Posts Tagged 'parkour'

pencuri

ok, kawan. tidak biasa saya banyak cerita. tapi yang satu ini agak bersejarah bagi rumah saya. saya kira saya bisa bersenang-senang sedikit dengan cerita ini.

salah satu mimpi saya yang jadi kenyataan, nangkap basah pencuri.

rumah saya yang dulu ini, adalah rumah bersejarah, dibangun keluarga saya dari nol. dan rumah saya sangat terkenal di lingkungannya. pertama, dulunya, ini yang pertama kali bertingkat 2 di daerah ini. kedua, rumah ini langganan pencuri dari tahun ke tahun. hebat bukan? kami sekeluarga sudah mencatat baik-baik, rumah ini kemalingan puluhan kali. hitungan saya, 8 buah sepeda, 2 buah kotak tipi, belasan alat-alat percetakan, 6 buah telepon genggam, dan banyak lagi.

nah, kemarin malam, 7 april 2010, dini hari pukul 02.46, rumah saya kemasukan pencuri lagi, dan istimewanya untuk edisi kali ini, saya menangkap malingnya dengan tangan kosong.  <<< baca nih!

saya pingin cerita sama orang, tapi saya tidak pandai ngomong ini itu, ya sudah, saya tulis di blog saja. jadi ini dia kisahnya, teman.

malam itu, saya merencanakan bermalam di rumah itu. setelah 2-3 jam guyonan sama kakak saya, akhirnya dia tidur juga, karena besok harus kerja pagi-pagi sekali. jadilah saya sendiri berusaha keras untuk tidur, sementara di samping, kakak saya sudah meluk guling.

tapi tidur di malam hari itu sangat-sangat sulit.

nonton tipi? bleh, tidak ada film bagus malam ini. HBO cuma memutar-mutar film yang sama semingguan. ngoprek? lagi ndak semangat. main rubik? tangan lagi sakit. baca buku? oh, ini bagus, ada beberapa bab Eldest yang belum saya baca. jadi saya baca buku itu sampai sekitar jam 2.30, saya tengok si samy (swiss army). yah, cerita buku 2 tamat, tapi Brisingr sudah saya baca (bahkan sebelum pegang Eldest). tapi saya belum ngantuk.

habis itu saya main rubik, sambil bayangin virkill custom tu kayak gimana (karena belum nyampe barangnya, dan ternyata 100 % mirip ZL cube!). masih ngerubik, membiasakan 2 permutasi G yang terakhir. di depan saya ada meja panjang, meja utama yang isinya komputer, buku-buku, lemari kecil (lemarinya memang kecil, bisa ditaruh di atas meja), banyak twisty puzzle, sampah-sampah kamar, sendok, piring, gelas, bungkus makanan, dan blabla lain.

nah, yang paling penting di kisah ini, telepon genggam saya ada di atas meja itu, sekitar 50 senti dari saya, dan saya masih main rubik.

tiba-tiba ada tangan terulur pelan mengambil telepon genggam saya. lalu saya menoleh. seseorang sedang berjinjit keluar kamar.

“eh” saya bilang. siapa itu?

“Mas?”, agak keras. karena saya kira itu kakak saya (saya biasa panggil mas). tapi saat itu juga saya melihat kakak saya masih peluk guling di atas kasur dan orang itu rambutnya disemir pirang. tidak ada di keluarga kami yang rambutnya warna pirang. saya masih bengong 2-3 detik sampai orang itu keluar dari kamar. barulah saya tinjot berat. (tinjot, baca : kaget, entah bahasa mana).

saya langsung lari sambil  masih genggam rubik. di ruang tamu, saya lihat orang itu sudah siap-siap naik tangga. saya langsung loncatin sofa kayu besar dan menerjangnya. saya dapat lehernya. terus saya lempar rubik saya dan menggunakan tangan satu lagi buat tarik tangannya. dan kami berantem hebat sampai saya kena bogem, dan saya juga balas bogem tentunya, aseli nih orang. dan orang ini memanggil-manggil sebuah nama (saya kurang dengar) ke arah atas. kesimpulan saya, malingnya lebih dari satu. saya pingin yang satu ini tewas terus ngejer yang satu lagi di atas, tapi susah euy.

pendek kata, saya yang menang, berkat conditioning 3 kali seminggu.

pelajaran pertama : parkour sangat berguna.

baru setelah berhasil ngunci, saya teriak-teriak “MALIIIING!” berkali2 sampai serak.

pelajaran kedua : kebanyakan kesempatan, orang tidur itu susah dibangunin.

setelah beberapa lama (lamanya bikin jengkel), kakak saya bangun, lalu ibu saya, lalu om ian (ayah tiri), dan terakhir, adik saya yang paling kecil ikutan muncul juga sambil bengong-bengong ndak pakai celana <<< heran, yang kecil ini bangun juga. semua terheran-heran di ruang tamu dan ikutan gabung pegang maling.

setelah pencuri itu diambil alih, saya menghela nafas, ngos-ngosan. barulah saya sadari banyak sekali kekacauan yang saya dan pencuri itu buat. satu sofa kayu, yang berat dan besar, terbalik dan letaknya sudah bergeser jauh (mungkin saya kong di sana, ah ndak ingat). dua dari 6 piala wedding decoration, tata rias, dan lomba-lomba lain milik ibu saya, hancur berkeping-keping. salah satu piala dari logam, logamnya bengkok. lemari kaca miring hampir jatuh, tersandar di tembok. dan banyak darah tercecer di lantai.

setelah diselidiki, darah itu berasal dari kaki saya dan tangan pencuri. kaki saya terkena pecahan piala dan sobek satu senti. sedang kan tangan pencuri itu berdarah karena kena beling kaca yang dipasang di tembok di lantai 2. nantinya, ibu saya, yang orangnya phobia kontaminasi, mengepel lantai itu dengan cairan aneh warna putih yang baunya keras sekali sebanyak lima kali dan menyuruh saya mencuci tangan bersih-bersih.

telepon genggam saya? saya memungutnya di anak tangga ke 5 (rupanya dilempar). telepon genggam ini lecet berat, untungnya tidak rusak. eh, ada sms… =))  “ko, knci wrnet lge 1 mana?” astagah…
MySpace

nah, sekarang saya berhadapan sama malingnya. ayah tiri saya memitingnya. jadi, bisa saja saya mengangkat tangan dan memukulnya sampai giginya lepas. sampai saya puas, karena amarah saya. sudah 2 telepon genggam saya hilang di rumah ini, di kamar yang sama (yang terakhirnya malingnya gagal dikejar). saya harap ini pelaku yang sama jadi saya punya alasan untuk mencabut satu gigi saja.

tapi saya tidak melakukannya. 😦
MySpace

lampu ruang tamu kurang beres, jadi maling itu dibawa keluar. barulah saya bisa lihat wajahnya. wajah yang luar biasa pucat, rambut pirang semir, badan yang bau sekali, setinggi kakak saya tapi badannya berisi (kalo kakak saya kayak kerupuk), baju item, celana jean, dan tangan yang berdarah.

lalu warga kanan kiri berhamburan keluar, sebagian besar tidak memakai baju dan ada yang bawa pentungan. wow… mengerikan sekali.

tapi setelah dilihat siapa pelakunya, mereka berubah sikap, dan menyarankan ibu saya agar memaafkan orang itu, tidak membawanya ke pihak berwajib. pendeknya, damai.

saya hampir marah, ini tidak adil. saya kena bogem keras, kaki saya berlumuran darah tapi orang ini bebas? bleh!
MySpace

toh orang itu dibebaskan juga, dibiarkan berlari pulang entah kemana, ke arah timur. kakak dan ibu saya bilang, orang itu adalah anak bungsu dari orang yang pertama kali mengajari saya dan kakak saya membaca Qur’an, setelah tamat iqro. itu sudah lama sekali saat kami masih kecil sekali, dan saya tidak ingat. aneh sekali, anak guru ngaji kok mencuri. 😦

dan yang saya herankan, orang itu sangat nekat sekali mencuri sedangkan saya masih terjaga dan jarak saya dengan telepon genggam itu dekat sekali. pencuri ini meremehkan saya.

saya kira sesorang akan berterima kasih karena saya menangkap pencuri, ternyata tidak.

pagi-pagi sekali, 2 orang ibu2 yang sudah agak tua bertandang ke rumah. ternyata salah satu dari mereka adalah ibu dari pencuri itu. mereka meminta maaf atas perbuatan si pencuri.

setelah mereka pulang. saya langsung diomel ibu saya. 😦

ibu saya bilang, seharusnya saya tidak mengejar dan menangkap pencuri itu. lalu apa? bagaimana dengan telepon genggam saya?

ibu saya bilang, tindakan saya menangkap sendirian itu sangat berbahaya, bahwa saya tidak bisa menebak apakah pencuri itu bersenjata atau tidak. dia memberi gambaran bagaimana kalau perut saya tertusuk pisau dapur sepanjang 30 senti dan saya tewas seperti pahlawan kesiangan.

pelajaran ketiga : ok kamu memang hebat. tapi jangan terlalu berharap.
MySpace

nah, bagaimana maling itu bisa masuk sedangkan tembok di lantai dua sudah dipertinggi 3.5 meter dan diberi pecahan kaca? saya pernah memanjat tembok ini (waktu itu ingin masuk ke dalam rumah, tapi semua anggota keluarga sedang keluar, berhubung saya sangat perlu masuk dan saya punya sedikit skill abal-abal parkouran, saya manjat). hasilnya, 4 jari tangan kanan dan lengan bawah kiri, terkoyak dagingnya, banyak darah. saya jatuh hormat di bagian ini sama si pencuri. bagaimana sih dia manjat tembok ini tanpa satu pun jarinya terpotong? ketika ditanyai bagaimana dia masuk, pencuri itu terus-terusan tutup mulut dan melawan mau kabur. ya sudahlah. mudahan saja si pencuri tobat.

rencananya, kami (saya dan kakak) mau buat alarm sensor gerak yang basisnya ke cahaya. rangkaiannya tidak begitu sulit, toh kami berdua punya skill elektronika. yang saya pikirkan, bagaimana jika kucing yang melewati sensor itu? kami bakalan jadi repot bangun panik, tapi yang lewat ternyata cuma meong.

nah, begitulah. saya bersyukur mengalami hal ini. meskipun saya mendapat luka sobek, ditonjok maling, dan diomel ibu saya, tapi saya mengalaminya! saya nangkep maling, gan! nangkep maling!
MySpace

Iklan

suatu hari di wall parkour lombok, episot = bahasa komunitas

Wall Parkour Lombok

klik untuk perbesar

Tentang Tukang Pijet

Alkisah, kemarin2 saya kecelakaan, naik motor nabrak pintu mobil orang. tragis dah. hasilnya, tangan kiri saya hampir remuk (untung masih bisa pake main rubik), tiga luka lecet, dan tiga titik keseleo berat, yakni di paha, pundak dan lengan kiri.
hal yang saya pikirkan setelah rubik, adalah parkour. bagaimana saya bisa lumpat2 n lari2 kalau badan saya cidera begini? akhirnya, setelah dibujuk ortu, saya dibawa ke TUKANG URUT atau TUKANG PIJET. wah, mesum nih…
tapi, yang saya temukan berbanding terbalik dengan khayalan saya. adalah Mak Aceh, sang tukang pijet professional. ia tua, tapi coba lihat jari2nya itu, jari2nya berbonggol penuh otot. mengerikan.
pendeknya, setelah ngobrol ngalor ngidul tentang tabrakan, saya disuruh buka baju. ok, command executed. baju sudah terlipat rapi. lalu disuruh buka celana. toeng! saya kira beliau homo. tapi toh saya buka juga setelah diberi sarung.
akhirnya saya mulai diurut. sebagai catatan, INI PERTAMA KALINYA SAYA DISIKSA TUKANG PIJAT. seumur-umur, belum pernah saya membiarkan orang lain menyiksa saya secara langsung. saya pikir enak dipijet. saya hanya teriak2 kesakitan dirumah orang. malu benar.
satu hal tentang tukang pijet, setelah sedikit observasi kilat. tukang pijet memainkan tangannya berdasarkan respon kita. jika kita mengaduh di suatu titik di tubuh kita, ia akan fokus ke sana, menyiksa di bagian sana sampai puas. jadi, bila tak ingin terlalu menderita, silakan mengaduh di tempat yang salah.
pendek kata, saya selesai disiksa dan dipulangkan. efek pijatannya menang terasa, keseleonya ilang. konsekuensinya, entah kenapa ada yang salah dengan leher, saya tidak bisa mendongakkan kepala seharian.
begitulah… waktu masih berputar.

pelajaran moral nomer 249 : hindari tukang pijet yang malas potong kuku.

A Parent Guide to Parkour

Kelihatannya berbahaya!. Ekstrem!.

Kalau dilihat pertama kali, Parkour tampaknya berada dalam kategori yang sama seperti skateboarding, snowboarding, dan olahraga lain yang tampaknya dapat menarik perhatian remaja (khususnya anak laki-laki). Dengan masih lebih mudanya parkour dikenal dibandingkan dengan kegiatan fisik lainnya, dapat dimengerti bahwa para orang tua akan ragu-ragu untuk mendukung keinginan anak-anak mereka dalam parkour.” Kenapa bukan sesuatu yang lebih “aman” seperti sepak bola atau hoki?

Meskipun dinamis, kelihatan spektakuler, Parkour sebenarnya positif dan aktivitas yang aman bagi orang-orang dari berbagai usia jika dilakukan dengan tepat. Dengan dukungan yang tepat dari orangtua dan orang dewasa lainnya yang peduli, Parkour sangat aman bagi anak-anak muda. Caranya adalah dengan mengajukan pertanyaan yang tepat dan melihat hal-hal yang tepat ketika anak Anda mengambil pelatihan parkour, sama seperti yang Anda lakukan jika anak Anda tertarik untuk mencoba hobi baru atau bergabung dengan komunitas baru.

Bagaimana untuk mendukung anak Anda.

Pertama, jangan biarkan video-video parkour menakuti Anda! Jangan menilai buku dari covernya. Ketahuilah bahwa Parkour bukanlah tentang trik semata. Parkour adalah tentang efisien, gerakan seluruh tubuh dan mengatasi rintangan. Lakukan penelitian dan mencari tahu apa parkour itu, dan pastikan anak Anda juga memahami. Jika anak Anda dipengaruhi oleh video-video yang spektakuler, maka dukunglah ketertarikannya itu, meskipun Anda mungkin tidak setuju dengan video-video tersebut. Gunakan sikap yang mendukung untuk membantu anak Anda menemukan bahwa parkour bukanlah tentang trik atau kecerobohan, tetapi adalah tentang kerja keras dan penemuan diri. Dorong anak Anda untuk belajar tentang kondisi fisik, olahraga, dan pelatihan yang aman. Bantulah mereka mencari alat untuk mengatur beberapa tujuan kebugaran dan latihan rutin. Meneliti dan belajar tentang parkour bersama-sama dapat menjadi cara yang bagus untuk memastikan bahwa anak Anda mendapatkan informasi yang benar untuk berlatih aman, dan Anda akan sepenuhnya memahami apa yang mereka geluti dengan pengejaran yang baru ditemukan ini.

Cara paling baik yang dapat membantu anak Anda berlatih parkour dengan pendekatan yang aman dan bijaksana adalah memahami perbedaan antara praktisi parkour yang serius dan orang-orang yang hanya tertarik untuk membuat video parkour di YouTube yang spektakuler. Para praktisi parkour yang serius akan selalu berpikir tentang manfaat pengondisian, menjadi “champion of safe”, perkembangan skills yang lambat, dan akan lebih tertarik dengan latihan di permukaan tanah daripada berlompat-lompatan di atas atap. Persis seperti yang Anda lakukan untuk setiap kelompok sosial baru anak Anda, periksalah di komunitas mana anak Anda mendapatkan informasi tentang parkour. Jika mereka tampak seperti pencari sensasi, jika mereka menjauhkan diri dari keselamatan, maka mereka tidak berlatih parkour. Namun jangan biarkan ini menghalangi ketertarikan anak Anda. Sebaliknya, membantu anak Anda (dan sangat mungkin rekan-rekan nya) menemukan sumber daya yang tepat untuk pendekatan pelatihan parkour yang aman dan sikap yang benar.

Seperti aktivitas fisik lainnya, Parkour mempunyai resiko yang terlibat. Sangatlah bodoh untuk balik berdebat. Namun risiko di Parkour itu tidak jauh berbeda dengan kegiatan fisik lainnya. Risiko ini dapat berkurang, dan bahkan dihilangkan, dengan pelatihan yang tepat dan program pengkondisian. Jika anak Anda tertarik untuk memulai latihan Parkour, doronglah dia untuk mulai dengan program pengkondisian. Pelatihan yang terlibat dalam pengondisian Parkour akan terlihat lebih akrab bagi Anda: squats, pushups, pullups, berlari, dan latihan yang serupa. Sulit untuk membantah terhadap manfaat dari latihan tersebut, terutama karena kebanyakan program kebugaran, dan tim olahraga sekolah terorganisir, menggunakan latihan-latihan yang serupa selama latihan dan sesi pelatihan. Sebenarnya, ini semacam pelatihan kebugaran, tidak sembrono melompat-lompat, yang biasanya dijadikan dasar dari suatu latihan para traceur.

Kedua, lihatlah apakah ada pelatihan komunitas parkour di daerah anda. Sebagian besar daerah perkotaan telah membentuk kelompok parkour yang berlatih bersama-sama. Ini biasanya kelompok informal yang berkumpul dan berlatih di lingkungan yang mendukung secara teratur. Kota-kota kecil mungkin juga memiliki komunitas parkour, atau setidaknya satu atau dua traceurs yang melatih bersama-sama. Ini adalah cara yang baik bagi anak Anda untuk belajar dari para traceur yang lebih berpengalaman dan dapat menambah teman baru, dan juga bagi Anda untuk memiliki kesempatan untuk memeriksa secara langsung cara latihan parkour. Jika tidak ada grup di daerah Anda, jangan biarkan hal ini mematahkan semangat Anda atau anak Anda. Banyak traceur yang berlatih sendiri, dan bahkan para pendiri disiplin ini melakukan banyak latihan sendiri. Ada banyak informasi yang benar di internet untuk membantu traceur berlatih sendiri, dan internet komunitas parkour terkenal mendukung dan membantu.

Berlatih parkour secara serius tidak hanya akan membantu anak Anda menjadi lebih sehat secara fisik dan aktif, tetapi juga akan memperkenalkan dia untuk seluruh komunitas dari orang-orang yang tertarik untuk hidup sehat. Traceur serius adalah mereka yang sangat tertarik dalam latihan, gizi, dan kesejahteraan. Anak Anda akan banyak mendapat pelajaran yang berguna, informasi bermanfaat melalui latihan Parkour yang akan memiliki manfaat kesehatan dan kesejahteraan sepanjang hidupnya.

Parkour adalah non-kompetitif dan tidak memerlukan kemampuan khusus atau peralatan, yang membuatnya menjadi jauh lebih mudah diakses untuk mengejar fisik daripada olahraga tim paling terorganisasi. Semua yang diperlukan untuk sukses dalam Parkour adalah sebuah keinginan untuk bekerja keras dan menjadi aman. Banyak traceurs telah mengamati bahwa pelatihan fisik mereka dalam mengatasi kendala telah diterjemahkan ke dalam peningkatan kemampuan untuk mengatasi hambatan mental atau emosional. Disiplin dan dedikasi yang diperlukan untuk pelatihan parkour para traceur dapat membantu dalam semua bidang kehidupan, bukan hanya di parkour. Ekspresi yang umum dari ini, di kalangan parkour, adalah, “Saya tidak lagi melihat hambatan, tapi kesempatan.” Melalui latihan Parkour, para traceur dapat belajar keterampilan hidup seperti penetapan tujuan, ketekunan, hidup sehat, bekerja sama dalam sebuah komunitas, membantu orang lain, disiplin diri dan motivasi, dan ketekunan. Ini dapat terbawa ke dalam kehidupan sekolah, hubungan pribadi, dan tanggung jawab pekerjaan dan karir.

Ketiga, mencoba mengikutkan anak anda ke sebuah “Jamming” atau lebih (contohnya Jamming Regional atau Nasional). Jamming adalah pertemuan besar dari para traceurs, biasanya dari lingkup daerah geografis yang lebih luas, lebih dari akhir pekan yang diperpanjang. Kegiatan ini adalah peluang yang bagus untuk belajar. Kegiatan ini adalah kesempatan bagi anak Anda untuk bekerja dengan kelompok yang lebih besar, dan seringkali dengan lebih para traceur yang berpengalaman. Orangtua akan selalu diterima di kegiatan jamming, baik sebagai pengamat atau sebagai peserta (Ya, Anda mungkin menemukan kalau Anda menyukainya juga!), dan akan mendapat manfaat saat menghadiri jamming. Anak Anda akan selalu tahu tentang kegiatan jamming yang akan datang dari pengumuman di internet. Jika anak Anda mengungkapkan minat untuk menghadiri sebuah jamming, coba lihatlah ke dalamnya dan mempertimbangkan kemungkinannya secara adil. Kegiatan ini fantastis, pengalaman belajar yang positif dan menciptakan peluang untuk sebuah persahabatan baru, karena dengan bersatu-padu, menyambut sifat alami masyarakat parkour. Lebih jauh lagi, pengalaman bepergian ke jamming, mengatur penginapan, penganggaran uang, berkomunikasi dengan kelompok besar, dan pengelolaan jadwal semua berharga memberikan keterampilan hidup dalam lingkungan yang mendukung, lingkungan yang terstruktur.

Terakhir, cara terbaik untuk memahami parkour adalah mencoba sendiri! Parkour adalah cara alami bergerak, telah terprogram dalam DNA kita dari jaman prasejarah. Parkour adalah semua tentang permainan. Permainan seperti tag, ikuti-sang-pemimpin, dan “lahar panas” semua adalah bagian dari latihan Parkour. Parkour tersedia untuk setiap orang, kapan saja, tanpa memperhatikan tingkat kebugaran atau pengalaman. Seperti disebutkan, semua yang diperlukan adalah keinginan untuk bekerja keras dan menjadi aman. Praktisi Parkour berasal dari segala usia dan semua lapisan kehidupan, sehingga Anda tidak akan terlihat sebagai ” orang aneh” untuk mencoba itu. Parkour menyambut semua kalangan, dan sebagian besar traceurs begitu bergairah tentang disiplin ilmu mereka dan mereka lebih senang lagi untuk menyambut siapa saja yang tertarik untuk mempelajari lebih banyak tentang parkour, tanpa memandang jenis kelamin atau usia. Ini bukan hanya untuk remaja laki-laki! Apa cara yang lebih baik untuk mendapatkan bentuk dan ikatan dengan anak Anda selain mencoba Parkour itu sendiri (bersama-sama dengan anak Anda)?

Translated : Fadly Bullseye

Pro Parkour Anti Kompetisi

Copas lagi! hahahaha… hidup copaster! (duh malu-maluin). Credit to anggarda, (atau dia jugak copas?) -_-b

Sebagai prolog untuk memulai tulisan saya.Adalah beberapa catatan yang berbau euphoria semangat traceur menentang kompetisi yang saya kutip dari www.parkourindonesia.web.id

Anti Kompetisi dalam Parkour

Para member dari komunitas Parkour berdiri tegas melawan ide kompetisi parkour yang terorganisir.

Alasan kami:

  • Kami tidak percaya akan adanya kelas elit.
    Kami tidak percaya akan adanya seleksi special di antara para traceur.
  • Kami tidak percaya bahwa parkour membutuhkan hirarki atau perbedaan level-level kemampuan setiap traceur.
  • Kami percaya bahwa untuk menjadi “yang terbaik atau terkenal” itu tidak ada artinya di Parkour, karena kemenangan atau kekalahan itu tidak berarti apa-apa di dalam filosofi parkour.
  • Kami tidak menerima elemen-elemen pendorong seperti demikian di dalam filosofi parkour.

Lanjutkan membaca ‘Pro Parkour Anti Kompetisi’

Hooreeee! Saya ndak Lulus UN!

hei…hei… tentu saja saya lulus. judul itu saya tulis sebagai penghormatan saya terhadap calon entri postingan saya yang terselip di bawah. di kota saya, kota mataram yang kecil dan penuh polusi, pengumuman diundur sebanyak tiga kali sehingga bikin jengkel para peserta UN. nah, karena saya yakin tidak lulus atau pendek kata, merencanakan diri untuk tidak lulus, maka pada malam sebelum pengumuman sesungguhnya, saya menulis sebuah tulisan untuk blog ini. saya menulis apa yang kira-kira akan terjadi. sebuah tulisan yang saya siapkan di belakang kenyataan bahwa saya tidak lulus. sebuah tulisan yang ditulis dengan sepenuh hati, mengungkapkan isi otak saya tentang UN dan tetek bengeknya. yang mau muntah silakan muntah…. 😀

begin of file

percaya atau tidak, saya benar-benar tidak lulus Ujian Nasional. nama saya yang keren dan tiada duanya tidak nongol di daftar peserta yang lulus. anehnya, ketika saya mendengar kabar ini, saya tidak merasakan apa2. datar dan lurus. datar. lurus. kosong. tanpa bermaksud untuk mengelak, sebagian hati saya memang merencanakan untuk tidak meluluskan diri. saya sudah menyebar imej ini tiga bulan sebelumnya. setiap saya bosan dan ketika teman-teman saya ngerumpi tentang UN yang mendebarkan, saya akan celoteh, “eh, kayaknya saya nggak lulus nih besok”, “bro, temenin saya ngulang setaon lagi yaw?”, “kayaknya saya yakin nggak lulus”, “nggak lulus bareng2 nyok”. alhasil, semua menjauhi saya. saya juga mengganggu mental mereka menghadapi UN. bahkan, image ‘piko tidak meluluskan diri’ semakin kuat ketika gosip menyebar cepat bahwa saya telat dateng ke sekolah pada hari pertama UN. sampai2 saya dipanggil guru saya, “heh, kamu beneran nih nggak mau lulus?”. saya cuma nyengir kuda. besoknya, teman-teman saya mengejek, “ko, kamu kan mau ngulang, ngapain ikut UN?”. saya jawab, “yah, dari pada bosen sendiri di rumah.”

kemauan untuk tidak lulus diperkuat oleh fakta bahwa saya masih punya cadangan satu taon di dunia akademik. waktu esempe, saya sempat ikut kelas akselerasi alias percepatan belajar. jadi masa belajar saya di esempe hanya dua taon. ketika saya mengungkapkan hal ini kepada orang lain, mereka bilang saya benar-benar bodoh, menyia-nyiakan kesempatan, membuang-buang waktu, dan pikiran tidak maju. gyahahahaa, terserah apa orang mau kata. saya punya misi-misi tersendiri di balik semua ini.

sama seperti yang dirasakan si frxs, teman saya yang lain lagi, saya merasakan masa-masa UN kali ini begitu datar, lurus, detak jantung normal, dan tidak ada pikiran macam-macam. pendek kata, UN tidak mengusik pikiran saya seperti kebanyakan anak-anak lain. why?

apakah saya pemalas? hahhaha, saya memang pemalas tapi bukan alasan untuk hal ini. dan jujur, saya diterjang banyak sekali masalah-masalah pelik (sebagai catatan, saya bukan orang yang terbuka sehingga saya tidak mau buang-buang waktu untuk menceritakan di sini) sehingga tak sempat memikirkan UN. mungkin ini bisa dijadikan alasan, tapi tidak cukup kuat bila dilihat dari sudut pandang orang yang tak mau tahu. atau saya terinfeksi oleh doktrin ivan illich? sebuah pemikiran yang menyatakan sekolah sama sekali tidak berguna. menurut pemikiran ivan, sekolah sama dengan menimba air dari sumur yang dalam, dengan susah payah pula, tetapi ketika kita mendapatkan seember air itu, malah kita guyurkan di tanah, bukan untuk mandi atau hal lainnya. pengalaman di kehidupan nyata dan aktivitas belajar secara otodidak lebih banyak mengajari banyak hal dari pada duduk di bangku sekolah dengan mendengar celoteh guru dan menjawab soal-soal yang monoton.

apakah saya mengikuti doktrin itu? saya setuju dengan pemikiran ini, tapi saya tidak menjadikannya sebagai alasan saya mengabaikan UN. seberapa pun bodohnya UN (dengan prosedurnya, contek-menyontek, bocoran soal, pengawas yang berbaik hati), UN tetap penting, setidaknya di negara kita sementara ini.

dan alasan teknis yang sama sekali tidak bisa dibantah yaitu pada hari terakhir UN di mata ujian ekonomi, saya mengisi lembar jawaban komputer dengan pensil 8B, sekali lagi 8B. orang bilang, “bagus tuh, kan 8B lebih bagus dari pada 2B”. dasar dodol, tentu saja beda dong, bahkan tidak ada label ‘for computer’. dan untuk masalah pensil 8B ini, saya memang sengaja. why? karena saya memang tidak yakin mengenai UN kali ini. dan karena waktu itu hari terakhir, mental saya sudah bobrok banget. jujur, saya setengah2, jurus kamekameha saya tidak bisa keluar seperti biasa.

yah, bagaimana-bagaimana saya akan membiarkan orang lain berpendapat sendiri-sendiri. mereka akan bilang, ‘dia kan bodoh, wajar nggak lulus’. hehehehe, it’s ok… mereka punya hak buat berpendapat.

dan buat teman-teman seangkatan lainnya yang tidak lulus, la tahzan. mungkin saya keterlaluan, karena yang lain mungkin akan pingsan dan diinfus tiga kantong, paling banter nangis sejadi-jadinya. hei, hei, hidup tak serumit yang dibayangkan orang-orang. lalui saja semuanya dengan enjoy.

dan rencana, saya akan mengulang di sekolah yang sama, balik lagi ke angkatan saya yang seharusnya. apakah saya malu? ya, tapi sedikit. kan saya punya alasan. muka tebal dong? ngawur…

end of file

saya tidak melanjutkan karena sudah jam 2 dini hari dan saya tahu besok saya ada sesi latihan jumpalitan (baca :parkour). elparkour (lombok parkour) yang dipelopori si frxs dan kawan2 sedang mencoba bangkit. meski anggotanya sedikit, esoknya kami tetap latihan dengan semangat. sementara anak-anak lain berseliweran keliling kota teriak-teriak dengan baju putih abu-abu yang dipilox warna-warni, kami sibuk lompat sana lompat sini, membuang tenaga kami sebanyak kami bisa.

ehem, mengenai lulus tidak lulus, berarti saya tidak menghargai pendidikan dong? hohohoho, itu jauh dari pembahasan. memang ada perasaan bersalah setelah saya menongton laskar pelangi berikut behind the scene-nya, juga interview dengan andrea hirata (duh, tua banget keliatannya si ikal).

masalahnya : seandainya saya dididik dengan cara dan visi misi sekolah yang hampir roboh itu, pastilah saya mencintai sekolah dan berjuang habis-habisan. tapi di sekolah saya (dan saya yakin begitu juga di banyak sekolah lain) saya tidak menemukan semangat itu. pendidikan di negara kita belum bermutu. hanya segelintir sekolah favorit dan itu pun biayanya masih jauh dari jangkauan masyarakat kelas menengah. yang saya temukan di sekolah saya : pembelajaran monoton dan guru-guru yang tidak sesuai dengan tugas mereka.

di sebuah sekolah, kita dicekcoki dengan semua mata pelajaran, pukul rata semuanya. padahal, di setiap diri masing-masing siswa ada bakat yang berbeda-beda, skill yang beda. misal saya suka sejarah, tetapi dipaksa menelan buku matematika. meski nilai sejarah mengkilap-kilap tapi matematika anjlok, kesimpulan wali kelas : you = goblok. benar-benar tidak menghargai kemampuan yang sebenarnya. sekali lagi pukul rata, semua mata pelajaran harus bagus…

ok, ada sedikit aib saya ceritakan di sini. pada hari ketiga, saya merasa bodoh sekali. pengawas dari sekolah lain mengizinkan kami saling contek, bahkan menyarankan demikian. seandainya saya adalah hollowman, saya akan melemparnya dengan sepatu saya plus kaus kaki yang baunya hangus. sombong dong? it’s ok. beberapa siswa memang tidak setuju dengan prinsip saya mengenai contek-mencontek : kalo nyontek, saya tidak yakin jawaban yang saya dapat itu benar, kalo dicontek, saya takut saya memberikan jawaban yang salah. mereka menganggap saya sok, aneh, jogang… gyahahaha, terserahlah. intinya, bagaimana pendidikan di negara kita mau maju kalau ujian saja seperti itu keadaannya. mental bangsa kita memang mental tempe, harus perlahan-lahan kita ubah.

hmmm, topik beralih ke aksi kejar-kejaran antara pelajar corat coret dengan polisi. kota saya jadi ramai hari itu. ada beberapa gerombolan konvoi corat-coret kesana kemari. suara kendaraan mereka meraung-raung. polisi juga sibuk ke sana kemari dengan mobil mereka yang kinclong. beberapa jalan di blokir. seru deh keliatannya. seandainya saya jadi si polisi, saya bawa senapan bius. tembaklah satu. kalo jatuh, ketangkep deh… kejam? hehehe, saya kan berjiwa psikopat… ujung-ujungnya para siswa itu ketangkep. di sekolah saya, mereka sudah dikumpulin, beberapa polisi berjaga-jaga. menurut gosip, yang ketangkep bakal digundulin. wah…wah…

cus waktu sesi latihan elparkour, seru juga. sebagai catatan, ini latihan pertama saya. sebeumnya saya hanya ikut nongton dan jadi kameramen. ternyata : parkour butuh tenaga ekstra. meski saya sudah pemanasan ala paskib, tetap saja saya cepat kelelahan. beberapa lompatan terlihat gampang, ketika mencoba malah jadi takut-takut, tapi ujung-ujungnya bisa juga. saya ingat si frxs gelantungan di pohon sebelum kami berangkat, terus dia lompat, eh kakinya mendarat di punggung saya (saya lagi jongkok). luar biasa menderita. waktu latihan, saya mencoba salto (tapi tangan tetap nyentuh tanah), saya pikir gampang kacang, tau-tau tulang ekor saya yang duluan mendarat. wadaauuuu…. geblek banget pasti keliatannya.

yah… hari itu memang agak berbeda.


This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net

RSS latest post @ blog.pdft.net

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 353,859 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji