Posts Tagged 'sepeda'

fixie

awal tahun kemarin, kata ini mulai mendengung2 di internet (atau saya yang terlambat?). saya pikir memang fixie, mahluk peri di harry potter ketiga. yang bener, ini adalah sepeda yang gear-nya fix, mati, mentok. roda akan berputar mengikuti arah pedal. beda dengan torpedo yang kalau ditahan atau putar ke belakang berarti rem.

setelah baca2, ternyata fixie dipakai sebagai olah raga ekstrem yang relatif berbahaya karena remnya menggunakan kekuatan otot kaki (ditahan pelan2) jadi menggunakan sepeda fixie dalam kecepatan tinggi adalah tindakan konyol. keren jugak. dan dalam beberapa minggu trendnya sudah menyebar di Indonesia. luar biasa memang indonesia, termasuk di kota saya, mataram. wah, saya jadi pingin bikin juga, sayangnya awal januari sepeda kesayangan saya hilang dicuri atau lupa taruh dimana (or both?)

saya sudah coba kok. dan itu memang bukan sepeda biasa. ada sensasi aneh bila pedal tidak bisa diputar kebelakang. menghentikan sepeda memang benar harus dengan otot karena rem tidak dipasang. saat saya mencoba, saya terjatuh karena celana panjang saya nyangkut di gir depan dan sepeda itu tidak bisa dihentikan karena tidak ada rem.

alkisah, saya pulang dari kantor sore2 dan lihat sekawanan orang dengan sepeda mereka. salah satunya menggunakan sepeda ontel yang jadul banget dan masih mengkilat meski berkarat. saya yakin itu harganya mahal sekali.

beberapa hari kemudian, orang yang sama dengan sepeda yang sama. tapi bukan sama persis. itu sepeda ontel yang kemarin tapi sudah disulap menjadi sepeda fixie dengan warna ungu putih mencolok yang bahkan girnya sama sekali tidak fix (karena ia bisa mengistirahatkan kakinya sementara sepeda masih melaju, tolol!).

banyak sepeda ontel dikorbankan hanya untuk dijadikan fixie, jadi sekedar tren, gaya-gayaan, padahal girnya ndak fix. sepeda fixie kan ndak mesti bodinya jadul, warnanya mencolok, dan tetek bengek pernak pernik lainnya. sepeda fixie disebut demikian karena girnya fix, bukan hal lain, definisi wikipedia demikian (well, saya pikir saya boleh jadikan wikipedia sebagai patokan karena saya menulis di internet 😛 ).

tapi aduh, itu kan sepeda ontel punya nilai sejarah. 😦

jadi ini seperti tren yang berbelok : sepeda fixie gir fix (definisi) > sepeda fixie gir fix dengan warna warni dan bodi jadul > sepeda fixie dengan warna warni dan bodi jadul tetapi bukan gir fix > sepeda fixie cuma tren gaya-gayaan.

etapi bukan berarti saya ngolok sepeda fixie. sebagai orang yang sedari tk sampai sma naik sepeda mulu ke sekolah, saya mengapresiasi sepeda fixie, bahwa itu cabang sepeda yang hebat dan menantang. hanya saja saya kurang ngeh dengan perkembangan sepeda fixie di indonesia, lebih sempitnya di kota saya.

demikian.

he’s gone. :(

yak, berita buruk adalah berita buruk.

setelah paginya jatuh dari sepeda, dengan luka sana sini, malamnya, dia hilang untuk selamanya. benar-benar hari yang buruk.

dan sayang saya tidak pernah punya fotonya. setelah dia pergi, barulah saya sadar, betapa saya kurang menyayanginya. dilap pun tiada pernah, apalagi dikasi oli. ya sudahlah. bye bye cylce.

ini, tadi uangnya jatuh

tadi saya naik sepeda dan lihat ada anak2 sedang bermain di pinggir jalan. saya terus saja. sudah jauh sekali ada suara manggil2.

saya noleh dan hampir jatuh. salah satu dari anak2 itu mengejar saya pakai sepeda kecil dan bilang, “ini, tadi uangnya jatuh.”

wah, ini anak ngejar saya sejauh ini buat ngembaliin uang saya yang jatuh. uangnya memang tidak banyak, tapi lumayan buat pesta mie ayam 20 mangkok sampai kekenyangan. yoi, saya cuma bisa bilang makasih sambil nyengir kuda.

semoga anak2 seusianya sekarang tidak mengalami degradasi moral nantinya kalau sudah abg. jangan sampai jadi abg labil.

tour de pusuk

semalam tidak tidur dan paginya kabar buruk datang, sigit dengan sepedanya. ceritanya gini. kan subuh2 lagi naik sepeda bareng sama sigit. niatnya sih, hunting fotografi dekat-dekat. terus ada orang lewat pake sepeda balap, baju kuning keren.

“eh, bajunya tour de france, orang tu pernah ke prancis, git!”
“dia mau ke pusuk mungkin”
“ke pusuk hayuk”
“hayuk!”
“konsisten?”
“konsisten!”

ya sudah.

meskipun di kelihatannya rutenya kecil, tapi luar biasa melelahkan bagi kami. jalan nanjak turun berkelok-kelok. sampai pemenang, kami masih semangat. namun di tengah pusuk, jujur kami putus asa menyeret sepeda abal-abal. sampai lebih memilih jalan kaki terseok-seok dari pada mengkayuhnya. dan air harus dihemat, sekali istirahat sekali teguk. dilema antara kelelahan, air dan mengejar waktu untuk shalat jumat.

nanjak terus!

akhirnya sampai di puncak bertemu penghuni asli pusuk : monyet. dan meluncurlah kami turun secepat burung pipit melarikan butir padi, 20 menit coy! berkilo2 tanpa mengkayuh sepeda, meluncur terus sambil teriak-teriak.

lelah dan putus asa

waktu

berangkat jam 6 tepat

mataram – pemenang/bangsal gili = 4 jam tepat, sepeda santai

bangsal – puncak = 1 jam 45 menit, setengah berjalan kaki.

puncak – gunung sari = 20 menit, meluncur mati gembira teriak-teriak.

shalat jumat. 12.30 – 01.00.

gunung sari – mataram 01.00 – 02.10

nah! saya musti stand by lagi di warnet sampai tengah malam. pulang-pulang badan bagai diperas macam cucian rinso saja.


This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net

RSS latest post @ blog.pdft.net

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 348,307 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji