Posts Tagged 'terminal'

memeriksa status baterai melalui terminal

ya, saya sedang menginstall arch dan membutuhkan waktu lama untuk mengupdate paketnya. kurang bijak kalau laptop dicharger terus menerus. nah, kita bisa memeriksa status baterai melalui terminal, yaitu dengan acpi. pasang dulu acpi dengan paket manajer bawaan. tapi biasanya sistem yang sudah ada GUI-nya sudah mengikutkan acpi.

$acpi
Battery 0 : Discharging, 89%, rate information unavailable

sebenarnya baris rate information unavailable itu berisi estimasi waktu hidup baterai kita. cuma itu baterai saya kurang beres. 🙂

star wars IV : new hope

just type this and enter on your terminal. 🙂

$telnet towel.blinkenlights.nl

note : butuh koneksi internet

koneksi wireless via terminal

yak, kemarin baru nyoba, ditulis sebagai arsip pengingat.
pastikan interfacenya aktif :ifconfig wlan0 up
pindai sinyal di sekitar kita : iwlist wlan0 scan
pilih access point : iwconfig wlan0 essid “namaAP”
minta ip dari dhcp server : dhclient wlan0
ketik ifconfig untuk melihat apakah interface sudah benar-benar mendapatkan IP address.

mengakses Samba dengan CLI

kisah berawal ketika saya menginstal ubuntu karmic di mesin vmware yang berjalan di atas komputer server billing warnet dengan os windos. jaringan guest-host sudah berjalan baik. sharing file dan akses internet juga lancar. nah, gnome tu cukup  berat juga di mesin vmware, meski ram-nya sudah tak kasih 512. jadi, saya memilih mengganti ke xfce yang agak ringan. sayangnya, file manager defaultnya (thunar) tidak bisa mengakses samba. pada nautilus ada akses ke network, sedangkan di thunar tidak ada. bodoh sekali rasanya menjalankan nautilus di xfce. saya butuh yang ringan! dan rasanya malas install thunar-plugin.

ok,  saya punya terminal. jadi, yang saya pikir adalah saya perlu mengakses shared folder windows (host) melalui command line. saya googling dan temukan banyak petunjuk. berikut ini adalah salah satunya dari forum ubuntu.

sebelumnya, pastikan samba dan mount.cifs sudah terinstall. jalankan mount.cifs untuk memastikan.

pada windows, share sebuah folder dan beri nama. dalam kasus saya, saya men-share Shared Documents dan memberinya nama Server-Doc. IP windos komputer saya ini adalah 192.168.131.1.

di linux, buat sebuah folder sebagai mount point. misal, saya buat di bawah direktori home saya : /home/piko/Server-Doc/. IP linux di mesin vmware ini adalah 192.168.131.131.

format perintahnya adalah

sudo mount.cifs //target/folder-share …/mountpoint

jadi, saya mengetiknya begini.

sudo mount.cifs //192.168.131.1/Server-Doc  /home/piko/Server-Doc

sekarang coba lihat isinya.

cd /home/piko/Server-Doc/  | ls

nah, kelihatan dia… 🙂

klik untuk perbesar


This blog has been discontinued. All the contents, and new posts can be found at blog.pdft.net
Indonesia Linux Conference 2011

stats

SEO Stats powered by MyPagerank.Net
Counter Powered by  RedCounter

hits

  • 342,240 hits


This blog is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0 Unported License.
pejuang mimpi tak ingkar janji