg_info(1).Sebuah port adalah kerangka kerja untuk membuat sebuah package. Secara fungsional, sebuah port sama dengan SPRM, namun bagaimanapun, port tidak menyertakan source tarball dari software. Biasanya kumpulan port disimpan pada direktory /usr/port/kategori, atau pada NetBSD disimpan pada /usr/pkgsrc. Sebuah port terdiri dari sebuah directory tree dengan beberapa file.

BSD tidak membuat sebuah tool seperti rpm(1) untuk membangun sebuah port, melainkan dengan sebuah infrastuktur berbasis make(1). Sebuah Makefile adalah kunci utama sebuah port, ada sangat banyak variable dalam sebuah makefile yang memungkinkan melakukan tindakan build dengan lebih cermat dan pada umumnya terdapat 2000 sampai 3000 baris dalam sebuah makefile, oleh karena itu dalam lingkungan BSD, makefile tersebut disertakan dalam file bsd.port.mk, sedangkan Makefile yang ada pada port hanya berisi variable yang ingin disertakan menjadi sebuah package.

System Administrasi

Seperti operating system lainnya, BSD memiliki gaya/style tersendiri. BSD tidak menyediakan sebuah tool administrasi seperti SMIT pada AIX, SAM pada HP-UX, atau YaST pada SuSE . Konfigurasi dari system ditanggani dengan mengedit file teks dalam direktori /etc, dan ada banyak konfigurasi pada saat startup dikumpulkan pada sebuah file /etc/rc.conf seperti:

— console: font, keymap, screensaver — network: interface, firewall, NAT — daemon: sendmail, lpd, ntp

Walaupun BSD system menyertakan sebuah kernel default, namun sangat disarankan untuk membuat sebuah custom kernel dengan tujuan membuat perampingan pada system, menggunakan hanya driver yang benar-benar dibutuhkan, mempercepat waktu loading, dan menghemat memory. Berikut adalah cara untuk membuat kernel custom:

— membuat atau mengedit konfigurasi kernel berdasarkan kernel GENERIC di /sys/arch/`arch`/conf/NAMA_KERNEL ( FreeBSD : /sys/`arch`/conf) — jalankan config(8), dan make(1).

BSD menyediakan sebuah cara professional untuk melakukan report dan melacak permasalahan yang ada, serta mengumpulkan feedback dari pengguna. Dengan menggunakan send-pr(1) ( OpenBSD : sendbug) yang akan memberikan penjelasan detail permasalahan yang dihadapi, dan mengisi formulir yang dapat dikirimkan via e-mail pada GNATS bug tracking system, mengumpulkannya dalam sebuah database, dan kemudian akan ada developer yang menangani masalah yang dihadapi.
File System

BSD memiliki format partisi tersendiri, dan BSD tidak menggunakan partisi IBM/Microsoft seperti Linux, sehingga harddisk harus diset dengan format BSD. FreeBSD menyebut bagian ini dengan “slice”, dan dalam slice tersebut partisi BSD dibuat. Secara umum, a adalah partisi boot, b adalah partisi swap, dan c adalah partisi bayangan yang memuat sebuah bagian dari disk.

BSD memilih partisi asli untuk disk adalah FFS (Berkeley Fast File System), yang mendukung filesystem sampai dengan 16TB, tergantung dengan sejumlah parameter, file dapat menjadi beberapa terabytes. 64-bit file offset, seperti contoh file-file yang lebih besar dari 2GB, dalam platform 32-bit yang didukung 4.4BSD. BSD FFS dan Linux ext2fs pada umumnya serupa, tidak heran mengingat konsep ext2fs didesain dengan ffs sebagai pertimbangan. FFS diperkenalkan sebagai implementasi modern UNIX file system, yang lebih memberikan banyak pilihan dimana setting sebuah file dapat dihapus, tidak dapat diedit, dan lain-lain. Beberapa pilihan tersebut juga tersedia pada Linux ext2fs.

Lain-lain

Dalam banyak FAQ (frequently asked questions) terdapat pertanyaan yang sering diutarakan yaitu, dimana dokumentasi mengenai BSD dapat ditemukan. Pertanyaan ini sangat mudah ditemukan jawabannya dan berikut menjawab pertanyaan tersebut: — BSD menyertakan halaman-halaman manual dalam setiap distribusinya. — Setiap distribusi BSD mempunyai sebuah FAQ atau beberapa, dalam website resminya. — FreeBSD documentation project telah menghasilkan FreeBSD Handbook, sebuah tutorial dan referensi yang juga dapat diterapkan pada NetBSD dan OpenBSD . — Sebuah tulisan. The Design and Implementation of the 4.4BSD Operating System, karangan Marshall Kirk McKusick , dapat dijadikan patokan untuk melakukan pengembangan atau pemahaman mengenai system BSD secara lebih lanjut. — Sebuah tulisan lain mengenai BSD, The Complete FreeBSD , karangan Greg Lehey, juga mengangkat masalah serupa. — Search engine juga dapat membantu mencari jawaban setiap pertanyaan yang berkaitan dengan BSD. — Arsip mailing-list yang berkaitan dengan distribusi BSD secara lebih spesifik yang dapat dicari tahu pada website resminya.

Kesimpulan

BSD adalah implementasi langsung dari sebuah UNIX operating system, dimana mungkin ada banyak perbedaan dengan Linux, namun perlu ditegaskan kembali bahwa perbedaan tersebut justru bukan untuk membandingkan mana yang terbaik atau mana yang terburuk, karena setiap distribusi baik BSD maupun Linux mempunyai tujuannya masing-masing. Tulisan ini juga tidak dimaksudkan untuk membuka holy-war operating system, karena tulisan ini dibuat untuk membahas beberapa perbedaan operating system dengan basis BSD, dan Linux sehingga diharapkan setelah Anda membaca tulisan ini, setidaknya ada pilihan baru yaitu BSD ketika Anda hendak memilih operating system, dan setelah mencoba, Anda sendiri yang akan menentukan operating system mana yang cocok untuk Anda.

Copyright © 2004-2006. dhawir tukanginternet@airpost.net

disadur dari http://netlog.wordpress.com/category/sejarah-openbsd/

file transfer over ssh

namanya scp dan biasanya sudah dipaketkan di sebagian besar distribusi.

mentrasfer berkas dari komputer remot ke komputer lokal

scp user@hostname:/path/ /path/

user adalah user ssh di komputer remote, hostname adalah hostname atau ip yang digunakan komputer remote. path pertama dalah path di komputer remote. path kedua adalah path di komputer lokal, bisa juga didefinisikan dengan titik (path dimana kita sedang bekerja di komputer lokal, yang sama dengan pwd) atau ~/ (folder home kita)

scp -r user@hostname:/path/ /path/

penambahan parameter -r agar bisa menyalin folder. jika tidak, scp akan menampilkan pesan kesalahan untuk transaksi folder.

scp file.txt user@hostname:/path/

mengunggah berkas file.txt ke komputer remote.

scp user@hostname:/path/ user@hostname2:/path

transfer file di antara dua komputer remote.

NTFS

mengapa NTFS? sebagai pengguna linux yang konsisten (halah belakangan juga poligami sama mac), saya pernah merasa bahwa memasang semua hal yang berbau windows sebagai bagian fundamental dari komputer saya adalah tabu. saya tidak menggunakan fat maupun ntfs sebagai filesystem data.

tapi sekarang pemikiran saya berubah karena beberapa alasan :

  1. universal. linux memang universal untuk mengakses semua jenis filesystem, tapi ntfs lebih universal untuk diakses semua OS. ada ntfs-3g untuk linux maupun mac. sebagai pengguna triple os windows linux mac dalam satu komputer, saya pikir ntfs adalah pilihan yang tepat. dibanding menggunakan ext atau hfs. fat mungkin lebih universal ketimbang ntfs tapi ntfs punya penutup kekurangan fat yang saya kira terlalu sayang untuk diabaikan.
  2. recovery ability. entah terformat atau terhapus, jauh lebih mudah merecovery data-data yang hilang di ntfs ketimbang filesystem lain. saya pernah kehilangan data karena tidak sengaja mengganti tabel MBR ke GPT saat memasang mac, tapi semua data saya bisa diangkat kembali. ah

seperti idealis yang harus realis.

ngomong2 soal filesystem, lebih baik memformat hfs+ journaling (case-nonsensitive) sebagai filesystem mac os x. karena beberapa aplikasi (seperti/kebanyakan adobe) sering bermasalah di filesystem case-sensitive.

cara darurat booting via CD-ROM jadul

posisikan vertikal, kecepatan putaran akan bertambah.

Why Linux is Better | Mengapa Linux Lebih Baik

disadur dari http://www.whylinuxisbetter.net/index_id.php?lang=id

Lupakan tentang virus.

Bila komputermu mati dengan sendirinya tanpa bertanya padamu, jika sebuah jendela dengan teks yang tidak jelas dan segala jenis iklan muncul tanpa kehendakmu, jika email terkirim ke seluruh kontak yang kamu punyai tanpa sepengetahuanmu, maka kemungkinan besar komputermu sedang terinfeksi virus. Alasan utamanya adalah karena sistem Windows berjalan di komputermu.

Linux hampir tidak memiliki virus. Dan itu bukan berarti “Yah, sebenarnya sih tidak terlalu sering”, tetapi berarti “Jika kamu pernah mendengar tentang virus Linux betulan, beritahu saya”. Tentu saja, bukan tidak mungkin Linux terserang virus. Hanya saja, Linux membuatnya sangat sulit terjadi, karena beberapa alasan berikut:

  • Sebagian besar orang menggunakan Microsoft Windows, dan pembajak ingin melakukan sebanyak mungkin kerusakan (atau mendapatkan kendali) selama itu memungkinan: oleh karena itu, mereka menjadikan Windows sebagai target. Tetapi bukan hanya itu saja alasannya; Web Server Apache (Web Server merupakan program yang mengirimkan halaman web ke browser yang memintanya), yang merupakan perangkat lunak open source, juga memiliki pangsa pasar yang besar (melawan server Microsoft IIS), tetapi ia hanya mengalami sedikit sekali serangan dibandingkan dengan Microsoft IIS.
  • Linux menerapkan manajemen otorisasi yang pintar. Pada Windows, kamu (dan program apapun yang kamu install) biasanya memiliki kuasa untuk berbuat apapun terhadap sistem. Jika kamu merasa ingin menghukum komputermu karena baru saja menghilangkan sebuah dokumen penting, kamu bisa pergi ke dalam folder system dan menghapus apapun yang kamu mau: Windows takkan memberikan komplain. Tentu saja, saat komputermu di-reboot setelahnya, masalah baru akan terlihat. Tetapi bayangkanlah bahwa jika kamu memiliki hak untuk menghapus file-file yang berhubungan langsung dengan sistem komputer, maka program lain pun memiliki hak yang sama untuk menyalahgunakannya. Pada sistem Linux, hal ini tidak diijinkan untuk terjadi. Setiap kali kamu meminta hak akses untuk berbuat sesuatu yang berkaitan dengan sistem, kamu membutuhkan password sebagai administrator (dan jika kamu bukan administrator, maka kamu tidak bisa melakukannya). Program virus tidak bisa berkeliaran begitu saja dan menghapus atau memodifikasi sistem sesuai keinginan mereka; karena virus tersebut tidak punya hak otorisasi untuk berbuat seperti itu.
  • Lebih banyak mata yang mengawasi, berarti lebih sedikit celah keamanan yang ada. Linux adalah perangkat lunak open source, yang artinya siapapun programmer di dunia ini bisa melihat kode programnya (“resep rahasia” dari setiap program komputer), dan memberikan bantuan mereka, atau cukup memberitahu para pengembang software : “Hei, bagaimana jika bla bla, bukankah itu adalah celah keamanan?”.

Lanjutkan membaca ‘Why Linux is Better | Mengapa Linux Lebih Baik’

ShipIt Ubuntu Intrepid Ibex : Nyampe Euy!

shipit_ubuntu1mungkin sudah termasuk telat menerima intrepid ibex karena jaunty bentar lagi kelar. tapi saya tetap senang. suatu hal yang sangat jarang saya terbangun dari tidur dalam keadaan gembira. pagi itu saya terbangun karena hp yang bergetar. sms dari kakak saya. ko2, qta kaya raya, dpt kiriman dari belanda!. akh…akh… Dia kira itu hadiah apalah, dia kira kiriman hadiah uang atau emas batangan (emang otaknya cenderung kesitu). tapi dalam sepersekian detik saya sudah sadar kalau itu kiriman dari canonical. saya pernah baca di sebuah milis, kalau shipit ubuntu itu dikirim dari belanda. dari situs resminya, katanya akan sampai rata-rata 6 minggu, tergantung daerah pengirimannya. saya mengemis merequest di shipit tanggal 24 november 2008, dan sampai di saya tanggal 28 Januari 2009, itu hampir 2 bulan. esoknya saya meluncur ke kantor pos untuk ambil barangnya. di sana diminta tanda pengenal apa saja dan uang lima ribu rupiah. karena kartu pelajar saya hilang, semalam saya sibuk ngoprek pakek gimp di slax usb buat kartu pelajar palsu dan langsung diprint dengan laserjet hp. jadi deh fotokopi pelajar palsu.
saya tahu bagian antaran kantor pos tutup jam 12 siang dan waktu itu jam 11.30, jadi saya ngebut-ngebutan ke kantor pos sampe leher saya tercekik karena helmnya mau terbang aja. sampai disana saya tanya sana-tanya sini, cari info tentang cara ambil barang. akhirnya sampai di ruangan yang tepat.
“KTP?”
“nggak punya. ini, ada fotokopi kartu pelajar…”
“boleh”
saya menyerahkannya bersama uang lima ribu. waktu mau tanda tangan, saya baru tahu kalau uang lima ribu itu adalah ongkos bea lalu bea (apaan nih?) sebesar dua ribu dan bea bungkus ulang (paketnya cuma dibungkus lagi pakek plastik biasa yang disablon ‘POS INDONESIA’) sebesar tiga ribu. saya kurang setuju dengan biaya bungkus ulang karena bungkus dari canonical sudah cukup bagus dan tebal. tak apa, saya langsung buka paketnya ditempat.
isinya adalah tiga cd ubuntu dengan covernya, plus empat buah stiker ubuntu warna putih. keren deh.
tapi saya kecewa karena apa yang saya request tidak sesuai dengan yang saya pegang sekarang. saya meminta satu ubuntu desktop (wajib dong), satu ubuntu server (buat belajar jaringan), dan satu kubuntu (karena saya juga pecinta kde). tapi yang dikirim satu ubuntu desktop dan dua ubuntu server. waduh, gimana nih shipit, kubuntunya kok nggak dikirimi? tapi saya berterima kasih, terima kasih atas pelayanan shipit dan canonical, meski salah kirim, tapi pengiriman cd ubuntu ke seluruh dunia tanpa pungut biaya (cuma kantor posnya aja yang minta bayaran) adalah hal yang luar biasa.
siap_booting
buat yang mau dapetin cd ubuntu langsung aja ke shipit.ubuntu.com


This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net

RSS latest post @ blog.pdft.net

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 354,157 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji