Posts Tagged 'mac'

In Memoriam : MekBuk

Halo.

Kemarin saya diundang resepsi pernikahan sepupu saya. Belum selesai saya berpikir tentang peledakan populasi di keluarga besar saya akibat perkawinan-perkawinan yang mendadak, saya melihat sebuah iBook G4 dipajang di samping sound system acara resepsi tersebut.

Hahah, saya langsung terhenyak dan mengingat dengan cepat kenangan saya akan MacBook saya 3 tahun lalu. Well, saya bukan benar-benar Apple fanboy, saya tidak punya iMac besar, atau iPad atau kaos bergambar buah apel tergigit, tetapi saya sejujurnya saya mengagumi produk buatan mereka hampir dari segala segi.

Prosesor 1.3Ghz, RAM 512MB, IDE HDD 40GB, Mac OS X 10.4.x. Meskipun demikian jadul, saya tidak keberatan menukar netbook saya yang RAMnya sudah diupgrade dengan kotak putih yang manis itu. Dan saya pun yakin pemiliknya tidak akan berkenan.

Jadi, ini dia foto yang saya ambil.

Berikut foto kenangan saya bersama si Mekbuk, macbook white generasi 2.1. Diposting di sini sebagai penghormatan untuk mesin yang pernah menemani saya belajar banyak hal pada masa-masa SMA.

Yang kuning itu stiker, bahan yang sama yang dipakai untuk stiker simbol lalu lintas di jalanan. Stiker itu mengandung logam untuk pemantul cahayanya dan saya sangat tidak menyarankan untuk ditempel di lid laptop karena menyebabkan sinyal wifi berkurang drastis dan sering putus nyambung.

Mekbuk lepas dari tangan saya karena dirampok.

axioo pico PJM 1110

yak, ini dia komputer jinjing kedua yang saya miliki, beli seken murah dan dadakan, tapi alhamdulillah ini benar-benar benda yang keren. dikatakan komputer jinjing kedua karena dulu saya pernah punya sebuah komputer jinjing warna putih dan ada gambar buah apel yang sudah digigit sebagian. tapi sudah hilang. 😥

mari sejenak mengheningkan cipta.

anu, banyak orang bilang axioo itu jelek. kabar yang saya dengar adalah, axioo cepat panas, spesifikasi rendahan, boardnya mudah kebakar (mengerikan sekali yang ini), kualitas ringkih, dan itu produk lokal asia. memang benar saya pernah menemukan notebook axioo yang panas sekali, laporan board rusak, kualitas ringkih juga iya karena saya sudah pegang sendiri, spesifikasi rendahan juga memang iya laptop axioo seri dulu kebanyakan vganya VIA atau SIS, dan ini memang produk lokal asia yang beredar di singapura dan indonesia.

tapi sejak saya baca-baca bahwa sebagian besar produsen notebook memproduksi komponen mereka di pabrik yang sama (kebanyakan taiwan) dan dengar kabar bahwa ada produk MSI wind yang juga axioo pico (mirip identik, yang beda cuma merek dan fasilitas bluetooth), saya mulai percaya bahwa sebenarnya semua notebook itu sama baik, cuma tergantung bagaimana menggunakannya, oo anu, kecuali apple mungkin. karena bagi saya semua hardware dari apple bisa bikin mata saya berkedip 5 kali perdetik. maksud saya, percuma kan ada mekbuk tapi hilang karena ceroboh. 😛

lagi pula saya tidak melihat axioo pico PJM 1110 ini sebagai barang dengan kualitas rendah. chargernya ada stabilizer, bodinya solid. saya suka yang bentuknya minimalis dan ndak macem-macem, terutama papan ketiknya yang mengingatkan saya pada si mekbuk.

baterai hanya 3-cell, syukurnya kualitasnya masih oke sehat tapi saya berniat upgrade ke 6-cell nanti. archlinux jalan cepat di sini, bahkan dengan KDE plasma. wifinya realtek dan stabil menggunakan adapter wifi tambahan, jadi saya bisa wardriving bersama si TPLINK WN322G yang notabene berchipset atheros.

di komputer jinjing mungil ini saya memasang archlinux, mac (snow leopard hazard iatkos s3v2 10.6.3), dan windows xp. alasan saya memasang windows adalah agar bisa nyambung dengan beberapa pekerjaan kantor, ini benar-benar tidak bisa dihindari.  untuk sementara macosx86 hazard 10.6.2 tidak bisa dipasang, tidak bisa dibooting dari installer. saya masih nunggu selesainya unduhan snowleopard yang retail. padahal saya sudah ancang2 pasang stiker buah apel untuk menutupi tulisan axioo di balik lid layar. :(. Mac OS X jalan lancar pakai iATKOS S3V2 10.6.3. awalnya touchpad, keyboard tidak bekerja, tetapi setelah menggunakan file boot chameleon dari netbook installer (ekstrak source-nya), semua dikenali dengan baik. btw, jangan menginstall langsung netbook installer, bakal KP. 3 hal yang tidak bekerja, akselerasi grafis, WIFI, dan ethernet, kextnya tidak/belum ada. alasan saya pasang mac? entah. saya bela-belain begadang dari bulan puasa kemarin buat pasang mac, tetapi setelah terpasang jarang saya gunakan. kalau dipikir2, saya hanya senang dan puas sistem operasi ini nangkring dan bisa jalan di komputer saya, meski ndak pernah make. keren banget liat nya kalo baru nyalain ada logo apel nyelip di antar logo tux dan jendela. yah, sewaktu-waktu bisa menyembuhkan kerinduan akan macbook (mrgreen).

saya sedang membiasakan pakai layout papan ketik dvorak, sayangnya papan ketik si pico ini rada susah dilepas pasang dan beresiko patah. konsep snap-click yang sebenarnya sama dengan kebanyakan keyboard notebook lain, hanya saja ini berukuran kecil sekali, gampang patah. jadi tetap qwerty.

btw soal dvorak, didesain untuk bahasa inggris. kalau saya mengetik bahasa indonesia, saya berpendapat dvorak mungkin tidak begitu berpengaruh. yang mereka katakan tentang ribuan kata dalam satu baris tombol, mungkin hanya ratusan kata dalam bahasa indonesia.

soal bodi, axioo pico ini benar-benar teka-teki yang menjengkelkan. tutup di bawah, kita bisa buka-buka ram dan mini-pci-express yang ditempati oleh chipset wireless. harddisk ada di dalamnya lagi. saya orangnya ndak terlalu peduli sama garansi (masih 6 bulan) jadi stiker garansi tak kleteki sampai bersih, langsung bongkar habis-habisan. hampir saya mematahkannya kalau tidak tahu ternyata ada kunci snap di pojok kiri yang ternyata harus digeser ke samping. tidak seperti nettop axioo pico keluaran awal yang memasang pendingin menyeluruh di bawah keyboard, yang ini tidak, metode konvensional, pakai kipas, pendingin dan ventilasi di satu tempat.

akun chat.facebook di iChat

bisakah? bisa.

pilih jabber account. isikan usernya dengan user@chat.facebook.com. string user di sini adalah string user halaman profil kita, misal http://facebook.com/herpikodwiaguno. isikan password. klik server option dan isi servernya dengan chat.facebook.com dan port 5222.

sayangnya ichat ndak mendukung YM. 😦

cara bodoh koneksi wifi TP-LINK WN322G di Mac OS X Snow Leopard

saya punya mesin mac dan sebuah adapter usb wireless TPLINKWN322G (atheros ath9k). adapter wireless ini tidak terdeteksi di mac. kextnya dicari-cari ke ujung dunia tidak ketemu. nah. jadi saya punya beberapa opsi yaitu sebagai berikut :

1. menggunakan komputer atau laptop lain yang punya wifi dan bekerja baik di sistem operasinya kemudian membagi akses internetnya (internet connection sharing, di windows atau linux ini bekerja dengan baik) ke mesin mac via LAN.

2. menggunakan virtualbox/vmware dan memasang ubuntu. adapter wirelessnya dipasangkan ke ubuntu, kemudian dari ubuntu sharing akses internet ke host (mac)

3. menggunakan virtualbox/vmware dan memasang ubuntu, adapter wirelessnya dipasangkan ke ubuntu, kemudian dari ubuntu sharing akses internet melalui LAN fisik (bridge), kemudian dari LAN pertama disambungkan dengan kabel UTP cross ke LAN kedua.

4. membeli PCI wifi baru yang kompatibel.

cara pertama, ini benar2 merepotkan. masa sih harus numpang kayak parasit gitu.

cara kedua, ini sepertinya sulit diimplementasikan karena perangkat virtual (vmnet1 dan vmnet8 di vmware, begitu juga di vbox), tidak bisa dipasangkan gateway. keduanya masih bisa diganti IP addressnya dengan mengganti parameter di /Library/Application Support/VMware Fusion/location, networking, vmnet1, dan vmnet8. kedua ethernet virtual itu bisa digantikan IP-nya mengikuti 10.42.43.xx, yang mana merupakan IP default untuk ICS di ubuntu. tapi gatewaynya? saya tidak menemukan cara, bahkan sampai googling semaput. ada yang bilang bisa pakai route, tetapi itu tetap tidak berhasil (atau saya yang goblok).

cara ketiga, it works.

cara keempat, ah males keluar uang. nanti tanggal tua gag bisa makan.

nah, berikut detil cara ketiga. saya menggunakan vmware fusion (dan saya akui ini bajakan, termasuk macosx-nya juga >.< ). saya tidak menggunakan virtualbox karena tidak mendeteksi usb dengan baik di guest OS, usb not recognized kalau di windows, dan tidak respon lsusb kalau di linux.  saya menggunakan blankon 7 pattimura dan adapter usb wifi itu langsung dikenali dengan baik. LAN vmware-nya saya setting bridged ke LAN fisik pertama (en0). setelah berhasil koneksi dengan dunia luar via wifi, saya membagi aksesnya. caranya bisa dilihat di sini. nantinya, LAN milik ubuntu akan mempunyai IP 10.42.43.1 secara default.

nah, di mac, di LAN fisik kedua saya isikan IP 10.42.43.2 dan gateway 10.42.43.1. seharusnya bisa via DHCP tapi entah kenapa itu tidak bekerja.

lalu saya memotong kabel UTP sepanjang 15cm, pendek bro. dan RJ45 dicrimping cross. colok dan tada!

tanpa skrinsut adalah hoax.

 

UPDATE :

ternyata, bahkan tanpa NIC kedua kita masih bisa konek. buang NIC kedua dan kabel UTP cross. hanya dengan menyambung via bridging, LAN fisik kita sudah dianggap sebagai LAN virtual yang mana sudah nyambung inet dari dalam. 🙂

begonya saya. (doh)

 

wifi oh wifi…

masalahnya, wifi adapter tidak dikenali mac. mesti numpang leptop lain, ngoprek vmware/vbox, atau beli pciwifi yang kompatibel. 😦

 

NTFS

mengapa NTFS? sebagai pengguna linux yang konsisten (halah belakangan juga poligami sama mac), saya pernah merasa bahwa memasang semua hal yang berbau windows sebagai bagian fundamental dari komputer saya adalah tabu. saya tidak menggunakan fat maupun ntfs sebagai filesystem data.

tapi sekarang pemikiran saya berubah karena beberapa alasan :

  1. universal. linux memang universal untuk mengakses semua jenis filesystem, tapi ntfs lebih universal untuk diakses semua OS. ada ntfs-3g untuk linux maupun mac. sebagai pengguna triple os windows linux mac dalam satu komputer, saya pikir ntfs adalah pilihan yang tepat. dibanding menggunakan ext atau hfs. fat mungkin lebih universal ketimbang ntfs tapi ntfs punya penutup kekurangan fat yang saya kira terlalu sayang untuk diabaikan.
  2. recovery ability. entah terformat atau terhapus, jauh lebih mudah merecovery data-data yang hilang di ntfs ketimbang filesystem lain. saya pernah kehilangan data karena tidak sengaja mengganti tabel MBR ke GPT saat memasang mac, tapi semua data saya bisa diangkat kembali. ah

seperti idealis yang harus realis.

ngomong2 soal filesystem, lebih baik memformat hfs+ journaling (case-nonsensitive) sebagai filesystem mac os x. karena beberapa aplikasi (seperti/kebanyakan adobe) sering bermasalah di filesystem case-sensitive.

masalah mysql di XAMPP 1.7.3 for mac

berhubung saya sudah menemukan kext yang berjalan sempurna untuk perangkat LAN (Realtek RTL81xx) di mesin macosx86 (yang berarti si safari sudah bisa konek internet, meski terpaksa menjadikan laptop si frxs sebagai router, usb wireless adapter masih belum dikenali), jadi saya berkhianat untuk sementara, meninggalkan linux, berburu perangkat lunak mac bajakan di torrent, ini seperti bermain2 dengan aplikasi2 baru di android atau symbian. dan saya menikmati itu. 😛 (semoga dosa-dosa saya diampuni, amin)

nah, salah satu yang saya pasang adalah XAMPP for mac versi 1.7.3, meski lawas dan tidak diupdate sejak lama, saya hanya ingin sistem mac ini paling tidak ada webservernya buat main2. setelah unduh dan pasang (hanya drag, so simple), ternyata service mysql tidak bisa dijalankan.

seperti ini xamppcontrol versi mac. (btw dicapture setelah mysql berhasil jalan)

kita bisa menjalankan versi CLInya di /Application/XAMPP/xamppfiles/xampp


$sudo ./xampp startmysql

XAMPP: Starting MySQL.../Applications/XAMPP/xamppfiles/xampp: line 150: /Applications/XAMPP/xamppfiles//bin/mysql.server: No such file or directory

benarkah berkas mysql.server tidak ada? mari kita cek.

ternyata adalah sebuah symbolic link.

meski linkingnya sudah dibuat ulang tetap tidak bisa. nah, kita bisa mengakalinya dengan mengganti parameter di baris ke 150 (lihat pesan error) dan baris ke 259 (untuk stop service) dengan path file yang asli. buka berkas /Application/XAMPP/xamppfiles/xampp dengan penyunting berkas teks. itu adalah file skrip, bukan binari.

dan coba jalankan lagi service mysql. tada!

start servicenya lewat terminal saja, soalnya program GUInya masih ngikutin symboliclink. kalau sudah ok via terminal, indikatornya jadi hijau juga.


This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 342,270 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji