Posts Tagged 'linux-opensource'

pasang squirrelmail

ehem… maaf kalo ini sudah basi. cuma mau sharing. πŸ™‚

karena penasaran dengan pengelolaan webmail, saya coba-coba menginstall salah satu aplikasi webmail, yakni squirrel si tupai… (bener ndak?)

to the point dah… mula-mula, anda harus punya webserver yang jalan mulus, apache misalnya. langkah pertama, anda harus install paket-paket pendukung : POP3, IMAP, dan SMTP Server. saya mengabaikan hal pertama ini dan mendapatkan squirrelmail tanpa akun. tuh, bloon sekali saiah!

# apt-get install dovecot-common dovecot-imapd dovecot-pop3d postfix \
squirrelmail squirrelmail-decode

kedua, anda harus membuat dovecot mendukung imap server
# vi /etc/dovecot/dovecot.conf
protocols = imap pop3

restart dovecot
# /etc/init.d/dovecot restart

saatnya konfig-konfig (alah…)
# cp /etc/squirrelmail/apache.conf /etc/apache2/conf.d/squirrelmail.conf

sekarang, konfigurasi domain
# /usr/sbin/squirrelmail-configure
2 -> 1 -> domain.id -> R

atau bisa juga masukin manual ke apache2.conf

restart apache!
# /etc/init.d/apache2 restart

webmail sudah bisa diakses!
http://ip-address-server/squirrelmail

biasanya sih http://localhost/squirrelmail

nah, selamat bermain-main dengan squirrelmail!

Panduan BlankOn 5.0 Nanggar

Nyam… hanya ingin bagi2 info. Tantangan BlankOn bagian dokumentasi telah diselesaikan dengan baik oleh Putu Wiramaswara dan Alit Sudarsana. Sekarang, buku panduan lengkap Nanggar sudah bisa diunduh dalam format pdf.

silakan sedot di sini πŸ˜€

Versi PDF Wartalinuk

Hohoho, udah ada versi pdf dari wartalinuk, doakan tetap maju…:D

Setelah mempertimbangkan beberapa hal, kami memutuskan untuk merilis versi PDF dari setiap edisi yang bersangkutan. Untuk sementara ini, baru Wartalinux edisi perdana yang sudah dibuatkan PDF-nya. Edisi-edisi selanjutnya segera menyusul dan akan diupayakan versi PDF dirilis bersamaan versi single html-nya.

Silakan unduh versi PDF Wartalinux #0

Kirimkan masukan saran dan kritik anda mengenai versi PDF ini ke wartalinux@gmail.com

Redaksi,

Daftar Repositori Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope di Indonesia

Just Share!

sudo gedit /ect/apt/sources.list

tambahin daftar reponya, habis itu reload

sudo apt-get update

nyedot dah sepuas-puasnya… πŸ˜€

kambing.ui.edu (UI, Telkom, Indosat, OpenIXP, INHERENT)

1. deb http://kambing.ui.edu/ubuntu jaunty main restricted universe multiverse
2. deb http://kambing.ui.edu/ubuntu jaunty-updates main restricted universe multiverse
3. deb http://kambing.ui.edu/ubuntu jaunty-security main restricted universe multiverse
4. deb http://kambing.ui.edu/ubuntu jaunty-backports main restricted universe multiverse
5. deb http://kambing.ui.edu/ubuntu jaunty-proposed main restricted universe multiverse

ftp.itb.ac.id (ITB, INHERENT)

1. deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu jaunty main restricted universe multiverse
2. deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu jaunty-updates main restricted universe multiverse
3. deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu jaunty-security main restricted universe multiverse
4. deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu jaunty-backports main restricted universe multiverse
5. deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu jaunty-proposed main restricted universe multiverse

foss-id.web.id (Telkom) [Speedy dan Flash Recommended]

1. deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu jaunty main restricted universe multiverse
2. deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu jaunty-updates main restricted universe multiverse
3. deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu jaunty-security main restricted universe multiverse
4. deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu jaunty-backports main restricted universe multiverse
5. deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu jaunty-proposed main restricted universe multiverse

mirror.its.ac.id (ITS, INHERENT)

1. deb http://mirror.its.ac.id/ubuntu jaunty main multiverse restricted universe
2. deb http://mirror.its.ac.id/ubuntu jaunty-security main multiverse restricted universe
3. deb http://mirror.its.ac.id/ubuntu jaunty-backports main multiverse restricted universe
4. deb http://mirror.its.ac.id/ubuntu jaunty-updates main multiverse restricted universe

mirror.cbn.net.id (OpenIXP)

1. deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu jaunty main restricted universe multiverse
2. deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu jaunty-updates main restricted universe multiverse
3. deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu jaunty-security main restricted universe multiverse
4. deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu jaunty-backports main restricted universe multiverse
5. deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu jaunty-proposed main restricted universe multiverse

komo.vlsm.org

1. deb http://komo.vlsm.org/ubuntu jaunty main restricted universe multiverse
2. deb http://komo.vlsm.org/ubuntu jaunty-updates main restricted universe multiverse
3. deb http://komo.vlsm.org/ubuntu jaunty-security main restricted universe multiverse
4. deb http://komo.vlsm.org/ubuntu jaunty-backports main restricted universe multiverse
5. deb http://komo.vlsm.org/ubuntu jaunty-proposed main restricted universe multiverse

BlankOn 5 “Nanggar” Dirilis!

Jakarta 16 Juni 2009 – Pada hari ini Pengembang BlankOn resmi meluncurkan BlankOn versi 5.0 dengan kode rilis Nanggar, budaya yang diangkat pada versi ini adalah budaya dari Batak, nama β€œNanggar” diambil dari bahasa batak yang mempunyai arti β€œPalu”.

Beberapa fitur khas baru yang dibawa oleh Nanggar di antaranya adalah Desktop Berkonteks yang dikembangkan oleh Tim Pengembang BlankOn, yang mampu mengganti tema serta gambar latar desktop sesuai jam komputer atau kondisi cuaca yang sedang berlaku saat itu.

Fitur khas lain pada BlankOn Nanggar adalah edisi terkini proyek Aksara Nusantara yang memersembahkan kemampuan menulis dan menayangkan teks dalam aksara Batak Toba. Untuk mengikuti proyek Aksara Nusantara silakan ikuti tautan http://code.google.com/p/aksara-nusantara/

BlankOn Nanggar menyertakan buku panduan penggunaan lengkap yang bisa didapatkan melalui tautan berikut ini http://blankonlinux.or.id/download/buku-panduan.pdf. Buku ini juga dapat Anda nikmati langsung pada sistem yang telah diinstal pada folder Contoh.

Fitur BlankOn Nanggar:

  • Desktop Berkonteks + GNOME 2.26
  • Program Perkantoran: OpenOffice 3.0.1, GNUCash
  • GIMP 2.6.6
  • Inkscape 0.46
  • Peramban Web Firefox 3.0
  • Kernel 2.6.28

Fitur BlankOn Nanggar Minimalis:

  • Desktop LXDE 0.3.2.1
  • Program Perkantoran: AbiWord 2.6.6, GNUmeric 1.8.4, GNUCash 2.2.6
  • GIMP 2.6.6
  • Inkscape 0.46
  • Peramban Web Epiphany 2.26
  • Kernel 2.6.28

Tentang BlankOn

BlankOn Linux adalah distribusi Linux yang dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) dan Komunitas Ubuntu Indonesia yang cocok untuk kebutuhan pengguna komputer pada umumnya. Dengan filosofi kemudahan dan kehandalan yang ditawarkan Ubuntu Linux sebagai distribusi aslinya, BlankOn Linux dikembangkan secara terbuka dan bersama-sama untuk menghasilkan distro Linux khas Indonesia.

Tautan

Unduh BlankOn 5.0 Nanggar di :

Selain itu Anda juga dapat mengunduhnya pada cermin-cermin BlankOn yang di antaranya adalah:

Timbal Balik dan Bantuan

Proyek BlankOn selalu membuka kesempatan bagi semua orang untuk berperan aktif dalam pengembangan BlankOn Linux. Bila Anda menemukan masalah dan cacat pada BlankOn Nanggar, mohon partisipasinya dengan melaporkannya melalui:

http://dev.blankonlinux.or.id/newticket

Dan jika Anda memiliki pertanyaan atau memerlukan informasi lebih lanjut mengenai BlankOn, Anda dapat menggunakan beberapa tautan berikut ini :

Bantu kami membuat BlankOn menjadi lebih bagus lagi.

Edisi BlankOn selanjutnya adalah BlankOn 6.0 yang rencananya akan diluncurkan pada bulan November 2009 yang akan mengangkat tema dari Sumatra Barat dengan kode rilis Ombilin.

(diambil dari Catatan Rilis BlankOn 5.0)

Ngomongin Tipi dan Musik?

Pertama saya mau nyerocos soal tipi (baca : TV). What’s wrong? Yang paling saya jengkelkan, tayangannya itu! Sumpah, saya merindukan bakabon, doraemon, pak senbe dan arale, ksatria baja hitam, p-man, dan kawan-kawan dari negeri matahari terbenam, eh terbit. Anda ingat kan saat2 itu? Setiap hari minggu pagi dari jam tojoh sampe dua belas, sepanjang taon, penuh dengan pilem-pilem kartun yang bikin males bersih2 rumah. Sekarang? Huek… Memang sih masih ada beberapa, seperti di globaltipi, tapi itu sedikit sekaleee.

Saya kesal karena generasi di bawah kita sekarang ini, yaitu adek2 kita yang masih kocet2 disodok matanya (hiperbola loh) sama sinetron cinta melulu (yang kebanyakan nggak mutu). Kan nggak pantas tuh? Masih mending anak2 suruh mengkhayal bagaimana kalo dia punya laci meja belajar yang ada doraemon dengan kantong ajaib, biar doi mikir2 kreatip apa benda ajaib yang kira2 muncul, dibanding mengkhayalin pacar monyet, belajar ngeres. Bah! Njrit! Dan buat stasiun tipi, balikin tu pilem2 kartun kita! *yihaa! lempar sendal*

Ajaibnya, kotak tipi ini dijadikan rujukan. Gimana sih bergaul yang baik? Liat tipi. Gimana sih pacaran yang baik (yaok?)? Nongton tipi. Gimana sih bertindak krimminal yang baek (gubrak)? Pelototin tuh tipi! Memang sih, tipi berperan juga dalam penyebaran informasi, dan membuat dunia lebih sempit, jadi kita bisa nengok sana sini dengan mudah. Itulah, yang orang-orang intelek sebut sebagai gombalisasi, salah ding, globalisasi. *menyentil sisi buruk globalisasi*

Coba bayangkan lima atau sepulu taon yang lalu, kalo ada sedikit saja tayangan yang aduhai gitu, eh udah digugat n dicekal. Sekarang? Buset.. Mah, jangan ditanya, iklan seronok gitu paling sering dimunculin sama stasiun tipinya, mungkin yang punya iklan bayar mahal. Tak dapat disangkal lagi, tipi adalah salah satu media perusak moral paling jitu, di samping sebagai media pendidik. Hei, wait… widot telebisien?

OK, saya pernah merasakan 7-8 bulan tanpa tipi. Habis, tipinya meledug gitu, ada api nyembrut dari belakang. Dari dulunya sih memang sering error. Nah, di masa-masa itu, saya memang agak ketinggalan informasi, dan awalnya tidak siap. Internet dan koran jadi pelarian saya. Waktu ada tipi lagi di kediaman saya, saya malah nggak ngeh. Saya menemukan bahwa internet (meski banyak pornonya) dan kertas tipis koran masih lebih baik dan banyak ilmunya dibanding tayangan tipi yang segitu-gitu doang.

Lihatlah Aceh. Dulu dikenal sebagai provinsi yang beda dengan yang lain, semua yang ada di sana islami. Tapi sekarang? Udah ada yang berubah. Dan kalo ada yang tanya pada saya (saya sebagai life observer, eh) saya akan bilang yang mempunyai peran terbesar dalam merubah Aceh adalah tipi. Ambil aja yang deket2 contohnya, bagi anda-anda yang tinggal jauh dari jakate (baca : jakarta), anda pasti menemukan beberapa temen/kerabat anda (atau malah anda sendiri?) bicara pake lo gua lo gua, apa lagi kalo nge-sms. siapa tuh yang ngajarin? ya tipi… saya gak bilang kalo ngomong lo gua lo gua itu jelek karena bahasa lo gua termasuk salah satu budaya indonesia, cuma nunjukin bahwa itu salah satu contoh penyebaran pengaruh dari kotak tipi. Yang lainnya bisa dipikirin sendiri. :P.

Pokoke tipi paling ngaruh. Why? Karena tipi murah meriah! *gelar dagangan, depele2, bli stu dapet dua!*. Betul kok. Liat aja ke permukiman kelas bawah, mana ada komputer (apa lagi dengan akses internet!) atau tumpukan koran (mereka tidak terlalu peduli dengan berita, wong cari makan saja susah). Paling tidak yang ada hanya tipi, tipi, dan tipi. bekas? paro belah dapet…

Ada orang dangdutan tuh, denger? Soal musik, saya kagum dan manyun perkembangannya yang super cepat. Balik lagi ke lima atau sepulu taon yang lalu.

Disklaimer : bukan berarti saya tidak suka musik. Saya seneng tuh denger unbelievable-nya craig david, lagunya bondan feat fedtublek, atau yang lebih melo, lagu titanik.

Anda pasti masih inget dan bisa ngebandingin. Apa bedanya? Sekarang dimana-mana ada musik. Di warung kopi ada musik, di sekolah ada musik, di kamar tamu ada musik, di kamar mandi? eh, kita sendiri yang nyanyi2…. *permisi, mau harakiri X( *

Yak, kayaknya bukan lagi musim musik, tapi selamanya musik terus. Semua begitu memuja musik. Sepertinya gadget kayak mp3player atau hp yang bisa muterin musik berperan besar dalam memasarkan musik. File2 mp3 bertebaran bak kacang goreng. Bebas donglot, hak cipta diinjek2. Kaset2 compo gak laku. Tayangan tipi lebih banyak nampilin musik. Kalo gak salah awalnya ada acara dahsat, inbok, dll, juga konser campur sari. Saya tidak tahu mana yang duluan muncul. Dan tiba-tiba acara-acara adu bakat tarik suara bermunculan, marak, mulai dari anak-anak sd sampai ibu2. Grup ben-grup ben baru mulai lahir, menambah daftar. Memang tidak ada salahnya. Tapi rasanya aneh sekali kalo semua orang beranggapan bahwa menyanyi adalah bakat yang paling istimewa dan mereka berlomba-lomba. Yui, ribuan orang ikut audisi macam ini. Sekali lagi, memang tidak salah, tapi bagi saya aneh. *megang erat2 buku UU yang mengandung kebebasan berpendapat*

Tapi musik punya kekuatan tersendiri. Sebuah lagu, kalo didenger secara kontinyu dan non-boring pada saat tertentu, untuk kedepannya kita akan mudah mengingat saat2 tertentu itu ketika lagu tersebut diputar. Bahkan bertaon2 setelahnya. Nggak percaya? Coba saja sendiri. Misalnya saya. Waktu masih kecil saya pernah liburan ke kampung di jogja. Lagu yang paling sering saya putar selama liburan itu adalah manusia bodoh. Dan bertaon2 kemudian saya mendengarnya lagi. Asli, saya langsung inget detail2 tempat di jogja (pada bagian ‘…yang biarkan semua… ini permainkanku berulang-ulang kali….coba bertahan sekuat hati–‘, langsung deh inget sama bau daun sirih yang tiap hari dikunyah jadi merah sama nenek saya)

Ada lagi, waktu komputer saya rusak gara2 cpunya jatuh dan plesdis saya ilang, selama dua bulan saya menggunakan penggantinya yaitu sebuah komputer tua, acer builtup pentium satu dengan hdd sebesar 120 mb dan ram 64. Asli jadul dah. Karena kondisi komputer gitu, saya install damnsmalllinux (distro supersmall, hanya 50mb!). Dan satu2nya file mp3 yang ada di hdd itu hanya ‘cinta ini membunuhku’ yang waktu itu baru kelar sama Demasip. Yak, selama dua bulan membosankan itu, saya hanya denger2 lagu itu doang dengan xmms yang legendaris lewat spiker cempreng. Nggak boring? Hohoho, jelas boring tapi ndak ada lagu lain karena plesdis saya tidak pernah ditemukan jadi saya tidak bisa tambah2 lagi. Dan sekarang, ketika saya sedang mengetik tulisan ini di mekbuk tua dengan blankon tercinta sebagai os-nya, saya memutar lagu ini. Saya langsung inget masa menderita saya dengan DSL, ngerjain tugas skul pake ted, wordprocessing super kuno, katro, dan jadul abis (tapi berguna). Saya langsung inget dimana saya terpaksa lebih sering ngetik2 di terminal buat kelola file dari pada filemanager gui-nya yang rada membingungkan. Langsung inget dimana saya terpaksa melototin acara booting mode teks khas knoppix setiap nyalain dan matiin komput. Dan yang paling kerasa, inget gimana cara make fluxbox yang bener. Tapi di sinilah masa saya belajar keras tentang linuk dengan hardware pas-pasan, belajar perintah2 cli dan konfig jaringan LAN (untung acernya ada colokan UTP). Tengs berat buat si acer jadul, kamu keren deh, masuk gudang sana… Tengs juga buat damnsmalllinux, teruslah mengecil!

Tak sadar, begitu cepatnya dunia berubah. Teknologi bermunculan. Bayi2 lahir melebihi kuota. Ekonomi anjlok. Konspirasi besar2an. Moral bergelindingan bak buah dari jatuh dari pohonnya. Krisis. Krisis. Sudah terlambat untuk jadi pahlawan.

begitulah…

Otak-atik Artwork BlankOn

saya baru mengerti sekarang dan merasakan betul apa itu arti free dalam filosofi GNU/Linux. benar-benar menyenangkan. saya melakukan sendiri : memodifikasi karya orang lain yang berlisensi GPL. meski hanya sedikit coding dan sebagian besar mengolah gambar, saya senang bisa memodifikasi dan mendistribusikan kembali dengan ‘legal’. ini hanya intro.

meski saya pakai blankon, orang lain akan menyangka saya sedang pakai ubuntu. ya, saya sedang mencoba membohongi diri sendiri. mulai dari ikon sampai usplash, saya menggunakan artwork ubuntu asli. why? apakah rasa ke-indonesia-an saya kurang?

tidak, meski kelihatan begitu. saya sebenarnya kagum dengan artwork blankon meuligo, terutama tema gulali-hitam di versi minimalis dan juga gambar usplash. hanya saja, saya kurang suka warna-warna yang mencolok. saya lebih suka hal-hal yang tidak menarik perhatian, yang menurut orang lain bodoh tetapi begitu berarti buat saya.

tapi akhirnya, saya mencoba untuk merasa bangga menggunakan blankon. nah, saya mencoba mengutak-atik alias memodifikasi artwork blankon agar sesuai dengan selera saya. saya menyediakan link donlotnya, siapa tahu selera anda cocok dengan saya. berikut skrinsut-nya.

usplash-blankon-abu

yang di atas ini adalah usplash versi versi abu… donglot di sini untuk layar rasio 4:3 dan satu lagi di sini untuk wide screen.

usplash ini diambil dari gambar usplash meuligo. saya mendonlot source-nya dalam bentuk svg di dev.blankonlinux.or.id lalu mengeditnya. saya suka tekstur kanvasnya yang dibuat dengan gimp. saya menghilangkan codename meuligo agar terlihat universal, jadi tidak perlu ganti-ganti lagi kalau naik versi ke nanggar.

usplash-peta-wide

yang di atas ini usplash versi peta, saya lebih suka pake ini. lebih indonesia… donglot di sini. untuk sementara hanya bisa buat layar widescreen, kalo layar biasa, letak petanya masih mencong ke kiri (masih beta 😦  )

usplash? ya, yang jadi progres bar adalah peta indonesia. ngerti kan? tapi sayang saya kesulitan buat latar belakangnya lebih bercorak… tapi saya pikir ini lebih bagus dari yang pertama…

cara pasang yang repot : dengan hak root anda harus mengkopi file blankon-abu.so ke /usr/lib/usplash/. lalu membuat link-nya ke /etc/alternative/usplash-artwork.so. kemudian membuat link lagi dari file link barusan ke /usr/lib/usplash/usplash-artwork.so. kemudian coba reboot.

cara pasang yang mudah : install startup manager. jalankan ‘sudo apt-get install startup-manager’ (tanpa tanda petik) untuk menginstall jika belum diinstall. lalu buka System > Administration > Startup-Manager. Masukkan password bila diminta. Klik tab Appearance, pilih manage usplash theme. tambah file blankon-abu.so. klik close, kemudian pilih blankon-abu.so sebagai usplash default. klik close untuk menerapkan. kemudian coba reboot.

blankon-login

yang di atas ini GDM theme buat login. donglot di sini untuk layar standar, dan di sini untuk layar wide.

GDM Theme, diambil dari gdmtheme blueswirl yang disediakan di repository ubuntu. saya hanya mengganti latar belakang aslinya dengan gambar usplash tadi, tulisan GNOME Desktop menjadi Linux Book (maksudnya gantiin macbook saya, hehehe), logo gnome menjadi logo blankon hitam. saya rasa itu sudah cukup keren. jadi, usplash yang pertama dan gdm sama dong? ya, mengikuti opensuse (opensuse mencoba membuat proses dari booting sampai loading desktop manager hingga desktopnya sebagai satu progress bar, tapi selalu diganggu ketika X dijalankan, yaitu muncul screen hitam sebentar).

cara pasang, ekstrak filenya di suatu tempat. anda akan mendapatkan folder gdm-blankon-abu. buka terminal dan jalankan ‘sudo nautilus’ (tanpa tanda petik). masukkan password bila diminta. lalu kopi folder tadi ke /usr/share/gdm/themes/. ubah permission folder beserta isinya sampai subfoldernya agar bisa dibaca semua user. buka System > Administration > Login Window, gdm-blankon-abu akan muncul di sana. pilih dan coba logout untuk melihat.

Wallpaper di ambil dari gambar latar gdm. gak banyak diedit, supaya serasi saja πŸ˜€ . donglot abu-standar.png untuk layar standar dan abu-widescreen.png untuk widescreen.

desktop-theme-abu

ini temanya, aslinya dari gulali-hitam, donglot di sini.

Gulali-hitam modifikasi, hehehe…. Sebenarnya saya berencana mengedit tema ubuntu-studio yang lumayan keren, tapi saya juga menginginkan motif batik di gulali-hitam. Saya mengubah warna batiknya menjadi abu, juga motif batik yang biasa muncul di toolbar.

cara pasang, klik kanan di desktop dan pilih Change Desktop Background. pilih tab Theme. Lalu buka nautilus dengan window unmaximize (jendela tidak memenuhi layar). lalu drag filenya ke kotak putih di tab theme. klik ok atau close bila diminta konfirmasi. klik Customize, cari dan pilih tema blankon-abu di Controls dan Window Border. Catatan : tema ini akan tersimpan di /home/namauser/.themes/ bukan di /usr/share/themes/.

kemungkinan sekali temanya tidak akan berjalan baik pada aplikasi-aplikasi dengan hak root seperti synaptic dan lainnya. untuk mengatasinya, jalankan ‘sudo nautilus’, kopi folder temanya ke /usr/share/themes/ dan ubah permissionnya agar bisa dibaca semua user. jadi aplikasi-aplikasi dengan hak root akan menerapkan tema ini, demikian juga user yang lain.

Gambar-Layar

ikon-nya donglot di sini.

Ikon menggunakan ikon rae yang keren. terutama saya suka ikon foldernya. saya berusaha mengubah semua yang hijau menjadi abu-abu. menu-menu utama di menu Applications yang berbentuk kotak-kotak hijau dengan sudut bundar saya ganti dengan ikon standar gnome.

cara pasangnya sama seperti memasang tema. anda perlu men-drag-nya ke tab theme, lalu cari di Customize lalu di tab Icons. kalau anda ingin ikon ini berlaku universal, kopi ke /usr/share/icons/ dan ubah permissionnya agar bisa dibaca semua user.

apalagi ya? saya rasa saya perlu menyemprot si macbook dengan pilox abu-abu agar serasi. πŸ™‚

maaf saja kalau saya tidak menyediakan paketnya dalam bentuk deb karena saya masih dalam tahap belajar.


This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net

RSS latest post @ blog.pdft.net

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 348,304 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji